Terjebak Cinta Mr. Casanova

Terjebak Cinta Mr. Casanova
Layaknya Wanita Murahan


__ADS_3

"Apa ini tempatnya?" Rich mengamati sebuah gedung bertingkat dengan arsitektur yang super modern.


"Kalau dari map yang diberikan oleh Ray, ini memang tempatnya" Runi kemudian bersiap turun dari mobil.


"Dimana temanmu itu?" Rich yang mengikuti Runi dari belakang celingukan mencari keberadaan pria yang dia anggap sebagai rivalnya selain Greg.


"Aku juga sedang mencarinya, memang kakak tidak lihat apa?" jawab Runi sambil mengedarkan pandangannya sebelum mereka akhirnya masuk ke dalam lift yang berisi seorang gadis muda nan cantik.


"Rich sayang, kau kemana saja sih selama ini?" gadis di dalam lift itu dengan agresifnya langsung menghampiri Rich dan mendorongnya hingga ke sudut.


"Calista!?" Rich terkejut karena gadis itu langsung memagutnya dengan ganas serta memaksakan lidahnya menerobos masuk ke dalam mulut Rich, membuat pria itu membeku seketika saking terkejutnya.


"Aku sangat merindukanmu sayang" tangan gadis itu kemudian meraih area sensitif milik Rich dan meremasnya hingga pria itu melenguh.


"Apa yang kau lakukan!?" Rich mencoba menghindar namun gerakannya kalah cepat dari gadis bernama Calista itu.


"Sudah lama sekali dia tidak masuk di dalam milikku sayang, aku juga sangat gemas ingin mengunyahnya sampai habis dimulutku!" suaranya benar-benar terdengar sangat menggoda.


"Tolong jangan begini Calista!" Rich yang sudah sadar dengan situasinya, kemudian mencoba mendorong gadis itu agar menjauh.


"Memangnya kenapa sih sayang? bukankah kita dulu sering melakukannya? bahkan kau sangat ketagihan dengan milikku dan selalu ingin mengulangnya hingga kita kelelahan sampai pagi!" bukannya menjauhi Rich, gadis bernama Calista itu malah berusaha menelusupkan tangannya ke dalam celana Rich. Ia bahkan sama sekali tidak mempedulikan Runi yang berada di dalam lift bersama mereka.


"Cih!" Runi yang melihat adegan tak terpuji itu kemudian berdecih dengan wajah mencibir sebelum akhirnya ia keluar dari lift yang sudah terbuka.


"Sayang tunggu, plis dengarkan aku, itu semua tidak seperti yang kau lihat!" Rich mengejar Runi yang berjalan dengan cepat keluar lift. Pria itu terserang panik luar biasa karena diluar dugaannya Runi tiba-tiba saja melihat adegan yang tidak seharusnya dia lihat. Citranya sebagai casanova tobat yang selama ini ia bangun dengan susah payah di depan gadis itu setelah mereka bertemu kembali di desa, hancur seketika itu juga saat dosa masa lalunya menghampiri kembali secara tidak sengaja.


"Awww sakit kak, lepaskan tanganku!" Runi meringis karena Rich mencengkram lengannya dengan sangat kerasa saking paniknya.


"Aku mohon dengarkan aku dulu" Rich tidak menghiraukan ringisan Runi.


"Kau menyakiti lenganku kak!" Runi mencoba menepis tangan pria itu darinya.


"Maaf, aku mohon maafkan aku" ia melonggarkan cengkraman tangannya dari lengan Runi.


"Runi!?" Ray yang melihat Runi dan Rich berdiri di depan lift kemudian menyapa, seolah menginterupsi percakapan keduanya.


"Ray!?" Runi pun menyambutnya, membuat Rich seketika itu juga melepaskannya begitu saja, tanpa melanjutkan percakapan mereka.


"Kau sudah datang?" sambil menatap dua orang yang ada dihadapannya itu secara bergantian.

__ADS_1


"Iya, dimana tempat latihannya?" tanya Runi sambil menggandeng Ray.


"Oh disana, ayo!" Ray pun kemudian mengajak gadis itu menuju tempat latihan mereka, meninggalkan Rich yang berjalan dibelakangnya dengan perasaan campur aduk karena tragedi yang tiba-tiba terjadi diluar prediksinya.


..........


"Halo semua, mohon perhatiannya, perkenalkan ini sahabatku Runi, dia adalah dancer profesional dari luar negeri yang aku ceritakan kepada kalian tempo hari. Sekarang dia datang kesini untuk berbagi ilmunya kepada kita semua. Runi ayo perkenalkan dirimu!" Ray yang sudah termasuk dancer professional ditempat itu, kemudian mengajak Runi berkenalan dengan timnya.


"Hai semua, apa kabar? perkenalkan aku Putri Arunika, tapi biasa dipanggil Runi. Aku belajar dance baru sekitar lima tahun di tempat aku kuliah. Saat ini aku mau bergabung di sini dan belajar bersama teman-teman semua. Mohon bimbingannya ya" Runi membungkukkan badannya tanda hormat.


"Hai kak Runi, aku penggemarmu, kau sangat keren!" salah satu anggota yang masih berusia remaja memuji Runi.


"Hai kak, aku juga penggemarmu loh, aku sudah menonton semua pertunjukkanmu di kanal pribadimu!" kata yang lain.


"Ahh ternyata ada yang menonton videoku juga ya? terima kasih banyak ya, aku sangat tidak menyangka loh!" Runi sangat bahagia melihat ada beberapa orang yang mengenalnya. Meskipun sepakterjangnya di dunia dance baru sekitar lima tahun, namun dengan kepiawaiannya, Runi memang menjadi cukup popular dikalangan dancer lokal. Karirnya di luar negeri sudah banyak mempengaruhi komunitas lokal dan menjadikannya ikon dancer lokal yang go internasional.


"Kakak itu sudah jadi idola dikomunitas kami, makanya kami sangat senang kakak mau bergabung bersama kami di sini!" kata gadis yang lain. Seketika suasana riuh dan antusias pun terdengar di seluruh ruang studio tempat mereka berlatih.


"Baiklah, kalau begitu bagaimana kalau kita minta Runi mempraktekkan satu buah tariannya untuk kita?" Ray memberi usul.


"Setujuuuuuu" gemuruh tepuk tangan membahana.


"Easy on me saja kak, itu keren sekali!" salah satu penggemar Runi memberi usul.


"Baiklah" kemudian Runi mempersiapkan dirinya di lantai. Ia melepaskan cardigannya dan menyisakan tank top serta legging yang membentuk tubuhnya begitu indah dan sangat proporsional. Nada lembut dari lagu pembuka membuat Runi terhanyut dalam buaian. Ayunan tubuhnya yang lentur seolah reflek muncul begitu saja selaras dengan irama musik yang terdengar. Gerakan-gerakan teratur serta pakaian yang ia kenakan menambah nilai estetik dari tariannya. Ia berputar diudara, terbang seperti terbawa angin dan mendarat dengan sempurna di lantai. Hampir semua penonton berdecak kagum akan kepiawaian Runi dalam menari.


"Woahhhhh kerennnnnn" semua orang bertepuk tangan saat Runi mengakhiri tariannya dengan sempurna.


"Lagi, lagi, lagi, lagiiiiiii" semua begitu antusias dengan Runi. Akhirnya dengan penuh semangat Runi pun menunjukkan beberapa koreografi yang dibuatnya.


"Kakkkk duet dong sama kak Ray!" teriak seorang penggemarnya.


"Iya duet, duet, duet!" semua kembali berteriak.


"Mau duet apa?" Runi bertanya kepada Ray.


"Senorita saja bagaimana?" Ray memberi usul.


"Oke" Runi mengangguk. Kemudian mereka pun mulai menari diiringi musik dengan irama yang cepat. Ray menggendong Runi lalu keduanya berputar, ia mengangkat gadis itu tinggi-tinggi, hingga melemparnya ke udara dan mendaratkannya dengan sempurna di lantai. Decak kagum terlihat jelas saat keduanya mengakhiri tarian mereka dengan cara berpelukan erat.

__ADS_1


"Woahhhhhhhh" suasana begitu pecah dan semarak. Skills Runi yang mumpuni serta keahlian Ray dalam mengimbanginya, membuat kolaborasi mereka sangat selaras, meskipun sebelumnya mereka belum pernah latihan bersama. Semua penonton sangat kagum dan menikmati pertunjukkan yang dilakukan oleh keduanya.


Namun demikian, ada satu orang yang merasa tidak suka dengan semua pertunjukkan yang dilakukan oleh Runi, yaitu Rich. Dari sudut ruangan, pria itu menatap dengan kesal setiap gerakan yang dilakukan oleh sang penari. Ia begitu marah ketika setiap mata tertuju pada tubuh wanita yang sudah dia klaim menjadi miliknya seorang. Terlebih saat tadi Runi berkolaborasi dengan Ray, rasanya ingin sekali Rich mencabik-cabik pria itu hidup-hidup.


..........


"Ayo pulang!" Rich menarik tangan Runi saat gadis itu sudah menyelesaikan semua pertunjukkannya.


"Aku belum selesai kak" Runi berusaha bersikap biasa saja di depan semua orang.


"Pulang kataku!" nada bicara Rich sudah tidak bersahabat.


"Tapi kak aku belum awwwww" Runi terpekik karena Rich menariknya berdiri dengan sangat kasar dan menggendongnya tanpa aba-aba di depan semua orang.


"Kak lepaskan, turunkan aku!" gadis itu merasa sangat malu diperlakukan seperti itu di depan banyak orang. Sementara Rich tidak menggubrisnya sama sekali dan tetap berjalan menuju lift.


"Kakkkk kau ini kenapa sih!?" Runi berteriak kesal saat sudah berada di dalam mobil karena melihat ulah Rich yang semaunya sendiri.


"Kau tanya aku kenapa? kau itu yang kenapa? kenapa kau bersikap seperti itu di depan banyak orang? kau tunjukkan bentuk tubuhmu, kau sengaja meliuk-liuk seperti ular, membuat semua mata menatapmu tanpa kedip. Apa kau memang sangat suka memamerkannya kepada orang lain seperti layaknya wanita murahan!?" Rich terpancing untuk berteriak juga.


PLAKKKKK...


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Rich.


"Kalau kakak bilang aku adalah wanita murahan karena mempertunjukkan sebuah seni tari kontemporer, lalu bagaimana dengan kakak sendiri? disebut apa tingkah kakak dan wanita itu tadi saat kalian berada di dalam lift!?" Runi menyalak tanpa ampun karena dikatakan layaknya wanita murahan.


"Runi aku,," seketika itu juga Rich terdiam mendengar perlawanan dari Runi.


"Huffffff" gadis itu menarik nafasnya dalam-dalam untuk menetralkan emosinya yang membuncah.


"Maaf,," Rich kemudian meminta maaf karena sudah berkata kasar dan keterlaluan.


"Sudah cukup, aku mau pulang!" Runi sudah tidak ingin mendengar apapun dari mulut pria itu.


"Maafkan aku Runi, aku tidak bermaksud mengataimu seperti tadi, itu semua terjadi karena aku begitu cemburu kepadamu!" Rich sangat menyesal.


"Sudahlah kak, kita memang tidak cocok, tidak satu frekuensi!" Runi membuang wajahnya ke arah jendela.


"Runi maaf,," Rich mencoba meraih tangan gadis itu, namun ditepis dengan kasar olehnya.

__ADS_1


"Ayo kita pulang!" Runi berkata dengan lirih sebelum kemudian ia menutup matanya dan memilih berdiam diri sepanjang perjalanan pulang. Sementara Rich yang merasa sangat bersalah, hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar berkali-kali sebagai tanda penyesalan yang begitu mendalam.


__ADS_2