Terjebak Cinta Mr. Casanova

Terjebak Cinta Mr. Casanova
Sepuluh Menit


__ADS_3

"Silahkan masuk nyonya, anda hanya diberi waktu sepuluh menit oleh tuan Rich untuk menemui nona Chela, setelah itu anda harus segera pergi dari rumah ini!" Tatik sang pengasuh yang sudah diberikan instruksi oleh Runi berdasarkan keputusan Rich kemudian menemani wanita itu masuk ke dalam kamar Chela.


"Sepuluh menit? aku ini ingin bertemu dengan putri kandungku sendiri, kenapa harus ada batasan waktu segala!?" Marleena tidak terima.


"Maaf itu adalah perintah dari tuan, saya hanya menjalankannya saja!" Tatik tetap mengikuti aturan yang sudah diberikan.


"Ck, ya sudah cepat antar aku ke kamar Chela!" wanita itu memerintah Tatik seenaknya.


"Mari, lewat sini" Tutik dengan sangat profesionalnya mengantarkannya ke kamar majikan ciliknya itu.


"Mama!?" Chela terperanjat dan mengembangkan senyum sejuta watt nya saat melihat sang ibu kandung menemuinya.


"Sayangku, anak mama yang cantik" Marleena menghampiri sang putri yang terbaring lemah di atas tempat tidur dan kemudian mengecup keningnya.


"Mama dari mana saja? kenapa baru datang sekarang? Chela kangen banget sama mama" gadis itu meraih wajah sang mama dengan tangan yang terpasang selang infus.


"Maaf ya sayang, mama baru pulang dari luar negeri, trus pas mama pulang ke rumah kita, ternyata kamu sudah di sini sama papa" kata Marleena sambil mengelus kepala gadis ciliknya.


"Aku rindu sama mama" tangan Chela meraih wajah sang mama.


"Nona, turunkan tangannya, nanti darahnya bisa keluar ke selang" Tatik mengingatkan Chela.


"Oh iya, maaf Chela lupa mbak" gadis itu meringis ke arah sang pengasuh.


"Bagaimana kondisi Chela saat ini sayang?" Marleena menatap wajah putrinya yang jauh lebih kurus dan pucat dari saat terakhir kali mereka bertemu.


"Aku baik ma" Chela berusaha untuk duduk. Seketika itu juga ia merasa tidak sakit sama sekali karena kehadiran sang mama. Padahal kondisinya sudah sangat payah.


"Nona, tetaplah tiduran, nanti kepala nona pusing dan muntah lagi" Tatik kembali mengingatkan.


"Hey kau ini cerewet sekali sih, Chela itu sedang mengobrol denganku, lebih baik kau keluar sana, mengganggu kami saja!" hardik Marleena kepada Tatik.


"Maaf nyonya, anda tidak punya hak mengusir saya dari kamar ini, karena saya mendapat mandat khusus dari tuan Rich dan nyonya Runi secara langsung untuk menjaga nona Chela!" Tatik menatap Marleena dengan tajam. Meskipun ia baru mengenal Chela beberapa bulan, namun ia begitu menyayangi majikan ciliknya itu. Ia yang sudah mendengar seluruh cerita hidup Chela dari Ayu dan Rach secara detail menjadi sangat prihatin terhadap gadis yang sedang sakit parah tersebut sehingga rasa bencinya terhadap Marleena tidak bisa lagi ia tutupi sama sekali.


"Dasar pembantu kurang ajar, berani sekali kau melawanku hah!?" Marleena berkata dengan penuh penghinaan.

__ADS_1


"Saya memang hanya seorang pembantu, tapi di rumah ini saya lebih punya hak terhadap nona Chela dibandingkan anda, jadi mohon jaga sikap anda!" pengasuh itu seperti mempunyai kekuatan super yang mendorongnya untuk melawan Marleena.


"Brengsek kau!" Marleena tidak bisa berpura-pura baik lagi.


"Mama, jangan marah-marah, mbak Tatik kan hanya mengingatkan Chela saja, semua yang mbak Tatik bilang tadi itu benar, kalau Chela angkat tangan terlalu tinggi, nanti darahnya bisa keluar, trus kalau Chela duduk juga bisa muntah ma!" Chela mencoba memberi pengertian kepada Marleena.


"Baiklah, iya iya, mama paham sayang" meskipun pada faktanya Marleena tidak peduli dengan semua itu, namun ia berusaha mencoba menampilkan sikap perhatian terhadap sang putri.


"Oya, mama akan tinggal di sini kan sama Chela?" gadis itu bertanya kepada sang mama.


"Emmmmm sebenarnya mama maunya begitu, tapi papamu tidak mengijinkan mama, ini saja mama sudah mau diusir!" jawab Marleena sambil melirik ke arah Tatik.


"Yahhhh kok gitu, Chela kan masih kangen sama mama!" Chela menunjukkan wajah sedih.


"Kalau Chela masih kangen sama mama, Chela bilang sama papa ya biar mama diijinkan tinggal di sini sama Chela, soalnya kalau mama yang bilang pasti papa akan marahin mama" Marleena sangat bisa mencari celah.


"Memangnya papa marah ya sama mama?" Chela yang tidak paham akan rumitnya hubungan kedua orang tuanya bertanya dengan sangat polos.


"Papa itu kan sudah punya mama baru buat Chela, makanya papa gak mau mama lamanya Chela dekat-dekat lagi!" terus berusaha memprovokasi putrinya.


"Iya, makanya Chela harus bujuk papa agar mama bisa tinggal di sini sama Chela!" angguknya mencoba meyakinkan.


"Emmmm ya sudah deh nanti Chela akan bilang sama papa!" katanya kemudian.


"Makasih ya sayang" Marleena memeluk sang putri sambil menyunggingkan senyum liciknya.


"Waktu anda sudah habis nyonya, silahkan keluar!" Tatik menunjuk jam dinding di kamar itu.


"Chela lihatkan, mama sudah diusir tuh!?" Marleena memasang wajah sedihnya.


"Mbak Tatik, tolong panggilkan papa dong" Chela meminta tolong kepada pengasuhnya.


"Untuk apa nona?" Tatik yang paham akan tujuannya berpura-pura bertanya.


"Bukan urusanmu, sudah sana panggilkan saja!" Marleena menghardik.

__ADS_1


"Akan menjadi urusan saya jika itu ada hubungannya denga nona Chela, karena tuan dan nyonya sudah mempercayakan saya atas segala hal yang berhubungan dengan nona Chela!" jawabnya dengan tegas.


"Ada keperluan apa nona ingin memanggil tuan?" Tatik bertanya lagi kepada Chela.


"Aku ingin minta ijin sama papa agar mama bisa tinggal di sini" jawabnya.


"Maaf nona, tapi tadi papa nona sudah bilang sama mbak Tatik kalau nyonya ini hanya diberi waktu sebentar saja untuk menengok anda, jadi mbak tidak bisa memanggil tuan untuk hal ini!" meskipun Chela adalah majikan ciliknya, namun Tatik yang mendapatkan kuasa untuk mengasuhnya, mempunyai kekuasaan untuk menolak hal-hal yang dianggapnya tidak baik.


"Kau ini benar-benar pembantu brengsek ya!?" Marleena mulai tersulut.


"Mama jangan marah, mbak Tatik kan hanya mengikuti perintah papa" Chela mencoba menahan emosi sang mama.


"Tapi mama kan masih ingin sama Chela" kata Marleena merajuk.


"Chela juga" angguknya.


"Lalu bagaimana?" wanita itu terus mendesak.


"Mama besok datang lagi saja, nanti kalau papa kesini nengokin Chela, Chela akan bilang sama papa, jadi besok mama bisa nginep deh!" kata sang putri.


"Emmm ya sudah deh, kalau begitu mama sekarang pulang dulu ya, besok mama datang lagi" kata Marleena.


"Iya ma" meskipun masih rindu dengan sang mama, tapi Chela juga tidak mau membuat sang papa marah.


"Jangan lupa ya buat bujuk papa" Marleena memberikan penekanan.


"He em" dengan lugunya Chela mengiyakan permintaan sang mama.


"Bye sayang" katanya sambil mengecup pipi Chela.


"Bye mama" senyum gadis cilik itu.


"Mari saya antar" Tatik memberi jalan.


"Ck, aku bisa sendiri!" jawab wanita itu dengan ketus sambil berjalan keluar dari kamar Chela.

__ADS_1


__ADS_2