Terjebak Cinta Mr. Casanova

Terjebak Cinta Mr. Casanova
Sarapan Di Rumah Calon Mertua


__ADS_3

Tok Tok Tok...


Pintu kamar Runi diketuk oleh seorang pelayan saat Runi baru saja selesai mandi pagi dan bersiap untuk berangkat kerja.


"Nona, di teras bawah ada tamu yang mencari anda" sang pelayan berkata.


"Tamu? siapa yang pagi-pagi begini bertamu?" Runi mengernyitkan dahinya.


"Seorang pria bule tampan" jawab pelayan yang masih tergolong ABG itu dengan sikap rada genit dan malu-malu.


"Kak Rich ya?" Runi menebak-nebak.


"Saya juga tidak tau namanya nona" karena baru bekerja dua bulan lebih, maka ia belum mengenal semua sahabat dan kerabat dekat dari majikannya itu.


"Ya sudah deh, sebentar lagi aku ke bawah" Runi kemudian merapikan blazernya yang masih belum terkancing sepenuhnya.


"Kak Rich?" tidak perlu menunggu lama, Runi yang sudah siap pun kemudian turun dari kamarnya menemui pria yang sudah ia duga sebelumnya.


"Hai" pria itu menyapanya dengan senyum sejuta watt.


"Kakak tumben sekali datang pagi-pagi begini?" gadis itu keheranan melihat pria yang semalam mengantarnya pulang, kini sudah tiba kembali di rumahnya.


"Aku mau menjemputmu untuk berangkat ke kantor bersama-sama" katanya.


"Ada siapa sayang?" Dini yang baru selesai menyiapkan sarapan di dapur untuk suami dan anaknya kemudian menghampiri kedua anak muda itu di teras depan rumahnya.


"Selamat pagi tante" Rich menyapa Dini.

__ADS_1


"Loh ada Rich toh? Selamat pagi Rich" jawab Dini.


"Sayang kok tamunya gak diajak masuk sih?" Dini menegur putri semata wayangnya yang membiarkan Rich berdiri di teras.


"Eh tidak usah tante, terima kasih di sini saja, saya hanya mau jemput Runi untuk berangkat kerja bersama saja kok" jawab Rich dengan sungkan.


"Sarapan dulu, tante baru selesai masak, nanti kalau sudah kenyang baru deh kalian berangkat" ucap Dini.


"Duh saya jadi tidak enak nih, ngerepotin tante deh pagi-pagi begini" Rich merasa sungkan karena ibu dari gadis yang ia cintai begitu ramah kepadanya.


"Jangan begitu, kan kalau perut kalian lapar jadi tidak fokus bekerjanya nanti" mama dari Runi memang selalu memperhatikan asupan gizi bagi keluarganya.


"Ayo kak, kakak pasti belum sarapan kan? yuk kita sarapan dulu" Runi pun kemudian mengajak Rich masuk ke ruang makan.


"Emmmm baiklah" meskipun ragu, namun kemudian Rich mengikuti langkah kaki Runi. Ia yang belakangan ini selalu berangkat lebih awal dari rumahnya untuk menghindari berinteraksi dengan Chela, memang tidak pernah lagi sarapan bersama dengan keluarganya. Sehingga tawaran sarapan di rumah Runi dianggap sebagai bonus yangvmenyenangkan saat ia menjemput sang pujaan hati.


"Ini piringnya Rich!" kata sang nyonya rumah itu sambil menyodorkan piring baru kepada tamunya.


"Runi tolong bantu sekalian ambilkan nasi gorengnya untuk Rich ya" sang mama berkata kepada putrinya yang kebetulan sedang memindahkan sangku nasi mendekat ke arah Rich agar pria itu lebih mudah untuk mengambilnya.


"Iya ma" kemudian gadis itu menyendokkan nasi gorengnya kepiring milik Rich.


"Sudah cukup" Rich menyetop Runi yang hendak menambahkan sendokan berikutnya.


"Memangnya segini kenyang kak?" Runi sangsi dengan porsi makan Rich yang sangat sedikit.


"Jangan malu-malu Rich, ambil yang banyak, supaya kuat sampai waktu makan siang nanti" Dini berkata sambil menatap pria itu.

__ADS_1


"Sayang tambahkan lagi nasinya!" Dini kemudian berkata lagi kepada Runi untuk mengambilkan nasinya kembali.


"Ini kak" Runi pun melayani Rich dengan telaten.


"Terima kasih ya" Sementara Rich yang melihat gadis itu melayaninya seperti layaknya seorang istri kepada suaminya merasa sangat bahagia yang menghayati peran yang ia bayangkan tersebut.


"Ngomong-ngomong om dimana tante?" Rich yang sejak tadi tidak melihat hendro kemudian bertanya.


"Om sedang ke rumah sebelah, biasalah panggilan darurat dari bos besar, sebentar lagi juga kembali" karena rumah para petinggi perusahaan Putra Angkasa terletak saling bersebelahan, maka tidak jarang Surya, Hendro dan Adhi saling berkordinasi di rumah secara mendadak untuk kepentingan-kepentingan yang dirasa cukup darurat.


"Ohhhhh" Rich ber oh ria. Ia yang juga seorang putra dari petinggi perusahaan Anderson sangat paham dengan situasinya, karena Ron, Mike dan George juga sering melakukan hal yang sama saat mereka sedang berada di rumah.


"Ada tamu rupanya" Hendro yang baru saja dibicarakan pun sudah kembali dari kediaman Surya menyapa Rich.


"Selamat pagi om" Rich memberi salam.


"Selamat pagi Rich" Hendro membalasnya.


"Maaf ya om saya makan duluan, padahal om yang tuan rumah malah belum makan" Rich salah tingkah.


"Jangan sungkan, lanjutkan saja, om nanti sarapannya setelah mandi kok" karena Surya memanggilnya saat pagi-pagi buta, maka Hendro pun belum membersihkan dirinya.


"Papa mandi dulu gih, mama sudah siapkan pakaiannya di atas tempat tidur" kata Dini.


"Oke ma" angguk Hendro.


"Ya sudah Rich, om siap-siap ke kantor dulu ya" Hendro berpamitan.

__ADS_1


"Iya om" Rich mengangguk. Kemudian ia pun kembali melanjutkan sarapannya bersama dengan Runi. Sementara Dini hanya menemani keduanya sambil mengobrol ringan tanpa ikut sarapan, karena wanita itu memang sengaja menunggu suaminya sampai selesai mandi dan berpakaian kerja.


"Begini mungkin ya rasanya jika aku menjadi menantu di rumah ini? seru juga ternyata sarapan di rumah calon mertua!" Rich yang sudah ingin melanjutkan hubungannya dengan Runi kejenjang yang lebih jauh pun menjadi membayangkannya dalam angan.


__ADS_2