
Setelah pesta pernikahan hampir selesai, Rich yang tidak sabar untuk menikmati malam pertamanya dengan Runi pun langsung membawa wanitanya itu pergi untuk berbulan madu ditengah pulau pribadi lepas pantai dengan helikopter yang sudah ia persiapkan sebelumnya. Ia bahkan tidak peduli dengan para tamu undangan dan juga keluarga yang masih ramai di ballroom hotel Anderson.
"Kak, kau yang menyiapkan ini semua?" Runi merasa sangat takjub dengan kejutan yang diberikan oleh suami barunya itu.
"Apa kau menyukainya?" Rich memeluk pinggang sang istri dengan sangat posesif saat mereka hendak naik ke dalam helikopter.
"Iya, tentu saja" senyum bahagia terkembang diwajah cantiknya ketika landasan helikopter itu bertaburan bunga bunga cantik.
"Ini semua adalah kado spesial untuk nyonya Richard Anderson!" kata Rich sambil kemudian menggandeng sang istri berjalan menaiki helikopter milik keluarganya itu.
"Memangnya kita mau kemana?" tanya Runi saat mereka sudah duduk dikursi penumpang.
"Suatu tempat yang hanya akan ada kita berdua saja" kata pria itu sambil mengecup punggung tangan istrinya.
Tidak butuh waktu yang lama untuk Rich dan Runi tiba di pulau pribadi keluarga kaya raya itu. Hanya butuh waktu sekitar tiga puluh menit saja bagi keduanya untuk terbang membelah angkasa sebelum akhirnya mendarat.
"Wahhhh apakah ini pulau Anderson yang sering diberitakan oleh orang banyak?" Runi merasa takjub ketika matanya menatap sebuah hamparan pasir yang luas dengan sebuah bangunan megah bak kastil seperti di cerita dongeng tuan putri.
"He em, ini adalah pulau pribadi milik keluarga kita" bagi keluarga Anderson yang kaya raya, untuk membeli sebuah pulau kecil seperti yang sedang mereka pijak saat ini bukanlah hal yang sulit, bahkan mereka masih punya empat pulau lain yang sejenisnya disekitar pulau ini.
"Apa kalian sering ke sini?" Runi menatap suaminya.
"Tidak, ini aku baru pertama kali kesini, tapi kalau beberapa pulau yang lainnya aku sudah pernah beberapa kali" kata Rich.
"Lalu buat apa punya pulau kalau tidak ditempati?" Runi heran.
"Ya kan ini buat disewakan, lagian dengan jumlah villa dan hotel yang dimiliki keluargaku, tidak mungkin kan aku mencicipinya satu persatu?" jawab Rich dengan asal.
"Ck, dasar orang kaya, aset sendiri pun tidak pernah dinikmati!" pengantin wanita itu geleng-geleng kepala.
__ADS_1
"Sayang, kenapa kau malah membahas ini sih? kan kita ke sini mau berbulan madu dan menikmati kebersamaan kita, bukan untuk menjadi pengamat fasilitas bisnis unitnya perusahaan Anderson!" Rich yang mendengar ocehan istrinya protes.
"Iya juga ya? habis aku gemas sih sama kakak yang tidak pernah mau tau tentang semua fasilitas milik keluargamu heheheh" wanita itu terkekeh geli sendiri.
"Bukannya aku tidak mau tau, hanya saja aku tidak sempat, makanya hari ini aku mengajakmu ke sini supaya kita bisa mencoba fasilitas ini bersama-sama!" bagi Rich, kemewahan milik keluarganya bukanlah hal yang menakjubkan lagi. Terlahir dari keluarga kongkomerat membuatnya menjadi sudah terbiasa dengan semua fasilitas nomor satu di dunia, sehingga rasa penasaran akan tempat-tempat baru yang dimiliki keluarganya pun seperti tidak muncul didalam benaknya.
"Heeemmmm begitu ya?" katanya sambil manggut-manggut.
"Ayo kita masuk, kita lihat ruangan dalamnya!" kemudian sang pengantin pria itu menggandeng tangan sang istri memasuki kastil nan megah tersebut.
"Orang kaya memang beda ya" Runi sangat kagum dengan interior ruangan yang terlihat sangat klasik. Meskipun ia anak angkat dari seorang konglomerat, namun jika dibandingkan dengan harta yang dimiliki Surya, harta keluarga besar milik suaminya memang bisa dibilang tiga kali lipat lebih banyak, sehingga fasilitas yang pernah ia rasakan seumur hidupnya bersama Menta tidak lebih mewah dari milik sang suami.
"Kau kan juga orang kaya sayang, memangnya kau lupa kalau om Surya memberikan sebagian warisannya kepadamu!?" Rich mengingatkan.
"Iya sih, tapi kalian tetap lebih kaya heheheheh" lagi-lagi terkekeh.
"Happpp" tanpa aba-aba Rich menggendong Runi dan membawanya menuju kamar utama yang menghadap kolam renang dan juga lepas pantai.
"Karena kau sejak tadi sangat cerewet maka aku akan menghukummu sekarang!" katanya.
"Awwwwww" terpekik saat mereka berdua tiba-tiba mendarat di tempat tidur yang sangat empuk. Tanpa menunggu lama Rich langsung mengurung tubuh istrinya dibawah kungkungan tangannya yang kokoh.
"Kak kau mau apa?" wajahnya merah seketika menahan malu karena Rich sangat agresif.
"Aku sangat merindukanmu sayang" gejolak yang selama enam tahun ia tahan seorang diri seperti mencuat begitu saja.
"Ahhhhh" Runi menahan suaranya saat Rich mengecup lehernya.
"Kakkkkk ahhhhhhhhh" seperti tersetrum oleh listrik bertegangan tinggi, Runi seperti kehilangan tenaganya seketika itu juga.
__ADS_1
"Kak mau apa?" ia menahan tangan suaminya yang hendak melepaskan kancing gaun pengantinnya itu.
"Sayang aku sangat menginginkanmu!" suara Rich serak karena menahan gejolaknya yang sudah menuju puncak.
"Tapi aku malu" Runi yang belum pernah melakukan ini sebelumnya merasa sangat malu.
"Kenapa mesti malu? kita kan sudah menikah, aku sekarang sudah menjadi suamimu dan kita sudah bisa melakukannya!" Rich meyakinkan sang istri dengan penuh kelembutan sambil mengecup bibir pungil itu.
"Can i?" Rich menatap dengan wajah memohon, sementara yang ditatap hanya mengangguk pelan saking malunya.
"Sayang kau sangat membuatku tergila-gila!" Perlahan-lahan Rich mulai menanggalkan semua yang mereka kenakan hingga polos tak bersisa. Kemudian dengan penuh kelembutan ia mengecupi setiap inci bagian tubuh sang istri dengan penuh rasa cinta. Sementara Runi yang tidak berpengalaman sama sekali hanya bisa diam dan pasrah menerima perlakuan suaminya.
"Awwwwhhhh kakkkkk" sang istri meringis saat suaminya mencoba menerobos masuk.
"Tahan sebentar ya sayang, akan sedikit sakit diawal" kata Rich yang paham ketika Runi menahan rasa sakitnya akibat desakan darinya.
"Kakkkkkkk emmmmmpppphhhhhh" lenguhan panjang terjadi ketika Rich akhirnya berhasil menerobos hingga ujungnya. Perlahan tapi pasti pria itu memompa dengan gerakan lembut agar sang istri tidak kesakitan.
"Kakkkk aku tidak kuat lagi awwwww ahhhhhh sudah kak ahhhhhh" tubuhnya tegang seketika menandakan ia sudah mencapai surga cintanya. Sementara Rich berhenti sejenak untuk memberikan istrinya waktu beristirahat.
"Kakkkkkk" lenguhan kembali terdengar ketika Rich mulai memacu dengan gerakan yang sangat cepat dan dalam.
"Aaaaahhhhh kakkkkk sudah aku mohonnnn ahhhhhh akuuuuuuu aaaahhhhhh" jerit Runi tertahan dan terbata-bata karena hampir mencapai puncak kembali.
"Ayo kita bersama-sama sayang" Rich yang hampir sampai pun semakin giat dan intens.
"Argggggghhhhh" geraman Rich.
"Aaahhhhhhhhhh" lenguhan Runi.
__ADS_1
Mereka berdua pun mencapai puncak cintanya secara bersamaan. Beberapa menit mereka terdiam menikmati setiap perasaan yang selama ini tertahan.
"Sayang aku sangat mencintaimu!" Entah karena ia sudah tidak pernah melakukannya sejak lama, atau karena mereka sudah sah menikah, atau memang karena Rich sangat mencintai Runi, namun rasanya kali ini memang sangat berbeda dengan saat ia melakukannya dengan banyak wanita enam tahun silam.