
Semalaman Nicholas belum sadar,dia sekarang membuka ke dua matanya dan merasakan sakit di tubuhnya.Dia langsung mengedarkan pandangannya dan dia tau dirinya sekarang berada di rumah sakit.
"Kamu sudah sadar,syukurlah jika sudah sadar.Bisanya membuat masalah saja,tidak cape apa hidup tanpa membuat masalah."Cerocos sang ibu,dia melihat anaknya yang sudah sadar.
"Apa yang terjadi bu?"Tanya Nicholas,dia menatap ibunya.
"Kamu kecelakaan beruntun,bisa-bisanya kamu mengendarai mobil dengan keadaan mabuk.Ibu tidak habis pikir dengan kamu,tidak bisakah kamu menelepon supir untuk menggantikan kamu menyetir."Balas sang ibu,dia begitu kesal terhadap anaknya.
"Maaf bu,aku jadi merepotkan ibu."Ucap Nicholas,dia merasa bersalah terhadap ibunya.
"Iya,kamu sudah merepotkan aku.Tidak bisakah,kamu hidup dengan baik tanpa membuat aku khawatir."Ujar sang ibu,dia meneteskan air matanya di hadapan putranya.
Nicholas melihat ibunya yang menangis,karena dirinya yang selalu membuat masalah.Dirinya begitu bodoh,karena membuat ibunya selalu menangis.
"Maafkan aku bu."Ucap Nicholas,dia menatap sang ibu dengan sedih.
"Sudahlah,lupakan saja.Nasi sudah jadi bubur,semua tidak bisa kembali lagi."Kata sang ibu,mengusap air matanya dengan kasar.
"Tidak bisakah aku keluar sekarang? Aku harus mencari istri dan anakku."Ucap Nicholas,dia masih memikirkan Juli dan anaknya.
"Sudah,kamu tidak usah mencarinya.Juli berada di rumah bersama Zoya,dia tidak mungkin kesini.Kamu rawat saja luka kamu dengan baik di sini."Balas sang ibu,menatap intens terhadap anaknya.
"Juli sudah di temukan bu,aku bisa bernafas dengan lega.Aku ingin bertemu dengan Juli dan anakku,ibu tolong bujuk dokter agar aku bisa pulang.Aku rawat saja di rumah,aku benar-benar ingin bertemu dengan istri dan anakku."Ucap Nicholas,dia begitu senang mendengar istri dan anaknya sudah kembali.
"Fokus saja dengan kesehatan kamu,dokter hanya bilang kamu butuh istirahat di sini selama empat hari.Kamu sembuhkan saja luka kamu,lebih baik kamu di rawat di sini.Daripada kamu harus du rawat di rumah,sudah jelas jika di sini banyak dokter dan suster yang berjaga."Balas sang ibu,dia tidak mendengar ucapan anaknya.
__ADS_1
"Ayolah bu,aku mohon ibu dengarkan aku.Aku ingin bertemu dengan istri dan anakku saat ini."Ucap Nicholas,dia memohon terhadap ibunya.
"Sudahlah,aku akan mencoba bertanya dulu ke dokter."Balas sang ibu,dia langsung meninggalkan Nicholas seorang diri di kamar.
Nicholas begitu senang saat ini,dia berharap dirinya bisa di rawat di rumah.Dia sudah tidak sabar menunggu kabar dari ibunya,dia berusaha bangun dan bersandar pada ranjang rumah sakit.
...****************...
Sedangkan di rumah ibu Nicholas,Juli sedang bersama Zoya.Zoya begitu antusias bermain dengan anaknya,dia senang melihat anaknya yang tersenyum saat di ajak bermain oleh Zoya.
"Kakak tidak pergi ke rumah sakit untuk melihat kondisi kak Nicholas?"Tanya Zoya,menatap kakak iparnya.
"Tidaklah,kakak disini saja bersama kamu.Lagipula,kakak kasihan terhadap baby Ken jika harus di tinggal ke rumah sakit."Balas Juli,menjelaskan tentang dirinya yang tidak mungkin pergi ke rumah sakit.
"Aku bisa menjaga baby Ken kok kak,takutnya kakak ingin pergi melihat kak Nicholas."Ucap Zoya,meyakinkan kakak iparnya.
"Kakak kemarin pergi kemana? Kak Nicholas mencari kakak,seperti orang gila."Ucap Zoya,sambil bermain dengan baby Ken.
"Kakak ada di vila ibu,ibu menyuruh kakak tinggal di vila.Memberikan pelajaran terhadap kakak kamu,lagian siapa suruh dia berselingkuh dari kakak."Jawab Juli,dia menatap ke arah Zoya.
"Kak Nicholas bodoh sih,kakak udah baik seperti ini.Bahkan kakak sudah memberikan anak yang tampan,tapi malah di selingkuhi.Benar-benar tidak tau di untung,aku senang kakak menghukum kak Nicholas.Biar dia tau,rasanya kehilangan istri dan anaknya seperti apa."Ucap Zoya,dia mendukung tindakan kakak iparnya.
"Haha,bisa aja kamu ngomongnya.Tapi benar juga sih,kakak kamu emang bodoh.Mantan saja masih di pungut,malah tergoda dengan mantannya.Padahal lebih cantikan kakak daripada mantan kakak kamu,kamu sudah tau belum wajah mantan kakak kamu?"Tanya Juli,dia langsung menatap Zoya.
"Aku belum pernah bertemu dengannya,aku tidak tau wajah dia seperti apa.Tapi aku akan selalu mendukung kakak,aku tidak akan membiarkan pelakor mengganggu hubungan kakak ipar dan kak Nicholas.Bair aku selidiki mantan kak Nicholas seperti apa,agar aku bisa memberi pelajaran terhadapnya."Balas Zoya dengan semangat,dia begitu ingin memberi pelajaran terhadap mantan kakaknya.
__ADS_1
"Tidak usah sayang,lagipula biarkan kakak saja yang membalasnya.Kakak tidak ingin kamu kenapa-kenapa,lebih baik kakak saja yang bertindak."Ucap Juli,menatap adik iparnya.
"Tidak apa kak,aku begitu gemas dengan kelakuannya.karena sudah membuat kakak dan kak Nicholas berantem,gara-gara kehadirannya di rumah tangga kakak."Ujar Zoya,dia tidak suka dengan mantan kakaknya.
"Terserah kamu saja,lagipula kakak sudah mengingatkan kamu."Ucap Juli,pasrah mendengar ucapan adik iparnya.
"Kak sepertinya baby Ken lapar."Kata Zoya,dia melihat baby Ken ngemut jempolnya.
Juli langsung membawa baby Ken dari Zoya,dia tersenyum melihat anaknya yang mungkin lapar.Dia langsung memberikan baby Ken asi,agar baby Ken tidak kelaparan.
"Kak lapar tidak?"Tanya Zoya,menatap kakak iparnya.
"Lapar sih,tapi kan tidak ada makanan di rumah.Bibi saja belum pulang dari pasar."Ucap Juli,menatap adik iparnya.
"Makan di luar yuk kak,aku ingin makan di luar."Ajak Zoya,menatap kakak iparnya.
"Ayo,sana kamu siap-siap dulu.Kakak tanggung lagi memberikan asi untuk baby Ken,kakak merasa ingin makanan pedas."Ucap Juli,merasa sudah lama tidak makan yang pedas-pedas.
"Kak beli ramen saja yuk?"Ajak Zoya,dia begitu menginginkan ramen yang pedas.
"Wah,cocok nih.Ayo-ayo,kakak sudah lama tidak makan ramen."Balas Juli,dia setuju untuk makan ramen bersama adiknya.
"Baiklah,aku bersiap dulu."Ucap Zoya,dia langsung meninggalkan kakak iparnya di ruang tamu.
Juli selesai memberikan asi terhadap baby Ken,dia langsung ke kamar Nicholas untuk membawa tasnya.Setelah itu,dia turun dan duduk di sofa menunggu Zoya.
__ADS_1
Setelah melihat Zoya yang menghampirinya,mereka langsung keluar rumah dan naik mobil.Mereka pergi meninggalkan rumah untuk memakan ramen yang mereka inginkan.