
Juli merasa tubuhnya begitu lemas saat ini,apalagi dia benar-benar tidak bisa istirahat.Karena Nicholas benar-benar tidak mengizinkannya sama sekali,dia hanya beristirahat ketika baby Ken bangun dan di beri asi oleh dirinya.Selebihnya,dia benar-benar di hajar habis-habisan oleh Nicholas.
Juli langsung menyingkap selimutnya,dia melangkah ke arah kamar mandi.Juli merasa tubuhnya begitu lengket saat ini,dia memilih berendam sebentar untuk menenangkan pikirannya.
"Dia benar-benar gila,tubuhku merasa melayang saat ini.Aku benar-benar lelah,dia malah menikmati kesenangannya sendiri."Gerutu Juli,merasa kesal dengan tindakan Nicholas terhadap dirinya.
Setelah Juli selesai berendam,dia langsung membilas tubuhnya agar bersih dari busa sabun.Setelah selesai,dia melangkah keluar dari kamar mandi.Juli langsung mencari pakaian yang akan dia kenakan hari ini,dia merasa begitu ingin bersantai di rumah.Dia sibuk memilih pakaiannya dengan fokus dan tangan melingkar di perutnya.
"Wangi sekali."Ucap Nicholas,mencium aroma sabun di tubuh Juli.
"Mandi makannya,biar tubuh kamu segar."Balas Juli,sambil mencari pakaian yang pas untuknya.
"Sayang."Panggil Nicholas.
"Hmm."Jawab Juli,dia merasa terganggu oleh Nicholas.
Nicholas langsung mengangkat tubuh Juli,dia membawa Juli ke ranjangnya.Dia merasa heran pada dirinya sendiri,karena begitu menginginkan Juli.
"Apa yang mau kamu lakukan."Protes Juli,karena tubuhnya di lempar ke ranjang oleh Nicholas.
Nicholas menindih tubuh Juli,dia langsung mencium bibir Juli.Dia merasa Juli menjadi pusat energinya saat ini,dia tidak perduli dengan perusahaannya sekarang.Dia begitu menginginkan Juli saat ini,dia merasa belum puas bercinta dengan Juli.
Juli merasakan tangan Nicholas melepas lilitan handuknya dan dia meremas gundukan kenyal miliknya.Juli merasakan sensasi panas menjalar di tubuhnya,apalagi Nicholas begitu bersemangat terhadapnya.
"Ah."Racau Juli,karena Nicholas menggigit gundukan kenyal miliknya.
"Tolong hentikan Nicholas,aku sangat lelah."Ucap Juli,dia menahan api gairah pada tubuhnya.
"Aku menginginkan kamu sayang."Balas Nicholas,menatap manik mata Juli.
__ADS_1
"Tidak,silahkan kamu pergi ke perusahaan.Aku begitu lelah dan ingin beristirahat."Dorong Juli,agar Nicholas menjauh darinya.
"Baiklah,nanti malam akan aku buat kamu tak berdaya di bawahku."Ucap Nicholas,dia tersenyum penuh arti terhadap Juli.
Nicholas langsung beranjak ke kamar mandi,karena dia harus pergi ke kantor.Dia akan membiarkan istrinya beristirahat,agar nanti malam dia memiliki stamina untuk bercinta bersama dirinya.
...****************...
Clara sedang bertengkar dengan Rey di perusahaan Nicholas,karena Rey begitu marah terhadap Clara.Clara sengaja datang ke perusahaan Nicholas,karena dia ingin bertemu Rey dan Nicholas.Namun dia malah bertengkar dengan Rey,karena Rey kesal dengan perilaku Clara yang di luar batas.
"Aku tidak habis pikir dengan kamu,kamu kekasih aku loh Cla.Tapi kenapa kamu malah merayu bosku sendiri,lebih baik hubungan kita cukup sampai disini saja."Ucap Rey,dia tidak ingin berhubungan lagi dengan Clara.
"No Rey,aku tidak bisa putus dengan kamu.Lagi pula,aku juga mencintai kamu Rey."Balas Clara,dia tidak ingin putus dengan Rey.
"Kamu wanita gila,bisa-bisanya kamu ingin menjalin hubungan dengan aku.Namun,kamu sendiri begitu terang-terangan menggoda bosku."Kesal Rey,menatap Clara dengan amarah.
"Aku harap kamu mengeti Rey,aku tidak ingin kehilangan kalian berdua.Aku hanya ingin kalian yang menemani aku."Ucap Clara,menolak berpisah dengan Rey.
"Tidak bisa begitu,aku sungguh mencintai kamu Rey."Ucap Clara,dia tetap memaksa Rey.
"Silahkan kamu pergi,jangan mengganggu aku.Aku sedang bekerja."Ucap Rey,mengusir Clara di hadapannya.
Clara menuruti kemauan Rey,dia berjalan menuju lift.Karena Rey mengusirnya,dia akan membiarkan Rey tenang dulu.Clara menunggu lift terbuka,dia tersenyum melihat Nicholas yang ada di hadapannya.Clara mendorong Nicholas masuk,dia langsung menekan tombol ke lantai roof top.
"Apa yang kamu lakukan?"Tanya Nicholas,menatap tajam ke arah Clara.
"Kenapa kamu kabur dari vila milikku,aku mencari keberadaan kamu.Tidakkah,kamu perduli dengan perasaan khawatir dalam diriku."Ujar Clara,mendekat ke arah Nicholas.
"Aku tidak suka dengan tindakan kamu yang seperti itu,kamu bukan Clara yang aku kenal."Ucap Nicholas,melangkah mundur hingga menempel di dinding lift.
__ADS_1
"Haha,Clara yang kamu kenal sudah mati.Sekarang yang ada di hadapan kamu,Clara yang begitu mencintai kamu dan menginginkan kamu yang selalu ada di sampingku."Balas Clara,dia mengunci pergerakan Nicholas.
Ting,pintu lift terbuka.Karena sampai di roof top,Clara langsung menarik keluar Nicholas dari lift.
"Lepaskan aku,pekerjaanku banyak."Ucap Nicholas,melepaskan tangan Clara yang menggenggam tangannya.
"Selalu saja,kamu menolak kehadiranku seperti ini.Aku tau Nicholas,kamu masih mencintaiku.Tapi,ada rasa takut di hati kamu.Aku mohon,sekali saja Nicholas.Aku hanya ingin bersama kamu,kamu harusnya mengerti perasaanku."Ujar Clara,dia meneteskan air matanya di hadapan Nicholas.
"Bukan seperti itu Clara,aku sudah memiliki istri dan seorang putra.Aku benar-benar tidak bisa bersama kamu."Kata Nicholas,dia merasa bersalah terhadap Clara.
Nicholas merasa hatinya sakit,karena melihat air mata Clara yang terjatuh.Nicholas tau dirinya juga masih mencintai Clara,namun dia juga tidak ingin menyakiti istrinya.Dia begitu egois saat ini,karena dia mencintai dua wanita di dalam hatinya.
"Tapi aku ingin bersama kamu."Ucap Clara,dia terduduk dan menangis di hadapan Nicholas.
Nicholas yang melihat Clara seperti itu tidak tega sama sekali,dia langsung berjongkok dan memeluk Clara.Dia mencoba menenangkan Clara,agar Clara tidak menangis lagi.
"Kena kau Nicholas."Ucap Clara di dalam hati,karena dia tau kelemahan Nicholas.
"Please,jangan menangis Clara.Aku tidak ingin melihat kamu menangis seperti ini."Ujar Nicholas,dia merasa bersalah melihat Clara seperti ini.
"Aku tidak akan menangis,tapi kamu harus menerima aku di sisi kamu.Aku tidak perduli dengan istri dan anak kamu,aku hanya ingin berada di sisi kamu."Lirih Clara,agar Nicholas menyetujui permintaannya.
"Tapi Cla..."Ucap Nicholas,namun sudah di potong oleh Clara.
"Jika kamu menolak diriku,aku akan bunuh diri di sini dan kamu akan melihatnya."Ancam Clara,agar Nicholas goyah.
"Baiklah,baiklah.Aku akan menerima kamu,tapi kamu jangan bunuh diri."Ucap Nicholas begitu saja,karena dia tidak ingin melihat Clara bunuh diri di hadapannya.
Clara tersenyum senang,karena Nicholas bersedia menerima kehadirannya.Dia menyudahi sandiwaranya,dia memeluk Nicholas dengan begitu senang.
__ADS_1
Sedangkan Nicholas,dia merasa tenang dengan Clara yang tidak akan bunuh diri.Namun dia harus bercerita terhadap istrinya,karena dia benar-benar terpaksa menerima Clara di sisinya.