Terjerat Bos

Terjerat Bos
episode 64


__ADS_3

Juli membuka ke dua matanya dan menatap langit-langit kamarnya.Dia memegang perutnya yang sudah tidak sakit lagi,dia melirik ke sekitar dan tidak melihat siapa-siapa di ruangannya.Dia mengerti kecemasannya begitu berlebihan,sehingga kemarin perutnya begitu sakit.


Juli beranjak dari tidurnya,dia memegang botol infusan di tangannya.Dia harus melihat kondisi suaminya saat ini,dia berjalan perlahan keluar dari kamarnya dengan hati-hati.Dia turun menggunakan lift,setelah sampai dia keluar dari lift.


"Begini saja rasanya sudah lelah."Ucap Juli,dia berhenti duduk di sekitaran lift.Karena merasa sangat lelah,apalagi berjalan dengan perut yang sudah besar.


"Mau saya bantu bu."Ucap suster,melihat Juli yang seperti kelelahan.


"Terimakasih sus,saya ingin ke ruangan suami saya."Balas Juli,berdiri lagi dari duduknya.


"Mari saya bantu."Ucap suster,memegang tubuh Juli.


Mereka berjalan ke ruangan Nicholas,setelah sampai di depan ruangan Nicholas.Juli berterimakasih terhadap suster yang membantunya,dia melihat ibu Nicholas yang seperti memarahi Nicholas.Juli langsung masuk membuka pintu kamar Nicholas dan membuat yang ada di ruangan melihat ke arah Juli.


"Kenapa kamu kesini,harusnya kamu beristirahat."Ucap ibu Nicholas,dia langsung mendekati menantunya.


Juli melihat Nicholas yang memegang laptopnya,pantas saja ibunya tidak marah bagaimana.Lagi sakit juga,suaminya malah masih sibuk bekerja.Juli duduk di samping Nicholas di bantu ibu mertuanya,dia masih menatap lekat suaminya yang sudah tidak pucat.


"Kenapa kamu kesini sayang."Ucap Nicholas,menatap wajah Juli yang pucat.


"Aku ingin melihat kondisi kamu."Balasnya,mencari posisi nyaman dalam duduknya.


"Aku besok sudah bisa pulang sayang,kamu tidak usah mengkhawatirkan aku."Ucap Nicholas,menatap istrinya penuh cinta.


"Ibu,kapan aku bisa pulang?"Tanya Juli,karena dia tidak tau kapan dirinya bisa pulang.


"Setelah menghabiskan cairan di botol infus,kamu sudah bisa pulang sayang."Jawab ibu Nicholas,melihat cairan botol infus Juli yang masih banyak.


"Paling menunggu sampe sore atau malam sayang."Ucap Nicholas,menatap sang istri.


"Ayah kemana,kenapa kamu datang sendirian?"Tanya sang ibu,menatap menantunya.

__ADS_1


"Memangnya,ayah menunggu di ruanganku bu? Tapi aku tidak melihat ayah di ruanganku."Jawab Juli,karena dia tidak melihat ayah mertuanya sama sekali.


Ponsel ibu Nicholas berdering,dia melihat layar ponselnya.Ayah Nicholas meneleponnya,dia langsung bergegas mengangkatnya.


"Sayang,Juli tidak ada di ruangannya."Ucapnya panik,karena tidak melihat menantunya yang berbaring di ranjang.


"Emangnya,kamu habis dari mana?"Tanya Ibu Nicholas,begitu heran dengan suaminya.


"Aku habis dari kantin rumah sakit,soalnya aku lapar.Setelah aku kembali ke ruangan Juli,dia sudah tidak ada di ruangannya sama sekali.Aku sudah mencarinya di seluruh lantai ini,namun aku tidak menemukannya sama sekali."Jawabnya,masih panik mencari keberadaan Juli.


"Juli ada bersama kami,dia ke ruangan Nicholas sendirian.Cepat kamu kesini."Ucapnya,agar suaminya tidak mencari keberadaan Juli.


"Baiklah."Jawabnya dan langsung mematikan sambungan teleponnya.


Mereka menatap ibu Nicholas yang telah selesai bertelepon nan dengan ayahnya Nicholas,dia langsung duduk di sofa dekat Zoya.Apalagi Zoya masih tidur,mungkin karena dia lelah.


"Sayang,kamu istirahat saja di ruangan kamu.Nanti kamu langsung pulang saja ya,jangan menungguku disini.Aku tidak mau kamu dan anak kita kenapa-kenapa."Ucap Nicholas,sambil fokus mengerjakan berkasnya.


"Tidak apa-apa sayang,biar aku saja.Aku tidak mau kamu stress dan nanti berpengaruh terhadap anak kita."Ucap Nicholas,tidak ingin orang di cintainya sakit lagi.


"Sudah kalian jangan berdebat seperti itu,biarkan ayah kamu yang menyelesaikan berkas kamu."Ujar sang ibu,begitu kesal dengan anaknya yang begitu gila akan pekerjaannya.


Ayah Nicholas masuk ke dalam ruangan,dia melihat keluarganya sedang berkumpul.Ayah Nicholas langsung duduk di samping istrinya,rasanya percuma dia makan jika sekarang sudah lapar kembali.Apalagi mungkin dirinya begitu lelah,setelah mencari keberadaan menantunya.


"Kamu kenapa sayang?"Tanya ayah Nicholas,melihat istrinya yang cemberut.


"Anak kamu,membuat aku kesal."Jawabnya cemberut.


"Nicholas,kenapa dengan ibu kamu?"Tanya ayahnya,menatap anaknya yang di ranjang.


"Sana bawa tuh laptop dan berkas anak kamu,sana kamu kerjakan.Biarkan anak kamu beristirahat,dia benar-benar gila pekerjaan seperti kamu."Ucap ibu Nicholas,karena gen ayahnya begitu kuat terhadap anaknya.

__ADS_1


Ayah Nicholas mendengarkan ucapan istrinya,dia langsung mengambil laptop dan berkas di ranjang Nicholas.Dia mengerti secara tidak langsung,dirinya harus mengerjakan pekerjaan anaknya ini.


Ibu Nicholas tersenyum,dia begitu senang dengan suami yang begitu mengerti dengan keinginannya.Dia bersyukur memiliki suami yang memahami dirinya,jika dia menolak perjodohan saat itu.Mungkin dia tidak akan bertemu dengan ayah Nicholas dan dirinya tidak akan memiliki anak-anak yang begitu berharga dalam kehidupannya ini.


Nicholas dan Juli saling pandang,karena ayahnya begitu mengerti keinginan ibunya.Mereka tersenyum dengan kepekaan sang ayah kepada sang ibu,bahkan tidak membantah atau menolak keinginan sang ibu.


"So Sweat."Ucap Juli,tersenyum senang.Karena melihat begitu saling perduli satu sama lain antara ayah dan ibunya Nicholas.


"Jangan meracuni istriku dengan keromantisan kalian."Protes Nicholas,apalagi melihat wajah istrinya yang begitu senang.


"Kami tidak meracuninya sama sekali."Sewot sang ibu.


"Lihat saja istriku begitu senang,melihat romantisnya kalian."Protes Nicholas,tidak terima dengan keromantisan orang tuanya.


"Sayang,kamu kembali saja ke ruangan kamu dengan aku.Biarkan Nicholas dan ayahnya di sini,kamu juga harus istirahat dengan kondisi kamu sendiri."Ucap ibu Nicholas,mengkhawatirkan menantunya.


"Aku kembali ke ruanganku dulu,kamu harus istirahat juga."Ujar Juli,mengingatkan suaminya.


"Pelan-pelan saja,kamu jangan terburu-buru."Balas Nicholas,menatap istrinya penuh cinta.


"Iya sayang."Ucap Juli,dia berdiri dari duduknya.


Ibu Nicholas langsung menghampiri Juli,mereka berjalan perlahan meninggalkan kamar Nicholas.Membiarkan Nicholas beristirahat,agar Nicholas bisa pulih secepatnya.


Waktu cepat berlalu,hingga botol infusan Juli habis.Juli langsung keluar dari ruangannya bersama ibu Nicholas,mereka bergegas pulang.Apalagi mengingat kondisi Juli yang sedang hamil,karena tidak terlalu bagus berlama-lama di rumah sakit.


"Bu,bolehkah aku mengunjungi suamiku sebentar?"Tanya Juli,sambil menunggu mobil di hadapan mereka.


"Jangan sayang,besok lagi saja.Ingat kondisi kamu yang sekarang lagi hamil,kamu tidak boleh terlalu lama di rumah sakit.Apalagi Nicholas,dia besok juga sudah bisa pulang."Jawab ibu Nicholas.


"Baiklah bu."Ucap Juli,menuruti kemauan ibu Nicholas.

__ADS_1


Mobil behenti di depan mereka,mereka langsung masuk ke dalam mobil.Setelah itu mobil berjalan dan meninggalkan area rumah sakit.


__ADS_2