
Waktu cepat berlalu,liburan Juli dan Nicholas berakhir.Mereka sudah sampai di rumah orang tua Nicholas,kini mereka sedang mempersiapkan acara lamaran Zoya dan Rey.Mereka tidak menduganya sama sekali,karena Rey sehari sepulang dinas langsung ingin melamar Zoya secara resmi terhadap orang tuanya.
Mereka akan mengadakan acara lamaran Zoya di hotel milik Zoya pada malam hari,kini Juli merias wajah Zoya di kamar hotel.Zoya tidak ingin riasan wajahnya berlebihan,jadi menyuruh Juli untuk merias wajahnya.Setelah selesai di rias,Juli memuji wajah Zoya yang sangat cantik saat ini.
"Kamu cantik banget si Zoya."Puji Juli,menatap Zoya saat ini.
"Kakak bisa saja,ayo kita turun."Balas Zoya,karena Rey sudah mengirim pesan agar dirinya turun.
Mereka langsung turun ke bawah,semua orang memandang Zoya dengan kagum.karena Zoya begitu cantik saat ini,mereka tersenyum menyambut Zoya yang menghampiri mereka.Bahkan,Rey saja memandang Zoya dengan perasaan senang.
Acara lamaran berjalan lancar,kini mereka memakan hidangan hotel.Setelah acara selesai,mereka berbincang-bincang mengenai pernikahan Zoya dan Rey.Sedangkan Rey dan Zoya,dia memilih pergi dari keluarga mereka.
"Kamu begitu cantik sayang."Puji Rey,merangkul pinggang Zoya.
"Biasa aja kok."Balas Zoya,dia senang mendengar pujian Rey.
Mereka masuk ke dalam lift,Zoya mengajak Rey ke lantai atas roof top.Setelah sampai,mereka langsung memandang hamparan bintang di sana.Mereka duduk berdampingan,karena merasa begitu senang saat ini.
"Apa kamu tidak dingin sayang?"Tanya Rey,karena Zoya memakai gaun terbuka saat ini.
"Dingin sayang."Jawab Zoya,karena hawa dingin malam menusuk punggungnya.
"Sini kamu duduk di pangkuan kakak."Perintah Rey,mengelus rambut Zoya.
"Tidak enak kak,nanti kakak keberatan dengan berat badan tubuhku."Balas Zoya,merasa tidak enak dengan Rey.
"Tidak apa-apa sayang,kakak takut kamu masuk angin."Ucap Rey,dia tersenyum ke arah Zoya.
__ADS_1
Zoya mengangguk mengerti,dia bangkit dari duduknya dan duduk di pangkuan Rey dengan hati-hati.Zoya merasakan tubuhnya yang hangat saat ini,karena Rey memeluk tubuhnya saat ini.Zoya bersandar pada dada Rey,dia tidak menyangka dirinya sekarang tunangan Rey.Menurutnya ini seperti mimpi,baru saja mereka berpacaran namun Rey malah mengajaknya bertunangan.
"Sayang,kakak mencintai kamu.Kakak senang,kamu menerima lamaran kakak."Ucap Rey,melingkarkan tangannya di perut Zoya.
"Aku juga senang kak,kakak melamar diriku."Balas Zoya,mengelus tangan Rey yang melingkar di perutnya.
Rey mencium aroma parfume Zoya yang begitu wangi saat ini,bahkan rambut Zoya juga wangi aroma vanila.Rey menghirup aroma wangi di tubuh Zoya,Rey mencium leher Zoya dengan lembut.Rey merasa ingin memiliki Zoya saat ini,apalagi Zoya sudah menjadi miliknya saat ini.
Zoya merasa geli dengan tindakan Rey,Zoya menegang saat ini.Karena Rey melepas tali spaghetti pakaiannya,dia refleks menahan bagian depannya,karena takut melorot begitu saja.
"Kak,kenapa di lepas?"Tanya Zoya,dia merasa panik saat ini.
"Sayang,bolehkah kakak memiliki kamu saat ini.Karena sekarang,kamu sudah menjadi milik kakak."Balas Rey,dia mengelus punggung Zoya perlahan.
Zoya merasakan tubuhnya yang tidak karuan,karena Rey mengelus punggungnya saat ini.Zoya merasakan tangan Rey yang menyentuh gundukan kenyal miliknya,membuat dirinya merasakan panas di tubuhnya.
"Heung."Lenguh Zoya,saat Rey meremas gundukan kenyal miliknya.
Zoya merasa tubuhnya semakin tidak karuan saat ini,Zoya menghentikan tindakan Rey.Zoya membenarkan posisinya,agar mereka kini saling berhadapan satu sama lain.Zoya mencium bibir Rey dengan lembut dan dia merasakan tindakan Rey pada tubuhnya saat ini.
Mereka menyudahi ciuman mereka saat ini,mereka saling pandang satu sama lain.Mereka seakan terbawa suasana malam,mereka merasakan cinta dalam diri mereka saat ini.
"Kak,aku dingin.Ayo,kita masuk."Ajak Zoya,dia tersenyum ke arah Rey.
"Baiklah,aku tidak ingin kamu sakit.Kakak rapihkan dulu penampilan kamu."Ucap Rey,dia merapihkan pakaian Zoya.
Setelah rapi,mereka memilih turun dan bergabung dengan keluarga mereka.Mereka sedang menunggu Rey dan Zoya saat ini,setelah itu mereka memilih tanggal pernikahan untuk Zoya dan Rey.
Nicholas mengajak Rey berbincang saat ini,dia masih tidak percaya sama sekali dengan Rey.Nicholas menatap Rey dengan tajam,dia langsung menghembuskan nafasnya dengan kasar.
__ADS_1
"Apa yang kamu inginkan dari adikku?"Tanya Nicholas,memandang lurus Rey.
"Aku tidak menginginkan apa-apa,aku hanya mencintai Zoya."Balas Rey dengan tegas.
"Kamu yakin mencintainya,lantas bagaimana dengan hubungan kamu bersama Clara?"Tanya Nicholas,menatap tajam ke arah Rey.
"Aku sudah tidak berhubungan dengan dia,hubungan kami sudah kandas saat itu juga."Jawab Rey dengan yakin.
"Awas,jika kamu menyakiti adikku."Ancam Nicholas,kalau melihat adiknya terluka oleh Rey.
"Bapak tenang saja,aku akan mencintai Zoya dan bahkan akan melindunginya."Ujar Rey,karena perasaannya kepada Zoya begitu tulus.
"Apa Clara masih mengganggu kamu?"Tanya Nicholas,karena perasaannya belum tenang.
"Dia sempat mengganggu aku,saat kepulangan kami ke sini.Namun aku mengacuhkannya sama sekali dan bahkan aku sudah mengancamnya agar tidak menggangu aku dan Zoya."Jawab Rey. menjelaskan.
Nicholas mengangguk mengerti,karena Clara tidak akan pernah menyerah sama sekali.Nicholas langsung menepuk pundak Rey dan dia berbisik di telinga Rey,agar Rey berhati-hati dengan Clara.Setelah itu,dia pergi meninggalkan Rey sendirian.
Rey menarik nafasnya dalam-dalam,dia menahan rasa tegang dalam dirinya saat berhadapan dengan Nicholas secara langsung.Perubahan sikap Nicholas begitu nyata baginya,dia pasti akan melindungi Zoya dengan seluruh hidupnya.
Rey sudah berjanji pada dirinya sendiri,jika dia mendapatkan Zoya.Rey akan melindungi dan mencintai Zoya sepenuhnya,karena dari awal Rey memang menyukai Zoya.Rey masuk ke dalam,dia harus berkumpul dengan orang tuanya.
"Tiga bulan lagi,kita adakan pernikahannya."Ucap ayah Zoya,menatap Rey saat ini.
"Baik pak,saya sudah siap untuk melakukan pernikahan bersama Zoya."Balas Rey,dia tersenyum ke arah Zoya.
"Baiklah,jika seperti itu.Karena waktu sudah hampir tengah malam,kalau begitu kami harus pulang."Ucap ayah Zoya,berpamitan dengan besannya.
"Kami juga harus pulang,hati-hati di jalannya pak."Balas ayah Rey,dia tersenyum ke arah ayah Zoya.
__ADS_1
Mereka langsung berpamitan satu sama lain,setelah itu mereka menuju parkiran.Sesampainya di parkiran,mereka langsung berpisah dan pulang ke rumahnya masing-masing.