
Nicholas melihat Juli yang tidur dengan nyenyak,dia tau istrinya begitu lelah.Apalagi,dia selalu tidak puas dengan percintaan mereka.Dia merasa percintaan mereka saat ini,benar-benar membuat dirinya tidak ingin menyudahinya sama sekali.
"Kamu begitu cantik saat tidur."Ucap Nicholas,dia menatap istrinya yang begitu cantik.
Dia beranjak dari tidurnya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya,setelah selesai dan berpakaian rapi.Nicholas langsung berjalan ke baby Ken,dia menggendong baby Ken dan membawanya ke luar kamar.
"Kamu begitu pintar sayang,bangun saja tidak menangis.Kamu lapar sayang? Ayah berikan susu untuk kamu,tunggu sebentar ya sayang."Ucapnya,mengajak ngobrol terhadap baby Ken.
Nicholas turun ke bawah,dia menyuruh pelayan membawakan stok asi Juli.Setelah itu,dia langsung memberikan susu asi terhadap babu Ken.
"Kamu gemas sekali sih sayang,bahkan ayah lihat kamu begitu lapar saat ini.Cepat besar ya,biar nanti ayah ajak kamu pergi jalan-jalan."Ucapnya,begitu gemas melihat baby Ken meminum susunya.
Nicholas masih tidak percaya,dirinya memiliki baby Ken saat ini.Menurutnya baby Ken begitu lucu dan bahkan baby Ken begitu gemas,dia merasa beruntung memiliki baby Ken di hidupnya saat ini.
"Baru juga bangun,kamu sudah tidur lagi baby Ken.Dasar tukang tidur,ayah begitu bosan ini.Bahkan ayah begitu ingin bermain dengan kamu sayang."Protes Nicholas,melihat baby Ken yang tidur lagi.
Nicholas memilih mengajak baby Ken ke kamar,karena baby Ken benar-benar tidur lagi.Dia langsung menyimpan baby Ken di kasur,setelah itu dia lebih memilih pergi ke taman menghirup udara segar di taman.Ponsel Nicholas bergetar,dia langsung mengangkat teleponnya.
"Hallo bu,ada apa?"Tanya Nicholas,karena tumben ibunya menelepon.
"Ibu ingin bicara dengan kamu secara empat mata."Balas sang ibu.
"Baiklah,aku kesana sekarang."Ucap Nicholas,dia akan pergi ke rumah ibunya.
"Baiklah,ibu akan menunggu kamu."Balas ibu Nicholas,dia langsung menutup sambungan teleponnya.
__ADS_1
Nicholas langsung bergegas masuk,dia langsung mengambil kunci mobilnya dan pergi meninggalkan rumahnya.Dia tidak tau,apa yang akan di bicarakan ibunya terhadap dirinya.
...****************...
Nicholas telah sampai di rumah ibunya,dia merasakan tatapan tajam dari ibunya.Dia hanya bisa menunduk,karena baru kali ini dia melihat wajah sang ibu yang penuh amarah.
"Aku tidak habis pikir dengan kamu."Ucap sang ibu,dia begitu kecewa dengan putranya.
Menurutnya,putranya sungguh keterlaluan.Padahal Juli begitu baik dan bahkan dia memberikan keturunan yang begitu menggemaskan bagi keluarga mereka.Tapi dia mendengar dari suaminya,kalau putranya ini berselingkuh dengan seorang wanita.
"Cepat katakan kepadaku,siapa selingkuhan kamu?"Tanya sang ibu,penuh amarah.
"Aku tidak berselingkuh bu."Balasnya,karena begitu takut dengan tatapan tajam sang ibu.
"Aku sudah tau semuanya,kamu berselingkuh dengan wanita lain.Menurut Juli kamu menghadiri pesta,namun saat itu tidak ada pesta sama sekali.Kenapa kamu begitu tega berselingkuh dari Juli."Ucap sang ibu,dia sudah habis batas kesabaran untuk anaknya.
"Jauhi wanita itu,ibu tidak ingin perasaan menantu ibu sakit oleh kelakuan kamu."Ujar sang ibu,dia ingin rumah tangga anaknya baik-baik saja.
"Aku sudah bertekad untuk menjaga jarak darinya bu,maafkan aku."Balasnya,dia tidak ingin kehilangan keluarganya demi seorang wanita.
"Siapa nama perempuan itu?"Tanya sang ibu,dia ingin anaknya jujur terhadap dirinya.
"Namanya Clara bu,aku tidak akan membiarkan dia merusak kehidupan aku."Balas Nicholas,dia jujur terhadap ibunya.
"Clara mantan kamu?"Tanya sang ibu,menatap anaknya yang masih bersujud di kakinya.
__ADS_1
"Iya bu,dia mantan aku."Balas Nicholas.
Nicholas merasa heran dengan ibunya,kenapa ibunya bisa tau soal Clara mantannya.Selama ini hanya dirinya dan Juli yang tau,jika Clara adalah mantannya.
"Wanita murahan,berani-beraninya menggoda suami yang sudah beristri."Ucap ibu Nicholas,dia tidak habis pikir dengan putranya yang tergoda dengan mantan kekasihnya.
"Ibu jangan salahkan Clara,aku saja yang salah.Clara tidak salah apa-apa,bahkan aku yang menghampiri Clara ke apartemen miliknya.Salahkan saja anak kamu,laki-laki yang tidak berguna ini."Balas Nicholas,karena bagaimanapun sudah jelas kesalahan ada pada dirinya.
"Ibu tidak habis pikir,bahkan sampai saat ini kamu masih membelanya.Apakah di hati kamu ada nama wanita itu hah?"Tanya sang ibu,dia merasa anaknya keterlaluan.
"Iya bu,aku akui sampai saat ini.Aku masih ada perasaan terhadap Clara,apalagi Clara begitu baik terhadap aku sampai saat ini."Balas Nicholas,dia jujur dengan perasaannya terhadap sang ibu.
"Panggil dia kesini,ibu ingin bicara dengan kalian berdua.Ibu tidak habis pikir dengan kalian,ibu ingin kalian menyelesaikan masalah kalian di hadapan ibu.Ibu sampai kapanpun,tidak akan menerima Clara jadi menantu ibu.Menantu ibu hanya Juli,hanya Juli."Ucap sang ibu dengan tegas,dia langsung menjauhi anaknya.
Nicholas tertegun mendengar ucapan sang ibu,dia tidak tau harus bagaimana sekarang.Dia tidak mungkin membawa Clara kehadapan sang ibu,dia takut ibunya malah memperlakukan Clara tidak baik.Dia sekarang bingung harus bagaimana menghadapi ibunya,apalagi ibunya begitu marah saat ini.
"Apa kamu tidak dengar ucapan ibu,panggil dia kemari.Ibu hanya ingin kalian menyelesaikan masalah kalian di hadapan ibu,kamu tidak usah berpikir macam-macam tentang ibu yang akan menyakiti Clara.Cepat panggil dia kemari saat ini,agar masalah kalian selesai."Ucap sang ibu,karena anaknya hanya diam saja.
"Tapi bu,kami pasti sering bertemu.Lagipula,kami ada kerja sama dalam proyek penting."Balas Nicholas,dia langsung duduk di kursi.
"Ibu tidak perduli dengan kerja sama kalian,ibu hanya ingin kalian menyelesaikan masalah kalian saat ini.Cepat panggilkan dia kemari,karena ibu ingin masalah kalian tuntas di hadapan ibu."Ujar sang ibu,dia menatap tajam ke arah anaknya.
Menurutnya,anaknya malah membela wanita selingkuhannya.Daripada dirinya yang memilih mempertahankan keluarga putranya sendiri,dia tidak habis pikir dengan pikiran anaknya ini.
"Baiklah bu,aku akan menyuruh Clara kesini."Balas Nicholas,dia menuruti kemauan sang ibu.
__ADS_1
Nicholas langsung menghubungi Clara,dia menyuruh Clara agar datang ke rumah ibunya.Dia langsung mengirim share lok ke ponsel Clara,dia menunduk tidak berani menatap ibunya saat ini.Mereka sekarang,menunggu kehadiran Clara di ruang kerja ayahnya.