Terjerat Bos

Terjerat Bos
episode 54


__ADS_3

Juli terbangun sendirian dari tidurnya,dia tidak melihat Nicholas di sampingnya.Dia tidak tau tidur berapa lama,setelah percintaan panas mereka sore kemarin.Juli beranjak dari ranjangnya,dia langsung berjalan ke arah kamar mandi.Setelah itu,dia bersiap untuk pergi ke kantor.


Juli melihat Nicholas yang sedang meletakan makanan di meja makan,dia menghampiri Nicholas dan memeluk Nicholas.Juli merasa harus menjaga Nicholas dari wanita ular,dia akan tetap bekerja untuk menemani suaminya ini.


"Ayo duduk,kita makan sayang."Ucap Nicholas,karena dia harus memperhatikan kondisi istrinya.


"Iya sayang."Balas Juli,melepaskan pelukannya.


Nicholas kaget,melihat Juli memakai setelan kerja.Apalagi,dia memakai pakaian yang begitu seksi.Saat ini,perut buncitnya tidak kelihatan.Meski Juli sedang hamil,tapi tubuh Juli masih terlihat montok.


"Kamu kenapa memakai setelan kerja?"Tanya Nicholas,karena takut Juli kecapean.


"Aku ingin kerja sayang,aku ingin menemani kamu."Balas Juli,mengambil makanan di piring.


"Kamu sedang hamil loh sayang,aku takut kamu kelelahan."Ucap Nicholas,mengkhawatirkan istrinya.


"Tapi,aku lebih takut kamu di ambil orang.Gimana dong?"Balas Juli,agar bisa jadi body guard suaminya.


"Aku tidak akan macam-macam sayang."Ujar Nicholas,menatap Juli sungguh-sungguh.


"Buktinya,kemarin kamu membalas ciuman mantan pacar kamu.Aku tidak percaya dengan ucapan kamu."Ucap Juli,menghabiskan makanannya.


"Yasudah,terserah kamu."Kata Nicholas pasrah.


"Cepat,kita ke kantor."Ajak Juli,karena sudah selesai makan.


Mereka langsung pergi ke kantor dan meninggalkan rumah mereka.Di perjalanan mereka saling berdiam diri,tidak ada yang memulai percakapan.


...****************...

__ADS_1


"Sayang,kenapa kamu tidak di rumah saja sih."Ucap Nicholas,karena dia tidak ingin melihat istrinya kelelahan.


"Aku sudah bilang,aku tidak ingin kamu di ambil wanita lain.Apalagi ikan asin sekarang,banyak yang murahan."Ujar Juli,merasa heran dengan para wanita yang mengejar suaminya.


Nicholas menggenggam tangan Juli masuk ke dalam lift,dia senyum-senyum sendiri.Dia pikir,jika Juli cemburu sangat lucu.Itu membuktikan,jika Juli mencintai dirinya.


Setelah sampai ruangan,mereka ke meja masing-masing.Mereka mulai mengerjakan tugas mereka sendiri,mereka begitu fokus dengan berkas-berkas yang ada di meja mereka.Pintu ruangan terbuka begitu saja,tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.Nicholas dan Juli refleks menghentikan kegiatan mereka,mereka melihat ke arah pintu.


Juli melihat wanita cantik yang terkejut dengan keberadaan mereka di ruangan Nicholas,dia menatap wanita itu dengan intens.Dia baru pertama kali melihatnya,dia tidak tau siapa wanita yang ada di hadapannya sekarang.Juli langsung melihat Nicholas dan Nicholas sedang menatap dirinya dengan intens.


"Siapa anda masuk ke ruangan ini tidak ada sopan santun sama sekali."Ucap Juli sarkas,menatap tajam wanita itu.


"Aku tidak tau,jika disini ada orang.Lagi pula,aku kesini untuk bertemu bos kamu."Ujar wanita tersebut,melangkah ke meja Nicholas.


Juli begitu geram melihat wanita yang berjalan ke meja suaminya,bahkan dia tidak membalas ucapannya.Menurutnya wanita ini cantik,tapi sayang rasa sopan santunnya tidak ada.


"Ada perlu apa kamu kesini?"Tanya Nicholas cuek,sambil fokus pada kerjaannya.


"Aku tidak bisa menemani kamu,aku mau pergi makan siang dengan istriku."Ucap Nicholas,fokus melihat layar komputer.


Wanita itu begitu kesal,dia berjalan mendekat ke arah Nicholas.Dia tidak terima penolakan,apalagi dia sangat merindukan Nicholas.Bagaimanapun,dia hanya ingin Nicholas menemani dirinya.


Juli menatap tajam wanita penggoda suaminya,dia begitu berani menggoda suaminya.Apalagi,di dalam ruangan juga ada dirinya.Apa dia tidak melihat dirinya yang begitu terlihat seperti ini,Juli merasa dia sengaja ingin menggoda suaminya secara terang-terangan.


"Ikan asin murah banget ya,sampai-sampai tidak punya harga diri sama sekali.Jelas-jelas sudah di tolak,tapi tidak tau malu malah menggoda suami orang."Ucap Juli sarkas,beralih mengerjakan tugasnya.


"Bukan urusan kamu,lagian kamu hanya bawahan Nicholas.Kamu tidak usah ikut campur urusan kami,kerjakan saja pekerjaan kamu."Protes wanita tersebut,begitu geram mendengar ucapan Juli.


"Stop Clara,jangan berbicara seperti itu terhadap istriku."Ucap Nicholas,begitu kesal melihat perilaku Clara.

__ADS_1


"Dia istri kamu?"Tanya Clara,menatap Nicholas tidak percaya.


"Benar,Juli adalah istriku."Balas Nicholas,dia berdiri dari duduknya.


Nicholas langsung berjalan ke arah meja Juli,dia menatap Juli dengan tersenyum.Dia begitu bangga memiliki istri seperti Juli,apalagi dia masih bersikap tenang saat berbicara dengan Clara.


Juli tersenyum senang,mendengar ucapan Nicholas.Nicholas mengakui dirinya sebagai istri,dia melihat raut wajah Clara yang begitu kesal.Walau bagaimanapun,dia adalah pemenang hati Nicholas.


"Selera kamu begitu rendahan."Ucap Clara,dia tidak terima Nicholas menikahi seorang sekretaris.


"Maaf ya mbak Clara,asal mbak tau saja.Meski Nicholas menikah dengan aku,setidaknya aku lebih terhormat dari pada mbak Clara.Mbak juga tau sendiri harga diriku lebih tinggi,daripada ikan asin yang murahan dan tidak ada harga dirinya sama sekali."Protes Juli,dia tersenyum kecut terhadap Clara.


"Kamu mengatai aku ikan asin."Marah Clara,mendengar ucapan Juli.


"Aku tidak bilang mbak ikan asin loh,mbak sendiri yang bilang."Ucap Juli,tersenyum menatap suaminya.


"Sudahlah,silahkan kamu pergi dari ruanganku.Jika tidak ada hal penting,jangan pernah menghubungi aku."Perintah Nicholas,sambil memperlihatkan betapa dirinya mencintai Juli.


Clara tidak terima sama sekali dengan ucapan Nicholas,apalagi dia tau perasaan Nicholas saat meeting kemarin.Bagaimanapun,dia harus mendapatkan Nicholas.Dia langsung menghampiri Nicholas dan memeluk erat Nicholas.


Juli yang melihatnya kaget dengan tindakan Clara pada suaminya,dia mencoba melepaskan pelukan Clara pada suaminya.Apalagi,dia sangat marah sekarang.


"Lepaskan suamiku!"Ucap Juli marah,tidak terima suaminya di peluk Clara.


Namun Clara semakin memeluk erat Nicholas,apalagi Nicholas juga ikut mencoba melepaskan pelukan Clara.Mereka berdua begitu kesal dengan Clara,karena begitu erat memeluk Nicholas.


"Lepaskan aku!"Ronta Clara,karena rambutnya di jambak oleh Juli.


"Dasar wanita murahan,pergi dari sini."Ucap Juli,sambil menarik rambut Clara.

__ADS_1


Juli menarik rambut Clara dengan kesal,hingga Clara mencoba melepaskan rambutnya dari tangan Juli.Clara langsung di usir keluar ruangan dan Juli langsung kembali ke meja kerjanya,dia tidak memperdulikan Nicholas sama sekali.


Nicholas melihat wajah Juli yang bete,dia kembali ke meja kerjanya.Dia takut kena semprot Juli,hingga akhirnya kembali fokus mengerjakan berkas yang ada di mejanya.


__ADS_2