Terjerat Bos

Terjerat Bos
episode 50


__ADS_3

Pagi-pagi Nicholas telah berpakaian rapi untuk berangkat ke perusahaannya,dia melihat Juli yang masih tidur.Dia sengaja tidak membangunkan istrinya,apalagi sang istri wajahnya begitu pucat.Dia dengan pelan-pelan keluar dari kamar dan turun untuk sarapan di meja makan.


Di meja makan,keluarga Nicholas sudah berkumpul untuk sarapan.Mereka menatap Nicholas yang sudah rapi,mereka bersyukur tidak melihat Juli.Dalam benak mereka,lebih baik Juli istirahat di rumah.Biarkan pekerjaan kantor di urus Nicholas,apalagi Juli sedang hamil muda.


"Kamu suruh Juli berhenti."Ucap sang ibu,karena mengkhawatirkan kesehatan menantunya.


"Iya bu,nanti aku coba membujuk Juli.Aku juga mengkhawatirkan kesehatan Juli,apalagi sekarang Juli muntah-muntah terus."Balasnya,karena melihat Juli yang kurang istirahat.


"Untuk sementara waktu,kami akan menjaga Juli disini.Kamu pulang saja kesini,agar Juli bisa istirahat dengan tenang disini."Perintah tante Nicholas,karena dia tau kondisi hamil muda sangat melelahkan.


"Baiklah,aku serahkan istriku kepada kalian.Tolong jaga dia baik-baik."Ucap Nicholas,dia meletakan sendok makannya.


"Tenang saja,percayakan saja pada kami."Balas sang ibu,karena dia senang Juli sedang hamil.


"Baiklah,sekarang aku pergi ke kantor."Pamit Nicholas,meninggalkan keluarganya.


...****************...


Juli membuka ke dua matanya,dia begitu lemas saat ini.Apalagi,sekarang perutnya begitu mual.Dia tidak melihat Nicholas di sisinya,dia merasa tubuhnya benar-benar tidak enak.Dia menatap langit-langit kamarnya,dia jadi merindukan ibunya yang telah meninggal.Dia memikirkan ibunya saat hamil dulu,merasa apa ibunya juga seperti ini saat sedang mengandung dirinya.


Air mata Juli menetes,begitu sangat merindukan ibunya.Juli berandai-andai terhadap dirinya sendiri,dia merasa apakah ibunya akan senang memiliki seorang cucu dari dirinya.


"Aku merindukan kamu,bu"Ucap Julia,dia menangis merindukan sang ibu.


Juli mengambil ponselnya,dia melihat jam yang tertera di layar ponselnya.Dia kaget,karena jam kerja sudah di mulai.Dia menelepon Nicholas,karena Nicholas tidak ada di sampingnya.


"Hallo sayang,ada apa?"Tanya Nicholas,karena Juli meneleponnya.

__ADS_1


"Kamu dimana? Kita telat kerja sayang."Balas Juli,begitu panik.


"Aku sudah di perusahaan sayang,kamu istirahat saja di rumah ibu.Aku tidak tega membangunkan kamu,apalagi wajah kamu begitu cepat."Ucap Nicholas,karena mengkhawatirkan kondisi istrinya.


"Kenapa kamu tidak menanyakan pendapatku?"Tanya Juli,karena dia tiba-tiba kecewa dengan tindakan Nicholas.


"Maaf sayang,aku benar-benar tidak ingin kamu kerja dulu.Kamu jaga dirimu baik-baik,jangan melakukan hal-hal berat."Balas Nicholas,begitu perduli dengan Juli.


"Tapi,aku sangat ingin bekerja.Apalagi,aku masih jadi karyawan kamu."Protes Juli,karena dia merasa kecewa sekarang.


"Kamu berhenti saja dari pekerjaan kamu,aku tidak ingin melihat kamu kelelahan.Jangan memikirkan pekerjaan kamu dulu untuk sekarang,jaga kondisi tubuh kamu baik-baik."Ucap Nicholas,dia langsung mematikan sambungan telepon.


Juli kesal,karena Nicholas mematikan sambungan telepon begitu saja.Dia turun dari ranjangnya,dia berjalan ke kamar mandi.Dia merasakan perutnya yang bergejolak ingin muntah,Juli memuntahkan isi perutnya.


"Aku lemas sekali,rasanya aku tidak ingin muntah-muntah lagi.Hei nak,apakah kamu tidak kasihan kepada ibu kamu yang sudah merasa lelah."Ucapnya,sambil mengelus perutnya.


Ibu Nicholas melihat semuanya,dia begitu kasihan kepada menantunya.Dia langsung menghampiri menantunya,karena takut terjadi apa-apa.


Juli merasakan pijatan di lehernya,dia mengeluarkan isi perutnya.Dia begitu sangat lemas,dia memegang kloset untuk menopang dirinya sendiri.


"Sayang,jangan disini.Ayo,kita pergi ke kamar kamu."Ucap ibu Nicholas,karena mengkhawatirkan kondisi Juli.


Baru juga keluar dari kamar mandi,Juli langsung pingsan.Tubuhnya langsung di tahan oleh ibu Nicholas,ibu Nicholas berteriak meminta tolong ke semua penghuni rumahnya.


Semua penghuni rumah langsung menghampiri ibu Nicholas,mereka segera membantu ibu Nicholas.mereka langsung membopong Juli ke sofa,mereka begitu khawatir dengan kondisi Juli saat ini.


"Mba,bawa saja Juli ke rumah sakit.Aku tidak tega melihat wajah Juli yang pucat,apalagi Juli tidak makan sama sekali.Aku begitu mengkhawatirkan kondisi tubuhnya,apalagi dia sekarang sedang hamil muda."Ucap tante Nicholas,melihat kondisi tubuh Juli.

__ADS_1


"Baiklah,ayo bawa Juli ke dalam mobil.Aku juga tidak tega melihat kondisinya seperti ini,apalagi baru juga makan sesuap nasi sudah dia muntahkan lagi."Balas ibu Nicholas,menatap wajah pucat Juli.


Mereka menyuruh supir menyiapkan mobil,karena akan membawa Juli ke rumah sakit.Setelah mobil siap,Juli langsung di bawa ke dalam mobil.Mereka langsung pergi meninggalkan rumah dan berjalan menuju rumah sakit.


...****************...


Sedangkan di kantor,Nicholas begitu fokus dengan pekerjaanya.Dia mematikan ponselnya,karena dia sangat sibuk dan tidak ingin di ganggu.Apalagi,dia mengerjakan tugas Juli dan tugas dirinya.Nicholas begitu sangat lelah mengerjakan pekerjaannya,dia harus secepatnya mencari sekretaris baru.


Nicholas berfikir,lebih baik untuk sementara mencari sekretaris baru.Karena dia tidak ingin Juli bekerja untuk saat ini,dia ingin Juli fokus mengurus kehamilannya.


"Aku sangat lelah dan pusing mengerjakan semua ini sendiri."Gumam Nicholas,begitu lelah mengerjakan pekerjaannya.


Nicholas langsung keluar dari ruangannya,dia turun ke bagian HRD.Dia akan menyuruh bagian HRD untuk membuka lowongan pekerjaan,apalagi dia hanya membutuhkan sekretaris sementara.Dia juga tidak ingin Juli marah terhadapnya,apalagi dia begitu paham dengan istrinya yang cemburu.


"Tolong,kamu buka lowongan pekerjaan untuk laki-laki sebagai sekretaris."Perintah Nicholas,menyuruh HRD nya.


"Baik pak."Balas HRD tersebut.


Nicholas kembali ke ruangannya,dia langsung mengerjakan pekerjaannya.Dia harus segera menyelesaikan pekerjaannya,agar dia bisa istirahat sejenak.


Waktu cepat berlalu,dia melihat jam dinding menunjukkan pukul 10 malam.Dia langsung turun ke parkiran dan kembali ke rumah ibunya.Di saat Nicholas sampai di rumah ibunya,dia langsung berjalan menuju kamarnya.Nicholas merasa heran dengan kondisi rumahnya yang sepi,dia langsung berlari kecil ke kamarnya.Nicholas tidak melihat Juli sama sekali di dalam kamar,dia langsung berteriak memanggil ibunya.


"Bu,Juli kemana?"Teriak Nicholas,karena tidak melihat Juli sama sekali.


Pengurus rumah yang mendengar Nicholas berteriak,dia langsung menghampiri Nicholas.


"Maaf tuan,semua keluarga di rumah sakit.Non Juli di bawa pergi ke rumah sakit tuan."Ucap Pengurus rumah.

__ADS_1


Nicholas yang mendengarnya kaget,dia langsung menyalakan ponselnya.Benar saja banyak panggilan telepon dan pesan kepada dirinya.Nicholas langsung bergegas pergi,menyusul keluarganya yang ada di rumah sakit.


__ADS_2