
Juli menatap anaknya saat ini,setelah Nicholas keluar dari kamarnya.Juli menatap langit-langit kamar Nicholas,sambil mengelus punggung anaknya.Juli merasa kasihan terhadap dirinya saat ini,karena dia mencintai Nicholas dengan tulus.Namun,rasa tulusnya malah di khianati seperti ini.
"Sayang,jika kamu sudah besar nanti.Mamah harap,kamu jangan mengikuti jejak papah kamu ya dan jadilah laki-laki yang tidak menyakiti hati wanita sayang."Ucap Juli,dia mencium kening putranya.
Juli menatap putranya dengan sedih,tapi takdirnya sudah seperti ini mungkin.Juli merasa takdir mempermainkan dirinya,dulu orang tuanya di ambil begitu saja.Sekarang,hati suaminya malah menduakan dirinya.Juli punya salah apa di kehidupan yang dulu,sehingga dia merasa dirinya begitu kehilangan orang-orang yang di cintainya.
"Aku salah apa sih,sampai-sampai orang-orang yang mencintaiku seperti menjauh dariku."Gumam Juli,sambil menatap anaknya saat ini.
Juli berkaca-kaca saat ini,bahkan di saat dirinya terbaring lemah saja.Nicholas malah tidak ada di sampingnya,bahkan seperti Nicholas tidak memperdulikan dirinya sama sekali.
"Aish,bisa-bisanya aku sedih di sini.Tapi,dia tidak membujuk aku sama sekali.Dasar Nicholas hati dingin,wajah aja tampan tapi kalau punya salah aja sedingin es."Gerutu Juli,begitu kesal dengan Nicholas saat ini.
Sudah dua jam Juli menunggu dengan sabar,akankah Nicholas kembali ke kamarnya dan membujuknya.Namun,dia semakin kesal dengan Nicholas yang tidak kunjung datang ke kamarnya.Juli yang kesal,dia memilih memejamkan matanya untuk tidur bersama baby Ken.
...****************...
Nicholas masuk perlahan dengan wajah yang begitu senang,namun saat masuk senyumnya pudar.Karena menatap istri dan anaknya yang sedang tidur,Nicholas berjalan ke arah ranjangnya.Dia menyimpan cemilan di meja kecil samping ranjangnya,Nicholas berjalan ke arah lemarinya saat ini.
Nicholas berinisiatif membereskan pakaian mereka yang akan di bawa berlibur,lagi pula pakaian Juli ada di lemarinya.Nicholas setelah menikah dengan Juli,Nicholas membeli begitu banyak pakaian untuk istrinya dan di simpan di rumah ibunya.Karena untuk berjaga-jaga,jika mereka nanti menginap di rumah ibunya.
Setelah Nicholas selesai membereskan pakaiannya,Nicholas membawa dua koper pakaiannya keluar.Nicholas langsung turun ke lantai bawah,dia menyimpan koper di dalam bagasi mobilnya.Sesudah menutup bagasi mobil,ponsel Nicholas berdering dan mendapat telepon dari pilot.
"Bagaimana pak?"Jawab Nicholas,karena pilot meneleponnya.
"Keberangkatan tidak bisa besok pak,aku ada jadwal penerbangan ke turki lusanya.Aku bisa berangkat siang ini pak,bagaimana?"Tanya pilot,menunggu keputusan Nicholas.
"Baiklah,aku akan kesana sekarang."Jawab Nicholas,menyetujui permintaan pilot.
__ADS_1
"Baiklah,aku tunggu kedatangan bapak."Ujar sang pilot dan langsung mematikan teleponnya.
Nicholas bergegas menyalakan mesin mobilnya untuk memanaskan mobilnya,Nicholas bergegas keluar dari mobil dan berjalan masuk ke rumahnya.Nicholas memberi tau ibunya,jika hari ini dia berangkat ke paris.Dia menitipkan anaknya terhadap sang ibu,Nicholas bergegas ke kamar untuk menggendong Juli ke dalam mobil.
Nicholas tidak ingin membangunkan Juli,dia menggendong Juli dengan perlahan.Agar Juli tidak bangun,dia bergegas turun dari lantai atas dan berjalan ke mobilnya.Nicholas berpamitan terhadap sang ibu,karena terpaksa rencananya harus di majukan.Setah itu,Nicholas langsung meninggalkan rumah ibunya dan berjalan menuju bandara.
...****************...
Juli membuka ke dua matanya,dia kaget saat ini.Karena dirinya berada di dalam pesawat saat bangun,dia menatap Nicholas yang sedang memeluknya saat ini.Juli bingung,dirinya akan di bawa pergi kemana.Juli membangunkan Nicholas,agar Nicholas terbangun.
"Nicholas bangun."Panggil Juli,mencoba membangunkan Nicholas.
"Hmmm."Geram Nicholas,dia langsung membuka matanya dan melihat Juli yang sudah bangun.
"Kita mau kemana?"Tanya Juli,menatap Nicholas dengan bingung.
"Kenapa kamu membawaku,baby Ken di mana?"Tanya Juli panik,dia tidak melihat baby Ken saat ini.
"Kamu jangan khawatir,baby Ken di jaga ibu.Kita pergi berdua saja,tidurlah sayang.Perjalanan kita sangat jauh,nanti saat sampai aku bangunkan."Ucap Nicholas,menyuruh Juli untuk tidur.
"Kamu tidak bertanya terhadap aku,malah membawa aku pergi begitu saja."Ujar Juli,memalingkan wajahnya dari Nicholas.
Nicholas yang mendengarnya,dia langsung bangun.Nicholas langsung memeluk Juli saat ini,Nicholas salah sudah memutuskan liburannya sepihak dan tidak memberitahu Juli sama sekali.
"Maafkan aku sayang,aku hanya ingin pergi berdua dengan kamu.Aku tidak tega membangunkan kami,karena pilotnya begitu mendadak mengabari aku.Sehingga,aku panik dan langsung membawa kamu pergi begitu saja tanpa membangunkan kamu sama sekali."Ucap Nicholas menjelaskan.
Juli terdiam sesaat,dia mengerti dengan maksud Nicholas.Juli berpikir,Nicholas akan memperbaiki hubungan mereka.Jadi,Nicholas tidak membangunkannya sama sekali.Juli bergerak dan menatap Nicholas,dia melihat wajah Nicholas yang menyesal saat ini.
__ADS_1
"Baiklah,aku akan melupakannya sekarang.Tapi,aku tidak ingin kamu memutuskannya secara sepihak seperti ini."Ucap Juli,menatap Nicholas.
"Iya sayang,aku tidak akan mengulanginya lagi."Balas Nicholas,dia langsung memeluk Juli dengan erat.
Juli membalas pelukan Nicholas,dia selalu luluh dengan sikap Nicholas yang seperti ini.Juli melepaskan pelukan mereka,karena melihat wajah Nicholas yang mengantuk tadi.
"Baiklah,ayo kita tidur."Ajak Juli,dia tau suaminya begitu lelah saat ini.
Nicholas yang mendengarnya senang,dia menatap Juli yang sedang menatap dirinya.Nicholas langsung mendekatkan wajahnya terhadap Juli,dia mencium Juli dengan lembut saat ini.
Juli membalas ciuman Nicholas,dia mengerti jika Nicholas senang saat ini.Juli menikmati ciuman mereka,hingga sekarang Juli berciuman di atas tubuh Nicholas.Juli merasakan tangan Nicholas yang masuk ke dalam pakaiannya,bahkan Nicholas mengelus punggungnya dengan lembut.Juli langsung menghentikan ciuman mereka,karena dia merasa kehabisan nafas.
"Aku mengajak kamu tidur,kenapa jadi malah berciuman."Protes Juli,karena tidak habis pikir dengan tindakan mereka sendiri.
"Maaf sayang,habisnya aku begitu rindu terhadap kamu."Balas Nicholas,menatap wajah Juli yang begitu dekat dengannya.
"Yasudah,ayo kita tidur."Ajak Juli,dia akan melanjutkan dirinya untuk tidur.
"Kita tidak bercinta dulu?"Tanya Nicholas,sambil menaik turunkan alisnya.
"Jangan berpikir gila,ini di pesawat sayang.Jangan macem-macem deh,mending kita tidur."Balas Juli,dia tidak habis pikir dengan Nicholas.
"Hanya satu macem saja sayang."Ucap Nicholas,menatap Juli saat ini.
Juli yang mendengarnya,dia langsung turun dari atas tubuh Nicholas.Dia berbaring di samping Nicholas dan memejamkan matanya.Juli tidak memperdulikan ucapan Nicholas sama sekali,dia tidak ingin bercinta saat ini.
Nicholas yang melihat reaksi Juli seperti itu tersenyum,dia langsung memeluk Juli saat ini.Nicholas ikut memejamkan matanya,dia akan menyusul Juli yang tidur.
__ADS_1