
Sedangkan Rey,sekarang berada di kamar hotelnya bersama Clara.Mereka telah melakukan percintaan panas,setelah pulang dari proyek.Apalagi Clara yang memulainya,mereka benar-benar kelelahan saat ini.
"Apa kamu tidak pernah puas dengan percintaan ini?"Tanya Rey,karena Clara selalu ingin bercinta dengannya.
"Tidak pernah,aku selalu ingin bercinta dengan kamu.Aku begitu ingin bercinta dengan kamu setiap saat."Balas Clara,dia memeluk Rey dari samping.
"Kita tidak ada hubungan apapun,kenapa kamu begitu ingin bercinta dengan aku?"Tanya Rey,dia begitu heran dengan Clara.
"Kamu ingin jadi kekasihku?"Tanya Clara,dia menatap Rey penuh cinta.
"Kamu yakin ingin menjadi kekasihku?"Balas Rey,dia menatap Clara yang menurutnya sangat cantik saat ini.
"Aku yakin,lagian aku menyukai kamu."Balas Clara,dia yakin dengan isi hatinya.
"Kamu menyukai aku atau hanya menyukai percintaan panas kita?"Tanya Rey memastikan,karena dia tidak suka di manfaatkan seperti ini.Dia tidak ingin menjadi boneka Clara,apalagi Clara menurutnya sangat suka bercinta dengan dirinya.
"Aku menyukai semuanya yang ada pada diri kamu,ayolah sayang berpacaran saja dengan aku."Balas Clara,dia ingin ada kepastian dari Rey.Karena baru kali ini,dia meminta seorang laki-laki menjadi kekasihnya.
"Aku pikirkan dulu,aku tidak ingin bertindak gegabah dalam mengambil keputusanku."Ucap Rey,apalagi dia begitu berhati-hati untuk menyukai seseorang dalam hidupnya.
"Baiklah,aku dengan sabar akan menunggu jawaban kamu."Balas Clara,dia tersenyum ke arah Rey.
"Terimakasih."Ucap Rey,karena Clara mau menunggu jawabannya.
"Rey,ayo kita bercinta lagi."Ajak Clara,dia langsung naik ke tubuh Rey.
"Apa kamu tidak lelah?"Tanya Rey,begitu heran dengan Clara yang ingin bercinta lagi.
"Sekali lagi saja,aku sangat begitu menginginkan dirimu."Balas Clara.
__ADS_1
Clara tidak tau dengan dirinya sendiri,karena dia begitu selalu ingin dekat dengan Rey.Bahkan dirinya,begitu menginginkan Rey saat ini.Clara ingin bercinta dengan Rey,apalagi tidak ada yang mengganggu aktifitas mereka di sini.
Mereka melakukan percintaan kembali,mereka sama-sama menginginkannya sekarang.Kamar hotel penuh dengan racauan Clara,karena Clara begitu menikmati percintaan mereka.
...****************...
Sedangkan Nicholas yang sedang tidur,entah kenapa dirinya bisa bermimpi melakukan percintaan panas dengan Clara.Mereka sama-sama menikmatinya,apalagi Nicholas begitu bergairah melakukan percintaan dengan Clara.Nicholas langsung bangun dari tidurnya,dia menatap langit-langit rumah sakit.Dia merasa heran,kenapa dirinya bisa bermimpi melakukan percintaan panas dengan Clara.
Nicholas bangun,dia melihat ruangan Juli yang sepi.Dia mengambil ponselnya dan melihat pukul dua pagi pada layar ponselnya,dia melihat ke arah ranjang Juli.Nicholas melihat istrinya yang tidur pula,dia bangun dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya.
"Bisa-bisanya,aku bermimpi bercinta dengan Clara.Jelas-jelas,istriku sedang terbaring lemah di ranjang rumah sakit.Mimpiku benar-benar gila,ini gara-gara perbuatan Clara kemarin.Andai saja,kemarin aku tidak mencicipi buah dada Clara.Mungkin,aku tidak akan bermimpi bercinta dengan Clara."Gumam Nicholas,dia membasuh wajahnya beberapa kali saat ini.
Nicholas merasa bersalah saat ini,apalagi dia sudah mengkhianati istrinya sendiri.Di saat istrinya berjuang di rumah sakit untuk melahirkan anaknya,dia kemarin malah memuaskan Clara dan mengikuti gairahnya sendiri.
"Aku harus segera menyelesaikan proyeknya,agar aku tidak bertemu Clara lagi.Apalagi di hatiku,masih ada perasaan untuk Clara."Ucap Nicholas,melihat dirinya di cermin.
Nicholas kembali ke sofa,dia memilih untuk tidur kembali.Apalagi ini masih pagi,dia berharap istrinya cepat sembuh.Agar mereka bisa pulang ke rumah,Nicholas benar-benar tidak nyaman tidur di rumah sakit.
"Hallo bu,ibu bisa datang ke rumah sakit?"Tanya Juli,dia takut ibu mertuanya tidak bisa datang ke rumah sakit.
"Ini ibu lagi di jalan ke ruangan kamu,ada apa Jul?"Balas ibu Nicholas,dia bertanya kepada menantunya.
"Hari ini,aku sudah di perbolehkan pulang bu.Namun Nicholas masih tidur,aku tidak tega membangunkannya."Ucap Juli,melihat ke arah suaminya yang sedang tidur.
"Yasudah,ibu ini masih di lift.Kamu tunggu saja ibu sampai."Balasnya,ibu Nicholas langsung mematikan sambungan teleponnya.
Juli merasa tenang,karena ibu mertuanya sudah berada di rumah sakit.Dia menunggu kedatangan ibu mertuanya dan sambil menunggu suaminya bangun.
"Hari ini,aku sudah bisa pulang.Aku sudah bisa,bersama dengan anakku sendiri."Ucap Juli,dia begitu senang saat ini.
__ADS_1
Ibu Nicholas masuk ke dalam ruangan Juli,dia langsung membereskan barang-barang yang akan di bawa pulang.Dia senang,karena menantunya sudah di perbolehkan pulang.
"Nicholas bangun."Panggil ibu Nicholas,dia membangunkan anaknya.
"Ada apa bu?"Tanya Nicholas,dia langsung bangun dari tidurnya.
"Istri kamu sudah boleh pulang,sana kamu bersihkan diri kamu."Balas sang ibu,agar anaknya membersihkan tubuhnya.
"Baik bu."Ucap Nicholas,dia langsung pergi ke kamar mandi.
"Anakku bagaimana bu?"Tanya Juli,dia menanyakan anaknya.
"Ibu ke ruangan Nicu sekarang,mengambil anak kamu."Balas ibu Nicholas,dia melihat ke arah Juli.
"Terima kasih bu."Balas Juli,dia bersyukur punya ibu mertua yang baik.
Ibu Nicholas langsung pergi dari ruangan Juli,dia begitu senang membawa cucunya pulang.Sedangkan Nicholas,dia keluar dari kamar mandi dengan keadaan segar.
"Sayang."Panggil Nicholas,dia menatap istrinya yang sudah rapi.
"Ada apa?"Tanya Juli,dia menatap Nicholas yang sudah segar.
"Kamu bisa berjalan sendiri?"Bisa sayang,tapi jalannya harus pelan.Karena perutku masih sakit."Balas Juli,memberitahu keadaannya.
"Baiklah,nanti aku gendong kamu."Balas Nicholas,dia tidak ingin istrinya kesakitan.
"Jalan saja sayang,aku tidak enak nanti di lihat banyak orang."Ucap Juli,dia panik dengan ucapan Nicholas.
"Tidak apa-apa,lagian kamu istriku."Balas Nicholas,dia tidak menerima penolakan dari istrinya.
__ADS_1
Setelah ibu Nicholas sampai ke ruangan Juli,mereka langsung pergi dari ruangan Juli.Nicholas menggendong Juli,sesuai dengan apa yang di katakan nya.Dia tidak tega dengan istrinya yang berjalan pelan saja,istrinya masih merasakan sakit.Mereka langsung meninggalkan rumah sakit dan langsung pergi ke rumahnya sendiri,karena mereka sudah tidak ingin merepotkan keluarganya lagi.