Terjerat Bos

Terjerat Bos
episode 43


__ADS_3

Ibu Nicholas merasa lega,anaknya sudah menikah dengan Juli.Dia berharap sang anak,tidak di ganggu lagi kehidupannya oleh Berlin.


Ibu Nicholas menyaksikan sendiri,wajah anaknya yang tersenyum bahagia saat menikah dengan Juli.Dia merasa berkat Juli,kehidupan anaknya jadi sebahagia ini.


Ibu Nicholas merasa,meskipun mereka sudah menikah.Dia tetap harus menyuruh seseorang,agar tau gerak-gerik Berlin.


Berlin orang yang terlalu berani,dia takut Berlin melukai anak-anaknya.Sebagai seorang ibu,dia akan melindungi anak-anaknya.


"Aku harus membuat Berlin membayar,kerugian yang di alami putraku."Ucap Ibu Nicholas,begitu sangat marah mengingat Berlin.


Ibu Nicholas tidak takut,jika dirinya melawan Berlin.Dia hanya takut,trauma anaknya kambuh lagi.


Selama ini,dia sudah mencuci otak anaknya.namun pencuciannya sia-sia,malah kambuh lagi di saat Nicholas bertemu dengan Berlin.


"Apa yang kamu pikirkan sayang?"Tanya sang suami,melihat istrinya yang melamun di depan cermin.


"Aku memikirkan kehidupan Nicholas."Jawabnya dan melihat wajah suaminya.


"Kamu tidak usah khawatir,aku sudah menyuruh orang mengawasi Berlin."Ucap sang suami,membuat sang istri senang.


"Benarkah sayang?"tanya sang istri,menatap suami dengan penuh cinta.


"Benar sayang,kamu tidak usah memikirkan hal lain."Jawab sang suami,membelai rambut sang istri.


"Zoya kemarin,pergi ke rumah baru Nicholas."Ucap sang istri,merasa kesal pada putranya.


"Dia selalu bertindak sendiri,tidak pernah mau merepotkan kita."Balas sang suami,menatap istrinya.


"Sifatnya seperti kamu."Ujar sang istri memalingkan mukanya.


"Kamu benar sayang,dia menuruni sifatku."Balas suami,bangga pada dirinya sendiri.


Sang istri yang mendengarnya merasa jijik,karena sang suami membanggakan dirinya sendiri.Dia langsung berdiri dan beranjak dari duduknya.


"Mau kemana?"tanya suami,melihat istrinya rapi.


"Aku mau pergi ke rumah Nicholas."Jawabnya,sudah ingin menjewer anaknya.


"Tidak mengajak aku?"tanya suami,melihat istrinya yang bersiap.


"Kamu sibuk,urus saja dokumen-dokumen pentin kamu."Balas sang istri ketus,dia kesal kepada suaminya yang begitu sibuk.


Suami tau,jika istrinya marah dengan kesibukannya.Dia sibuk bekerja,hanya untuk kehidupan nyaman sang istri dan tidak ingin istrinya menderita.

__ADS_1


"Aku ikut sama kamu."Ucap suami,agar istrinya tidak marah.


"Benarkah?"Tanya sang istri senang,mendengar suaminya yang ikut.


"Benar sayang."Jawab suaminya,memakai jam tangan dan mengambil dompetnya.


"Ayo."Ajak sang istri,melihat suami yang sudah beres dnegan aktifitasnya.


Ibu dan ayahnya Nicholas menuruni anak tangga,mereka melihat Zoya yang duduk di sofa.


"Mau kemana?"tanya Zoya,melihat orang tuanya yang rapi.


"Ayo,kamu antarkan kami ke rumah kakak kamu."Balas sang ibu,tidak tau rumah baru putranya.


"Aku ngambil ponsel dulu."Jawab Zoya,berlari pergi ke kamarnya.


Mereka menunggu Zoya di dalam mobil,agar bisa langsung berangkat.Zoya langsung masuk ke dalam mobil dengan cepat,takut orang tuanya menunggu lama.


"Pak supirnya mana?"tanya Zoya,karena ketiganya malah duduk di tengah.


"Kamu yang nyetir sana."Balas sang ibu,karena anaknya sudah tau rumah Nicholas.


"Aku malas nyetir bu,ayah aja yang nyetir."Perintahnya,karena dia tidak ingin menyetir sama sekali.


"Buat nyetir kendaraan."Jawab Zoya,melihat ayahnya yang sedang menatap dirinya.


"Yasudah,sana cepat kamu yang nyetir."Ujar sang ayah menyuruh anaknya.


"Baiklah."Ucap Zoya pasrah,agar tidak kena omel ibunya.


Zoya langsung masuk ke depan,duduk di tempat supir.Zoya merasa malas,kalau harus keluar berjalan.


"Kuncinya mana?"tanya Zoya,melihat orang tuanya.


"Nih kuncinya."Balas sang ayah,memberikan kunci kepada anaknya.


"Kenapa,tidak langsung di masukin aja sih."Protes Zoya,merasa kesal dirinya harus menyetir.


"Cepet jalan."Perintah sang ibu,melihat wajah anaknya yang cemberut.


Zoya langsung menjalankan mobilnya,mereka langsung meninggalkan halaman rumah.Orang tua Nicholas senang,karena akan berkunjung ke rumah baru anaknya.


Bahkan ibu Nicholas,sudah tidak sabar bertemu anak dan menantunya.Apalagi,dia ingin tau interior rumah Nicholas yang baru.

__ADS_1


Zoya merasa kesal,dirinya harus menyetir ke rumah kakaknya.Dia sangat ingin sekali duduk manis dan tidak mau menyetir seperti ini.


"Pak supir,emangnya kemana sih bu?"tanya Zoya,karena tidak melihat supirnya di rumah.


"Dia lagi izin,anaknya sakit."Jawab sang ibu,menatap lurus ke jalanan.


"Kita tidak menjenguknya?"tanya Zoya,merasa begitu kasihan mendengar anak pak supir sakit.


"Ayo,kita jenguk."Balas sang ibu,sambil menatap Zoya.


"Kita mau beli apa untuk menjenguk?"tanya suami,melihat istrinya yang fokus menatap putrinya.


"Beli buah-buahan saja."Balas sang istri,agar nanti Zoya beli buah-buahan.


"Buat kakak,kita bawa apa?"tanya Zoya,merasa harus membawa tentengan untuk menyambut rumah baru sang kakak.


"Kamu berhenti di super market,ibu belanja kebutuhan buat mengisi kulkas kakak kamu."Perintah sang ibu,melihat putrinya yang fokus menyetir.


Zoya melajukan mobilnya ke arah super market,dia tersenyum senang saat sampai di super market.Zoya akan mengambil kesempatan pada ibunya,dia akan membeli cemilan untuk dirinya sendiri.


Mereka masuk ke dalam super market,ibunya fokus mengambil bahan makanan untuk anak dan menantunya.Sedangkan Zoya,dia sudah memasukkan cemilan pada keranjang yang di bawanya.


Zoya begitu senang,mengambil makanan dan minumannya.Dia mengambil banyak makanan dan minuman,setelah itu menghampiri orang tuanya.


"Makanan dan minuman punya siapa?"tanya sang ayah,melihat putrinya membawa makanan dan minuman satu keranjang penuh.


"Buat stok kan aku lah."Jawab Zoya senang,menenteng makanan.


Ibunya masih fokus memilih bahan makanan,dia dengan teliti memilih barang yang kualitasnya bagus.Setelah selesai mengambil barang,dia menengok pada putrinya.


"Kamu mengambil makanan dan minuman?"Tanya sang ibu,tidak habis pikir dengan purinya.


"Iya bu,ayo kita bayar."Ajak Zoya,agar ibunya membayar barang yang di bawanya.


"Ayo."Balas sang ibu,melihat putrinya yang mengambil kesempatan saat belanja.


Mereka pergi ke kasir,Zoya langsung menyimpan satu keranjang penuh di meja kasir.Kasir langsung menscan barang belanjaan milik Zoya,di lanjut dengan barang ibunya Zoya.


"Total harga belanjaan 3.255.500 rupiah."Ucap kasir,menyebutkan total belanjaan yang di beli mereka.


"Gesek saja,pakai kartu ini."Balas ibu Zoya,memberikan kartu terhadap kasir.


Kasir langsung menerima kartu yang di berikan ibu Nicholas,dia langsung melakukan tugasnya.Mereka langsung pergi ke parkiran,setelah proses belanja selesai.

__ADS_1


Zoya dengan semangat,membawa tentengan belanjaan dan di masukan dalam bagasi mobi.Setelah semua selesai,mereka masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan ke rumah Nicholas.


__ADS_2