
Juli sedang menatap langit-langit kamarnya,dia belum mendapat kabar sama sekali dari Nicholas.Padahal Nicholas sudah berangkat dari kemarin,namun sampai sore hari ini dirinya belum mendapat kabar sama sekali dari suaminya itu.
"Tumben sih,dia belum memberi kabar sama sekali.Tidak tau,aku begitu menunggu kabar darinya."Ucap Juli,begitu kesal saat ini.
Juli melihat layar ponselnya terus menerus,dia menunggu kabar suaminya saat ini.Namun,dia tidak berani mengirim pesan terhadap suaminya.Dia hanya menunggu suaminya menelepon dirinya saat ini,layar ponsel tiba-tiba menyala dia melihat siapa yang menelepon dan ternyata bukan suaminya melainkan dari Zoya.
"Kak,kita susul kak Nicholas yuk?"Ajak Zoya,begitu senang saat ini.
"Kakak takut baby Ken kenapa-kenapa."Ucap Juli,melihat baby Ken yang sedang tidur.
"Baby Ken tinggal saja bersama ibu,kakak bikin aja stokan asi untuk baby Ken di freezer."Usul Zoya,dia begitu ingin jalan-jalan ke Cina.
"Nanti,kakak pikirkan dulu deh.Sekalian,kakak minta izin sama kakak kamu."Ucap Juli,memberitahu Zoya.
"Ok,kalau gitu aku tunggu kabar dari kakak."Balas Zoya,dia langsung mematikan sambungan teleponnya.
Juli memikirkan ucapan Zoya,namun jika dia pergi ke cina.Juli merasa tidak enak dengan ibunya Nicholas yang harus menjaga anaknya,dia memutuskan lebih baik bertanya dulu terhadap suaminya.Dia memberanikan diri mengirim pesan terhadap suaminya,namun dia tidak kunjung mendapatkan balasan dari suaminya.
"Mungkin dia sibuk."Ucap Juli,bergumam sendiri.
Juli memutuskan memejamkan matanya,dia ingin tidur sebentar.Sambil menunggu Nicholas membalas pesannya,dia tidur sambil menggenggam ponsel di tangannya.
...****************...
Nicholas setelah sampai di Cina,dia langsung bertemu dengan klien pentingnya.Setelah,menyelesaikan urusannya dia di antarkan ke hotel tempat mereka menginap.Setelah kelelahan,dia langsung tidur hingga malam dan bahkan lupa untuk menghubungi istrinya.
Nicholas membuka ke dua matanya,dia merasa lelah saat ini.Dia mengecek ponselnya dan mendapat pesan dari istrinya,Nicholas langsung menghubungi istrinya.
"Hallo,kenapa kamu tidak memberi kabar sama sekali terhadapku."Ucap Juli,dia protes terhadap Nicholas.
__ADS_1
"Maaf sayang,aku begitu lelah dan baru sempat menghubungi kamu.Aku keluar dari bandara langsung bertemu klien dan saat sudah sampai di hotel aku tidur sayang."Cerita Nicholas,menjelaskan kegiatannya.
"Iya sayang,tidak apa-apa."Ucap Juli,karena merasa lega Nicholas sudah menghubungi dirinya.
"Mengenai pesan yang kamu kirim,aku terserah kamu saja sayang.Jika kamu ingin ke sini,pergi saja ke sini.Aku tidak akan melarang kamu sama sekali,lagi pula aku begitu merindukan kamu."Ujar Nicholas.
"Tapi,aku kasihan dengan ibu dan anak kita sayang.Aku merasa tidak tega,jika ibu mengurus anak kita."Ucap Juli,merasa tidak enak.
"Tidak apa-apa sayang,ibu pasti senang mengurus baby Ken.Lagi pula,hanya sebentar saja sayang."Balas Nicholas,dia mendukung istrinya menyusul ke Cina.
"Baiklah,aku akan memikirkannya dulu.Jika aku mau berangkat,nanti aku akan kabari kamu lagi sayang."Ucap Juli,merasa harus berpikir ulang lagi.
"Sayang,ganti saluran jadi video call.Aku ingin melihat kamu."Balas Nicholas,dia langsung mengalihkan panggilan suara menjadi video call.
"Kamu baru bangun tidur apa?"Tanya Juli,menatap wajah Nicholas yang lelah.
"Iya sayang,aku ketiduran dan merasa lengket jadinya mandi."Ucap Juli.
"Sudah malam,kamu malah mandi.Nanti kamu masuk angin sayang."Ujar Nicholas,takut istrinya sakit.
"Semoga tidak sakit,habisnya tubuh aku lengket sih."Ucap Juli,memberikan senyuman terhadap Nicholas.
Nicholas memandang Juli di ponselnya,rasanya jika Juli berada di depannya.Nicholas akan memeluknya,bahkan dia akan mengajak Juli bercinta.Nicholas merasa gila saat ini,hanya dengan membayangkannya saja membuat adiknya seketika terbangun.
"Sayang."Panggil Nicholas.
"Kenapa sayang?"Tanya Juli,menatap Nicholas.
"Aku sekarang menginginkan kamu."Ucap Nicholas,memberikan senyumannya terhadap Juli.
__ADS_1
Juli yang mendengarnya melotot,dia tidak salah dengar bukan.Juli merasa heran,kenapa tiba-tiba Nicholas menginginkan dirinya.
"Sudahlah,nanti kita sambung lagi.Aku mau memakai pakaianku dulu,dingin tau Ac nya nyala."Ucap Juli,menjelaskan terhadap suaminya.
"Pakai saja di hadapan aku,lagi pula tidak ada siapa-siapa.Aku ingin melihat tubuh kamu."Ujar Nicholas,dia tersenyum nakal terhadap istrinya.
"No,jangan berpikir aneh-aneh.Kamu mesum."Ucap Juli,dia menjulurkan lidahnya terhadap Nicholas dan Juli langsung memutuskan sambungan teleponnya.
Juli langsung memakai pakaiannya,dia merasa suaminya gila.Karena menyuruhnya memakai pakaian di hadapannya,meski mereka sudah menjadi pasangan suami istri namun Juli merasa tetap malu melakukan hal seperti itu.
"Apa aku harus menyusulnya ke sana,tapi...Masa aku tega membiarkan ibu mengurus baby Ken sendirian.Pusing ah,aku tidak tega melihat ibu yang harus mengurus baby Ken.Namun,aku juga takut Nicholas berbuat macam-macam di sana."Gumam Juli,berbicara pada dirinya sendiri.
Juli berjalan mondar-mandir,dia memikirkan jalan yang terbaik saat ini.Juli merasa pusing saat ini,mengikuti keinginannya atau tetap di rumah memikirkan Nicholas yang berbuat macam-macam dengan wanita lain.Karena Juli merasa hatinya tidak tenang saat ini,dia merasa harus menyusul Nicholas ke Cina.
Juli langsung memutuskan mengirim pesan terhadap Zoya,dia harus berangkat besok pagi ke bandara untuk menyusul suaminya.Juli tersenyum melihat balasan Zoya,dia langsung membereskan pakaian miliknya dan pakaian baby Ken.
Waktu cepat berlalu,sekarang Juli sudah berada di rumah ibu mertuanya.Dia menitipkan baby Ken dan bahkan dia memompa asi untuk stok baby Ken,setelah persediaan baby Ken cukup.Juli dan Zoya berpamitan untuk pergi ke Cina,mereka langsung meninggalkan rumah ibu Nicholas dan berjalan menuju bandara.
"Akhirnya aku bisa pergi ke cina."Ucap Zoya,merasa senang dirinya jalan-jalan ke Cina.
"Kamu menghubungi kakak kamu?"Tanya Juli,menatap Zoya.
"Sudah kak,nanti kak Nicholas menjemput kita di bandara."Balas Zoya,menjawab pertanyaan kakak iparnya.
Juli mengangguk mendengar jawaban Zoya,dia merasa senang saat ini.Juli sudah tidak sabar bertemu suaminya nanti.
Mereka melakukan perjalanan sampai bandara memakan waktu tiga jam,setelah sampai bandara.Mereka langsung berjalan menuju ke pesawat pribadi milik Nicholas,mereka bergegas begitu cepat.Karena mereka sudah tidak sabar,begitu ingin cepat sampai di Cina.
Setelah mereka sudah aman,pesawat langsung lepas landas meninggalkan negara mereka.Mereka memilih tidur,agar saat bangun mereka sampai di Cina.
__ADS_1