Terjerat Bos

Terjerat Bos
episode 60


__ADS_3

Empat bulan berlalu,kehamilan Juli sudah terlihat.Apalagi keluarga Nicholas menginap di rumahnya,mereka mengkhawatirkan kondisi Juli.Bahkan Juli sudah tidak bekerja lagi,karena di paksa orang tua Nicholas.Mereka benar-benar mengkhawatirkan kehamilan Juli,apalagi kehamilan Juli sudah berjalan mau ke lima bulan.


"Ibu tidak mau tau,pokoknya kamu harus turuti kemauan ibu."Ucap sang ibu cemberut,karena merasa anaknya begitu mengesalkan.


"Persalinan Juli masih lama bu,kita saja belum tau anak yang di dalam kandungan Juli wanita atau laki-laki."Balas Nicholas,karena begitu heran dengan kelakuan ibunya.Padahal persalinan Juli masih lama,namun ibunya kekeuh ingin membeli perlengkapan bayi secara komplit.


"Nanti saja sayang,setelah usia kandungan Juli delapan bulan baru kita membeli perlengkapan bayinya."Ucap sang suami,karena begitu gemas dengan tingkah istrinya.


"Aku tidak perduli,mau itu laki-laki atau perempuan yang terpenting kita beli semuanya.Jangan menganggap kita orang susah,kita mampu membeli semuanya."Protes sang ibu,karena tidak memperdulikannya sama sekali.Dia hanya ingin yang terbaik untuk cucunya.


"Sudahlah,aku malas berdebat.Aku pergi dulu bekerja,sudah hampir telat."Balas Nicholas,dia langsung mencium istrinya penuh cinta dan bersalaman dengan kedua orang tuanya.


Juli menatap kepergian suaminya,dia merasa bosan selama ini tidak melakukan apa-apa.Bahkan ibu mertuanya saja,banyak melarang aktifitas yang dia lakukan membuat dirinya begitu bosan.Rasanya,dia ingin ikut pergi dengan suaminya.Apalagi dia sekarang begitu was-was,karena Carla dan Berlin mengganggu Nicholas membuat dirinya tidak tenang.


"Kamu kenapa melamun sayang?"Tanya sang ibu mertua,menatap menantunya yang melamun.


"Aku hanya merindukan Nicholas bu."Jawabnya,karena selama kehamilannya ini begitu ingin dekat dengan Nicholas.


"Kamu bisa pergi ke kantornya nanti siang,biar nanti ibu temani."Ucapnya,karena dia tidak akan membiarkan Juli pergi sendirian.


"Terima kasih bu,aku ingin memasak dulu buat makan siang Nicholas nanti."Balas Juli,begitu bersemangat.


Juli langsung pergi ke dapur,dia menyiapkan makan siang Nicholas dengan senang.Apalagi,dirinya sudah begitu lama tidak datang ke perusahaan.Dia begitu merindukan kantor tempatnya bekerja,dia berharap setelah melahirkan bisa bekerja lagi menemani suaminya.


...****************...

__ADS_1


Sedangkan Nicholas yang sudah sampai kantor,dia langsung mengadakan meeting dengan klien penting.Mereka melakukan negosiasi atas kecurangan pesaing,mereka berharap pelanggan bisa berhati lapang menerima material yang telah di curangi.Namun mereka akan memberikan kompensasi yang terbaik,karena tidak ingin mengecewakan mereka lagi.


"Apa yang di inginkan pelanggan saat ini?"Tanya Nicholas,karena sudah ingin mengakhiri masalahnya.Dia tidak perduli lagi soal keuntungan,lagi pula kepercayaan dan kepuasan lebih penting saat ini.


"Pihak kita masih melakukan negosiasi yang terbaik,mereka hanya meminta 25% dana di kembalikan.Karena mereka juga mengerti dengan kondisi kita saat ini,mereka hanya tidak percaya dengan kecurangan yang di buat oleh pesaing kotor terhadap kita."Balas penanggung jawab proyek.


"Syukurlah,jika seperti itu.Lebih baik,kita secepatnya mengurus masalah ini.Tolong siapkan saja proposal yang terbaik dan tolong jumlahkan total yang harus kita bayar terhadap mereka."Ucap Nicholas,menatap semua orang di ruangan.


"Baik pak,kami akan melakukan yang terbaik."Balas mereka kompak,bagaimanapun mereka baru pertama kali di curangi seperti ini.


"Baiklah,kalau gitu terimakasih sudah bersedia datang ke perusahaan ku dan terima kasih atas pengertian kalian."Ucap Nicholas,karena mereka jauh-jauh datang dari Singapore untuk membahas masalah proyek yang di curangi.


"Sama-sama pak,kalau begitu kami undur diri untuk kembali ke negara kami."Balas mereka.


"Silahkan,hati-hati di jalan."Ucap Nicholas,agar kliennya berhati-hati.


Clara membawa proyek yang dia pegang di tangannya,dia berjalan dengan anggun memasuki perusahaan Nicholas.Dia langsung menaiki lift dan menuju ruangan Nicholas berada.


Dia berjalan keluar lift dan melihat laki-laki di depan ruangan Nicholas,dia tidak tau siapa dia.Bahkan laki-laki itu di taruh di luar dan tidak satu ruangan bersama Nicholas.Dia seperti pernah melihatnya,namun dia seakan lupa dengan nama laki-laki yang di lihatnya sekarang.


"Nicholas ada?"Tanya Clara,mengingat laki-laki di hadapannya.


"Kamu ada perlu apa mencari pak Nicholas."Jawabnya,melihat wanita yang dulu pernah bercinta dengannya.


"Kamu mengenalku?"Tanya Clara,dia masih mencoba mengingat laki-laki di hadapannya.

__ADS_1


"Kamu tidak ingat aku,aku rey yang pernah bercinta dengan kamu di roof top."Balas Rey,begitu heran dengan wanita di hadapannya yang seperti tidak mengingatnya sama sekali.


"Nicholas ada?"Tanya Clara sekali lagi,karena dia harus bertemu Nicholas sekarang.


"Ada,silahkan masuk saja."Jawab laki-laki itu dingin,karena tidak begitu suka di acuhkan.


Clara tidak memperdulikannya sama sekali,dia langsung masuk ke ruangan Nicholas.Dia melihat Nicholas yang memejamkan matanya di kursi,dia perlahan mendekat ke kursi Nicholas.Dia duduk di pangkuan Nicholas dengan berhadapan langsung ke arah Nicholas,karena begitu merindukan Nicholas.


Nicholas yang sedang tidur kaget,dia langsung membuka matanya.Dia melotot melihat Clara duduk di pangkuannya,bahkan dia menelan ludahnya sendiri karena wajahnya begitu dekat dengan wajah Clara.


"Apa yang kamu lakukan?"Tanya Nicholas,menatap Clara di hadapannya.


"Aku sudah lama tidak bertemu dengan kamu,aku begitu merindukan kamu dan sekalian aku mengantarkan proposal kerja sama kita."Balas Clara,meneliti wajah Nicholas yang begitu tampan.


"Tolong kamu turun dari pangkuanku,rasanya tidak pantas kamu duduk di sini."Ucap Nicholas,geram dengan tindakan Clara.


Clara tersenyum penuh arti,dia mencium bibir Nicholas yang begitu menggoda.Apalagi dirinya,begitu ingat dengan percintaan Nicholas bersama Juli.Dia memasukkan lidahnya ke mulut Nicholas,dia begitu sangat ingat berciuman dengan Nicholas.


Nicholas kaget dengan tindakan Clara,apalagi tindakan Clara begitu ekstrim terhadapnya.Dia mendorong Clara begitu saja,dia tidak ingin Clara mencium bibirnya.


"Jangan menguji kesabaranku Clara."Ucap Nicholas,memperingati Clara.


"Baiklah,kamu baca dulu proposalnya."Balas Clara,dia turun dari pangkuan Nicholas dan sengaja mendekatkan dadanya yang montok pada wajah Nicholas.


Nicholas sebagai lelaki normal bereaksi,dia merasa adiknya terbangun.Nicholas menahannya,karena dia tidak ingin mengecewakan Juli.

__ADS_1


"Nanti aku hubungi kamu,silahkan kamu pergi dari ruanganku.Nanti aku baca proposalnya,aku sangat lelah."Usir Nicholas,karena tidak ingin melewati batas.


Clara yang mendengarnya kesal,dia akhirnya keluar dari ruangan Nicholas dengan amarah.Dia merasa Nicholas benar-benar susah untuk dia dekati,dia berharap Nicholas bisa secepatnya masuk ke dalam hidupnya lagi.


__ADS_2