
Juli bangun dari tidurnya,dia merasakan perutnya yang begitu sakit.Dia langsung memegang perutnya,mencoba mengatur nafasnya dengan teratur.
"Ibu tolong."Teriak Juli,merasakan sakit di perutnya.
Zoya masuk ke dalam kamar kakaknya,karena dia mendengar kakak iparnya minta tolong.Dia teriak dengan kencang meminta tolong,apalagi melihat kakak iparnya yang kesakitan.
Mereka langsung bergegas pergi ke rumah sakit menggunakan mobil pribadi mereka,mereka begitu panik di mobil.Apalagi Juli terus berbicara sakit selama di perjalanan,mereka begitu panik sekarang dengan kondisi Juli yang begitu kesakitan.
Setelah sampai rumah sakit,Juli langsung di bawa ke dokter kandungan.Mereka menunggu di luar dengan kondisi cemas,apalagi takut Juli kenapa-kenapa.
"Semoga Juli dan anaknya tidak kenapa-kenapa."Ucap Ibu Nicholas,dia merasa gugup sekarang.
"Kita tidak mengabari kakak bu?"Tanya Zoya,dia menatap ibunya yang begitu pucat.
"Jangan dulu,kita tunggu dulu kabar dari dokter."Balas sang ibu,menatap pintu ruangan Juli.
"Keluarga ibu Juli."Panggil suster.
"Gimana dengan menantu saya suster?"Tanya ibu Nicholas,dia langsung menghampiri suster.
"Ibu Juli harus di operasi sekarang,tolong ibu segera ke bagian administrasi untuk mengurus administrasinya.Karena ibu Juli harus segera di operasi secepatnya."Balas suster.
"Lakukan yang terbaik sus,kami sekarang ke bagian administrasi."Ucap ibu Nicholas,dia sekarang benar-benar tidak tau harus berbuat apa.
"Baiklah,saya masuk ke dalam lagi."Ujar sang suster,dia kembali lagi ke dalam ruangan.
Ibu Nicholas bergegas ke bagian administrasi,dia mengurus semuanya.Setelah itu,dia kembali ketempat dimana Juli di periksa.Dia melihat pintu ruangan terbuka,suster membawa Juli ke luar ruangan.
"Operasinya sekarang sus?"Tanya ibu Nicholas,menghentikan pergerakan suster.
"Iya bu,ibu Juli harus segera di operasi sekarang."Balas suster.
"Ibu dan anaknya tidak kenapa-kenapa kan suster?"Tanya ibu Nicholas,dia begitu mengkhawatirkan kondisi Juli dan anaknya.
"Maaf bu,silahkan tanya langsung saja kepada dokter."Balas suster,mereka langsung meninggalkan ibu Nicholas dan membawa Juli ke ruang operasi.
__ADS_1
"Dokter sebenarnya apa yang terjadi,kenapa menantu saya harus di operasi?"Tanya ibu Nicholas,ketika melihat dokter keluar.
"Keadaan ibu Juli sangat sulit,bayi dalam kandungan harus segera di keluarkan.Maaf,saya harus seger ke ruang operasi."Balas dokter,dia langsung meninggalkan ibu Nicholas.
"Bagaimana ini,Zoya kamu telfon kakak kamu sekarang."Perintah ibu Nicholas,karena anaknya harus tau kondisi istri dan anaknya sekarang.
Mereka langsung bergegas ke depan ruang operasi,menunggu Juli selesai di operasi.Zoya menelepon Nicholas,namun sambungan telefon tidak tersambung terus.
"Kak Nicholas susah di hubungi bu."Ucap Zoya,dia kesal kakaknya begitu sulit di hubungi.
"Yasudah,kamu kirim saja pesan.Mungkin kakak kamu sangat sibuk di sana,semoga dia membaca pesan kamu."Balas ibu Nicholas,dia masih belum tenang dengan kondisi Juli dan calon cucunya.
...****************...
Sedangkan Nicholas dia tidak membawa ponsel sama sekali,dia benar-benar sibuk dengan proyeknya.Dia sebisa mungkin membantu proyek di sana,dia tidak ingin ada kesalahan apapun di dalam proyeknya.
"Nicholas,kita harus bertemu dengan klien.Karena ada klien yang ingin bertemu kita secara langsung,mengenai proyek ini."Ucap Clara,dia berbicara dengan Nicholas.
"Baiklah,ayo kita kesana.Rey kamu tunggu di sini,awasi mereka.Kami akan pergi dulu bertemu klien,jangan sampai ada kecelakaan kerja di sini."Perintah Nicholas,menatap ke arah Rey.
Mereka meninggalkan tempat proyek,mereka langsung masuk ke dalam mobil milik Clara.Mereka langsung pergi ke lokasi klien,karena klien sudah menunggu kedatangan mereka.
"Maaf,kami datangnya terlambat."Ucap Nicholas,menghampiri klien yang menunggu mereka.
"Tidak apa-apa,silahkan duduk."Balas klien,sambil memberikan senyuman terhadap Nicholas dan Clara.
"Terimakasih,Jadi ada permintaan apa ibu dan bapak terhadap kami?"Tanya Nicholas,dia melihat kliennya.
"Kami ingin dalam proyek ini sesuai yang kami inginkan dan kami ingin background ruangan kami seperti ini."Balas klien,dia memperlihatkan layar ponselnya terhadap Nicholas.
"Baiklah,silahkan kirim permintaan kalian terhadap bu Clara.Agar bu Clara bisa mencari background yang ibu dan bapa inginkan,apa ada lagi?"Tanya Nicholas,dia menatap mereka.
"Terimakasih pak Nicholas,nanti aku kirimkan ke bu Clara.Maaf kami meminta waktu anda untuk bertemu kami,permintaan kami sudah kami sampaikan.Kalau begitu,kami undur diri dulu."Balas Klien,karena dia sudah mengutarakan keinginannya.
"Sama-sama,tidak apa-apa.Hati-hati di jalannya."Ucap Nicholas,sambil melihat mereka pergi.
__ADS_1
"Kalau gini saja sih,kenapa tidak lewat telfon saja."Gerutu Clara,merasa membuang waktu bertemu mereka.
"Kamu tidak usah seperti,mereka klien kita."Balas Nicholas,dia tersenyum melihat Clara yang menggerutu.
"Yasudah,ayo kita pergi."Ajak Clara,beranjak dari duduknya.
"Ayo."Balas Nicholas,dia mengikuti Clara dari belakang.
Nicholas melihat perilaku Clara,dia hanya menggelengkan kepalanya.Dia merasa,sikap Clara masih sama dengan Clara yang dulu saat berpacaran dengannya.Nicholas melihat dari arah berlawanan motor yang mengebut,dia dengan reflek membawa Clara ke dalam pelukannya.
"Kamu tidak apa-apakan?"Tanya Nicholas,karena hampir saja Clara tertabrak oleh motor.
"Aku tidak apa-apa."Balas Clara,dia masih terkejut dengan tindakan Nicholas yang langsung menariknya.
"Ayo,kamu di sampingku saja.Aku takut ada kendaraan yang tidak terduga seperti tadi."Ucap Nicholas,dia langsung menggenggam tangan Clara.
Clara senang,karena Nicholas menggenggam tangannya.Dia tersenyum begitu bahagia,apalagi tangan dirinya sekarang di genggam Nicholas.
Mereka berjalan ke arah parkiran,setelah itu masuk ke dalam mobil.Mereka masih belum menjalankan mobilnya,karena merasa jantung mereka begitu berdegup dengan kencang.
"Nicholas,terimakasih."Ucap Clara,dia tersenyum ke arah Nicholas.
"Sama-sama Clara."Balas Nicholas,dia mengelus rambut Clara dan kembali menatap lurus ke depan.
Clara senang dengan tindakan Nicholas,dia langsung mendekatkan wajahnya.Dia akan mencium pipi Nicholas,namun Nicholas malah berbalik ke arah Clara hingga Clara mencium bibir Nicholas.
Nicholas yang menatap lurus ke depan,dia berbalik ke arah Clara.Dia terkejut,karena Clara mencium bibirnya.Nicholas tanpa sadar,dia membalas ciuman Clara.
Clara senang dengan Nicholas yang membalas ciumannya,dia langsung melepaskan ciumannya.Dia menatap Nicholas dengan tersenyum manis,dia tau Nicholas masih mencintainya.
"Ayo,kita pergi ke hotel.Lagian ini sudah sore."Ucap Clara,dia memandang Nicholas.
"Baiklah."Balas Nicholas,membalas senyuman Clara.
Mereka langsung meninggalkan parkiran,mereka memilih pergi ke hotel tempat mereka menginap.Sedangkan perasaan mereka sekarang,sudah tidak karuan dengan tindakan mereka sendiri saat di parkiran.
__ADS_1