Terjerat Bos

Terjerat Bos
episode 76


__ADS_3

Juli yang merasakan sakit luar biasa di dalam perutnya,dia bersyukur dengan Zoya yang langsung menghampiri dirinya.Juli merasa perutnya benar-benar sakit,bahkan di dalam mobil saja dia benar-benar merasakan sakit di dalam perutnya.Sesampainya di rumah sakit,bahkan Juli masih sadar dengan dokter yang memeriksa dirinya.


"Bu Juli,anda harus segera di operasi."Ucap dokter,menatap Juli dengan tenang.


"Kenapa harus di operasi dok? Tidak terjadi apa-apa kan dengan kandunganku?"Tanya Juli,dia begitu panik saat ini.


"Karena adanya plasenta previa,jadi ibu harus segera di operasi.Ibu tidak usah khawatir,ibu dan anak ibu akan baik-baik saja setelah operasi nanti."Balas dokter,dia memberitahu kondisinya.


"Baiklah dok,lakukan saja operasinya.Aku berharap aku dan bayiku selamat."Ucap Juli,dia berharap tidak terjadi apa-apa dengan mereka.


"Ibu tidak usah khawatir,kalau gitu siapkan kondisi ibu.Aku biarkan ibu istirahat dulu sebentar,aku berikan ibu obat penenang.Agar ibu,tidak merasakan sakit lagi di perut ibu."Ujar sang dokter,memberi saran terhadap Juli.


"Lakukan saja dok,selagi aku dan anakku tidak apa-apa."Balas Juli,dia pasrah dengan keadaannya sekarang.


Juli hanya bisa percaya dengan ucapan dokter,dia berharap dirinya dan anaknya tidak kenapa-kenapa.Dia ingin anaknya selamat,apalagi ini anak pertamanya bersama Nicholas.Dia ingin memberikan keluarga Nicholas kebahagiaan,dengan kehadiran anak yang di dalam kandungannya.Bahkan mereka begitu senang,disaat mereka tau anak di dalam kandungannya seorang laki-laki.


Dokter langsung memberikan penenang terhadap Juli,dia mulai melihat Juli yang sudah siap dengan operasi yang akan di lakukannya.Dokter melihat Juli yang mulai menutup matanya,dia langsung menyuruh suster agar keluarganya segera mengurus administrasi Juli.Dokter juga menyuruh mereka untuk membawa Juli ke ruang operasi,dia berharap operasinya berjalan lancar.


Mereka melakukan operasi sudah tiga jam,bayi sudah di keluarkan dari perut Juli.Suster membersihkan darah yang ada pada tubuh bayi,setelah tubuh bayi bersih dari darah.Suster bergegas memasukkan bayi dalam inkubator bayi,agar kondisi pada tubuh bayi hangat.Mereka segera menyelesaikan sisa operasi,apalagi waktu mereka tidak banyak.


"Suster,bawa saja bayinya ke ruang Nicu."Perintah dokter,agar dia bisa fokus menjalankan operasinya.


"Baik dok."Balas suster,dia langsung membawa bayi keluar dari ruang operasi.


Sedangkan di luar,keluarga Nicholas begitu senang melihat bayi laki-laki yang di lahiran Juli.Mereka melihat bayinya yang begitu gemas,Zoya mengikuti suster dia begitu ingin melihat keponakannya yang lucu.Ibu Nicholas dan ayahnya Nicholas,dia menunggu di ruang operasi menunggu operasi Juli selesai.

__ADS_1


...****************...


Juli sudah berada di dalam ruang rawat,dia masih tidak sadarkan diri.Apalagi operasinya berjalan lancar,keluarga Nicholas senang akhirnya operasinya berjalan lancar.Bahkan Juli dan anaknya selamat,membuat mereka bisa bernafas lega.


"Zoya kakak kamu belum membalas pesannya?"Tanya Ibunya,dia sekarang menunggu kabar anaknya.


"Belum bu,mungkin kakak belum pulang.Lagian ini belum jam pulang bu,kakak pasti masih bekerja."Balas Zoya,dia melihat ponselnya yang memang belum mendapat kabar dari kakaknya itu.


"Lagian,bisa-bisanya dia tidak membawa ponselnya.Padahal dia tau,sekarang istrinya sedang hamil."Gerutu sang ibu,karena kesal dengan anaknya.


"Mungkin kakak bukan sengaja,bisa saja dia lupa.Ibu kayak tidak tau saja sifat kak Nicholas seperti apa."Balas Zoya,karena dia sudah tidak heran dengan sikap kakaknya yang pelupa.


"Sudah-sudah,lebih baik sana kalian pergi ke kantin.Biar aku tunggu Juli di sini,nanti kita gantian.Lagi pula,kalian dari pagi belum makan sama sekali."Perintah ayah Nicholas,dia mengkhawatirkan kondisi istri dan putrinya.


"Yasudah,kami pergi ke kantin.Lagipula,aku sangat lapar."Ucap ibu Nicholas,merasa perutnya sangat lapar.


"Kakak kamu keterlaluan,bisa-bisanya dia belum membalas pesan kamu."Protes sang ibu,dia begitu kesal dengan Nicholas.


"Sudahlah bu,nanti juga kak Nicholas membalas pesanku.Lagipula dia di sana kerja,bukan main tidak jelas bu."Balas Zoya,mencoba menenangkan ibunya.


"Tetap saja ibu begitu kesal,harusnya dia memprioritaskan istrinya yang sedang hamil dan bukan memilih pekerjaannya yang tidak seberapa ini."Keluh ibu Nicholas,dia begitu tidak suka dengan anaknya yang gila kerja seperti suaminya.


"Namanya juga proyek penting kali bu,otomatis kak Nicholas harus bertanggung jawab atas proyeknya ini.Kata kak Juli juga,proyeknya begitu penting.Jika kak Juli tidak hamil,pasti kak Juli juga ikut bersama kak Nicholas."Ucap Clara,agar ibunya berhenti protes.


"Sudahlah,lagian sudah terjadi.Nanti ibu harus beri pelajaran terhadap kakak kamu ini."Ujar sang ibu,sambil menghabiskan makanannya.

__ADS_1


"Bu,kita lihat anak kak Juli yuk.Aku begitu gemas dengannya,aku ingin segera menggendongnya."Ajak Zoya,dia mengingat bayi Juli yang di lihatnya.


"Baiklah,mari kita kesana.Ibu juga belum melihat bayi mungil itu,ibu tidak sabar ingin menggendong cucu ibu."Balas Ibu Nicholas,dia menyetujui ucapan Zoya.


Mereka langsung bergegas pergi ke ruang Nicu,mereka berjalan dengan cepat.Karena ingin melihat bayi Juli,mereka melihat dari kejauhan.


"Tidak bisakah kita masuk ke dalam."Ucap Zoya,begitu ingin melihatnya dari dekat.


"Tidak bisa,nanti juga ada waktunya kita melihatnya dari dekat."Balas ibu Nicholas,dia melihat cucunya dari kejauhan.


"Membosankan,aku tidak bisa menggendongnya."Protes Zoya,dia melihat keponakannya dari jauh.


"Sudahlah,ayo kita ke ruangan Juli.Ibu takut ayah kamu kelaparan."Ucap sang ibu,karena suaminya belum makan apa-apa.


"Yasudah,ayo."Balas Zoya,dia berjalan duluan.


Mereka langsung pergi meninggalkan ruang Nicu dan kembali ke ruangan Juli.Setelah sampai di ruangan Juli,mereka langsung duduk di sofa.


"Sana,kamu makan dulu."Ucap Ibu Nicholas,dia menyuruh suaminya untuk makan.


"Kalian lama sekali."Protes ayah Nicholas,menunggu istri dan anaknya begitu lama.


"Kami sudah melihat bayinya Juli,yasudah sana kamu pergi makan dulu."Balas sang istri.


"Yasudah,aku makan dulu."Ucap ayah Nicholas,dia langsung beranjak dari duduknya.

__ADS_1


"Iya sana."Balas sang istri,dia fokus pada ponselnya.


Ayah Nicholas langsung pergi meninggalkan ruangan Juli,dia benar-benar sudah sangat lapar.Ayah Nicholas meninggalkan istri dan anaknya di ruangan Juli,dia langsung bergegas dengan cepat menuju kantin merasakan perutnya yang begitu lapar.


__ADS_2