
"Kamu yakin ingin membawa aku dan anak kamu bekerja?"Tanya Juli sekali lagi,karena Nicholas menunggu dia merias dirinya.
"Aku yakin,lagi pula begitu membosankan di kantor."Balas Nicholas,menatap istrinya yang sedang merias diri.
"Kemarin aku di suruh berhenti,sekarang aku malah di suruh menemani kamu di kantor.Aku tidak habis pikir dengan kamu,begitu seenaknya memutuskan sesuai keinginan kamu."Ucap Juli,dia terus terang di hadapan Nicholas.
"Maaf,jika aku membingungkan kamu."Ujar Nicholas,merasa bersalah terhadap Juli.
"Tidak perlu minta maaf,lagi pula tidak ada gunanya sama sekali.Aku sudah siap,sini berikan baby Ken terhadapku."Perintah Juli,agar baby Ken di gendongnya.
Nicholas menyerahkan baby Ken terhadap Juli,dia paham istrinya pasti kesal dengan tindakannya.Namun mau bagaimana lagi,dia tidak ingin di ganggu Clara sama sekali.
Mereka langsung turun ke bawah dan berjalan ke arah meja makan,setelah itu mereka sarapan dengan keheningan.Mereka tidak perlu bicara sama sekali,lagi pula tidak ada topik pembicaraan yang baik.Setelah selesai,mereka langsung pergi meninggalkan rumahnya dan berangkat menuju kantor Nicholas.
Selama di perjalanan,tidak ada yang membuka suara sama sekali.Mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing,sampai mereka tiba di parkiran kantor.
"Sini sayang,baby Ken berikan kepada ku."Ucap Nicholas,melihat ke arah Juli.
"Tidak usah,nanti pakaian kamu tidak rapi.Biar aku saja yang menggendong baby Ken."Tolak Juli,merasa baby Ken harus bersama dirinya.
"Kamu yakin?"Tanya Nicholas,menatap Juli.
"Cepat turun,tidak usah banyak tanya."Jawab Juli,agar mereka masuk ke dalam kantor.
"Yasudah,biar aku bawa tas kamu."Ucap Nicholas,dia langsung membawa tas Juli dan turun dari mobil.
Mereka langsung masuk ke dalam kantor dan berjalan menuju lift untuk ke ruangan Nicholas.Sesampainya di ruangan Nicholas,Juli masuk ke kamar yang ada di ruangan Nicholas dan dia menidurkan baby Ken di ranjang.
Sedangkan Nicholas,dia fokus ke pekerjaannya.Dia dengan bersemangat mengerjakan berkas-berkasnya,agar dia bisa pulang dengan cepat bersama istri dan anaknya.
...****************...
__ADS_1
waktu berjalan dengan cepat,hingga jam istirahat telah tiba.Juli yang mengetahui jam istirahat kantor telah tiba,dia membawa baby Ken turun ke kantin.Dia sudah lama tidak bertemu dengan rekan-rekan yang lain,selagi ada kesempatan untuk bertemu dengan mereka.
"Wah,tampan sekali anak pak bos."Ucap Yunita,melihat anak Juli.
"Anak aku lah,masa anak Nicholas.Aku yang melahirkan kok,kenapa jadi anak dia."Protes Juli cemberut.
"Haha,jika tidak ada Nicholas kamu mana mungkin punya baby tampan seperti ini."Ledek Yunita, agar Juli tambah cemberut.
"Terserah kamu sajalah."Ucap Juli,dia merasa kesal mendengar ucapan Yunita.
"Gimana Sasa? Dia sudah hamil belum?"Tanya Yunita,dia penasaran dengan kehidupan Sasa saat ini.
"Belum,dia juga ingin cepat-cepat hamil."Jawab Juli,menceritakan keinginan sahabatnya itu.
"Wah,kurang tokcer kayaknya si Niko."Celoteh Yunita,sambil tertawa.
"Hus,ngaco kamu.Kamu gimana dengan pacar kamu?"Tanya Juli,dia penasaran dengan hubungan Yunita.
"Sabar,sabar.Biaya pernikahan begitu besar,coba tanyakan dulu terhadapnya.Apakah dia sudah menabung untuk pernikahan kalian,jika belum dari sekarang kamu berusaha mengumpulkan uang pernikahannya."Ujar Juli,agar Yunita tidak sedih.
"Kamu benar,coba nanti aku bertanya terhadap dia."Ucap Yunita,dia merasa setuju dengan ucapan Juli.
"Ngomong-ngomong,siapa wanita yang mengobrol dengan pacar kamu sekarang.Mereka begitu akrab,apalagi aku baru melihat wanita itu di kantor ini."Ujar Juli,tidak sengaja melihat pacar Yunita berbicara dengan seorang wanita.
"Dia sepupunya,dua minggu kemarin baru masuk ke kantor ini.Bahkan,aku kesal melihatnya.Masa dia menempel terus terhadap pacarku,bahkan dia selalu ingin pulang bersama kami.Kamu tau Jul,setelah menumpang dengan kami.Dia merengek ingin duduk di depan dan aku harus duduk di belakang,bahkan dia tidak membelaku sama sekali.Dia malah menyuruh aku duduk di belakang dan sepupunya malah di depan."Cerita yunita,merasa kesal dengan mereka berdua.
"Kamu yakin sepupunya? Bukan aku ingin membuat kamu sedih,coba setelah pacar kamu tidur.Kamu buka ponselnya dan lihat isi pesan mereka,aku curiga dia bukan sepupunya sama sekali."Ucap Juli,karena melihat keakraban mereka tidak seperti biasanya.
"Kamu benar,aku harus memeriksa ponselnya."Balas Yunita,dia setuju dengan ucapan Juli.
"Gimana kalau sekarang saja,kamu pura-pura pinjam ponselnya.Aku yakin sekarang dia tidak ada persiapan sama sekali,kamu langsung ambil saja ponselnya."Usul Juli,agar Yunita tidak penasaran lagi.
__ADS_1
Yunita menerima saran dari Juli,dia bangun dari duduknya dan melangkah ke arah pacarnya.Yunita langsung mengambil ponsel pacarnya dari saku kemejanya,dia langsung berjalan ke arah Juli.
Juli melihat wajah kaget dari mereka,ketika Yunita menghampiri mereka.Juli sudah menduganya,dia bukan sepupu pacar Yunita.
"Bagaimana?"Tanya Juli,menatap ke arah Yunita.
"Aku bilang,kamu minjam ponsel untuk menghubungi bos.Agar dia tidak curiga terhadapku,nih aku kasih ponselnya."Ucap Yunita,menyerahkan ponsel milik pacarnya.
Juli menerimanya,dia membuka isi chat yang ada di ponsel pacar Yunita.Benar saja dugaannya,dia langsung memberikan ponsel terhadap Yunita.
"Nih,kamu foto buktinya.Agar dia tidak bisa mengelak lagi,kalau tidak sekarang saja kamu labrak wanita itu.Jika masalah ini besar,aku yang akan mengurusnya."Ucap Juli,karena dia tidak suka perselingkuhan.
"Ok,aku sekarang ke sana."Ujar Yunita,dia bangun dari duduknya dengan perasaan amarah.
Yunita langsung beranjak dari duduknya,dia langsung menampar wanita yang ada di hadapan pacarnya.
"Wanita pelakor,aku tidak percaya.Kalian bermain di belakangku,aku selalu mengalah terhadap kamu.Tapi apa,kamu malah menusuk aku dari belakang.Aku kira,kalian benar sepupu tapi malah sepasang kekasih yang mempermainkan aku."Ucap Yunita,dia langsung menjambak rambut cewe yang di kira sepupu pacarnya.
"Lepaskan dia Yunita,dia tidak salah.Aku yang salah."Ujar pacar Yunita.
"Diam kamu!"Bentak Yunita,dia menjambak dan menampar wanita yang ada di depannya.
"Ayo Yunita,hajar saja selingkuhannya.Aku tidak suka yang namanya perselingkuhan."Ucap Juli,dia mendukung Yunita terang-terangan.
Semua orang mendukung aksi Yunita,membuat pacarnya tidak bisa berbuat apa-apa.Mereka malah mencaci maki pacar Yunita,karena sudah berani berselingkuh dari wanita.
Setelah Yunita puas,dia langsung mengarah pada pacarnya.Dia merasa amarahnya memuncak,dia melihat pacar Yunita yang takut dengan Yunita.
"Apa yang mau kamu jelaskan,aku sudah membaca semua isi pesan kalian.Ingat,aku akan melaporkannya pada ibu kamu.Betapa tidak terhormatnya kelakuan anaknya,aku tidak percaya kamu berani berselingkuh dariku.Kamu pulang tidak usah pulang ke rumahku,aku muak melihat kamu dan mobil aku bawa karena ini memang milikku."Ucap Yunita,dia langsung mengambil kunci yang menggantung di celana pacarnya.
Mereka langsung bubar,karena jam istirahat habis.Sedangkan pacar Yunita dan selingkuhannya langsung di panggil ke bagian atas,karena sudah membuat keributan di kantin.
__ADS_1