Terjerat Bos

Terjerat Bos
episode 30


__ADS_3

Mereka sampai pada sore hari di bandara,kemudian Nicholas dan Juli langsung pergi ke parkiran.Mereka memasukkan koper ke bagasi lalu mereka masuk ke dalam mobil.


Nicholas dan Juli pergi meninggalkan bandara lalu pergi ke apartemen,sedangkan keluarga Nicholas mereka semua pergi ke rumahnya.


Sesampainya di apartemen,Nicholas membawa barang mereka lalu masuk ke dalam apartemen.


"Rasanya tubuhku sangat lelah,aku ingin beristirahat."Ucap Juli sambil melihat Nicholas di sampingnya.


"Ya sudah Sayang,kamu istirahat saja."Balas Nicholas yang melihat Juli sedang melihat dirinya.


"Baiklah,tapi aku mau pergi mandi dulu.Rasanya Badanku terasa lengket."Ujar Juli yang merasa badannya tidak enak.


Juli pergi ke kamar mandi dan langsung mengisi air di bak mandi lalu berendam,Juli mencium aroma wangi dari tubuhnya dan kemudian dia beranjak dari bak mandi lalu langsung mandi.


Setelah selesai mandi,dia memilih gaun tidur yang akan dia pakai.Juli berjalan ke arah ranjang dan memakai body losion di tubuhnya.


Nicholas melihat Juli yang sedang memakai body losion di ranjangnya dengan posisi yang menurutnya sangat seksi,Nicholas menghampiri Juli lalu duduk di hadapan Juli.


Juli melihat Nicholas yang duduk di hadapannya dan Nicholas begitu lekat menatapnya.Juli tidak menghiraukan Nicholas sama sekali,dia fokus mengoleskan body losion pada tubuhnya.


"Wangi sekali si sayang."Ucapnya yang semakin mendekat pada Juli.


"Benarkah?"tanya Juli yang masih fokus dengan body losion nya.


"Sayang kamu begitu seksi,saat ini."Balas Nicholas yang melihat dada Juli yang menyembul dan posisi Kaki yang menarik perhatiannya.


"Sana kamu mandi."Perintah Juli yang merasa lelah dan tidak ingin menghiraukan Nicholas sama sekali.


Juli menyimpan body losion nya lalu berbaring meluruskan ke dua kaki nya dan dia tidak menghiraukan Nicholas sama sekali.


Nicholas melihat setiap gerakan yang dilakukan Juli dan menatap Juli dengan intens,dia pun pergi meninggalkan Juli lalu masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah Nicholas selesai mandi,Nicholas menghampiri Juli yang sedang tidur di kasurnya.Nicholas berbaring di ranjang dan mengikuti Juli lalu memejamkan matanya dan langsung tidur.


...****************...


waktu cepat berlalu dan sinar matahari masuk ke dalam apartemen Nicholas,Juli bangun lalu membangunkan Nicholas.


Mereka langsung bersiap-siap untuk pergi ke perusahaan Nicholas,karena sudah waktunya mereka kerja kembali.


Sedangkan di sisi lain,Berlin sudah keluar dari kantor polisi.Berlin di keluarkan oleh keluarganya,karena mereka tidak tega anaknya masih di tahan di kantor polisi.


"Terima Kasih,ayah sudah mengeluarkan Aku dari sana."Ucap Berlin yang senang dirinya tidak di tahan lagi di kantor polisi.


"ini untuk yang terakhir,jaga sikap kamu selama di luar dan ayah tidak akan mengeluarkan kamu lagi."Ujar sang ayah yang memperingati putrinya.


"Ayah aku ingin menikah dengan Nicholas,Nicholas harus jadi suamiku."Rengek Berlin yang manja terhadap ayahnya.


"Kamu jangan memaksanya,dia tidak mencintai kamu Berlin.Jaga sikap kamu,di luar sana masih banyak laki-laki yang menyukai kamu."Peringat sang ayah yang merasa kasihan dengan putrinya.


Berlin merasa kesal dengan ucapan sang ayah,tapi dia memilih diam dan tidak ingin mengecewakan ayahnya.Berlin akan berusaha untuk mendapatkan Nicholas,agar Nicholas menjadi miliknya.


"Ayah mau membawaku ke mana? ini bukan arah jalan pulang."Tanya Berlin yang sekarang bingung dia akan di bawa pergi kemana oleh ayahnya.


"kamu cukup diam saja,nanti kamu juga tahu kamu akan dibawa pergi ke mana."Balas sang ayah agar anaknya diam dan tidak mengganggu dia yang fokus menyetir.


Berlin mengikuti apa yang dikatakan ayahnya dan memilih diam lalu melihat ke arah jalanan,Berlin Seperti hapal dengan jalanan yang dia lewati dan sekarang tau bahwa ayahnya membawa di pergi ke makam ibunya.


Mereka sampai di pemakaman umum,kemudian mereka menghampiri Batu Nisan yang tertulis nama ibunya Berlin.Berlin menatap ayahnya yang sedih,saat melihat batu nisan ibunya.


"Kamu harus ingat,jika ibu kamu meninggal gara-gara menyelamatkan kamu."Ucap sang ayah yang teringat dengan kejadian masa lalunya.


"Aku selalu mengingatnya ayah,bahkan sampai saat ini ibu masih ada di dalam hatiku."Balas Berlin yang mengingat di mana dia,di selamatkan oleh sang ibu saat akan tertabrak mobil di jalanan.

__ADS_1


"Hidup kamu sangat berarti bagi ibu kamu,harusnya kamu mengerti itu."Ujar sang ayah,agar anaknya tidak menyia-nyiakan Hidupnya.


"Aku punya tujuan dalam hidupku,Aku ingin mengejar kebahagiaanku."Ucap Berlin yang menurutnya kebahagiaan dia ada pada Nicholas.


"Jangan terlalu terobsesi dengan Nicholas,Nicholas memiliki tujuan dalam hidupnya dan tujuan hidupnya itu bukan kamu."Ujar sang ayah yang tidak ingin hidup anaknya sia-sia seperti ini.


"Ayah tidak usah mengkhawatirkan aku."Perintah Berlin,karena dia tidak ingin ayahnya ikut campur dalam hidupnya.


"Yasudah,ayo kita pergi."Ajak ayahnya yang berjalan untuk meninggalkan makam istrinya.


Sedangkan di kantor Nicholas,Juli sedang mengobrol dengan Sasa di perusahaan.Juli tidak menyangka,jika Sasa di lamar oleh Niko.


"Wah,selamat ya Sa.Akhirnya kamu dilamar,aku bahagia saat mendengarnya.Semoga kamu bahagia dengan Niko."Ucap Juli yang memberikan selamat terhadap Sasa.


"Iya,terima kasih Jul.Aku juga tidak menyangka,jika Niko serius dengan aku.Aku sangat senang saat Niko melamar aku."Balas Sasa yang tersenyum bahagia mengingat Niko melamarnya.


"Iya deh yang sekarang bahagia."Ucap Juli yang memeluk sahabatnya.


"Oh iya Jul,terus wanita yang bernama Berlin bagaimana?"Tanya Sasa yang penasaran dengan Berlin.


"kemarin menurut adiknya Nicholas,dia masuk kantor polisi akibat membuat onar di hotel."Balas Juli yang senang dengan Berlin yang masuk kantor polisi.


"Aku dengar dari karyawan,dia juga berantem tuh sama Yunita.Aku tidak menyangka Yunita seberani itu terhadap Berlin,padahal Yunita kelihatan orangnya pemalu."Cerita Sasa yang menilai diri Yunita menurut dirinya.


"Iya juga sih ya."Balas Juli yang memikirkan Yunita.


"Yunita."Panggil Sasa saat melihat Yunita yang lewat.


Yunita yang merasa terpanggil langsung menghampiri Sasa dan Juli,Yunita heran dengan keberadaan Juli di lantai mereka.


"Ada apa?"Tanya Yunia yang menghampiri mereka.


"Kemarin saat di hotel,kamu berantem sama si Berlin?"Tanya Sasa ke Yunita,karena penasaran.


"Kamu benar,aku sangat muak melihat dia yang membuat onar di hotel kemarin."Balas Yunita yang kesal dengan Berlin.


"Benar aku ditampar dia,tapi aku juga membalas dia.Bahkan aku menarik rambut dan mendorong dia."Cerita Yunita yang membuat Juli senyum.


"Hahaha,aku sangat puas mendengarnya."Balas Sasa tersenyum mendengar cerita Yunita.


"Aku kira kamu pemalu,eh taunya kamu juga melawan saat ditindas orang seperti Berlin."Ucap Juli yang menatap Yunita.


"Ayo kerja,kalian malah ngajak aku ngerumpi."Protes Yunita yang di ajak ngerumpi oleh Sasa dan Juli.


"Aku harus balik ke ruanganku,kerjaan aku masih banyak."Keluh Juli yang merasa lelah dengan pekerjaannya.


"Semangat Jul."Ucap Sasa dan Yunita barengan.


"Iya aku harus Semangat."Balasnya menyemangati dirinya sendiri.


Juli meninggalkan mereka dan bergegas masuk ke dalam lift lalu Juli melangkah keluar dari lift dan masuk ke dalam ruangan,dia melihat Nicholas yang bergelut dengan setumpuk berkas di depannya.


Nicholas melihat Juli masuk,namun dia tetap fokus dengan pekerjaannya saat ini.Dia sedang mengejar urusannya,agar bisa menikah dengan Juli.


Sedangkan Juli duduk di mejanya lalu dia melihat Nicholas yang tidak menyapanya sama sekali,malah sibuk mengerjakan setumpuk berkas di hadapannya.


"kamu sangat sibuk,melihat kedatangan aku aja tidak menyapa aku sama sekali."Cemberut Juli karena Nicholas mendiamkannya.


"Maaf ya pekerjaanku sekarang lagi banyak,Aku lagi mengejarnya ini sayang."Balas Nicholas,agar Juli mengerti dengan pekerjaannya yang menumpuk.


"Sini aku bantu,agar pekerjaanmu cepat selesai sayang."Ucap Juli yang ingin membantu pekerjaan Nicholas.


"Tidak usah sayang,kamu kerjakan tugasmu saja.Nanti kamu malah pusing,karena membantu pekerjaan aku yang sangat banyak ini."Balas Nicholas yang tidak ingin Juli lelah.

__ADS_1


Ketika Juli merasa bosan,tiba-tiba interkom miliknya bunyi.Juli langsung menerimanya,karena takut ada pekerjaan tambahan.


"Mbak,ini ada yang mencari kamu di bagian resepsionis."Ucap resepsionis kantor.


"Siapa?"tanya Juli yang heran tumben ada yang mencarinya.


"Seorang wanita mbak,sepertinya dia yang kemarin di hotel berbuat onar."Balas resepsionis yang menatap Berlin.


"Tanya saja mau apa dia ke sini?"tanya Juli karena heran kenapa Berlin sudah keluar dari kantor polisi.


"Baik mbak,tunggu sebentar saya tanyakan dulu."Ucap resepsionis yang langsung menanyakan keperluannya kepada Berlin.


Juli menunggu jawaban dari resepsionis,Nicholas mendengar semuanya dan menatap Juli yang sangat santai menanggapi kehadiran Berlin.


"Hallo mbak."Panggil resepsionis


"Bagaimana?"tanya Juli yang penasaran.


"Dia hanya ingin bertemu dengan Mbak,ada keperluan penting yang ingin dia bicarakan terhadap Mbak."Balas resepsionis yang menjelaskan keperluan Berlin mencari Juli.


"Baik,suruh dia tunggu saja.Aku segera turun untuk menemuinya ke bawah."Ucap Juli,agar Berlin menunggu dirinya di bawah.


"Baik mbak."Ujar resepsionis.


Juli memutuskan sambungan interkom,Nicholas melihat ke arah Juli.Juli berdiri dari duduknya lalu merapihkan pakaiannya.


"Sayang jangan temui dia."Larang Nicholas,karena takut Juli kenapa-kenapa.


"Kamu tidak usah takut sayang,aku bisa melawan Berlin.Kamu tunggu saja aku disini."Balas Juli yang tersenyum melihat Nicholas.


"Aku akan ikut bersamamu,aku takut kamu kenapa-kenapa.karena dia sangat berbahaya sayang."Ujar Nicholas yang khawatir dengan kekasihnya.


"Yasudah,Jika kamu mau ikut.Ayo segera kita turun temui Berlin."Ajak Juli menatap Nicholas dengan tersenyum.


Nicholas dan Juli turun ke lantai bawah,Nicholas merasa cemas Dengan hadirnya Berlin.Juli memegang tangan Nicholas,agar Nicholas tidak cemas dengan kehadiran Berlin sekarang yang datang ke perusahaan miliknya.


Mereka sekarang berhadapan dengan Berlin,Berlin menatap Nicholas dan Juli yang sekarang berada di hadapannya.


"Ada apa kamu mencari ku?"tanya Juli yang menatap Berlin dengan intens.


"Aku ingin berbicara denganmu berdua tanpa Nicholas."Balas Berlin yang hanya ingin berbicara berdua dengan Juli.


"Baiklah Ayo kita duduk di sofa."Ajak Juli agar Berlin duduk di sofa bersamanya.


"Sayang kamu tunggu di sini saja,aku akan berbicara dengan Berlin berdua."Ucap Juli yang menatap Nicholas dengan tersenyum,agar Nicholas mengerti dengan ucapannya.


"Baiklah."Balas Nicholas dengan pasrah mengikuti kemauan Juli.


Juli menghampiri Berlin yang sudah duduk di sofa perusahaan,Berlin menatap Juli dengan lekat.


"Apa yang ingin kamu bicarakan denganku?"tanya Juli sambil menatap Berlin.


"Tolong tinggalkan Nicholas,karena aku ingin bersama dengan Nicholas."Pinta Berlin agar Juli meninggalkan Nicholas.


"Kenapa aku harus meninggalkan Nicholas,jelas-jelas Nicholas adalah Kekasihku."Balas Juli yang heran dengan ucapan Berlin.


"Aku mencintai Nicholas,aku sahabat dia dari kecil.Bahkan hanya aku wanita yang pantas yang berada di sisinya."Ucap Berlin dengan yakin,karena dirinya Memang Pantas bersama Nicholas.


Juli tersenyum dengan kecut,karena ucapan Berlin terhadap dirinya untuk meninggalkan Nicholas.Dia melihat Berlin dengan tatapan tidak suka,karena Nicholas sekarang adalah kekasihnya.


"Silahkan Anda pergi dari perusahaan ini,aku saat ini sedang bekerja.Bahkan aku tidak mau membahas masalah pribadi,saat aku masih berada di jam kerja."Perintah Juli yang menatap Berlin dengan sinis.


"Baiklah Maaf sudah mengganggumu."Balas Berlin dengan pasrah,Karena dia tidak ingin masuk ke dalam kantor polisi lagi.

__ADS_1


Berlin beranjak dari duduknya dan meninggalkan perusahaan,Sedangkan Juli menatap kepergian Berlin dengan heran.


Juli merasa heran,karena Berlin menuruti perkataannya dan memendam rasa amarahnya hingga dia tidak membuat onar di perusahaan Nicholas.


__ADS_2