
Cinta memang bukan segalanya,dalam aspek pernikahan pondasi paling kuat adalah kejujuran.Namun hanya segelintir orang yang bisa menikah dengan rasa cinta,sisanya hanya karena rasa tanggung jawab,perjodohan,komitmen dan hal lain yang terpaksa harus berujung dengan pernikahan.
Sedangkan Juli,dia termasuk orang yang menikah karena cinta.Meski pernikahannya,bukan pernikahan impian dirinya.Juli merasa bersyukur,karena menikah dengan orang yang dia cintai.
Nicholas melihat pesan masuk ke ponselnya,dia melihat pesan dari Berlin dan membuka pesannya.
Berlin : Jangan acuhkan aku.
Berlin : Aku merindukan kamu.
Berlin : Aku ingin bicara baik-baik dengan kamu.
Berlin : Kamu tidak ingin Juli terluka bukan?
Berlin : Maka kamu harus temui aku.
Berlin : Aku bisa melenyapkan Juli dari kehidupan kamu.
Setelah menerima pesan itu Nicholas merasa takut,rasa trauma yang dulu muncul kembali.Sekujur tubuhnya gemetar,dia melemparkan ponselnya begitu saja.Dia takut kehilangan Juli,dia meremas rambutnya dengan kencang.
Juli kaget,saat Nicholas melempar ponselnya.Dia melihat tubuh Nicholas yang bergetar,dia langsung berlari dengan panik dan memeluk Nicholas.Juli tidak tau,sebenarnya apa yang terjadi dengan suaminya ini.
"Sayang kamu kenapa?"Panik Juli,baru pertama kali melihat Nicholas seperti ini.
"Ayo,kita pergi dari negara ini."Pinta Nicholas,karena dia tidak ingin Juli di celakai Berlin.
"Sebenarnya apa yang terjadi?"Tanya Juli panik,tidak seperti biasanya Nicholas seperti ini.
"Aku takut,jika Berlin menghilangkan kamu dari kehidupanku."Balas Nicholas,tubuhnya semakin bergetar saat membicarakan Berlin.
"Kamu tenang sayang,tarik nafas dan buang nafas.Kamu harus tenang,hilangkan rasa trauma kamu.Aku ingin kamu baik-baik saja,ingat aku selalu ada bersama kamu."Ucap Juli,agar suaminya ini tenang.
__ADS_1
Nicholas mendengarkan apa yang di katakan Juli,dia menggenggam tangan Juli.Bagaimanapun,dia harus menghilangkan ketakutannya.Dia tidak boleh lemah,dirinya harus melindungi Juli,hanya Juli satu-satunya wanita yang dia cintai.Dia merasa tenang,mengikuti apa perkataan Juli.Bersyukur dirinya,memiliki Juli di hidupnya.
Juli merasa tidak tega,melihat suaminya begitu ketakutan.Ini semua gara-gara Berlin,kehidupan suaminya jadi berantakan seperti ini.Sekarang,hanya dia satu-satunya wanita yang harus membawa suaminya keluar dari lubang kehidupannya yang gelap.
"Terima kasih sayang,karena kamu begitu sabar denganku."Ucap Nicholas bersyukur,memiliki Juli di hidupnya.
"Kamu tidak usah takut apapun sayang,aku selalu bersama kamu.Jika Berlin mencelakai aku,akan aku pastikan Berlin mendapatkan balasannya sayang."Balas Juli,karena dia bertekad membawa Nicholas dari lubang hitam kehidupannya.
"Iya sayang,aku percaya dengan ucapan kamu.Terima kasih,karena kamu mau menerima kekuranganku yang seperti ini."Ujar Nicholas,merasa iba dengan Juli yang menikah dengan dirinya.
"Kamu jangan berfikir yang aneh-aneh,justru aku beruntung di miliki kamu.Bahkan semua keluarga kamu,begitu sayang terhadap aku.Aku merasakan lagi,apa yang namanya kehangatan sebuah keluarga."Ucap Juli tulus,karena dia benar-benar bersyukur di sayangi keluarga Nicholas.
"Karena kamu memang pantas untuk di cintai dan di sayangi sayang."Balas Nicholas,karena tau perasaan Juli.
Nicholas tau,jika Juli di tinggalkan orang tuanya saat kecelakaan.Namun Nicholas akan selalu berada di samping Juli,meskipun dirinya memiliki rasa trauma dalam hidupnya.Apapun itu,keluarganya akan melindungi dan mencintai Juli sepenuhnya.
"Mau pulang?"Tanya Juli,karena dia khawatir dengan kondisi suaminya.
"Sebentar sayang,aku save dulu file yang sudah aku kerjakan."Ujar Juli,bergegas ke mejanya.
Setelah selesai,dia langsung membereskan barangnya.Juli langsung menghampiri suaminya,dia menyimpan file yang sudah di kerjakan Nicholas.Juli langsung memapah Nicholas pelan-pelan,dirinya melihat wajah suaminya yang pucat.
Juli merasa dirinya begitu kasihan,melihat suaminya yang begitu pucat.Dia merasa kesal dengan tindakan Berlin,menurutnya Berlin sudah kelewat batas.Rasanya dia ingin membawa Berlin ke kantor polisi,karena tindakannya yang kelewat batas.
Sesampainya di parkiran,Juli memapah Nicholas di kursi penumpang.Dia tidak ingin Nicholas yang menyetir,takut terjadi apa-apa di jalan.Apalagi,melihat kondisi Nicholas yang begitu memprihatinkan.Merekapun langsung meninggalkan perusahaan dengan Juli yang menyetir mobil Nicholas.
"Maafkan aku sayang,jadinya kamu harus menyetir."Ucap Nicholas meminta maaf,karena merasa bersalah pada Juli.
"Kamu tidak usah meminta maaf,mana tega aku membiarkan kamu menyetir dalam kondisi kamu yang seperti ini."Balas Juli fokus,melihat jalanan.
"Kita,pindah negara aja yu sayang?"Ajak Nicholas,karena pikirannya sudah benar-benar buntu.
__ADS_1
"Tidak usah,kamu ganti nomor ponsel saja."Perintah Juli,agar Berlin tidak menghubungi Nicholas lagi.
"Baiklah."Jawab Nicholas pasrah,menuruti apa perkataan Juli.
Juli sudah kesal dengan tindakan Berlin,biarkan saja suaminya ini mengganti nomor.Juli berharap,setelah mengganti nomor,Berlin tidak mengganggu mereka lagi.Rasanya Juli,jadi ingin menyingkirkan Berlin dari kehidupan mereka.Namun sayangnya,dia bukan wanita jahat yang seperti itu.
"Ayo turun."Ajak Juli,karena mereka sudah sampai di parkiran rumah.
"Iya sayang."Jawab Nicholas turun dari mobil.
Juli segera menghampiri Nicholas,dia memapah Nicholas dengan hati-hati.Dia takut Nicholas terjatuh,apalagi melihat mukanya yang sangat pucat seperti itu.
"Kamu mau makan sayang?"tanya Juli khawatir,melihat wajah Nicholas semakin pucat.
"Tidak usah sayang,aku hanya ingin beristirahat saja."Jawab Nicholas,merasa kepalanya sangat pusing.
Mereka masuk ke dalam kamar,Juli langsung membaringkan Nicholas di ranjang.Juli dengan telaten,membuka sepatu dan kaos kaki yang di pakai Nicholas.Juli langsung mencari kaos dan celana pendek,agar Nicholas merasa nyaman.
"Sayang bangun dulu,ganti dulu pakaiannya."Perintah Juli,karena merasa sesak melihat Nicholas memakai setelan kerja.
"Iya sayang."Balas Nicholas lemah,karena benar-benar pusing.
Juli membantu Nicholas mengganti pakaiannya,setelah selesai mengganti pakaian.Nicholas kembali berbaring,karena rasa pusing di kepalanya yang begitu kuat.Juli memeluk Nicholas,agar Nicholas tenang.
Nicholas merasa nyaman,mendapatkan pelukan Juli.Dia merasa tenang,karena hadirnya Juli di sampingnya.Nicholas mulai memejamkan matanya,karena rasa pusing dan kantuk yang dia alaminya,hingga Nicholas pun tidur.
Juli melihat Nicholas yang sudah tidur,karena di peluk olehnya.Dia tidak tau harus berbuat apa,dia merasa Nicholas butuh psikiater agar dirinya tenang.Bukan berarti Juli menganggap Nicholas gila,tapi Juli ingin Nicholas benar-benar sehat melupakan rasa traumanya.
"Aku cinta kamu sayang."Ucap Juli,mencium kening Nicholas penuh cinta.
Juli memilih ikut tidur,karena dirinya juga merasa lelah.Apalagi dirinya merasa kesepian,dia mencoba memejamkan matanya.Juli merasa kantuk sudah menyerangnya,hingga Juli tertidur sambil memeluk Nicholas yang sudah tidur.
__ADS_1