
Nicholas masih menunggu dokter memeriksa Juli,dia begitu mengkhawatirkan istrinya saat ini.Namun ponselnya,tiba-tiba berdering saat ini.Dia melihat layar ponselnya dan sang ibu menelepon dirinya.
"Hallo ada apa bu?"Jawab Nicholas,karena sang ibu menelepon.
"Kalian tidak kenapa-kenapa kan?"Tanyanya,karena merasa khawatir terhadap mereka.
"Kenapa ibu bertanya seperti itu."Ucap Nicholas,merasa heran dengan ibunya.
"Baby Ken terus menangis,aku khawatir kalian kenapa-kenapa."Kata sang ibu,menjelaskan keadaan cucunya yang tidak seperti biasanya.
Nicholas mengerti sekarang,baby Ken dan Juli mempunyai ikatan batin yang kuat.Dia merasakan ibunya yang sedang tidak baik-baik saja,dia tiba-tiba berkaca saat ini.Nicholas langsung menyerahkan ponselnya terhadap Zoya,agar Zoya yang melanjutkan pembicaraannya.
"Hallo Nicholas."Panggil sang ibu,karena Nicholas tidak menjawab kata-katanya.
"Hallo bu,kami tidak kenapa-kenapa.Ibu tenang saja,mungkin baby Ken merindukan kakak ipar dan ayahnya."Ucap Zoya,menjawab ibunya.
"Kalian pasti ada apa-apa,mana Juli? Ibu ingin berbicara dengan Juli."Perintahnya,menatap curiga terhadap anaknya.
"Kakak ipar sedang ke toilet,kami sedang jalan-jalan bu."Ucap Zoya,mengalihkan ucapannya.
"Yasudah,ibu matikan dulu.Nanti ibu telepon lagi."Balas sang ibu,karena baby Ken terus-terusan menangis.
Zoya menghela nafasnya dengan kasar,dia memberikan sambungan teleponnya terhadap Nicholas.Zoya langsung menyender,dia menunggu Rey datang menyusulnya.
Dokter ke luar,dia berbicara saat ini menggunakan bahasa inggris.Nicholas menjawabnya dan dia merasa lega sekarang.Nicholas langsung masuk ke dalam kamar rumah sakit,dia langsung duduk dan menggenggam istrinya.
"Maafkan aku sayang."Ucap Nicholas,dia merasa bersalah saat ini.
Zoya masuk dengan Rey ke dalam,dia melihat kakaknya yang sedih.Zoya langsung duduk di sofa bersama Rey,dia menunggu kakaknya selesai bersedih.
"Rey."Panggil Nicholas,dia menatap ke arah Rey dan Zoya.
"Iya bos."Jawab Rey,dia langsung menghampiri Nicholas.
__ADS_1
"Aku akan membawa istriku kembali,aku ingin kamu bertanggung jawab disini."Ucap Nicholas,dia akan pulang membawa istrinya.
"Baik bos,serahkan saja kepadaku.Aku akan menyelesaikan sisanya."Kata Rey,karena tidak tega melihat bosnya yang begitu cemas.
"Zoya kamu ikut kakak pulang."Perintah Nicholas,menatap adiknya.
"Tidak mau,aku ingin bersama kak Rey.Aku akan membantu kak Rey di sini."Ucap Zoya,menatap kakaknya dengan kekeuh.
"Terserah kamu,aku titip dia ya Rey.Jangan berbuat macam-macam terhadap adikku."Peringat Nicholas,menatap tajam ke arah mereka.
"Baik bos,aku akan menjaganya dengan baik."Ucap Rey dengan tegas.
"Baiklah,aku tenang jika seperti itu."Balas Nicholas,dia tidak ingin berdebat sama sekali.
Nicholas langsung mengurus semuanya,dia mengurus proses keluarnya Juli dari rumah sakit.Setelah proses selesai,mereka langsung di antarkan menuju bandara.
Setelah sampai bandara,Zoya menatap kepergian kakaknya.Dia merasa sedih melihat kakaknya yang sedih,setelah itu mereka kembali ke hotel.
...****************...
"Sayang,terimakasih.Karena kamu mau menemani aku di sini."Ucap Rey,menyelipkan anak rambut Zoya.
"Sama-sama kak,aku hanya ingin membantu pekerjaan kakak "Balas Zoya,dia tersenyum ke arah Rey.
"Kakak senang,karena begitu bisa dekat dengan kamu saat ini."Ucap Rey,mencubit hidung Zoya dengan gemas.
"Aku juga senang kak,bisa menemani kakak di sini."Balas Zoya,menatap wajah Rey yang sedang menatapnya.
"Kakak seperti bermimpi saat ini,karena kakak masih tidak percaya sekarang.Jika kamu,benar-benar menjadi milik kakak."Ucap Rey,mengelus pipi Zoya.
"Gombal."Ujar Zoya,menjulurkan lidahnya di hadapan Rey.
"Kakak serius sayang,kakak tidak gombal sama sekali."Ucap Rey,menyentuh bibir mungil Zoya.
__ADS_1
Zoya mencubit Rey,karena terus mengelak dengan ucapannya.Zoya tidak ingin mendengar gombalan Rey,Zoya menatap heran dengan sikap Rey saat ini.
"Sakit sayang."Protes Rey,karena Zoya mencubitnya.
"Habis,kakak malah gombal sih."Ucapnya,cemberut.
Rey begitu gemas terhadap Zoya,dia mendekatkan wajahnya terhadap Zoya.Cup,hingga bibir Rey dan Zoya menempel satu sama lain.
Zoya menatap manik mata Rey,dia membalas ciuman Rey.Zoya seakan terhipnotis oleh mata Rey,bahkan mereka terbawa suasana sekarang.Zoya merasakan lidah Rey yang masuk ke dalam mulutnya,dia merasakan lidah Rey yang bersentuhan dengannya.
"Heung."Suara Zoya,karena tangan Rey yang masuk ke dalam pakaiannya dan meremas gundukan kenyal miliknya.
Zoya merasa ujung gundukannya mengeras,karena perbuatan Rey.Bahkan,dia merasa tubuhnya sangat panas saat ini.Dia memperdalam ciumannya bersama Rey,karena merasa tubuhnya begitu menginginkan Rey.
Rey tersenyum,karena Zoya tidak menolaknya sama sekali.Dia bermain di ujung gundukan kenyal Zoya yang mengeras,membuat dirinya begitu ingin menggigitnya.Rey menghentikan ciumannya,dia menaikan baju Zoya sedikit.Rey melihat gundukan kenyal Zoya yang mengeras,akibat perbuatannya sendiri.
"Ah,kak."Ucap Zoya,karena Rey menggigit dan menghisap gundukan kenyalnya.
Zoya meremas rambut Rey,dia baru pertama kali merasakan sensasi seperti ini pada tubuhnya.Zoya merasa mahkotanya seperti basah,karena perbuatan Rey pada tubuhnya.
Rey menatap Zoya saat ini,dia melihat Zoya yang terengah-engah.Dia menyelipkan anak rambut Zoya,dia tersenyum ke arah Zoya.
"Kakak menginginkan kamu sayang."Ucap Rey,mencium bibir Zoya dengan sekilas.
Zoya menggelengkan kepala,dia takut melakukannya.Apalagi,dia tidak akan bermacam-macam bersama Rey.Dia sudah berjanji terhadap kakaknya,dia harus menjaga kesuciannya.
"Kamu takut sayang?"Tanya Rey,tersenyum lembut ke arah Zoya.
"Aku takut kak,aku tidak ingin melakukannya."Balas Zoya dengan jujur.
"Kamu percaya sama kakak,itu tidak akan sakit sayang.Kamu hanya akan perih sebentar,setelah itu kamu akan menikmatinya.Kakak yakin,kamu akan ketagihan dengan permainan kakak."Rayu Rey,agar Zoya mau melakukannya dengan dirinya.
"Maaf kak,aku belum siap sama sekali."Tolak Zoya,dia tidak ingin melewati batasnya.
__ADS_1
"Baiklah,kakak akan menunggu kamu mau.Kakak tidak akan bercinta dengan kamu sayang,ayo kita tidur."Ucap Rey,dia mengerti ketakutan Zoya saat ini.
Rey langsung menggendong Zoya ke ranjang,dia membaringkan tubuh Zoya perlahan.Rey langsung naik ke atas ranjang,dia membawa Zoya kedalam pelukannya.Rey mengelus punggung Zoya,agar Zoya tertidur.Karena merasa tidak ada pergerakan pada diri Zoya,Rey menatap wajah Zoya.Dia tersenyum,karena Zoya sudah tidur.Rey ikut memejamkan ke dua matanya,dia menyusul Zoya yang sudah tidur.