
Juli sedang menatap langit-langit kamarnya,dia begitu ingin pulang dari rumah sakit.Dia merindukan rumahnya dan tinggal bersama Nicholas berdua.Dia merasa tidak enak,jika harus merepotkan keluarga Nicholas.
Juli mendengar suara pintu kamar di buka,dia langsung menengok ke arah pintu.Dia melihat suaminya yang tampan datang,dia begitu senang melihat suaminya yang sudah datang.
"Sudah selesai bertemu kliennya?"Tanya Juli,menyambut senang kedatangan Nicholas.
"Sudah sayang."Jawabnya,menghampiri Juli.
Juli menatap Nicholas dengan intens,dia tercengang dengan apa yang di lihatnya.Ada noda lipstik di pakaian dan bibirnya yang tertinggal.Dia tidak bisa berkata apa-apa lagi,dia ingin Nicholas jujur terhadap dirinya.
"Kenapa kamu menatapku seperti itu sayang?"Tanya Nicholas,karena melihat Juli yang begitu intens menatap dirinya.
"Silahkan,kamu pergi ke kamar mandi lihat di cermin baik-baik dan jelaskan padaku."Balas Juli tersenyum,tidak ingin memikirkan hal buruk mencoba berfikir positif.
Nicholas menuruti perkataan Juli,dia masuk ke kamar mandi dan melihat ke arah cermin.Sial,dia lupa telah berciuman dengan Clara.Apalagi,dia melihat noda lipstik di kemejanya.
"Sial."Umpat Nicholas,begitu kesal terhadap dirinya sendiri.
Nicholas langsung menghilangkan noda lipstik di kerah baju dan bibirnya,pantas saja semua orang menatap dia.Saat melangkahkan kakinya ke dalam rumah sakit,dia sudah menjadi pusat perhatian semua orang.Dia langsung keluar dari kamar mandi dan akan menjelaskan semuanya pada istrinya.
"Bagaimana?"Tanya Juli,menatap Nicholas berusaha tenang.
"Sebenarnya,aku tidak berselingkuh sama sekali.Aku takut kamu menuduh diriku selingkuh,hari ini aku bertemu dengan klien seorang wanita.Dia adalah mantan pacarku dulu,saat di luar negeri.Aku tidak tau,jika CN Group adalah miliknya."Balas Nicholas jujur,menatap istrinya.
"Terus?"Tanya Juli,ada rasa sakit di hatinya.
"Saat aku sedang membereskan berkas ku,dia tiba-tiba duduk di pangkuanku dan menciumku sayang."Ucap Nicholas,menunduk tidak mau melihat ekspresi Juli.
Juli mendengarnya kaget,mantan pacarnya seberani itu terhadap suaminya.Dia takut,jika suaminya jatuh cinta terhadap Mantan pacarnya.Sekarang,ada rasa takut di dalam dirinya.Dia tidak bisa berkata-kata,dia tiba-tiba meneteskan air matanya setelah mendengar ucapan Nicholas.
Ibu Nicholas masuk,dia melihat anaknya yang menunduk di hadapan menantunya.Dia juga melihat menantunya yang meneteskan air matanya,dia langsung berjalan menghampiri mereka.
__ADS_1
"Apa yang terjadi?"Tanya ibu Nicholas,memeluk menantunya.
Namun,mereka semua terdiam.Mereka tidak ada yang berani menjelaskan,membuat sang ibu jadi semakin tidak tenang.Sang ibu memeluk Juli,agar Juli bisa tenang.Dia begitu khawatir dengan kondisi Juli,apalagi ibu hamil sangat sensitif.
"Cepat katakan Nicholas!"Perintah sang ibu,ingin tau apa yang terjadi.
Nicholas menceritakan kejadiannya terhadap sang ibu,apalagi dia tidak ingin ibunya semakin khawatir.Dia juga tidak menutupi semuanya,dia jujur dengan ibunya.
Satu tamparan keras di layangkan ibunya di pipi Nicholas,dia begitu kesal dengan anaknya ini.Bisa-bisanya,dia membalas ciuman mantan pacarnya.Padahal sang istri sedang di rumah sakit,mengandung anak mereka.
"Begini kelakuan kamu,kamu tidak memikirkan istri dan anak kamu hah?"Marah sang ibu,begitu kesal dengan anaknya.
Juli melihat suaminya di tampar,bahkan terlihat dengan jelas bekas tamparan ibunya di pipi.Juli tidak bisa berkata apa-apa,dia masih menahan sakit di hatinya.Dia sedang mencoba menerimanya,dia merasa dirinya cengeng saat hamil.Dia ingin membalas perbuatan mantan pacar suaminya,karena dengan lancang mencium bibir suaminya.
"Sudah bu,tidak usah memarahi Nicholas."Ucap Juli,karena tidak ingin ada keributan di ruangannya.
Ibunya menahan amarahnya,benar apa yang di katakan Juli.Dia tidak boleh marah terhadap anaknya,apalagi ini di rumah sakit.Dia tidak ingin membuat gaduh di rumah sakit.
"Aku tidak ingin membahasnya sama sekali."Balas Juli,karena dia ingin melupakan apa yang di katakan Nicholas.
"Ibu pulang dulu sayang."Ucap ibu Nicholas,mengusap rambut menantunya.
"Hati-hati di jalan bu."Balas Juli,karena dia merasa ibu Nicholas sudah menganggap dirinya seperti putri kandungnya sendiri.
Ibu Nicholas keluar ruangan dan meninggalkan Juli bersama Nicholas di dalam ruangan.Nicholas menatap Juli dengan intens,dia melihat tatapan Juli yang sedih.
"Aku ingin pulang ke rumah kita."Ucap Juli,memecahkan keheningan.
"Aku tanyakan dulu ke dokter."Balasnya dan beranjak pergi dari hadapan Juli.
Juli akhirnya bisa pulang,Nicholas memapah Juli dengan hati-hati.Mereka langsung meninggalkan area rumah sakit dan pulang ke rumah mereka.
__ADS_1
...****************...
Setelah sampai rumah,Nicholas langsung membawa Juli ke kamar milik mereka.Dia membawa Juli,agar Juli tidak terjatuh.
Juli refleks mengalungkan tangannya pada leher Nicholas,dia menatap wajah suaminya yang begitu tampan.Semua wanita,menyukai wajah tampan suaminya ini.Dia menatap Nicholas yang berlari ke kamar mandi,setelah menurunkannya di ranjang.
Dia menatap dada bidang Nicholas di hadapannya,karena suaminya ini telah selesai mandi.Apalagi,dia melihat air yang tergelincir menyusuri dada bidang suaminya.Juli memalingkan wajahnya,agar dia tidak berfantasi terhadap suaminya sendiri.
Nicholas tersenyum melihat tindakan Juli,dia tau Juli menatap dada bidang miliknya.Dia mendekat ke arah Juli,membuat mereka saling bertatapan.Nicholas langsung mencium bibir istrinya,mengungkapkan rasa cinta pada istrinya.
Juli membalas ciuman suaminya,dia merasakan tangan suaminya yang membuka kancing kemejanya.Dia menikmati ciuman yang di berikan suaminya dan tindakan suaminya yang memainkan dadanya.
Nicholas menatap wajah istrinya yang sedang menikmati tindakannya,dia menyudahi ciumannya dan membawa Juli ke pangkuannya.Dia melihat dua bongkahan daging kenyal di hadapannya,tanpa menyia-nyiakan waktu dirinya langsung menyambar daging kenyal tersebut memainkannya dan menghisapnya.
"Ahh."Ucap Juli,menikmati sentuhan suaminya.
Tubuh Juli merasakan sensasi panas dalam dirinya,bahkan tubuhnya sekarang mendambakan sentuhan dari suaminya.
Nicholas menurunkan Juli dari pangkuannya,dia melepaskan segala hal dalam diri Juli.Dia melakukan hubungan suami istri dengan Juli,apalagi melihat wajah Juli yang menginginkan dirinya.
"Juli?"Panggil Nicholas.
"Hmm."Jawab Juli,menatap Nicholas.
"Aku akan memberikan kamu kepuasaan."Kata Nicholas dengan tersenyum penuh arti pada istrinya.
Nicholas menghujam tubuh Juli,seperti melodi yang naik dan turun.Dia sangat menikmati tindakannya,apalagi melihat Juli yang menikmati tindakannya.
"Ah..Ah..Ah.."Racau Juli,karena Nicholas bermain kasar pada dirinya.
Mereka sama-sama menikmati kepuasan dalam diri mereka,hingga mereka memilih tidur dan melupakan semua masalah yang terjadi.
__ADS_1