
Nicholas begitu kusut,karena dia tidak tidur semalam.Dia mengkhawatirkan istri dan anaknya,dia tidak menemukannya sama sekali.Bahkan,dia tidak bisa menghubungi istri dan anaknya.Namun saat ini,dia harus tetap bekerja.Karena ada proyek yang harus dia selesaikan,jadi dia hanya bisa menunda pencarian istri dan anaknya.
"Wajah bapa kenapa?"Tanya Rey,menatap atasannya yang begitu berantakan.
"Tidak apa-apa,aku sedang punya masalah saja di rumahku."Balas Nicholas,dia fokus pada berkasnya.
"Jika perlu saranku,aku bisa membantu bapa."Ucap Rey,dia menawarkan dirinya untuk membantu bosnya.
"Tidak perlu Rey,terimakasih kamu sudah berniat mau membantu aku."Ujar Nicholas,dia melihat anak buahnya.
"Yasudah,aku ambil berkasnya ya pak."Ucap Rey,dia mengambil berkas yang sudah di periksa dan di berikan stempel oleh Nicholas.
"Jam berapa aku ada pertemuan?"Tanya Nicholas,dia menanyakan jadwal pertemuannya.
"Jam 1 siang pak."Balas Rey,menatap Nicholas.
"Yasudah,kamu atur kan saja jadwal pertemuanku dimana.Nanti,kamu beritahu aku secepatnya.Agar nanti,aku langsung ke tempat pertemuannya."Perintah Nicholas,sambil kembali fokus ke berkasnya.
"Baiklah pak,aku akan reservasi pertemuannya di restaurant terdekat.Nanti aku kirim alamatnya terhadap bapak."Ucap Rey,dia harus segera reservasi tempat untuk bosnya meeting.
Nicholas kembali fokus ke berkasnya,namun saat ini pikirannya benar-benar berantakan.Dia memilih tidur sebentar sebelum dia harus bertemu klien,pikirannya harus segar nanti.Nicholas beranjak dari duduknya,dia langsung pergi ke arah kamar yang ada di ruangannya.
Sedangkan di sisi lain,Clara bertemu dengan pacarnya.Dia melihat pacarnya yang akan pergi dari kantornya,dia langsung berteriak memanggil pacarnya.
"Rey."Teriak Clara,dia berhasil berlari menyusul Rey.
__ADS_1
"Apa?"Tanya Rey,menatap Clara yang memanggilnya.
"Mau ke mana kamu? Tumben sih,kamu keluar kantor jam segini? Apa Nicholas ada di ruangannya?"Tanya Clara bertubi-tubi,melihat ke arah pacarnya.
"Aku harus reservasi tempat untuk pak Nicholas,dia ada di ruangannya."Balas Rey,menatap Clara dengan intens.
"Yasudah,aku ke atas dulu.Jika kamu sudah reservasi,hubungi aku ya?"Perintah Clara,dia langsung mencium pipi Rey dan berlari masuk ke dalam kantor Nicholas.
Rey tidak memperdulikan sikap Clara terhadapnya,dia langsung bergegas pergi.Karena dia harus reservasi dan menghubungi klien bosnya,agar mereka tidak menunggu kabar darinya.
...****************...
Clara masuk ke ruangan Nicholas,dia tidak melihat Nicholas sama sekali.Dia mencoba mencari Nicholas di ruangannya,dia melihat Nicholas yang tidur di ranjang.Dia mencopot sepatu hak tingginya,agar Nicholas tidak bangun.Dia berjalan ke arah Nicholas perlahan,dia melihat wajah Nicholas yang begitu berantakan saat ini.
"Kamu lelah ya mencari istri dan anak kamu,lebih baik kamu melupakannya dan memilih aku saja yang jelas ada di samping kamu saat ini."Ucap Clara,dia perlahan duduk di samping Nicholas.
"Maaf,aku akan melanggar janji kita.Lagi pula,kamu tidak menemaniku seharian.Salahkan saja istri kamu,karena gara-gara dia aku tidak bisa meninggalkan kamu."Gumam Clara,dia tersenyum penuh arti terhadap Nicholas.
Clara membelai wajah Nicholas,dia harus segera memiliki Nicholas.Dia ingin Nicholas berpisah dari istrinya,Clara menghentikan tindakannya.
"Karena kamu sedang tidur,ini kesempatan untuk aku.Agar aku bisa lebih dekat lagi dengan kamu."Ucap Clara,dia menaikan sedikit roknya dan dia ingin duduk di atas tubuh Nicholas.
Clara tidak berani duduk,dia takut Nicholas terbangun.Clara membuka kancing kemejanya perlahan,sambil menatap ke arah Nicholas yang tidur pulas.Dia melepas kait bra depannya,agar dua gundukan kenyalnya terlihat.Clara meletakan tangan Nicholas pada gundukan kenyalnya,Entah sadar atau tidak dengan Nicholas.Tapi Clara senang saat ini,karena tangan Nicholas meresponnya dan bahkan tangan Nicholas mempermainkan gundukan kenyalnya.
Nicholas yang tidur pulas,dia seperti bermimpi memegang gundukan kenyal milik istrinya.Dia mempermainkan gundukan kenyal istrinya,dia seperti mimpinya begitu terasa nyata saat ini.Nicholas juga merasakan,kenapa adiknya seperti tidak bisa bergerak bebas saat ini.
__ADS_1
Karena Clara merasa permainannya sangat kurang,sehingga dia memasukkan adik Nicholas dalam dirinya.Dia bergerak perlahan,membuat irama yang membuat dirinya puas.
Nicholas merasa ada yang aneh saat tidur,dia merasa ini begitu nyata.Dia mencoba bangun dan menyadarkan dirinya sendiri.Dia membuka kedua matanya,dia kaget melihat Clara yang ada di atas tubuhnya.Bahkan,dia begitu kaget dengan Clara yang sedang bercinta dengan dia saat ini.
"Kenapa kamu bisa masuk kesini?"Tanya Nicholas,dia menatap tajam Clara yang ada di atas tubuhnya.
"Kamu sudah bangun Nicholas."Jawab Clara,dia begitu senang Nicholas sudah bangun.Clara langsung mencium bibir Nicholas dengan rakus,dia menikmati permainan yang di buat olehnya.
Nicholas kaget dengan Clara yang begitu berani terhadapnya,namun sekarang tubuhnya begitu merespon terhadap Clara.Dia merasa terbawa suasana dengan tindakan Clara,dia menikmati tindakan Clara pada tubuhnya.
"****."Umpat Nicholas,dia merasa Clara begitu menggoda saat ini.
Nicholas langsung membawa tubuh Clara di bawahnya,dia merasa gila saat ini.Nicholas menggerakkan tubuhnya sesuai dengan keinginan tubuhnya,dia merasa tidak bisa menghentikan tindakannya saat ini.
"Ah,ah."Racauan Clara,memenuhi satu ruangan.Dia menikmati permainan Nicholas,dia meremas rambut Nicholas.
Nicholas melahap gundukan kenyal di depannya,dia memainkannya dengan lembut.Dia merasa begitu panas saat ini,dia menghisap gundukan kenyal Clara dengan kuat.
"Ah,Sayang."Racau Clara,dia merasakan sensasi kenikmatan pada tubuhnya.
"Kenapa kamu bisa ada di sini?"Tanya Nicholas,di sela-sela percintaan mereka.
"Aku mengkhawatirkan kamu,aku mencari kamu dan tidak sengaja tau kamar ini.Aku melihat kamu yang tertidur dan aku mendekat ke arah kamu."Balas Clara,dia mengalungkan tangannya di leher Nicholas.
"Kamu mengganggu tidurku dan bahkan kamu menggoda aku."Ucap Nicholas,dia menatap Clara dengan intens.
__ADS_1
"Iya memang,aku sedang menggoda kamu.Bahkan,kamu tergoda sekarang."Balas Clara,dia mencium bibir Nicholas dengan lembut.
Mereka bercinta dengan panas,seolah-olah Nicholas lupa dengan rasa khawatir terhadap istri dan anaknya.Di dalam dirinya sekarang,dia hanya menikmati kenikmatan yang di berikan Clara terhadapnya.Ruangan penuh dengan racauan mereka,karena mereka sama-sama menikmati permainan yang di lakukan oleh diri mereka sendiri dan bahkan bercinta dengan begitu bersemangat.