Terjerat Bos

Terjerat Bos
episode 31


__ADS_3

Nicholas melihat kepergian Berlin dan Nicholas langsung menghampiri Juli yang sedang duduk termenung di sofa,setelah kepergian Berlin dari hadapan mereka.


"Apa yang dia bicarakan terhadap kamu sayang?"tanya Nicholas yang menyadarkan Juli dari lamunannya.


"Dia menyuruh aku pergi untuk meninggalkan kamu,agar dia bisa bersama dengan kamu."Balas Juli yang menatap Nicholas.


"Lantas kamu menjawab apa?"tanya Nicholas yang berharap Juli tidak akan meninggalkan dirinya.


"Aku tidak mungkin meninggalkan kamu,karena kamu sekarang kekasihku."Balas Juli,agar Nicholas tidak tertekan karena kehadiran Berlin.


"Aku sangat takut,saat kamu berbicara dengan Berlin."Ucap Nicholas yang langsung menggenggam tangan Juli.


"Kamu tenang saja sayang,aku tidak takut dengan Berlin.Karena Kamu sekarang cahaya kehidupanku dan tidak mungkin aku pergi dari sisi kamu."Ujar Juli yang menggenggam erat tangan Nicholas.


"Ayo,kita pergi ke ruanganku.Agar aku bisa tenang dan tidak memikirkan kejadian tadi,saat kamu bertemu dengan Berlin."Ajak Nicholas yang langsung menarik Juli,agar beranjak dari duduknya.


Nicholas dan Juli naik ke lantai atas untuk kembali ke ruangan mereka,Nicholas saat sampai ruangan langsung memeluk Juli dengan erat.Nicolas takut Kehilangan Juli dari hidupnya,dia sangat mencintai Juli.


Juli yang dipeluk Nicholas hanya terdiam,dia sedang memikirkan perubahan sikap Berlin saat bertemu dengannya dan saat menatap mata Berlin,dia berpikir Berlin menyimpan kesedihan di dalam dirinya.


"Apakah orang tua Berlin sudah meninggal?"tanya Juli yang penasaran dengan kehidupan Berlin.


"Hanya ibunya yang meninggal,ayahnya masih hidup."Balas Nicholas yang menjawab pertanyaan dari Juli.


"Pantas saat aku melihat sorot matanya,dia seperti orang yang sangat kesepian."Ujar Juli yang langsung melihat Nicholas.


"Benarkah?"tanya Nicholas yang merasa heran dengan ucapan Juli.


"Benar sayang,aku rasa ada sesuatu yang membuat dia menjadi bersikap seperti ini."Balas Juli sambil melepaskan pelukan Nicholas terhadap dirinya.

__ADS_1


"Sudah,kamu tidak usah memikirkannya.Aku sangat tidak ingin kamu berurusan dengan dia,Kamu harus ingat jika dia berbahaya."ujar Nicholas yang memperingatkan Juli,jika Berlin sangat berbahaya.


"Baiklah aku tidak akan memikirkannya sama sekali,ayo kita kerjakan pekerjaan kita yang belum selesai."Ajak Juli yang langsung berjalan kemejanya.


Nicholas mengikuti perkataan Juli dan langsung berjalan kemejanya untuk melanjutkan pekerjaannya.


Juli melihat Nicholas yang duduk kemejanya dan melanjutkan pekerjaannya,Juli merasa ada yang salah dengan sikap Berlin terhadapnya.Juli tidak akan memikirkannya sama sekali,dia tidak akan menghiraukan ucapan Berlin terhadap dirinya.


Nicholas jadi memikirkan,kenapa Berlin bisa keluar dari kantor polisi.Sedangkan Berlin telah membuat kerusuhan di hotel orang lain,tapi polisi dengan semudah itu mengeluarkan Berlin dari kantor polisi.


Nicholas menatap Juli yang sedang fokus mengerjakan pekerjaannya,sekarang dia khawatir takut Berlin melukai Juli.Nicholas sekarang semakin ingin menikahi Juli,agar dia bisa melindungi Juli dan membawa Juli pergi ke tempat lain .


"Sayang ayo kita menikah minggu ini."Ajak Nicholas yang membuat Juli langsung menghentikan kegiatannya.


"Kamu gila,Kenapa kamu mengajak aku nikah begitu cepat?"tanya Juli yang merasa heran dengan ucapan Nicholas.


"Aku ingin membawamu pergi Sayang,makanya aku ingin menikahi kamu minggu ini."Balas Nicholas yang menatap Juli dengan rasa khawatir.


"Tapi saat ini aku hanya bisa mengadakan pernikahan secara sembunyi-sembunyi,agar Berlin tidak mengacaukannya.Prioritasku saat ini,aku hanya ingin melindungi kamu dari Berlin sayang."Balas Nicholas yang langsung berjalan menghampiri Juli di mejanya.


"Kenapa kamu begitu takut dengan Berlin."Ujar Juli yang merasa heran dengan ketakutan Nicholas.


"Aku tidak takut sama Berlin yang aku takutkan itu dia mencelakai kamu sayang."Ucap Nicholas yang menjelaskan ketakutannya terhadap Juli.


"Kita nggak usah pergi Sayang,kita hadapi Berlin bersama-sama.Ayo kita lawan rasa ketakutan kamu bersama aku,agar kamu tidak terjebak dengan ketakutan itu."Balas Juli yang ingin Nicholas melawan rasa ketakutannya.


Nicholas langsung memikirkan ucapan Juli kepadanya,dia harus bisa melawan rasa ketakutan dalam dirinya.Nicholas harus menghilangkan trauma yang selama ini ada dalam dirinya,karena tindakan Berlin yang melukai teman-temannya saat di sekolah dulu di hadapan dirinya.


"Iya kamu benar,aku harus melawannya.Aku harus melindungi kamu segenap hidupku,agar kamu tidak dilukai oleh Berlin."Ucap Nicholas sambil meyakinkan dirinya di hadapan Juli.

__ADS_1


Juli senang,Nicholas mau berusaha menghilangkan rasa ketakutan dalam dirinya.Juli langsung berdiri dari duduknya dan memberikan pelukan kepada Nicholas untuk memberikan semangat pada Nicholas,karena dia sudah mau berusaha menghilangkan ketakutannya.


"Aku mencintai kamu."Ucap Juli yang memeluk erat Nicholas.


"Aku juga mencintaimu Juli Anastasya."Balas Nicholas yang membalas pelukan Juli terhadap dirinya.


Juli tersenyum dalam pelukan Nicholas dan benar-benar terpesona dengan tindakan bosnya ini,Juli tidak menyesal sama sekali dengan menjadikan Nicholas menjadi kekasihnya.


Mereka berpelukan satu sama lain,merasa bersyukur dengan pilihannya masing-masing dalam hidupnya.Apalagi Juli merasa senang,karena telah dipertemukan dengan bosnya ini.


Nicholas melepaskan pelukannya terhadap Juli dan langsung menatap Juli dengan penuh cinta,Nicholas mulai mendekatkan wajahnya terhadap Juli lalu mencium Juli dengan perasaan Cinta.


"Bibirmu rasanya manis,aku selalu mendambakan bibirmu."Ucap Nicholas yang memuji Juli.


"Memangnya bibirku gula,jika manis sudah banyak semut yang menempel di bibirku."Protes Juli yang heran dengan ucapan Nicholas.


"Buktinya aku,karena aku selalu ingin mencium kamu."Balas Nicholas tersenyum dan mencium bibir Juli sekilas.


"Kamu tuh ya,heran sih aku sama kamu.Cium-cium aku mulu."Protes Juli yang tidak suka Nicholas selalu mencari kesempatan untuk mencium dirinya.


Nicholas senang,melihat Juli yang protes terhadap dirinya.Menurutnya Juli sangat cantik,saat protes terhadap dirinya dan ekspresi wajahnya membuat Nicholas menjadi gemas.


Juli menatap Nicholas yang menatap dirinya sambil tersenyum dan merasa heran dengan Nicholas,karena tiba-tiba tersenyum seperti itu.


"Kamu kenapa?"Tanya Juli yang heran dengan Nicholas yang tersenyum.


"Tidak kenapa-kenapa sayang."Jawabnya yang langsung mencium bibir Juli,karena merasa gemas.


Juli heran,karena Nicholas lagi-lagi mencium dirinya.Seolah-olah dia tidak pernah puas dengan ciuman mereka.Juli langsung melepaskan Ciuman Nicholas dan duduk kembali di meja kerjanya.

__ADS_1


"Sana pergi,kerjakan pekerjaan kamu!"usir Juli yang langsung fokus terhadap pekerjaannya.


Nicholas melangkah ke meja kerjanya,karena di usir Juli.Namun dia sangat bahagia,karena memiliki kekasih seperti Juli.


__ADS_2