Terjerat Bos

Terjerat Bos
episode 128


__ADS_3

Nicholas dan Rey,mereka sibuk bekerja mengurus pekerjaan mereka.Sedangkan Juli dan Zoya,mereka malah asik berbelanja dan mereka saat ini sedang berada di tempat makan.


"Kak,aku mau cerita dong."Ucap Zoya,menatap Juli yang ada di hadapannya.


"Cerita apa?"Tanya Juli,sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.


"Kak Rey nembak aku."Ucap Zoya,menatap Juli dengan intens.


"Wah,dia gerak cepat juga sama kamu.Aku kira,dia akan menahannya."Balas Juli,menatap reaksi Zoya saat ini.


"Memangnya kakak tau?"Tanya Zoya,begitu kaget mendengar ucapan Juli.


"Tau dong,dia sebelum berangkat ke Cina.Dia meminta restu sama kakak kamu."Balas Juli,sambil cekikikan menggoda Zoya.


"Wah,kakak serius?"Tanya Zoya,menatap Juli dengan ekspresi terkejut.


"Serius donh,masa kakak bohong.Tanya saja sama kakak kamu,kakak sih mendukung kalian.Sepertinya,Rey orang baik kok."Balas Juli,dia mendukung Zoya bersama Rey.


"Kakak apaan sih."Ucap Zoya,dia merasa malu saat ini.Bahkan,wajahnya memerah.


Juli yang melihatnya tersenyum,dia tau jika Zoya juga menyukai Rey.Juli tidak berharap banyak,Juli mendukung keputusan Zoya sepenuhnya.Lagi pula,Zoya sendiri yang akan menjalani hubungannya.


"Kapan dia menyatakan perasaannya?"Tanya Juli,dia antusias ingin mendengar ceritanya.


"Semalam sih kak."Balas Zoya,menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kamu sudah menjawabnya?"Tanya Juli penasaran.


Zoya menggelengkan kepalanya,dia saja begitu bingung sekarang.Zoya tidak tau harus menjawab apa,lagi pula dia tidak berniat pacaran sama sekali.


"Apapun jawaban kamu,kakak mendukungnya.Pikirkan baik-baik,jika dia orang yang menurut kamu tepat.Kamu bisa menjalani hubungan dengan dia,sambil memahami karakter dia seperti apa.Namun,jika dia orang yang tidak tepat untuk kamu.Setidaknya,kamu menolaknya dengan baik.Ingat,jangan menyakiti perasaan laki-laki ya Zoya."Ucap Juli,mengingatkan Zoya.Karena dia tidak ingin Zoya kenapa-kenapa.


"Baik kak,aku akan mendengar jawaban kamu."Balas Zoya,menuruti keinginan kakak iparnya.

__ADS_1


Setelah mereka lelah dengan kegiatan mereka,mereka memilih kembali ke hotel.Mereka merasa butuh istirahat saat,setelah sampai hotel mereka tidur di kamar masing-masing.


...****************...


Malamnya,Rey mengetuk pintu kamar Zoya.Dia ingin tau,jawaban apa yang akan Zoya berikan terhadap dirinya.Dia masuk ke dalam kamar Zoya,dia melihat Zoya yang memakai baju tidur saat ini.


"Ada apa kakak kemari?"Tanya Zoya,menatap Rey saat ini.


"Kakak menagih jawaban kamu."Balasnya,menatap Zoya yang begitu imut saat ini.


"Hmm,aku tidak tau harus menjawab apa.Lagi pula,kakak begitu mendadak mengutarakan perasaan kakak terhadapku."Protes Zoya,dia berkata jujur terhadap Rey.


Rey mengerti dengan ucapan Zoya,dia langsung duduk di samping Zoya.Rey ingin Zoya menghadap ke arahnya,agar mereka berbicara saling bertatapan.


"Kamu lihat kakak."Perintah Rey,menatap manik mata Zoya saat ini.


"Ini aku melihatnya."Balas Zoya,membalas tatapan mata Rey.


"Apa debaran jantung kamu berdebar?"Tanya Rey,masih menatap Zoya saat ini.


Rey refleks melihat tingkah Zoya yang begitu gemas,namun dia juga tertegun saat ini.Karena dia melihat gundukan kenyal milik Zoya,apalagi gundukan kenyal milik Zoya begitu besar dan Rey langsung menatap Zoya saat ini untuk menghilangkan rasa panik di dalam dirinya.


"Itu tandanya kamu mencintai kakak."Ucap Rey,dia memberikan senyuman terhadap Zoya.


"Hah,memangnya cinta bisa di ukur dari situ."Balas Zoya,dia tidak mengerti ucapan Rey.


Rey langsung menarik tangan Zoya,hingga tubuhnya masuk ke dalam pelukan Rey.Rey mendekatkan kepala Zoya pada debaran jantungnya,agar Zoya mengerti dirinya juga memiliki debaran jantung yang sama dengan Zoya.


Zoya merasa debaran jantungnya semakin cepat saat ini,apalagi dia berada di dalam pelukan Rey.Zoya tidak memperdulikan debaran jantung Rey,dia malah fokus menghirup aroma tubuh Rey yang menenangkan untuknya.


"Debaran jantung kakak begitu cepat,saat kakak melihat kamu.Bahkan,kakak sudah lama jatuh cinta terhadap kamu."Ucap Rey,dia jujur dengan perasaannya.


Zoya langsung melihat wajah Rey,dia ingin memastikan ucapan Rey terhadap dirinya.Zoya merasa terhipnotis dengan ketampanan Rey saat ini,bahkan debaran jantungnya tidak bisa dia kontrol saat ini.

__ADS_1


"Kakak ingin,kamu jadi pacar kakak sekarang.Kakak ingin menikah dengan kamu Zoya,apakah kamu bersedia menikah dengan kakak?"Tanya Rey,menatap manik mata Zoya.


Zoya seakan-akan terhipnotis dengan ucapan Rey,dia mengiyakan ucapan Rey.Zoya melihat wajah Rey yang senang saat ini,bahkan Zoya melihat Rey yang tersenyum ke arahnya.


Rey begitu senang saat Zoya menerima lamarannya,dia memeluk Zoya dengan erat.Mengutarakan rasa senangnya saat ini,Rey langsung mencium kening Zoya saking senangnya.Dia menatap Zoya dengan rasa bahagia di hatinya,dia memberanikan diri mencium bibir Zoya dengan lembut.


Rey senang saat ini,karena Zoya membalas ciumannya.Rey tau,jika dia laki-laki pertama yang berciuman dengan Zoya.Rey membawa Zoya ke dalam pangkuannya,dia menyeimbangi cara berciuman Zoya terhadap dirinya.


Zoya merasakan ciuman Rey begitu lembut,bahkan dia merasa bahagia seketika.Zoya melingkarkan tangannya di leher Rey,dia kaget saat Rey memegang dadanya.Bahkan,dirinya tidak menolaknya sama sekali.Zoya merasa tubuhnya semakin panas saat ini,karena Rey bermain di dadanya.


"Ah."Racau Zoya,ketika tangan Rey begitu keras meremas gundukan kenyalnya.


"Sakit atau kamu menikmatinya sayang?"Tanya Rey,menatap wajah Zoya dengan lembut.


"Aku tidak tau kak,aku baru merasakannya."Balas Zoya dengan polos.


Rey tersenyum mendengar jawaban Zoya,dia menurunkan pakaian tidur Zoya hingga terpampang jelas gundukan kenyal milik Zoya.Rey langsung menyambar gundukan kenyal Zoya,hingga dia mendengar suara Zoya yang menikmati tindakannya.


Zoya meremas rambut Rey,dia malah tidak bisa menolak Rey sama sekali.Dia menerima sentuhan Rey di tubuhnya,bahkan dia merasakan lidah Rey bermain di ujung dadanya.


"Ah,kak hentikan."Racau Zoya,agar Rey menghentikan tindakannya.


Rey menghentikan tindakannya,dia melihat wajah Zoya saat ini.Rey tau,jika Zoya tidak ingin melewati batasnya.


"Kakak tidak akan bertindak lebih sayang,kakak akan melakukannya saat kita sudah menikah."Ucap Rey,dia mencium bibir Zoya sekilas.


Rey merapikan pakaian tidur Zoya,agar Zoya merasa rileks dan tidak shock dengan tindakan mereka tadi.


"Istirahatlah sayang,terimakasih kamu sudah menerima lamaran kakak."Ucap Rey,dia mencium bibir Zoya sekilas.


Rey menggendong Zoya ke tempat tidur,dia menidurkan Zoya di tempat tidur.Rey menarik selimut,dia menyelimuti Zoya.


"Kakak kembali,tidurlah dengan nyenyak dan semoga mimpi indah."Ucap Rey,dia mencium kening Zoya.

__ADS_1


Rey melihat Zoya yang sudah memejamkan matanya untuk tidur,setelah di pastikan Zoya tidur.Rey langsung keluar dari kamar Zoya,dia memilih untuk tidur.Karena besok,dia harus bekerja kembali.


__ADS_2