
Juli sedang bergelut dengan pekerjaannya,dia berpikir mungkin Nicholas akan membuat dirinya lembur di perusahaan.Juli merasa lelah dengan semua berkas yang sudah dia kerjakan.
Juli rasanya ingin mandi,karena merasa tubuhnya sangat lengket.Juli butuh berendam sebentar,agar tubuhnya segar kembali.
Nicholas tersenyum melihat Juli yang sudah lelah dengan pekerjaannya,dia melihat jam yang sebentar lagi jam 5.Pasti semuanya sudah siap berada di bawah menunggu pemberitahuan darinya.
"Sayang."Panggil Nicholas yang melihat Juli sudah tidak nyaman dengan tubuhnya.
"Apa?"tanya Juli yang melihat ke arah Nicholas.
"Sana kamu mandi."Perintah Nicholas,agar Juli segera bergegas mandi.
"Aku tidak membawa pakaian."Balas Juli yang menatap Nicholas.
"Sudah sana kamu mandi dulu,nanti aku persiapkan pakaian untukmu."Ucap Nicholas,agar Juli tidak mencurigai dirinya.
"Baiklah,aku akan pergi ke kamar kamu yang ada di ruangan ini."Balas Juli yang senang,karena Nicholas menyuruhnya mandi.
Juli pun melangkah ke arah kamar Nicholas yang ada di ruangannya,dia berpikir untuk berendam sebentar.Juli merasa senang,katena Nicholas begitu mengerti dengan dirinya.
Nicholas melihat Juli yang sudah masuk ke dalam kamarnya,dia pun langsung menghubungi Zoya.Nicholas sudah tidak sabar,agar Joya segera membawa perias dan gaun pengantin ke ruangannya.
"Hallo kak,bagaimana?"tanya Zoya,karena sang kakak meneleponnya.
"Cepat bawa perias dan gaun pengantin ke ruangan aku."Balas Nicholas,karena takut Juli sudah selesai mandinya.
"Baik,aku juga sudah berada di lift menuju ruangan kakak."Ujar Zoya yang membawa perias menuju ruangan kakaknya.
"Baiklah."Jawab Nicholas yang mematikan sambungan telepon.
Zoya dan peris pun masuk ke dalam ruangan Nicholas,Nicholas mengantarkan mereka ke kamar yang ada di ruangannya.Nicholas pun langsung mengambil jas yang dipegang Zoya,dia pergi ke kamar mandi lain untuk mandi dan memakai jas pengantinnya.
Juli merasakan tubuhnya yang rileks dengan berendam,dia mendengar suara di kamar yang begitu berisik.Juli pun segera menyelesaikan acara berendamnya,dia pun langsung membersihkan tubuhnya.
__ADS_1
Setelah Juli keluar dari kamar mandi,dia kaget dengan keberadaan Zoya dan orang lain yang sedang duduk berada di ranjang.Zoya melihat Juli yang keluar dari kamar mandi masih menggunakan handuk,diapun bergegas menghampiri Juli sambil menenteng gaun pengantin milik Juli.
Juli melihat Zoya menghampirinya dan membawa sebuah pakaian yang di serahkan kepadanya.Juli langsung membuka pakaian di hadapan Zoya dan tercengang melihat gaun pengantin yang di pegangnya.
"Kenapa gaun pengantin?"tanya Juli yang kaget melihat gaun pengantin yang dipegangnya.
"Ini gaun pengantin milik kakak,cepat pakai."Perintah Zoya yang melihat Juli masih kaget dengan gaun yang dipegangnya.
"Aku tidak mau memakainya."Tolak Juli yang tidak tahu apa-apa.
"Semua orang sedang menunggu Kakak di bawah cepetan."Perintah Zoya,karena tidak ingin orang lain menunggu Juli yang begitu lama.
"Maksudnya semua orang apa?"tanya Juli yang masih kebingungan dengan apa yang terjadi.
"Ayo Jeng cepetan pakai gaunnya,kami ingin segera merias wajah kamu."Ucap perias yang ingin segera merias wajah Juli.
"Jelaskan dulu Sebenarnya apa yang terjadi?"tanya Juli yang masih bingung dengan semua ini.
"Ini pernikahan Kakak dengan Kak Nicholas,Kak Nicholas sudah mempersiapkan semuanya."Jawab Zoya yang menjelaskan semuanya kepada Juli.
Zoya langsung menarik Juli saat memakai gaun pengantinnya,dia membiarkan Juli duduk di ranjang kamar.Perias langsung meriah wajah Juli dengan cepat,agar para tamu tidak menunggu.
"Wah hasilnya cantik sekali."Ucap Zoya yang kagum melihat Juli yang sangat cantik.
Juli langsung melihat dirinya di cermin perias,dia kaget dengan apa yang dilihatnya.Dirinya sangat cantik,dia tidak percaya dengan apa yang di lihatnya di cermin.
Sedangkan Nicholas,dia sudah berada di depan penghulu.Nicholas sudah tidak sabar,ingin cepat-cepat Juli menjadi miliknya.
Lift terbuka,Zoya sedang membantu Juli memegang gaun pengantin yang di pakai Juli.Semua karyawan menatap Juli dengan kaget,karena melihat Juli yang begitu sangat cantik di hadapan mereka.
"Cantik sekali Juli."Gumam Sasa yang melihat sahabatnya begitu cantik.
Nicholas menatap Juli dengan senang,karena Juli begitu cantik.Nicholas semakin terpesona dengan kecantikan Juli yang di lihatnya.
__ADS_1
Juli berjalan menghampiri Nicholas yang sedang duduk menunggu dirinya.Juli menatap Nicholas yang sedang melihat dirinya begitu intens.
Juli pun duduk di samping Nicholas,Juli merasa dia seperti mimpi duduk bersama Nicholas menggunakan pakaian pengantin.Juli melihat Nicholas yang begitu sangat tampan memakai jas pengantin yang dipakainya.
"Apakah acara ijab qabul bisa Segera dilaksanakan?"tanya penghulu yang menyadarkan Juli dan Nicholas.
"Ayo segera laksanakan Pak."Balas Nicholas yang langsung bersemangat.
Nicholas langsung melaksanakan ijab qobul,di depan orang tua dan para karyawannya.Nicholas senang,karena sekarang Juli menjadi istrinya.
Penghulu pun langsung pergi meninggalkan perusahaan Nicholas.Mereka ikut senang dengan pernikahan sang bos dan Juli.
"Akhirnya kamu menikah,tapi malah mendahului aku."Ucap Sasa yang terharu langsung memeluk Juli.
"Kamu juga,sebentar lagi akan menikah."Balas Juli yang membalas pelukan Sasa.
"Jul,sebenarnya aku mau jujur kepada kamu."Ucap Sasa yang masih menyimpan rasa bersalah di hatinya.
"Jujur apa?"tanya Juli yang langsung melepaskan pelukan Sasa.
"Aku yang menyuruh pelayan,memberikan minuman alkohol yang kadarnya tinggi untuk kamu dan bos Nicholas."Ucap Sasa yang membuat Juli mendengarnya kaget.
"Kenapa kamu melakukan itu terhadap sahabat kamu sendiri."Balas Juli yang merasa kaget dengan kejujuran Sasa terhadap dirinya.
"Maafkan aku Jul,aku tiba-tiba ada perasaan ini terhadap kamu.Kamu sangat beruntung bisa berpacaran dengan seorang bos,bahkan kamu bisa mendapatkan pekerjaan yang bagus di saat aku terjatuh dan tidak punya apa-apa."ujar Sasa yang menceritakan dengan jujur kejadian sebenarnya terhadap Juli.
Juli yang mendengarkan sangat kecewa,tapi nasi sudah jadi bubur,semua tidak bisa di ulang kembali.jika Sasa tidak mendorong dirinya untuk berpacaran dengan Nicholas,Juli juga tidak akan berpacaran dengan Nicholas hingga sampai hari ini.
Nicholas melihat reaksi Juli dengan kejujuran yang diucapkan Sasa terhadap Juli.Nicholas begitu beruntung mempunyai Juli,karena dia tidak emosi sama sekali saat mendengar kejujuran dari Sasa.
"Aku memaafkan kamu Sa,tapi ada rasa kecewa di hatiku.Aku tidak menyangka kamu malah mendorong aku ke lubang hitam,seolah-olah kesucianku yang telah aku jaga tidak berarti apa-apa bagimu."Balas Juli yang meluapkan isi hatinya kepada Sasa.
"Aku terjerumus dengan rasa iri dan dengki terhadap kamu Jul,aku sangat menyesal telah melakukan semuanya terhadap kamu."Ucap Sasa yang langsung pergi meninggalkan Juli.
__ADS_1
Waktu telah berlalu,para karyawan pergi secara bergantian meninggalkan perusahaan.Begitu pun dengan keluarga Nicholas yang pergi dari perusahaan,meninggalkan anak dan menantunya.