Terjerat Bos

Terjerat Bos
episode 97


__ADS_3

Juli terbangun di tengah malam,dia melihat anaknya yang masih tidur pulas di sampingnya.Dia merasa hidupnya sekarang begitu hancur,dia tidak tau apa kesalahannya.Hingga suaminya begitu tega berselingkuh dengan mantan kekasihnya,dia baru kali ini jatuh cinta terhadap seorang laki-laki.


Air mata Juli tiba-tiba menetes begitu saja,dia merasakan hatinya begitu sakit dan perih.Apalagi terlintas olehnya,dimana suaminya sendiri tidur dengan mantan kekasihnya.Dia merasa begitu sakit atas penghianatan suaminya,namun dia harus kuat demi anaknya.


"Aku harap putraku tidak seperti kamu,aku akan mengajarkan anakku dengan baik dan perilakunya semoga tidak sama dengan perilaku Nicholas."Gumam Juli,dia menatap anaknya dengan sedih.


Juli terisak menangisi nasibnya sekarang,padahal orang tuanya begitu baik.Selama ini,dia selalu tidak berani jatuh cinta dengan seorang laki-laki.Namun sialnya,entah kenapa dia bisa tiba-tiba jatuh cinta terhadap suaminya ini.


Penyesalannya sekarang,kenapa dia tidak menanyakan dulu perjalanan cinta mereka.Jika dia tau Nicholas masih memiliki perasaan untuk Clara,mungkin dirinya tidak akan menderita seperti ini.Tapi bagaimanapun dia berpikir,semuanya tidak akan pernah kembali.Nasi sudah menjadi bubur,dia harus menelan pil pahit dalam kehidupannya ini.


"Aku begitu bodoh,bahkan aku begitu percaya dengan ucapan manis kamu terhadapku."Isak Juli,memukul dadanya yang begitu sakit.Hatinya sungguh sakit,dia semakin terisak dan menutup tangisannya dengan bantal yang menutup wajahnya.


Setelah lama Juli menangis,meluapkan isi hatinya.Dia terpejam kembali,karena merasa lelah dengan dirinya yang menangis begitu lama.Dia tidak perduli dengan esok pagi,jika nanti matanya membengkak.Dia hanya ingin meluapkan isi hatinya dan merasa setelah menangis hatinya begitu plong.


...****************...


Paginya,Juli sedang memasak sarapan untuk dirinya dan Sasa.Dia lupa,jika di vila ini tidak ada es batu sama sekali.Membuat matanya begitu bengkak,dia saja merasa matanya begitu sakit saat ini.Dia merasa seperti orang korea,merasa kantung matanya begitu sipit.


"Jul,kamu memasak apa?"Tanya Sasa,dia melihat Juli yang sedang memasak.


"Aku sedang menumis,sana kamu mandi dulu.Setelah selesai,baru kita makan Sa."Balas Juli,sambil fokus memasak.


"Aku sudah mandi dong,aku bantu kamu."Ucap Sasa,dia membantu Juli mengocok telur.


"Kirain kamu belum mandi."Balas Juli,dia langsung mengambil mangkok untuk masakan yang sudah jadi.

__ADS_1


"Aku merasa lengket,kemarin sore aku tidak mandi sih."Ujar Sasa,dia langsung mendekat ke arah Juli untuk memberikan telur yang sudah dia kocok.


"Terimakasih."Balas Juli,dia tidak berani menatap Sasa sama sekali.


Sasa merasa aneh dengan sikap Juli yang seperti ini,dia dari samping melihat kantung mata Juli yang bengkak.Dia kaget kantung mata Juli begitu bengkang,dia langsung menghadapkan Juli ke arahnya.


"Kamu habis menangis Jul? Kantung mata kamu bengkak sekali."Ucap Sasa,menatap mata Juli yang begitu bengkak.


"Tidak,mungkin kecoa yang membuat aku seperti ini."Sanggah Juli,agar sahabatnya tidak memikirkan dirinya.


"Haha,kamu kira aku anak kecil yang mudah di bohongi.Lagipula,tidak apa-apa kamu menangis Jul.Kamu tidak usah malu terhadap diriku,aku tidak akan menertawakan kamu sekali.Malah aku bersyukur,jika kamu menangis.Agar perasaan kamu plong Jul dan tidak terpendam di dalam hati kamu yang membuat kamu pasti sakit untuk menahan kepedihan di hati kamu."Ucap Sasa,dia tersenyum ke arah sahabatnya.


"Terimakasih Sa,kamu sudah mau menemani aku di sini.Kamu benar Sa,justru aku merasa tenang dengan menangis dan meluapkan isi hatiku."Balas Juli,dia langsung memeluk Sasa.


"Sudah-sudah,kamu jangan menangis lagi.Season menangis sudah habis,kamu tidak melihat wajan sudah mengebul dengan asap.Cepat matikan,aku takut terjadi kebakaran."Ucap Sasa,dia melepaskan pelukan Juli.


"Yasudah,sana kamu mandi.Biar aku saja yang menggoreng telurnya."Perintah Sasa,dia takut anaknya Juli sudah bangun di kamarnya.


"Baiklah,aku tinggal dulu.Aku serahkan goreng telur terhadap kamu,jangan sampai gosong."Ucap Juli,dia mengingatkan Sasa.


"Iya,aku tidak akan meninggalkan masakan aku."Balas Sasa,dia langsung menyalakan kompor lagi.


Juli langsung meninggalkan dapur,dia berjalan dengan cepat.Takut anaknya bangun dan bahkan dia bergegas untuk mandi.Setelah selesai,dia kembali ke dapur dan duduk di meja makan sambil menggendong putranya.


"Sa,telurnya kok asin."Protes Juli,dia pikir Sasa memberikan garam yang banyak terhadap telurnya.

__ADS_1


Sasa langsung menyuapkan telur yang dia masak,dia mengunyahnya dan benar saja telurnya asin.Dia langsung memuntahkannya ke piring dan langsung meminum air yang ada di meja.


"Sorry Jul,aku tidak tau telur yang aku buat akan asin seperti ini."Ucap Sasa,merasa bersalah terhadap sahabatnya.


"Sudahlah tidak apa-apa,sayang kalau tidak di makan.Campur saja dengan tumisan,mungkin asinnya akan berkurang."Balas Juli,agar mereka tidak membuang telur yang telah di buat Sasa.


"Apa tidak di buang saja?"Tanya Sasa,dia merasa masakannya harus di buang.


"Sudah,campur saja telur dan tumisan.Buktinya,aku memakannya dan sangat enak."Balas Juli,dia menghargai masakan yang di buat Sasa.


"Yasudah,jika itu mau kamu."Ucap Sasa,merasa tidak enak terhadap Juli.


Setelah acara makan selesai,mereka lebih memilih ke taman.Karena ingin menjemur bayi Juli,agar bayi Juli sehat dan tidak sakit-sakitan.


"Jul,siapa nama anak kamu?"Tanya Sasa,dia begitu penasaran dengan nama anak Juli.


"Kenan Mahardika."Balas Juli,dia menatap ke arah Sasa.


"Wah,nama yang bagus Jul.Sesuai dengan wajahnya yang begitu tampan,bayi kamu dari kecil saja sudah terlihat tampan.Aku pikir,jika sudah dewasa dia akan menjadi incaran para wanita."Ucap Sasa,dia begitu gemas terhadap baby Ken saat ini.


"Aku tidak berharap seperti itu,aku harap anakku hanya mencintai satu wanita dan dia tidak boleh menyakiti hati wanita seperti ayahnya yang menyakiti perasaan aku."Balas Juli,dia menatap sendu terhadap anaknya.


"Sudah,sudah.Kamu jangan mengingatnya lagi,lebih baik kamu hidup dengan baik dan melupakan rasa sakit itu."Ucap Sasa,dia tidak ingin sahabatnya merasakan sakit hati lagi.


"Kamu benar,aku harus hidup lebih baik lagi."Ujar Juli,dia merasa ucapan Sasa ada benarnya.

__ADS_1


"Sudah,kasihan anak kamu kelamaan di jemur.Lebih baik,kamu segera mandikan baby Ken."Perintah Sasa,melihat baby Ken yang seperti kepanasan.


Mereka memilih masuk ke dalam vila,Juli langsung masuk ke kamarnya untuk memandikan baby Ken,sedangkan Sasa dia memilih ke kamarnya untuk menghubungi suaminya.


__ADS_2