
Nicholas yang menunggu Juli di rumahnya begitu kesal,apalagi istrinya tidak kunjung datang.Membuat dirinya yang sedang sakit,begitu ingin menyusul istri dan anaknya.
"Dari siang,aku menunggu mereka.Tidakkah mereka pulang dengan cepat,aku begitu merindukan mereka saat ini."Ucap Nicholas,dia sudah tidak sabar ingin bertemu istri dan anaknya.
Pintu kamar terbuka,Nicholas langsung menengok ke arah pintu dengan senang.Namun saat orang itu masuk,Nicholas malah berekspresi masam.
"Perubahan kamu begitu cepat,kamu tidak ingin ibu berada di sini?"Tanya sang ibu,dia membawa nampan di tangannya.
"Bukannya begitu bu,aku begitu merindukan istri dan anakku.Tapi sampai saat ini,mereka belum datang sama sekali."Balasnya,menatap sang ibu.
"Mereka sedang berbelanja,biarkan saja mereka berbelanja sepuasnya.Lagi pula,jarang-jarang istri kamu berbelanja sampai lama seperti ini.Kamu tidak usah mengkhawatirkan mereka,siapa suruh kamu membuat masalah terhadap istri dan anak kamu."Ucap sang ibu,dia senang dengan sikap anaknya yang begitu gelisah menunggu kedatangan istri dan anaknya.
"Baiklah-baiklah,aku mengerti dengan ucapan ibu.Semua masalah di mulai dari diriku sendiri,aku akan bersabar menunggu kepulangan mereka."Balas Nicholas,dia akan menunggu kepulangan Juli dengan sabar.
"Nah,itu kamu tau diri.Nih,kamu makan dulu.Setelah itu,minum nih obat kamu."Perintah sang ibu,memberikan semangkuk kecil yang berisi obat terhadap Nicholas.
"Aish,aku malas sekali minum obat yang begitu banyak.Aku tidak ingin meminumnya sama sekali,buang saja bu."Balasnya,menolak untuk minum obat.
"Jika kamu tidak ingin sembuh buang saja,aku tidak akan perduli sama sekali.Paling-paling,kamu tidak akan bisa berjalan lagi.Kamu tau sendiri dengan kondisi kaki kamu saat ini,bahkan untuk berdiri saja tidak bisa.Makannya,kalau nyetir mobil yang bener.Kayak punya banyak nyawa saja,giliran minum obat males-malesan seperti ini."Cerocos sang ibu,begitu kesal dengan ucapan anaknya.
"Sebenarnya,kaki aku bisa jalan lagi kan bu?"Tanya Nicholas,dia khawatir tidak bisa berjalan.
"Itu sih,tergantung kemauan kamu dalam keinginan ingin sembuh.Jika kamu benar ingin sembuh,seharusnya kamu tau apa yang harus kamu lakukan."Balas sang ibu,menatap anaknya dengan lekat.
"Tapi,kenapa aku begitu susah berdiri bu?"Tanya Nicholas,menatap wajah sang ibu.
__ADS_1
"Karena ada rasa trauma dalam diri kamu,membuat saraf di kaki kamu merasa kebal dan sulit untuk berdiri."Jawab sang ibu,memberitahu kondisi anaknya.
Nicholas mencerna ucapan ibunya,dia mengerti sekarang dengan kondisi tubuhnya saat ini.Nicholas langsung menghabiskan makanannya dan dia langsung meminum obat yang di berikan ibunya.
...****************...
Juli dan Zoya sampai di parkiran,mereka berbincang sambil tertawa.Zoya memegang tas belanjaan milik dirinya dan milik kakak iparnya,mereka begitu asik berbincang sampai masuk ke dalam rumah.
"Maaf loh,kamu jadi memegang tas belanjaan kakak."Ucap Juli,merasa tidak enak dengan Zoya.
"Santai saja sih kak,lagian ini tidak seberapa."Balasnya,sambil menaiki anak tangga.
"Kakak jadi merasa tidak enak sama kamu."Ucap Juli,karena dia merasa barang belanjaan miliknya begitu banyak.
"Selow saja kak,bahkan ini tidak merepotkan sama sekali."Balas Zoya,sambil melihat ke arah baby Ken yang tidur dengan pulas.
"Wah,bagus sekali ini."Ucap ibu Nicholas,dia begitu antusias melihat pakaian baby Ken.
"Iya bu,pakaiannya bagus-bagus banget.Jadinya,aku tidak tau waktu berbelanja.Karena begitu senang memilih pakaian untuk baby Ken,aku juga beli tas buat ibu."Ujar Juli,dia menghampiri ibu mertuanya dan memberikan paper bag yang berisi tas terhadap ibu mertuanya.
Ibu Nicholas menerima paper bag yang di berikan Juli,dia langsung mengeluarkan barang dari paper bag.Ibu Nicholas begitu senang,melihat tas yang di belikan menantunya.
"Wah,selera kita sama.Ibu berniat untuk membelinya,tapi malah di kasih sama kamu."Ucap ibu Nicholas,begitu senang mendapatkan tas incarannya.
"Bagus,jika ibu senang dengan tasnya.Aku juga begitu suka dengan tasnya,menurutku itu sangat cocok dan pas untuk ibu."Balas Juli,begitu senang melihat ibu mertuanya yang senang.
__ADS_1
"Aku tidak di belikan apa-apa."Protes Nicholas,karena dia di acuhkan begitu saja oleh mereka.
"Tidak sama sekali,aku tidak ingat dengan kamu."Ketus Juli,dia duduk di sofa bersama Zoya dan ibu mertuanya.
"Rasain,makannya jangan coba-coba mencari perkara dengan wanita."Ucap Zoya sambil cekikikan,karena begitu puas melihat kakaknya di acuhkan.
"Diam kamu anak kecil."Kesal Nicholas,karena melihat Zoya begitu senang dengan penderitaannya.
"Kata siapa aku kecil,aku sudah dewasa kali."Protes Zoya,dia langsung menjulurkan lidahnya terhadap Nicholas.
"Siapa suruh kamu berbuat salah,terima saja nasib kamu."Ujar sang ibu,agar anaknya semakin kesal.
"Kok,ibu membela Juli dan tidak membela aku.Sebenarnya,siapa sih anak ibu.Bukannya bantuin aku,ibu malah ikut-ikut membuat aku semakin kesal."Protes Nicholas,merasa tidak ada yang perduli terhadap dirinya.
"Siapa suruh,kamu main-main di belakang aku.Ibu,ayo kita istirahat.Aku ingin tidur bersama ibu saja,tidak mau bersama Nicholas."Ucap Juli terang-terangan,dia mengacuhkan Nicholas.
"Sayang,tidur dengan aku saja.Aku merindukan kamu dan anak kita."Mohon Nicholas,agar Juli tidur dengannya.
"Minta saja sama selingkuhan kamu."Ucap Juli,dia langsung berdiri dari duduknya dan melangkah keluar kamar Nicholas.
"Hahaha,rasain kamu kak.Makannya di belakang istri jangan macam-macam,tidak enak bukan? Mana lagi sakit,terus harus tidur sendiri lagi.Uluh-uluh,kasian banget sih kakak."Tawa Zoya langsung pecah begitu saja,sambil berlalu pergi meninggalkan Nicholas.
"Makannya,jangan mikir enaknya aja selingkuh tuh.Mikir juga,selama ini siapa yang menemani kamu.Jika kamu sakit,istri yang merawat kamu bukan selingkuhan kamu.Giliran enaknya aja sama selingkuhan,giliran susah minta tolong istri.Kalau ibu jadi kamu,pasti ibu sangat malu sih."Ucap sang ibu,dia langsung meninggalkan anaknya begitu saja dan membiarkan anaknya semakin kesal.
"Sial,aku malah mendapat ocehan yang tidak enak seperti ini.Bahkan,aku di tinggalkan begitu saja oleh mereka.Tidak ada yang perduli kah dengan diriku,nasib-nasib."Ucap Nicholas,merasa malang pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Nicholas yang kesal,dia memilih tidur saja.Lagi pula,dia masih sakit dan tidak bisa menyusul istrinya sama sekali.Dia pasrah dengan keadaannya sekarang,apalagi semua kesalahan dirinya sendiri.Nicholas langsung memejamkan matanya,hingga dia tertidur dengan rasa kesal di hatinya.