
Juli menunggu kedatangan suaminya,menurutnya suaminya begitu sangat lama.Dia sudah tidak sabar ingin bertemu anaknya,dia berharap Nicholas bisa membujuk dokter untuk membawa anaknya bertemu dengannya.Juli melihat ke arah pintu,dia melihat Nicholas menggendong anaknya.
"Dokter mengizinkannya sayang?"Tanya Juli,begitu senang melihat Nicholas menggendong anaknya.
"Benar sayang,lihatlah anak kita begitu tampan."Balas Nicholas,dia segera berjalan memperlihatkan anak mereka.
"Tampan sekali anakku."Ucap Juli,dia begitu senang melihat anaknya yang begitu tampan.
"Tampan seperti aku sayang."Balas Nicholas,dia begitu senang dengan anak mereka.
"Sini,aku mau gendong anakku."Ucap Juli,dia begitu ingin menggendong anaknya.
"Iya sayang,jangan lupa kasih asi sayang."Ujar Nicholas,mengingatkan Juli.
Juli menerima anaknya,dia begitu gemas dengan anaknya ini.Dia langsung memberikan asi terhadap anaknya,dia begitu senang anaknya meminum asinya dengan kencang.
"Anak kita kelaparan sayang."Ucap Juli,merasakan anaknya begitu kencang meminum asinya.
"Iya,aku melihatnya sayang.Dia begitu kelaparan,bahkan minumnya saja begitu kencang."Ujar Nicholas,dia menatap anaknya yang begitu gemas meminum asi Juli.
"Sayang,sana kamu sarapan dulu.Nanti kamu lapar."Ucap Juli,dia mengingatkan Nicholas.
"Iya sayang,kalau begitu aku turun ke bawah dulu."Balas Nicholas,sambil menatap Juli.
"Bak sayang."Ucap Juli,dia memberikan senyuman kepada Nicholas.
Nicholas langsung pergi meninggalkan Juli di ruangannya,dia belum makan sama sekali dari kemarin,dia langsung pergi ke kantin dan membeli dua porsi makanan untuk dirinya sendir.Dia melihat layar ponselnya,ada pesan masuk dari Clara dan Nicholas tidak menghiraukannya sama sekali.
"Maafkan aku Clara,aku tidak berniat sama sekali menjalin hubungan bersama kamu.Kemarin murni hanya kesalahanku,aku merasa kemarin hanya terlalu mengingat masa lalu kita."Gumam Nicholas,dia langsung memakan makanannya.
Setelah selesai,dia kembali ke ruangan istrinya.Dia melihat istrinya yang tidur dan bahkan anaknya juga tidur di atas tubuh istrinya.Nicholas tersenyum,dia langsung membawa anaknya pelan-pelan.Nicholas langsung keluar dari ruangan istrinya,dia menyimpan anaknya lagi di ruang Nicu.
"Terimakasih sus."Ucap Nicholas,dia langsung menidurkan anaknya di inkubator.
__ADS_1
"Sama-sama pak."Balas suster.
Nicholas langsung meninggalkan ruang Nicu,dia merasakan getaran ponselnya.Nicholas langsung mengambil ponselnya di saku celananya dan melihat siapa penelepon lalu mengangkatnya.
"Ada apa Rey?"Tanya Nicholas,karena Rey meneleponnya.
"Maaf pak,saya mengganggu waktu bapa."Balas Rey,dia merasa tidak enak mengganggu bosnya.
"Iya,tidak apa-apa.Ada apa kamu menghubungi saya?"Tanya Nicholas,dia menatap sang anak dari kejauhan.
"Saya harus disini berapa hari pak? Sedangkan bu Clara,besok sudah mau pergi dari sini."Balas Rey,karena dia bingung harus mengikuti Clara atau masih memantau proyeknya.
"Kalau sudah tidak ada masalah apa-apa lagi,kamu pulang saja bersama Clara."Ucap Nicholas,agar Rey bisa mengurusi pekerjaannya yang di sini.
"Baik pak,nanti saya lihat situasinya sampai sore pak.Kalau begitu terima kasih pak."Balas Rey,dia merasa tidak enak dengan bosnya.
"Ok."Ucap Nicholas,dia langsung mematikan sambungan teleponnya.
Juli membuka matanya,dia tidak melihat anaknya di dalam pelukannya.Dia merasa begitu lemas saat ini,dia membutuhkan energi untuk tubuhnya.
"Anakku mungkin di antarkan lagi ke ruang Nicu,aku sudah tidak sabar ingin cepat pulang ke rumah.Aku tidak ingin di pisahkan seperti ini bersama anakku,kasihan sekali anakku tidak aku gendong setiap saat."Gumam Juli,dia merasakan kasihan terhadap anaknya.
Pintu ruangan terbuka,keluarga Nicholas datang menjenguk Juli.Mereka langsung menghampiri Juli yang tiduran di ranjang,mereka juga membawa makanan untuk Juli.
"Sudah baikan sayang?"Tanya tante Nicholas,dia melihat Juli yang pucat.
"Baikan tante,meskipun ada sedikit rasa nyeri bekas pasca operasi di perutku."Balas Juli,dia tersenyum kepada tante Nicholas.
"Cucuku belum di bawa kesini apa? Kasihan nanti dia kelaparan."Ucapnya,begitu ingin melihat anaknya Nicholas.
"Sepertinya sama Nicholas di bawa lagi ke ruang Nicu tante,setelah memberikan asi aku dan anakku tidur.Setelah bangun,aku tidak melihat anakku lagi."Jawab Juli,dia menjelaskan apa yang terjadi.
"Mau ibu kupas buah-buahannya? Kamu makan dulu,agar wajah kamu tidak pucat seperti ini sayang."Ucap ibu Nicholas,karena melihat menantunya yang begitu pucat.
__ADS_1
"Tidak usah bu,biar aku saja.Lagian ibu baru datang,ibu duduk saja di sofa istirahat dulu."Balas Juli,dia begitu tidak enak dengan ibu mertuanya.
"Kapan kalian datang?"Tanya Nicholas,karena melihat keluarganya yang sedang berkumpul.
"Baru saja kami datang,bawa anak kamu kesini.Aku ingin melihatnya."Balas tante Nicholas,dia ingin segera melihat anaknya Nicholas.
"Baru saja aku mengantarnya,dia sedang tidur.Tante bisa melihatnya dari luar."Ucap Nicholas,dia langsung duduk di sofa.
"Gampanglah,nanti aku ke ruang Nicu."Balas tante Nicholas,dia langsung duduk di sofa mendekati Nicholas.
"Zoya tidak ikut?"Tanya Nicholas,karena dia tidak melihat adiknya.
"Tidak,dia sangat lelah.Apalagi,dia baru pulang tadi."Balas sang ibu,melihat anaknya.
"Sayang,kamu mau makan apa?"Tanya Nicholas,dia melihat ke wajah istrinya yang pucat.
"Nanti,nunggu makanan dari rumah sakit saja.Aku tidak berani makan sembarangan sayang."Balas Juli,karena tidak ingin merepotkan suaminya.
"Aku tidur sebentar ya,aku begitu lelah dan sangat mengantuk."Ucap Nicholas,karena ingin tidur.
"Yasudah,kamu tidur saja.Lagian,ada kami ini disini."Balas tante Nicholas,dia melihat keponakannya yang begitu kelelahan.
Nicholas memejamkan matanya,karena dia benar-benar sangat lelah.Nicholas langsung tidur,dia tidak mendengarkan suara-suara yang menurutnya berisik.
Juli tersenyum melihat suaminya yang tidur,karena dirinya begitu kelelahan.Juli mengambil buah-buah dan mengupasnya sendiri,karena merasa perutnya begitu lapar.
"Jul,kami ke ruang Nicu dulu ya.Kami ingin melihat anak kamu."Ucap ibu Nicholas,karena tante Nicholas begitu ingin melihat anak Juli.
"Iya mah,pergi saja.Aku tidak apa-apa,lagian di sini ada Nicholas yang menemaniku."Balas Juli,mengiyakan permintaan ibu mertuanya.
Mereka langsung ke luar dari ruangan Juli,mereka sudah tidak sabar ingin bertemu anaknya Juli.Mereka begitu terburu-buru,karena ingin segera sampai di ruangan Nicu.
Sedangkan Juli yang di tinggal,dia hanya fokus pada buah-buahan yang di makannya.Dia tidak ingin tubuhnya kekurangan asupan,lagi pula dirinya sudah memberikan asi untuk anaknya.Dia tidak ingin anaknya sakit,gara-gara dirinya yang kurang asupan gizi dan vitamin dari makanannya yang dia makan.
__ADS_1