
Nicholas sampai di parkiran rumah sakit,dia langsung ke ruangan Juli.Karena dia sudah mengetahui ruangan Juli dimana,dia melihat ibunya dan Zoya yang sedang menjaga Juli.
"Apa yang terjadi?"Tanya Nicholas,dia langsung duduk di samping istrinya.
"Anak kamu sudah lahir,dia sekarang berada di ruangan Nicu.Sedangkan Juli,dia masih belum sadar sampai saat ini."Balas Ibu Nicholas,dia melihat anaknya yang duduk di samping menantunya.
"Anak aku tidak kenapa-kenapa kan bu?"Tanya Nicholas,dia mengkhawatirkan anaknya.
"Dia tidak kenapa-kenapa,anak kamu begitu menggemaskan.Kamu kenapa tidak mengangkat telefon kamu?"Tanya ibunya,dia menatap tajam ke arah anaknya.
"Ponselku ketinggalan,saat pagi aku terburu-buru ke proyek dan lupa tidak membawa ponselku."Balas Nicholas,dia menjelaskan apa yang terjadi.
"Untung Juli tinggal bersama kami,coba kalau Juli di rumah sendirian.Aku tidak tau,apa yang akan terjadi dengan kondisi Juli dan cucuku."Ucap sang ibu ketus,dia kesal kepada anaknya.
"Terima kasih,karena ibu sudah membawa istriku ke rumah sakit.Aku merasa tenang sekarang,karena istri dan anakku tidak kenapa-kenapa."Balas Nicholas,dia merasa bersyukur istrinya tidak kenapa-kenapa.
"Baiklah,karena kamu sudah di sini.Mama pulang dulu,jika kamu butuh apa-apa nanti kamu hubungi saja kami."Ucap ibu Nicholas,dia merasa tubuhnya lelah dan butuh istirahat.
"Yasudah,kalian pulang saja.Biar aku yang menjaga Juli,kalian hati-hati di jalannya."Balas Nicholas,dia tidak tega melihat ibunya menunggu di rumah sakit.
"Zoya kamu mau disini atau ikut pulang?"Tanya ibu Nicholas,dia menatap putrinya yang asik bermain ponsel.
"Aku ikut pulang saja,lagian tubuhku begitu lengket."Balasnya,dia langsung memasukkan ponselnya ke tas.
"Yasudah,kami pulang dulu.Kabari kami,jika Juli sudah sadar."Ucap ibu Nicholas,mengingatkan anaknya.
"Baik bu."Balasnya,menatap sang ibu dan adiknya yang sudah berjalan ke arah pintu.
Nicholas beralih memandang istrinya,dia melihat wajah istrinya yang pucat.Dia mencium kening istrinya dengan lembut dan mencium tangan Juli.
"Terimakasih sayang,kamu sudah melahirkan jagoan kita dengan selamat.Cepat sadar sayang,aku begitu merindukan kamu saat ini."Ucap Nicholas,dia mengelus rambut istrinya.
__ADS_1
Ponsel Nicholas berdering,dia mengambil ponselnya dan menatap layarnya.Dia melihat nama Clara yang menelepon dirinya,dia langsung mengangkatnya dan berpindah ke sofa.
"Kamu dimana?"Tanya Clara,dia heran dengan Nicholas yang tidak membuka pintu kamar hotelnya.
"Aku sudah pulang,kamu urus saja proyek dengan Rey."Balas Nicholas,dia memejamkan matanya.
"Kenapa tidak memberitahuku?"Tanya Clara,padahal dia sudah berada di depan pintu kamar Nicholas.
"Aku terburu-buru pulang,istriku masuk rumah sakit dan harus di operasi."Balas Nicholas,dia menjelaskan apa yang terjadi.
"Aku menyusul kesana saja,agar aku bisa menemani kamu."Ucap Clara,agar dia bisa di dekat Nicholas.
"Tidak usah,kamu di sana saja.Aku serahkan urusan proyek kepada kalian berdua,jangan sampai ada masalah."Balas Nicholas,menolak dengan tegas kehadiran Clara.
"Baiklah,istirahat dengan baik.Aku mencintai kamu Nicholas."Ucap Clara,dia begitu blak-blakan terhadap Nicholas.
Nicholas tidak membalasnya sama sekali,dia langsung mematikan telefonnya.Dia menatap istrinya yang masih terbaring lemah,Nicholas memejamkan matanya di sofa.Nicholas begitu lelah saat ini,hingga dia tidur di atas sofa.
...****************...
"Ibu sudah sadar,apakah ada yang sakit?"Tanya suster,sambil melihat botol infusan yang hampir habis.
"Perutku sangat sakit sus,apakah aku boleh minta minum sus?"Balas Juli,merasa dirinya begitu haus.
"Sebentar lagi,bu Juli akan mendapatkan sarapan.Bagian makanan sudah ada di ruang sebelah,ibu Juli sabar ya."Ucap suster,memberitahu Juli.
"Baik sus."Balas Juli,dia pasrah dan harus menahan rasa hausnya.
Benar saja,bagian pengantar makanan sudah datang.Dia memberikan sarapan terhadap Juli,Juli di bantu suster untuk bangun.Dia meminum air terlebih dahulu,karena dirinya begitu haus.
"Baiklah,aku sudah mengganti botol infusnya dan sudah memberikan obat anti sakit dalam botol infusan.Aku permisi dulu."Ucap suster,dia langsung keluar dari ruangan Juli.
__ADS_1
Nicholas mendengar suara dentingan sendok,dia langsung membuka matanya.Dia melihat istrinya yang sedang makan,dia langsung menghampiri istrinya.
"Kenapa tidak membangunkan aku sayang?"Tanya Nicholas,dia duduk di samping istrinya.
"Aku masih lemas,bahkan tidak ada tenaga untuk memanggil kamu sayang."Balas Juli,dia masih fokus dengan makanannya.
"Hasil operasinya masih sakit sayang?"Tanya Nicholas,dia menatap Juli dengan rasa cinta.
"Masih sayang,tapi tidak sesakit ketika aku bangun tidur.Suster sudah memberikan obat pereda sakit di botol infusan."Balas Juli,dia menatap wajah Nicholas yang bangun tidur.
"Syukurlah,cepat sembuh sayang."Ucap Nicholas,dia mencium kening Juli.
"Memangnya proyek kamu sudah selesai?"Tanya Juli,dia menatap Nicholas.
"Belum sayang,aku meninggalkan proyeknya.Aku ingin menemani kamu yang sudah operasi,mana tega aku membiarkan kamu berjuang sendirian."Balas Nicholas,dia begitu mengkhawatirkan istrinya.
"Bagaimana dengan anak kita?"Tanya Juli,dia begitu ingin melihat anaknya.
"Aku belum melihatnya sama sekali sayang,nanti aku lihat anak kita."Balas Nicholas,dia juga ingin melihat anaknya.
"Tidak bisakah,anak kita di bawa kesini?"Tanya Juli,dia berharap bisa melihat anaknya.
"Yasudah,aku mandi dulu sebentar.Nanti aku tanyakan ke dokter ya sayang."Balas Nicholas,dia tau Juli mengkhawatirkan anaknya.
"Baiklah sayang,terima kasih."Ucap Juli,dia menatap Nicholas.
"Sama-sama sayang."Balas Nicholas,dia beranjak dari duduknya.
Nicholas langsung keluar dari ruangan Juli,dia mengambil pakaian dan membeli peralatan untuk mandi.Setelah itu,dia kembali ke ruangan Juli.Nicholas bergegas mandi,karena dia harus menuruti kemauan istrinya.
Nicholas sudah rapi,dia langsung pergi ke ruangan dokter.Dia mencoba berdiskusi dengan dokter,agar istrinya bisa melihat anaknya sendiri.Dia tidak ingin melihat wajah sedih istrinya dan dokter menyetujui permintaan Nicholas.
__ADS_1
"Aku sudah tidak sabar ingin melihat anakku."Ucap Nicholas,dia langsung ke ruang Nicu bersama dokter.
Nicholas menggendong bayinya dengan senang,dia langsung membawa bayinya keluar dari ruang Nicu.Dia sudah tidak sabar,memperlihatkan jagoannya terhadap Juli.Apalagi anaknya begitu tampan dan menggemaskan di matanya.