
Siangnya,Juli merasa tenggorokannya sangat haus.Dia membuka kedua matanya dan melihat Nicholas yang tidur di sampingnya.
Juli menatap wajah Nicholas yang kelelahan,apalagi terlihat jelas di matanya melingkar warna hitam akibat kurang tidur.Juli beranjak dari ranjangnya dengan berhati-hati,dirinya takut membangunkan Nicholas.
Juli sudah berhasil keluar kamar dengan pelan-pelan,dirinya tidak tau sekarang berada di mana.Dia menelusuri rumah dengan rasa penasaran dalam dirinya,bahkan dia sangat takjub dengan rumah besar ini dan lagi halamannya sangat indah.Juli mencari dapur,karena dirinya sangat haus sekali.
"Rumahnya sangat besar,bahkan disini terdengar suara ombak yang sangat kencang."Gumam Juli,berbicara pada dirinya sendiri.
Juli sudah sampai di dapur,dia mencari gelas untuk minum.Setelah itu,dia melihat kulkas di pojokan dan langsung membuka kulkas tersebut.
"Wah,komplit sekali bahan makanannya."Ucap Juli takjub,melihat bahan makanan yang berada di kulkas.
Juli merasa lapar dan memutuskan untuk memasak,Juli langsung memasak nasi dulu.Setelah itu,dia langsung memotong sayuran yang akan dia masak.
Sedangkan Nicholas saat ingin memeluk Juli,dia tidak merasakan adanya tubuh Juli di sampingnya.Nicholas membuka matanya dan benar saja Juli tidak ada di sampingnya.
Nicholas beranjak dari kasur dan keluar dari kamarnya,dia turun ke lantai bawah dan mendengar suara masakan dari dapur.Dia melihat Juli yang sedang asik memasak di dapur,Nicholas menghampiri Juli ke dapur.Dia memeluk Juli dari belakang dan membuat Juli yang sedang memasak kaget dan melemparkan susuk masak yang dia pegang ke dalam masakan.
"Aaa."Teriak Juli kaget,karena seseorang memeluknya.
"Kenapa teriak si sayang."Balas Nicholas,begitu heran dengan Juli.
"Kamu sih ngagetin saja,gimana coba kalau aku menumpahkan masakan ke tubuh ku."Protes Juli,karena Nicholas mengagetkannya.
"Maaf sayang,lagian kalau masak jangan sambil melamun."Ujar Nicholas,mengingatkan Juli.
"Siapa yang melamun coba,kamu saja yang tiba-tiba memeluk diriku tanpa terdengar langkah kakinya."Protes Juli,menyalahkan Nicholas.
"Kenapa menyalahkan aku?"Tanya Nicholas,melepaskan pelukannya dari Juli.
"Aku tidak menyalahkan kamu,hanya menjelaskan apa yang terjadi."Balas Juli tidak mau kalah,sambil fokus memasak makanan yang dia buat.
"Wanita selalu benar dan lelaki selalu salah."Ujar Nicholas,tidak terima di salahkan.
"Tolong,kamu ambilkan piring sayang."Balas Juli dan mematikan kompor.
Nicholas mengambil piring,menuruti apa yang di katakan Juli.
"Nih piringnya."Ucap Nicholas,menyerahkan piring terhadap Juli.
"Terima kasih."Balas Juli,menerima piring yang di berikan Nicholas.
Juli memindahkan masakannya ke piring,dia langsung membawa masakannya ke meja.Setelah itu dia mengambil nasi di magic com dan menyimpannya di meja.
"Wangi sekali sih sayang."Puji Nicholas,karena masakan Juli sangat wangi.
"Nih nasi kamu."Ucap Juli,memberikan sepiring nasi kepada Nicholas.
"Terima kasih sayang."Balas Nicholas,menerima sepiring nasi dari Juli.
Mereka makan bersama tanpa berbicara sepatah kata pun,setelah selesai Nicholas mencuci alat masak dan alat makan yang mereka gunakan.
Sedangkan Juli dia masih duduk di meja makan,menikmati jus jeruk yang dia buat.Dia merasa sangat segar setelah meminum jusnya,apalagi dia begitu menyukai jeruk yang rasanya begitu asam.
"Sayang ini dimana sih?"Tanya Juli,karena penasaran dirinya berada di mana.
"Ini pulau pribadi ku,jauh dari negara kita."Balas Nicholas,menjawab pertanyaan yang di lontarkan Juli.
"Aku sudah melihat sekeliling rumah ini dan sangat indah."Ucap Juli,mengagumi tempat yang dia tinggali sekarang.
"Ini Vila sayang,bukan rumah."Ujar Nicholas,memberitahu Juli.
"Vila ya,aku kira ini rumah."Ucap Juli,karena tidak tau apa-apa.
"Kamu sudah tidak sakit lagi sayang?"Tanya Nicholas memastikan,takut juli masih sakit.
"Aku sudah sembuh sayang."Jawab Juli,melihat Nicholas yang menatapnya.
"Syukurlah,jika kamu sudah sembuh."Ujar Nicholas,dia merasa lega dan tidak khawatir dengan Juli.
Juli beranjak dari kursi meja makan,dia rasanya ingin berenang.Apalagi di vila ini,dia melihat kolam renang di lantai 2 yang mengarah pada pantai.
Nicholas melihat Juli yang naik ke lantai dua,Nicholas segera menyelesaikan cuciannya.karena dia ingin segera menyusul Juli ke lantai dua,dia begitu sangat merindukan Juli.
__ADS_1
Sedangkan Juli di lantai dua,dia turun ke dalam kolam renang menggunakan gaun tidurnya.Karena dia malas untuk mengganti pakaiannya,lagi pula menurutnya di sini sangat bebas dan tidak ada orang lain yang melihatnya.
Nicholas segera menyusul Juli ke lantai dua,dia pikir Juli pergi ke kamar.Namun setelah masuk kamar,dia tidak melihat Juli di sana.Nicholas mencari Juli di lantai dua,dia melihat Juli yang sedang asik berenang.Nicholas kaget,karena Juli memakai gaun tidurnya saat berenang.Nicholas merasa beruntung sekarang dia berada di vila milik dirinya,apalagi dia melihat tubuh Juli yang terpampang jelas di hadapannya.Nicholas menghampiri Juli yang berada di kolam renang,dia ikut turun menyusul Juli yang sedang berenang.
Juli kaget saat seseorang menyentuh tubuhnya,hingga dia menghentikan berenangnya dan melihat Nicholas yang berdiri di hadapannya.
"Kamu ih kebiasaan,apa-apa itu selalu saja mengagetkan aku saja."Protes Juli,karena kesal dengan tindakan Nicholas terhadap dirinya.
"Maaf sayang."Balas Nicholas,mencium pipi Juli.
"Lain kali jangan kaya gitu lagi,gimana kalau nanti aku jantungan."Kesal Juli,mengomeli Nicholas di hadapannya.
"Kenapa kamu memakai gaun tidur saat berenang?"Tanya Nicholas,mengalihkan kekesalan Juli.
"Aku malas ganti bajunya,aku langsung saja menceburkan diri ke kolam."Balas Juli,dia menatap wajah Nicholas.
Nicholas menatap Juli yang menurutnya seksi,apalagi kulitnya sangat putih.Nicholas menyambar bibir Juli,karena melihat Juli yang sangat seksi.
Juli membalas ciuman Nicholas,dia mengalungkan tangannya pada leher Nicholas untuk menikmati ciuman yang di berikan Nicholas.Juli merasakan tangan Nicholas yang memegang pinggangnya,dia saat ini merasa beruntung memiliki Nicholas.
"Sayang,kamu sangat seksi."Ucap Nicholas,menatap Juli penuh cinta.
"Seksi apaan,kamu ngawur kalau ngomong."Ujar Juli,begitu heran dengan ucapan Nicholas.
Juli naik ke atas,karena merasa dingin hanya berdiam diri di dalam kolam renang.Juli ingin berjemur di kursi santai,agar tubuhnya merasa hangat.
Nicholas melihat apa yang di lakukan Juli,dia naik ke atas dan menghampiri Juli.Nicholas langsung duduk di kursi yang di tempati Juli,dia menelan ludahnya sendiri apalagi melihat gundukan kenyal Juli yang terlihat jelas.
"Cepat berganti sayang,kamu baru sembuh loh."Ucap Nicholas,karena dia tidak ingin Juli sakit lagi.
"Hanya sebentar,aku hanya ingin berjemur."Jawab Juli dan merasa Nicholas sekarang selalu mengatur dirinya.
Nicholas gemas dengan Juli,dia mencium bibir Juli.Saat ini dirinya begitu takut kehilangan Juli,dia menyalurkan perasaannya terhadap Juli
Juli membalas ciuman Nicholas untuk mengungkapkan rasa cinta dirinya terhadap Nicholas,dia tidak tau sejak kapan dirinya juga jatuh cinta terhadap Nicholas.Juli merasa heran dengan dirinya sendiri,karena dia tidak bisa marah dengan Nicholas.Juli duduk di pangkuan Nicholas,karena dia ingin Nicholas tau jika dirinya begitu sangat mencintai Nicholas.
Juli mengalungkan tangannya ke leher Nicholas dan menikmati ciuman mesra mereka.Juli meremas rambut Nicholas,karena merasakan Nicholas bermain di dadanya.
Nicholas menurunkan gaun tidur Juli,dia melepaskan pengait bra Juli.Setelah itu Nicholas melepaskan ciumannya,dia melihat dua gundukan kenyal di hadapannya.Apalagi dua gundukannya begitu putih,dia melahap gundukan kenyal di hadapannya dengan bersemangat.
Juli merasa tubuhnya sangat panas,apalagi dia seperti mendambakan sentuhan Nicholas.Dia begitu menikmati tindakan Nicholas di tubuhnya,dia begitu ingin merasakan adik Nicholas dalam dirinya.
"Aku sangat menginginkannya."Ucap Juli,karena merasa tubuhnya bergejolak panas.
Nicholas yang mendengar ucapan Juli menghentikan tindakannya,dia menatap Juli dengan intens.Dia tidak salah dengarkan dengan ucapan Juli,dia ingin memastikannya dengan Juli.
"Kamu menginginkannya?"Tanya Nicholas,menatap manik mata Juli.
"Aku menginginkannya,tapi aku sangat takut."Balas Juli,karena ada rasa takut di dalam dirinya.
"Tidak usah takut sayang,bahkan kita sudah pernah melakukannya sekali."Bujuk Nicholas,agar Juli mau melakukannya.
"Tapi."Balas Juli,ada rasa ragu dalam dirinya dan dia menatap Nicholas yang sedang menatapnya.
"Ayolah sayang."Rayu Nicholas,sambil membelai rambut Juli dan menatap lekat mata Juli yang ada di hadapannya.
Juli menggigit bibirnya,karena merasa gugup.Dia tidak tau harus berbuat apa,mendadak dirinya benar-benar tidak bisa mengatakan hal apapun.
Nicholas melihat Juli yang menggigit bibirnya,seakan-akan Juli sedang menggodanya.Nicholas mencium bibir Juli yang ada di hadapannya,dia meremas gundukan kenyal Juli dengan keras.
Juli kaget dengan tindakan Nicholas,terhadap dirinya.Namun tubuhnya,tidak bisa menolak tindakan Nicholas.
Nicholas menghentikan ciumannya dan dia menatap Juli dengan intens.
"Ayo masuk,nanti kamu sakit."Perintah Nicholas,karena tidak ingin Juli sakit.
"Baiklah."Jawab Juli,dia turun dari pangkuan Nicholas.
Juli masuk ke dalam dan di ikuti Nicholas dari belakang.Juli merasa bersyukur,karena Nicholas tidak memaksanya.
"Terima kasih sayang."Ucap Juli,dia langsung melihat Nicholas.
"Untuk apa?"Tanya Nicholas,begitu heran dengan ucapan Juli.
__ADS_1
"Terima kasih,karena kamu tidak memaksa aku untuk melakukannya."Balas Juli,sambil tersenyum ke arah Nicholas.
"Aku tidak akan melakukannya,kalau kamu tidak mau.Aku tidak akan memaksa kamu sayang."Ujar Nicholas,karena dia tidak ingin Juli menyalahkan dirinya.
"Yasudah,aku duluan yang mandi."Ucap Juli yang,dia langsung masuk ke kamar mandi.
"Jangan lama-lama,aku dingin."Teriak Nicholas dari luar.
"Iya,aku hanya sebentar sayang."Teriak Juli di dalam kamar mandi.
Juli keluar dari kamar mandi dan Nicholas langsung masuk karena merasa dingin.
Juli langsung memakai pakaian milik dirinya,setelah itu dia melihat Ponselnya.Dia melihat satu pesan dari Sasa yang membuat dirinya terkejut,Juli langsung menelepon Sasa ingin tau ceritanya bagaimana.
"Hallo,ada apa Jul?"Tanya Sasa di seberang telepon.
"Maksud kamu apa?beneran Berlin mencari Nicholas?"Cerocos Juli,dia ingin tau ceritanya.
"Kamu tau dari siapa?"Tanya Sasa,karena bingung dengan ucapan Juli.
"Kamu yang mengirim aku pesan duluan."Balas Juli,heran dengan ucapan Sasa.
"Aku tidak mengirimi kamu pesan."Ujar Sasa,dia merasa bingung dengan apa yang terjadi.
"Kamu mengirim aku pesan Sa,coba cek isi pesan kamu terhadap aku."Ucap Juli,dia gemas dengan Sasa.
"Ini bukan aku yang mengirim pesan,sepertinya Niko yang mengirimi kamu pesan."Jawab Sasa,karena tidak tau apa-apa.
"Beneran Sa?"Tanya Juli memastikan.
"Benar Jul,tapi benar sih apa yang di kirim Niko.Wanita yang bernama Berlin mencari bos kita,bahkan dia bilang kamu menggoda pak bos."Cerita Sasa,membuat Juli kesal.
"Enak aja aku wanita penggoda,jelas-jelas dia wanita gila yang terobsesi dengan pacarku."Kesal Juli,mendengar cerita Sasa.
"Memang Berlin itu siapa Jul?"Tanya Sasa yang penasaran.
"Dia sahabat kecilnya Nicholas,tapi Nicholas sangat risih dengan Berlin yang selalu menempel padanya."Cerita Juli dengan kesal kepada Sasa.
"Sekarang kamu dimana Jul?"Tanya Sasa,karena dia tidak melihat Juli di hotel.
"Aku di bawa pergi Nicholas ke luar negeri."Balas Juli,dia masih kesal dengan Berlin.
"Apa?Kapan? Kenapa kamu tidak memberitahuku?"Tanya Sasa,karena Juli pergi tanpa memberitahunya sama sekali.
"Ceritanya panjang Sa,nanti kalau kita bertemu aku ceritakan semuanya."Balas Juli,tidak mau sahabatnya khawatir.
"Baiklah,jaga dirimu baik-baik."Ucap Sasa,merasa menyesal dengan tindakannya terhadap Juli.
"Ok,sudah dulu ya bye."Balas Juli,dia langsung mematikan teleponnya.
Setelah menelepon Sasa,Juli merasa kesal dengan tindakan Berlin yang semakin gila.Nicholas keluar dari kamar mandi dan melihat Juli yang sedang marah-marah.
"Kamu kenapa sayang?"Tanya Nicholas,dia melihat Juli yang langsung cemberut.
Nicholas yang melihatnya langsung menghampiri Juli,dia menatap Juli dengan intens.Dia begitu ingin tau,apa yang terjadi dengan pacarnya ini.
"Aku kesal dengan si Berlin."Balas Juli,tidak terima dirinya di sebut wanita penggoda.
"Memang ada apa sayang?"Tanya Nicholas,karena bingung dengan apa yang terjadi.
"Dia menyebut diriku wanita penggoda,jelas-jelas dia yang terobsesi dengan kamu."Balas Juli,dia langsung melihat Nicholas yang ada di hadapannya.
"Kamu bukan wanita penggoda sayang,jelas-jelas aku yang mengejar kamu."Ucap Nicholas memeluk Juli,agar Juli tenang.
"Aku benci sama Berlin."Ucap Juli,karena sekarang dia sangat membenci Berlin.
"Aku juga membencinya,bahkan aku tidak ingin melihat dia di hidupku."Balas Nicholas,karena dirinya juga tidak menyukai Berlin sama sekali.
"Kita harus menjauh darinya,karena dia wanita gila."Cerocos Juli,membuat Nicholas tersenyum.
"Sudah kamu baru sembuh,cepat istirahat."Perintah Nicholas,dia langsung mengambil pakaiannya.
"Iya aku istirahat."Balas Juli dan langsung berbaring memejamkan matanya.
__ADS_1
Nicholas langsung pergi ke kamar mandi dan memakai pakaiannya.Setelah itu dia melihat Juli yang sudah tertidur,dia langsung menyelimuti Juli dan langsung pergi ke luar kamar.