
Juli menatap Nicholas yang wajahnya begitu kusut,dia menghampiri suaminya.Dia ingin tau,kenapa wajah suaminya seperti itu.
"Sayang,kamu kenapa?"Tanya Juli,dia duduk di seberang suaminya.
"Aku takut Rey hanya mempermainkan Zoya,apalagi dia pernah berpacaran dengan Clara."Balas Nicholas,dia merasa cemas memikirkan adiknya.
"Mereka sudah besar ini,mana mungkin Rey berpikiran seperti itu.Aku lihat,justru Rey benar-benar mencintai Zoya."Ucap Juli,memandang suaminya.
"Entahlah,aku hanya takut dia menyakiti adikku."Balas Nicholas,dia merasa begitu ingin melindungi adiknya.
"Kamu jangan terlalu mengekangnya,kita lihat saja ke depannya.Kamu jangan berpikir aneh-aneh,aku harap sih Rey tidak jahat sama sekali."Ucap Juli,agar Nicholas berpikir positif.
"Baiklah,baiklah.Aku akan menuruti ucapan kamu,aku tidak akan mengganggu hubungan mereka saat ini.Aku akan memantaunya secara diam-diam."Balas Nicholas,agar adiknya tidak risih dengannya.
"Itu lebih baik,apalagi mereka sudah dewasa.Mereka tau,mana yang benar dan yang salah."Ucap Juli,merasa mereka tidak usah di pantau berlebihan.
"Baiklah,baiklah.Aku menuruti kemauan kamu,sekarang kamu punya rencana pergi kemana?"Tanya Nicholas,menatap istrinya.
"Aku belum memikirkan untuk pergi kemana-kemana,apalagi acara semalam begitu melelahkan."Balas Juli,menatap Nicholas.
"Kita istirahat saja di sini."Ucap Nicholas,menatap istrinya.
"Memangnya,kamu tidak bertemu klien?"Tanya Juli,karena takut suaminya sibuk.
"Nanti sore,aku bertemu klien.Aku hanya ingin beristirahat saja untuk hari ini,apalagi menunggu jam empat sore masih lama."Balas Nicholas,dia berbaring di sofa.
"Yasudah,sana kamu tidur di ranjang."Perintah Juli,agar badan Nicholas tidak sakit.
Nicholas menuruti perkataan Juli,dia langsung berjalan ke arah ranjang dan berbaring di ranjang.
__ADS_1
"Sini sayang,aku ingin tidur bersama kamu."Ucap Nicholas,menyuruh Juli untuk tidur bersamanya.
Juli mengikuti perkataan Nicholas,dia ikut berbaring di samping Nicholas.Juli memeluk Nicholas,merasa begitu senang saat ini.Mereka langsung memejamkan matanya,hingga mereka tertidur.
****************
Waktu cepat berlalu,Nicholas dan Rey pergi untuk bertemu dengan klien.Mereka tidak tau,jika Clara juga bersama klien yang mereka jumpai.Mereka merasa canggung sekarang,namun mereka menghargai klien di depan mereka saat ini.
Setelah selesai membahas kerja sama dengan klien,mereka berbincang ringan sambil melahap hidangan di depan mata mereka.Sedangkan Clara,dia curi-curi pandang terhadap Rey dan Nicholas.Apalagi,menurutnya ke dua laki-laki ini adalah mantan kekasihnya.
"Bagaimana kabar kalian?"Tanya Clara,menatap Rey dan Nicholas.
Setelah kliennya permisi untuk pergi ke toilet,namun mereka tidak membalas ucapan Clara.Mereka tidak perlu basa-basi dengan Clara,apalagi tidak ingin berhubungan dengan Clara sama sekali.
"Kalian begitu kompak mendiamkan aku,padahal aku tau di hati kalian masih ada aku bukan?"Tanya Clara,menatap mereka dengan intens.
"Ayo kita pergi Rey,aku rasa kita sudah selesai membahas kerja samanya."Ucap Nicholas,menatap ke arah Rey.
Mereka berdiri dan akan meninggalkan meja makan,namun klien sudah kembali dan melihat mereka yang akan pergi.Klien menahan kepergian mereka,klien mengajak mereka untuk minum.Mereka mengikuti perkataan klien,karena merasa tidak enak menolak permintaan klien.
Saat ini,mereka berada di lantai dua dengan ruangan VIP.Bahkan,banyak botol minuman di hadapan mereka.Klien memberikan segelas wine terhadap Nicholas,Nicholas bahkan menerimanya.
"Terima kasih."Ucap Nicholas,dia langsung menyesap wine yang di berikan klien.
Rey tidak minum sama sekali,dia tidak ingin ikut bergabung.Apalagi,dia takut Nicholas mabuk.Jika mereka berdua mabuk,mereka akan sulit untuk pulang ke hotel.Dia saja merasa tidak nyaman,karena ada Clara bersama mereka saat ini.
"Kamu tidak ikut minum Rey?"Tanya Clara,dia mendekati Rey.
"Tidak,aku harus tetap terjaga.Lagi pula,aku tidak ingin bos kenapa-kenapa."Balas Rey,menjawab pertanyaan Clara.
__ADS_1
Clara mengangguk mengerti,dia ikut minum bersama yang lain.Clara menghabiskan dua botol wine,sehingga dia mabuk saat ini.
Rey menatap Nicholas dan Clara yang sudah mabuk,Rey merasa bersyukur tidak ikut minum.Jika dia ikut mabuk,entahlah mereka akan tidur dimana nantinya.Rey terpaksa membawa Nicholas dan Clara,apalagi dia tidak mungkin membiarkan Clara begitu saja.
Nicholas sudah berada di dalam mobil,sekarang Rey sedang membawa Clara berjalan.Namun Rey begitu kewalahan,karena Clara terus meracau tidak jelas dan jalan sempoyongan.
"Rey,kamu Rey kan? Kamu tidak tau,aku lebih mencintai kamu dari pada Nicholas.Aku begitu tidak ingin berpisah dengan kamu,aku menderita berpisah dari kamu Rey."Ucap Clara,terus meracau.
Namun Rey tidak memperdulikannya sama sekali,dia terus berjalan ke arah mobil.Setelah itu Rey memasukkan Clara ke dalam mobil,dia bergegas menutup pintu dan meninggalkan tempat pertemuan mereka tadi.
"Bisa-bisanya,kamu membiarkan dia minum."Ucap Juli,karena melihat Rey membawa Nicholas yang mabuk.
"Maaf bu,saya tidak bisa menghentikannya.Karena klien,meminta bos terus minum."Balas Rey,dia merasa tidak enak.
"Terimakasih,kamu sudah menjaganya.Aku membawa masuk Nicholas,kamu istirahat saja."Ucap Juli,dia langsung membawa Nicholas ke dalam.
Juli membantu Nicholas berjalan ke arah ranjang,dia langsung membaringkan Nicholas.Juli melepas sepatu dan melonggarkan dasi serta sabuk yang di pakai Nicholas.
"Clara,Clara.Kamu tidak bisa mengacaukan hidupku,aku sudah bertekad melupakan kamu.Tapi,kenapa kamu harus muncul di hadapanku.Jika kamu terus muncul,aku akan sulit melupakan kamu."Racau Nicholas,dia menatap Juli saat ini.
Juli tercengang dengan ucapan Nicholas,jadi di dalam hati suaminya.Dia masih menyimpan perasaan untuk Clara,dia menatap sendu ke arah suaminya.
Nicholas menarik Juli ke atas tubuhnya,dia seperti melihat Clara saat ini.
"Aku tau kamu menginginkan aku,tapi kamu hanya menginginkan tubuhku Clara.Kamu tau Clara,saat ini di hatiku masih tersimpan nama kamu.Gara-gara kamu yang selalu menggodaku,aku begitu sulit melupakan kamu.Aku lelaki brengsek,karena aku mencintai kamu dan istriku Juli.Tapi,aku lebih begitu mencintai istriku dari pada kamu."Racau Nicholas,dia langsung tidur begitu saja.
Juli menahan sesak di hatinya,apalagi saat Nicholas berkata seperti itu.Juli langsung menjauh dari Nicholas,dia meneteskan air matanya saat ini.
"Kamu tega mengkhianati cinta aku."Isak Juli,begitu merasakan sesak saat ini.
__ADS_1
Juli memilih tidur di sofa,dia tidak ingin tidur bersama Nicholas.Juli begitu merasakan sakit di hatinya,hingga dia menangis begitu lama dan terlelap begitu saja di sofa.