Terjerat Bos

Terjerat Bos
episode 82


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu,mereka benar-benar begitu kewalahan dengan hadirnya sosok kecil di kehidupan mereka.Apalagi mereka benar-benar kewalahan,karena harus bergadang setiap malam apabila si bayi mungil menangis minta susu.


"Sayang,kamu jadi kurang tidur selama sebulan ini.Bahkan,kamu selalu menemani aku bergadang."Ucap Juli,dia begitu kasihan terhadap suaminya yang kurang tidur.


"Tidak apa-apa sayang,lagipula ini anak kita bersama."Balas Nicholas,dia tidak ingin Juli merasa tidak enak dengan dirinya.


"Apa kamu tidak libur saja hari ini sayang? Kamu begitu kurang istirahat hari ini."Khawatir Juli,karena suaminya tidak tidur sama sekali.


"Pekerjaanku banyak sayang,aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku yang banyak.Besok sudah libur,aku bisa istirahat besok sayang.Aku berangkat dulu ya sayang."Ucap Nicholas,dia mencium kening Juli.


"Yasudah,hati-hati sayang."Balas Juli,dia memeluk suaminya penuh cinta.


Juli mengantar Nicholas ke depan rumah,dia melambaikan tangannya.Karena Nicholas sudah pergi meninggalkan pekarangan rumahnya,dia langsung masuk ke dalam rumah.Dia bergegas masuk ke dalam kamar,karena takut anaknya terbangun.


"Aku begitu kurang tidur,rasanya aku mengantuk sekali."Gumam Juli,dia langsung membaringkan tubuhnya di ranjang dan memilih tidur.


Juli merasa badannya begitu kurang istirahat,karena harus bergadang setiap malam.Dia sekarang kurang merawat tubuhnya sendiri,karena benar-benar lelah mengurus bayi mungilnya.Juli memejamkan matanya,hingga dia terlelap tidur dengan rasa lelah di tubuhnya.


...****************...


Nicholas fokus dengan pekerjaannya,dia benar-benar lelah sebenarnya.Apalagi dirinya kurang tidur,karena harus bergadang menemani istri dan anaknya.Nicholas merasa matanya benar-benar tidak bisa di ajak kompromi,padahal dirinya sudah meminum kopi agar matanya tidak mengantuk.


"Minum kopi juga tidak ada pengaruhnya sama sekali,tetap saja aku sangat mengantuk."Ucap Nicholas,mencoba membuka matanya lebar-lebar.


Sepuluh menit Nicholas membuka matanya lebar-lebar,agar dia tidak mengantuk.Tetap saja,matanya benar-benar mengantuk.


"Sial,sudahlah lebih baik aku tidur sebentar."Umpat Nicholas,karena kesal dirinya masih mengantuk.


Nicholas memilih tidur di sofa,dia memasang alarm untuk tidur selama dua jam.Agar dirinya segar kembali,dia langsung tertidur di sofa dengan rasa kantuknya yang sangat berat.


Sedangkan Rey di luar ruangan Nicholas,dia sibuk mengatur jadwal Nicholas.Apalagi bosnya ini,banyak sekali pertemuan yang harus di mundurkan membuat dirinya begitu sibuk.


"Bos membuatku begitu sibuk,aku pusing mengatur jadwal yang bentrok seperti ini."Ucap Rey,dia frustasi dengan pekerjaannya ini.


Ponsel Rey berdering,dia melihat telepon dari Clara.Dia mengangkat telpon dari Clara,dia bingung dengan Clara yang menelepon dirinya di saat jam kantor.


"Hallo."Jawab Rey,dia mengangkat telpon dari Clara.

__ADS_1


"Nicholas ada di kantor?"Tanya Clara,memastikan Nicholas ada di kantornya.


"Ada."Balas Rey singkat,dia sambil fokus ke dalam pekerjaannya.


"Baiklah,aku sebentar lagi sampai mau bertemu dengan Nicholas."Ucap Clara,memberitahu Rey.


"Baiklah,datang saja.Selagi bos ada di kantor,sebelum dia bertemu klien yang lain."Jawab Rey,dia memberitahu Clara.


"Ok,aku sudah sampai parkiran ini."Ucap Clara,dia langsung mematikan sambungan telepon.


Rey menyimpan kembali ponselnya di meja,dia tidak memperdulikan sama sekali dengan urusan Clara dan bosnya.Lagipula dirinya tau,Clara pasti membahas pekerjaannya.


"Rey,dia sibuk tidak?"Tanya Clara,dia berhenti di depan Rey.


"Kamu masuk saja,aku tidak tau sama sekali.Aku begitu sibuk dengan pekerjaanku."Balas Rey,dia masih fokus dengan pekerjaannya.


Clara tersenyum,melihat Rey yang begitu sibuk,dia langsung menghampiri Rey dan mencium pipi Rey.Setelah itu,dia berlari kecil dan masuk ke dalam ruangan Nicholas.Dia tidak memperdulikan ekspresi wajah Rey sama sekali,karena menurutnya Rey begitu tampan saat sedang serius.


"Dia malah tidur di sofa."Gumam Clara,dia melihat Nicholas yang tidur di sofa.


"Nicholas bangun."Panggil Clara,dia harus segera menyelesaikan pekerjaannya.


Namun Nicholas tetap tidak bangun,meski sudah di panggil Clara.Malah membuat Clara kesal,dia mencoba memanggil Nicholas di dekat telinga Nicholas.


"Nicholas bangun,aku ada perlu dengan kamu."Ucap Clara,berbicara di telinga Nicholas.


Nicholas mencium aroma parfume di hidungnya,dia merasa aromanya menenangkan dirinya.Nicholas menarik Clara dalam pelukannya,dia merasa aromanya sungguh menenangkan dirinya.


Clara kaget dengan tindakan Nicholas yang memeluk dirinya dengan spontan,dia merasa jantungnya berdegup kencang sekarang.Dia melihat wajah Nicholas yang masih tidur,dia begitu terpesona dengan ketampanan Nicholas.


"Nicholas bangun."Panggil Clara,dia merasa posisinya begitu tidak nyaman.


"Aku sangat mengantuk sayang,aku begitu lelah semalam bergadang menemani kamu."Balas Nicholas,dia menarik Clara ke sampingnya untuk tidur bersamanya.


Clara mencoba melepaskan pelukan Nicholas,dia begitu sesak sekarang.Karena terhimpit tubuh Nicholas,dia berhasil melepaskan pelukan Nicholas dari tubuhnya.Clara langsung bangun,dia melihat ke arah Nicholas dengan kesal.


"Enak saja,aku di jadikan pengganti Juli."Gumam Clara,dia mencoba melangkahi tubuh Nicholas.

__ADS_1


Clara kesal sekarang,karena dirinya memakai rok yang begitu pendek.Bukannya berhasil melangkah,dia malah kesal dengan Nicholas yang membalikkan badannya dan membuat dirinya menjadi duduk di atas tubuh Nicholas.


"Sial,tidak bisakah dia tidur tanpa bergerak."Umpat Clara,dia begitu kesal sekarang.


Nicholas merasa tubuhnya begitu berat,dia membuka matanya dan melihat Clara yang duduk di atas tubuhnya.Dia langsung bangun tanpa menghiraukan Clara yang ada di atas tubuhnya,karena dia kaget dengan Clara yang duduk di atas tubuhnya.


Clara kaget dengan tindakan Nicholas,dia refleks langsung memegang pundak Nicholas.Clara merasa canggung sekarang,karena wajahnya sekarang begitu dekat dengan Nicholas.


Nicholas menatap Clara yang ada di depannya sekarang,dia begitu dekat dengan wajah Clara sekarang.Dia menatap mata Clara yang sedang menatap dirinya,dia semakin mendekatkan wajahnya terhadap Clara.


Mereka berciuman sekarang sekarang,mereka sama-sama terlena dengan tatapan mereka.Mereka seolah terbawa suasana di sekitar mereka,mereka saling menikmati ciuman mereka.


Clara menyilangkan kakinya,memeluk tubuh Nicholas.Dia membalas ciuman Nicholas,dia begitu menikmati ciuman Nicholas.Clara merasakan tangan Nicholas yang mengelus punggungnya,membuat dia semakin terbakar api gairah.


Nicholas merasa begitu menginginkannya sekarang,apalagi dia sudah tidak pernah bercinta dengan Juli.Saat pulang,Juli pasti menolaknya.Karena Juli selalu memikirkan anak mereka,apalagi sebentar-sebentar anak mereka sering menangis dan membuatnya selalu menahan api gejolak di tubuhnya.


Clara menghentikan ciuman mereka,dia merasa kekurangan oksigen.Clara menatap mata Nicholas yang seperti menginginkan dirinya,dia harus menahan keinginan Nicholas.Clara tidak boleh terbawa suasana,dia harus segera menyelesaikan pekerjaannya.


"Hentikan Nicholas,aku kesini ada urusan dengan kamu."Ucap Clara,dia menatap Nicholas dan mengatur deru nafasnya.


"Urusan apa?"Tanya Nicholas,dia menatap Clara dan menahan gejolak panasnya.


"Aku mengirim filenya lewat email dan sudah aku kirim ke email kamu."Balas Clara,menjelaskannya.


"Apakah sangat penting?"Tanya Nicholas,dia memegang pinggang Clara.


"Sangat penting,kamu harus segera membaca dan menandatanganinya."Balas Clara,masih menatapnya.


"Bisakah kita menundanya sebentar,aku begitu menginginkan kamu saat ini."Ucap Nicholas,dia menatap Clara dengan intens.


"Tidak bisa,jika kamu menginginkan aku.Kamu bisa datang langsung ke apartemenku."Balas Clara,dia tidak mungkin bercinta di kantor Nicholas dan lagi ada Rey di luar ruangannya.


"Baiklah."Ucap Nicholas pasrah,dia mengikuti kemauan Clara.


Clara langsung bangun dan membenarkan pakaiannya,dia beranjak ke meja Nicholas untuk melihat email yang dia kirim.Dia hanya ingin pekerjaannya selesai saat ini,tidak ingin membuang-buang waktunya.


Setelah pekerjaannya selesai,Clara memilih pergi meninggalkan ruangan Nicholas.Dia harus bergegas ke kantornya dan mengadakan rapat dengan dewan direksi mengenai proyek dia bersama Nicholas.

__ADS_1


__ADS_2