
Keluarga Nicholas begitu mengkhawatirkan kondisi Nicholas,apalagi mereka telah melapor ke kantor polisi.Mereka begitu cemas terhadap Nicholas,hingga Juli tidak bisa tidur sama sekali memikirkan Nicholas.
"Kita harus mencari Nicholas kemana lagi?"Tanya Juli,karena merasa masalahnya terus datang silih berganti dalam kehidupan.
"Ibu juga tidak tau,apalagi kejadiannya begitu cepat seperti ini."Balas ibu Nicholas,dia menghawatirkan putranya.
"Apa Nicholas punya musuh?"Tanya Ayah Nicholas,menatap istrinya.
"Tidak,dia selalu bekerja sama dengan baik."Kata ibu Nicholas,sambil memikirkan musuh Nicholas.
"Kemarin Nicholas mengusir Clara dari ruangannya,apa ini perbuatan Clara."Ucap Juli,curiga terhadap Clara.
"Kenapa kamu mencurigai Clara?"Tanya ibu Nicholas,menatap menantunya.
"Karena Clara terobsesi dengan Nicholas,kemungkinan besar Clara juga harus kita selidiki.Aku sungguh takut Nicholas kenapa-kenapa,apalagi Clara begitu menginginkan Nicholas."Jawab Juli,menjelaskan tentang Clara.
"Kakak ipar benar,kita juga harus menyelidiki Clara.Apalagi,kak Nicholas sebelum di culik bertengkar dulu dengan Clara."Ucap Zoya,dia berpikir hal yang sama dengan Juli.
"Apa kamu tau rumah Clara?"Tanya ibu Nicholas.
"Aku tidak tau."Jawabnya,sambil menggelengkan kepalanya.
"Kak Rey pasti tau,dia kan pacarnya Clara."Ucap Zoya,dia tiba-tiba teringat dengan Rey.
"Baiklah,aku hubungi dia."Ujar ayah Nicholas,karena dia tau Rey.
Ayah Nicholas langsung menelepon Rey,dia menunggu dengan gusar.Karena Rey belum mengangkat teleponnya sama sekali,tidak lama telepon tersambung.
"Hallo,ada apa pak?"Tanya Rey dengan sopan.
"Kamu tau rumah Clara?"Tanya ayah Nicholas,tanpa basa-basi.
__ADS_1
"Aku tidak tau pak,aku hanya tau apartemennya.Memangnya kenapa pak?"Tanya Rey kembali,karena ayah bosnya menanyakan tempat tinggal pacarnya.
"Nicholas di culik,kemarin Clara dan Nicholas bertengkar.Kami ingin memastikan dengan jelas,jika ini bukan perbuatan Clara sama sekali.Karena kami curiga,jika Clara yang menculik Nicholas."Jawab ayah Nicholas,terus terang terhadap Rey.
"Baiklah pak,aku akan kirim alamat apartemen dan alamat kantor Clara."Ucap Rey,dia merasa Clara keterlaluan sekarang.
"Baiklah,maaf sudah mengganggu kerjaan kamu."Balas ayah Nicholas.
"Tidak mengganggu sama sekali pak,aku sedang cuti dan dalam perjalanan kembali."Ucap Rey,menjelaskan.
"Yasudah,jika begitu.hati-hati di jalannya."Balas ayah Nicholas.
"Baik pak,jika aku sudah sampai.Aku akan membantu keluarga bapak,mencari keberadaan pak Nicholas."Ucap Rey,dia harus membantu keluarga bosnya.
"Baiklah Rey,terimakasih karena kamu sudah ingin membantu kami."Ujar ayah Nicholas,berterima kasih terhadap Rey.
"Sama-sama pak."Ucap Rey,dia langsung mematikan sambungan telepon dan mengirim alamat Clara.
...****************...
Sedangkan Clara,dia sekarang berada di perusahaannya.Selagi Nicholas di berikan obat tidur oleh Clara,dia langsung kembali ke perusahaannya dan membiarkan Nicholas berada di vila keluarganya.
Sekarang Clara berhadapan dengan keluarga Nicholas di ruangannya.Dia pura-pura tidak tau dengan apa yang terjadi,dia menatap keluarga Nicholas yang menatap ke arahnya.
"Ada perlu apa kalian kemari?"Tanya Clara cuek,pura-pura sibuk dengan berkasnya.
"Kamu bawa kemana anakku."Balas Ibu Nicholas,menatap tajam Clara.
"Siapa? Nicholas? Memangnya Nicholas kemana?"Tanya Clara,menatap kr arah mereka dengan datar.
"Kamu yang menculiknya bukan? Cepat kembalikan anakku,apa kamu tega membiarkan istri dan anaknya sedih gara-gara kamu yang menyembunyikan Nicholas."Balas Ibu Nicholas,menatap tajam Clara.
__ADS_1
"Kenapa menyalahkan aku? Aku tidak tau apa-apa,kenapa jadi aku yang di tuduh seperti ini."Sanggah Clara,mencoba bersikap tenang di hadapan keluarga Nicholas.
"Kemarin kamu bertengkar dengannya,cepat jangan sembunyikan anakku."Pinta Ibu Nicholas,menangis di hadapan Clara.
Clara langsung menekan interkom,menunggu interkom tersambung.Dia menatap keluarga Nicholas dengan datar,tidak perduli dengan wajah sedih mereka.
"Suruh security kemari,bawa orang-orang yang ada di ruanganku.Aku tidak ingin di ganggu oleh mereka."Ucap Clara,dia langsung mematikan sambungan telepon.
"Kamu mengusir kami,dasar pelakor tidak tau diri.Sudah menghancurkan rumah tanggaku,sekarang menculik suamiku.Kamu wanita murahan,bahkan sangat terobsesi dengan suamiku.Tidak ingat sudah punya pacar,tapi masih menginginkan suami orang."Ungkap Juli dengan kesal,karena dia begitu ingin menampar wajah Clara.
"Hahaha,istri yang malang.Menjaga suami sendiri saja tidak bisa,makannya jadi wanita harus bisa memuaskan suami kamu.Agar suami kamu tidak jatuh ke pelukan aku,giliran sudah begini menyalahkan aku.Salahkan saja diri kamu yang tidak becus,melayani suami saja tidak bisa.Sibuk saja dengan anak kamu,biar aku yang puaskan suami kamu."Ucap Clara,mencemooh Juli.
"Wanita murahan,begitu terang-terangan menggoda suami orang.Aku tidak habis pikir,bagaimana orang tua kamu mendidik kamu.Kamu terlalu di manjakan,sehingga kamu menjadi egois seperti ini dan bahkan rela menghancurkan rumah tangga orang lain."Balas Juli,merasa sudah kehilangan rasa sabarnya.
"Terserah kamu,aku tidak akan memperdulikan ucapan kamu.Silahkan kalian pergi dari sini."Usir Clara,dia sibuk kembali dengan pekerjaannya.
"Jika sampai aku tau,kamu dalang di balik ini semua.Lihat saja kamu,akan aku hancurkan kehidupan kamu."Ucap ibu Nicholas,menatap tajam ke arah Clara.
"Aku tidak takut sama sekali,silahkan kalian pergi dari sini!"Usir Clara dengan tegas.
Mereka langsung meninggalkan perusahaan Clara,namun mereka suda menyuruh orang untuk menyelidiki Clara.Apalagi,kecurigaan mereka begitu kuat terhadap Clara.
"Kita harus sabar,semoga dugaan kita benar dengan Clara.Kita harus bermain aman,agar Nicholas tidak kenapa-kenapa."Ucap ayah Nicholas,mengungkapkan pikirannya.
"Ayah benar,kita harus bersabar.Jangan sampai kita emosi,kita lihat saja hasilnya nanti.Jika memang Clara yang menyembunyikan keberadaan kak Nicholas,kita harus memberi pelajaran terhadap Clara.Karena sudah berani bermain-main dengan kita,aku begitu muak melihatnya."Kesal Zoya,dia begitu membenci Clara.
"Kita harus tenang saat ini,lebih baik kita istirahat.Semalaman,kita menunggu kabar dari Nicholas.Kita tidak boleh sakit,tubuh kita harus sehat.Kita tidak boleh tumbang sama sekali,demi mencari keberadaan Nicholas."Ucap Juli,agar mereka istirahat dulu.
"Baiklah,ayo kita pulang saja ke rumah.Kita istirahat dulu,kepalaku juga pusing."Ucap ibu Nicholas,dia merasakan pusing di kepalanya.
Mereka langsung pulang ke rumah ibu Nicholas,memutuskan untuk istirahat.Agar stamina tubuh mereka terjaga,apalagi Nicholas belum di temukan sama sekali.Mereka berharap Nicholas baik-baik saja dan segera memberi kabar terhadap mereka.
__ADS_1