
Juli yang sedang berenang,dia melihat Sasa yang di peluk seorang lelaki asing.Juli tidak mengenalnya sama sekali dengan lelaki tersebut,bahkan dirinya baru kali ini melihat wajah lelaki itu.
"Kenapa sayang?"Tanya Nicholas,karena melihat Juli seperti kebingungan.
"Ayo,ikuti aku sayang."Perintah Juli dan menarik Nicholas untuk menghampiri Sasa.
Mereka berjalan untuk menghampiri Sasa,saat mendekat ke arah Sasa.Juli melihat Sasa seperti orang yang kebingungan di hadapan laki-laki asing itu,dia tidak terima sahabatnya di buat seperti itu.
"Kamu siapa?"Tanya Juli dan langsung menarik Sasa ke dekatnya.
Nicholas melihat Juli yang begitu protektif terhadap sahabatnya,apalagi sahabatnya ini masih terdiam dan belum menjelaskan apapun terhadap Juli.
"Perkenalkan,namaku Niko."Jawab Niko,memperkenalkan dirinya terhadap Juli.
"Aku tidak perduli dengan nama kamu,tapi apa yang kamu lakukan terhadap sahabat aku?"Tanya Juli,dia menatap tajam ke arah Niko.
"Aku tidak melakukan apapun terhadap Sasa,Aku hanya sedang melamar Sasa."Jawab Niko dengan tulus,sambil melihat Sasa yang masih terdiam.
Juli melihat tatapan Niko yang tulus terhadap Sasa,Juli segera bertanya terhadap Sasa.Karena dia ingin memastikan ucapan pria yang ada di hadapannya,dia takut laki-laki bernama Niko membohongi dirinya.
"Benarkah,apa yang di katakan dia Sa?"Tanya Juli menggoyangkan tubuh Sasa,agar dia berbicara bukan hanya diam saja.
"Benar Jul,Niko sedang melamar diriku."Balas Sasa dan langsung memeluk Juli sambil menangis senang.
"Terus,kenapa kamu menangis saat ada orang yang melamar kamu?"Tanya Juli,karena heran dengan sikap sahabatnya ini.
"Aku merasa bahagia Jul,tapi aku tidak menyangka Niko akan melamar diriku secepat ini.Bahkan aku bingung Jul,aku harus mengekspresikan diriku seperti apa."Jawab Sasa,masih memeluk Juli.
Juli melepaskan pelukan Sasa,dia begitu kesal dengan apa yang di dengarnya.Juli menyentil dahi Sasa dengan keras,Juli merasa dirinya di permainkan oleh Sasa.
Tindakan Juli di lihat oleh Nicholas dan Niko saat Juli menyentil dahi Sasa,mereka hanya menyaksikan tindakan Juli yang menyentil Sasa,tanpa mau ikut campur dengan urusan mereka.
"Aw,sakit tau."Rintih Sasa meringis,karena Juli menyentil dahinya.
"Bodo amat."Kesal Juli,dia menarik Nicholas dan pergi dari hadapan Sasa dan Niko.
Niko yang melihatnya tersenyum,dia mendekati Sasa yang memegang dahinya.
"Sakit sayang?"Tanya Niko,melihat dahi Sasa yang merah dan mengusap dahi Sasa dengan lembut.
"Awas kamu Jul,akan aku balas nanti."Teriak Sasa,tidak terima dengan dahinya yang di sentil Juli.
"Dia sahabat kamu?"Tanya Niko,penuh perhatian terhadap Sasa.
"Iya,dia sahabat aku dari masa kuliah."Balas Sasa,masih melihat kekesalan Juli terhadap dirinya.
"Kamu sangat beruntung,punya sahabat yang begitu sayang terhadap kamu Sa."Ujar Niko,membuat Sasa yang mendengarnya jadi merasa bersalah dengan tindakannya semalam.
Niko melihat perubahan wajah Sasa dalam sekejap,dia merasa heran dengan perubahan wajah Sasa.Dia merasa tidak salah dengan ucapannya,tapi dia tidak tau apa yang membuat wajah Sasa berubah dalam sekejap.
"Ada apa?"Tanya Niko,dia mencoba mencari tau apa yang terjadi dengan Sasa.
"Tidak ada sayang."Balas Sasa,menyembunyikan perbuatannya dari Niko.
Niko mencium jidat Sasa,dia langsung membopong Sasa dan membawanya ke dalam air laut sambil berlari.
__ADS_1
"Aku sudah mandi sayang,hentikan aku tidak mau berenang di laut."Rengek Sasa,dia mengalungkan tangannya di leher Niko.
Juli dari kejauhan melihat interaksi Sasa dan Niko yang membuatnya jadi tersenyum,Juli merasa lega Niko seperti orang yang benar-benar tulus mencintai Sasa.Dia berharap Sasa bahagia dengan Niko,tidak seperti pacarnya Sasa kemarin yang hanya bisa memanfaatkan kebaikan Sasa.
"Sayang."Panggil Nicholas,dia memeluk erat Juli dari belakang.
"Ada apa?"Tanya Juli,merasakan pelukan Nicholas pada dirinya.
"Jika di perut kamu nanti ada anak kita,jangan kamu gugurkan.Aku sangat ingin memiliki anak dari kamu sayang."Balas Nicholas dan langsung mengelus perut Juli.
"Aku tidak mau mempertahankannya,aku saja dengan kamu tidak menikah.Lantas bagaimana dengan nasib anakku nanti."Protes Juli,merasa heran dengan apa yang ada di pikiran Nicholas.
"Aku akan menikahi kamu sayang."Ucap Nicholas,menyandarkan kepalanya di pundak Juli.
Juli yang mendengarnya hanya terdiam dan melihat pemandangan air laut,Juli menikmati waktu bersama Nicholas yang seperti ini dan dia merasa bahagia dengan menikmati pemandangan seperti ini.
"Sayang,ayo kembali ke kamar hotel."Ajak Nicholas,merasa angin laut sangat kencang.
"Sayang,tidak bisakah kita disini sebentar lagi?"Tanya Juli,karena masih ingin menikmati suasana pantai bersama Nicholas.
"Baiklah sayang."Balas Nicholas,menuruti perkataan orang yang di cintainya.
"Sayang."Panggil Nicholas,agar Juli menghadap dirinya
"Kenapa?"Tanya Juli,menatap wajah tampan Nicholas di depannya.
"Aku mencintai kamu."Ucap Nicholas,mencium dahi Juli yang berada di hadapannya.
"Aku juga mencintai kamu."Balas Juli,sambil memeluk erat Nicholas yang berada di hadapannya.
"Terima kasih sayang."Balas Juli dan mencium bibir Nicholas yang ada di hadapannya.
Nicholas membalas ciuman Juli terhadap dirinya,Nicholas mengungkapkan perasaan di hatinya kepada Juli dan hanya Juli satu-satunya wanita yang dia cintai.
Juli melepas ciuman mereka,Juli ingin agar pantai ini menjadi saksi cinta mereka satu sama lain.Di saat mereka sedang menikmati indahnya pantai dan seseorang dari kejauhan memanggil Nicholas,membuat mereka merasa terganggu dengan kehadirannya.
"Nicholas."Teriak Berlin,berlari menghampiri mereka.
Nicholas dan Juli melihat Berlin yang ada di hadapannya,apalagi Berlin tersenyum senang melihat Nicholas dan Nicholas semakin erat memeluk Juli.
Juli paham dengan apa yang di rasakan Nicholas saat ini,Juli melihat berlin yang ada di hadapannya.Berlin sedang memuja kekasihnya secara terang-terangan di hadapannya,dia begitu geram dengan kehadiran Berlin saat ini.
"Apa yang kamu lakukan disini?"Tanya Juli,agar perhatian Berlin berpindah pada dirinya.
"Aku sangat menyukai pantai dan berlibur di sini.Dari kejauhan,aku seperti melihat Nicholas dan benar saja Nicholas juga berada di sini."Balas Berlin,menatap Nicholas dengan tersenyum.
"Baiklah,silahkan nikmati liburan kamu."Ucap Juli,karena kesal Berlin yang masih menatap Nicholas.
"Ayo sayang,kita masuk ke dalam."Ajak Juli,melepaskan pelukan Nicholas dan menarik tangan Nicholas agar masuk ke hotel.
"Tunggu,tidak bisakah Nicholas menemani diriku?"Tanya Berlin,berharap Nicholas menemani dirinya.
"Maaf Berlin,Nicholas pacarku jadi tidak seharusnya dia menemani kamu."Balas Juli,begitu kesal mendengar ucapan Berlin dan menarik Nicholas agar mengikutinya.
Mereka masuk ke dalam hotel dan meninggalkan Berlin seorang diri.Mereka membuat Berlin merasa kesal sekarang,apalagi Berlin di tinggalkan begitu saja oleh mereka.
__ADS_1
"Sayang,ayo kita pulang."Ajak Juli,karena dia kasihan terhadap Nicholas yang seperti tertekan saat Berlin di hadapannya.
"Ayo."Balas Nicholas,karena ingin menjauh dari Berlin.
Mereka bergegas meninggalkan hotel dan memilih kembali ke apartemen.Mereka tidak memikirkan karyawan lain,apalagi mereka benar-benar bergegas pulang agar tidak bertemu Berlin
"Kamu sangat lelah sayang?"Tanya Juli,melihat wajah Nicholas pucat setelah bertemu Berlin di pantai.
"Ayo,kita masuk dulu."Balas Nicholas,karena merasa dirinya sangat tidak aman.
Sesampainya di kamar mereka,Nicholas langsung menghubungi ibunya.Karena dia tidak tau dengan kehadiran Berlin yang tiba-tiba,apalagi dirinya masih Shock dengan kehadiran Berlin.
"Hallo,ada apa sayang?"Tanya sang ibu,karena putranya menelepon.
"Bu,aku bertemu Berlin di pantai.Kami langsung pulang ke apartemen,setelah bertemu Berlin tadi."Balas Nicholas,karena merasa dirinya terancam dengan kehadiran Berlin.
"Untuk sementara ini,kamu pergi dari negara ini dan bawa Juli bersama kamu."Ujar sang ibu,dia mengkhawatirkan keselamatan mereka.
"Baik bu,bu maafkan aku."Ucap Nicholas dengan gugup.
"Kenapa kamu minta maaf?"Tanya sang ibu,karena anaknya tiba-tiba minta maaf.
"Aku harus segera menikah dengan Juli bu,karena semalam Juli aku nodai bu."Balas Nicholas,membuat sang ibu kaget dengan tindakan anaknya ini.
"Apa yang terjadi dengan kalian,kamu secepatnya nikahi Juli."Perintah sang ibu,karena tidak habis pikir dengan kelakuan anaknya.
"Baik bu,aku akan menikahi Juli."Balas Nicholas,karena dia senang bisa memiliki Juli seutuhnya.
"Cepat,kamu tinggalkan negara ini."Perintah sang ibu,karena begitu takut anaknya bertemu Berlin kembali.
Nicholas mematikan teleponnya,dia menatap Juli yang mendengarkan semua pembicaraan antara dirinya dan ibunya.
"Maaf sayang,atas semua yang terjadi terhadap kita."Ucap Nicholas,merasa bersalah dengan Juli.
"Tidak apa-apa sayang,mari kita segera pergi."Ujar Juli,agar Nicholas tenang jauh dari Berlin.
Mereka keluar dari apartemen dan melajukan mobilnya ke arah bandara,mereka segera menaiki pesawat pribadi milik Nicholas.
"Kita mau kemana?"Tanya Juli,karena masih tidak menyangka kehidupannya berubah drastis setelah mengenal Nicholas.
"Maaf sayang,kehidupan kamu kacau gara-gara aku."Ucap Nicholas,dia meminta maaf kepada Juli.
"Aku tidak memikirkannya sama sekali,karena yang terpenting sekarang kita harus hidup dengan baik sayang."Ujar Juli,memeluk Nicholas dengan penuh kasih sayang.
"Untuk sementara,kita pergi ke pulau pribadi milik ku."Ucap Nicholas,merasa sangat aman berada di pulau pribadi milik dirinya.
"Baiklah sayang."Ucap Juli,menuruti semua yang di katakan Nicholas.
"Tidurlah sayang."Perintah Nicholas,agar Juli merasa tenang.
"Baik sayang,aku tidur."Balas Juli,karena dia sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi nanti.
Juli mulai memejamkan matanya,hingga dia tidur di dalam pesawat.Bahkan Juli,seakan dirinya lupa dengan ketakutan Nicholas terhadap Berlin.
"Maafkan aku sayang,jika aku merubah kehidupan kamu jadi seperti ini."Gumam Nicholas,dia mencium Juli dengan penuh cinta.
__ADS_1