
Nicholas berada di kamar adiknya,dia begitu kusut saat ini.Nicholas tidak memperdulikan tatapan tajam dari adiknya,jelas dia mengakui kesalahannya.
"Kenapa kakak malah kesini sih,kakak tidak mengerti hati perempuan.Jika kak Juli menyuruh kakak pergi,itu berarti kak Juli ingin di temani kakak."Ucap Zoya,menggelengkan kepalanya saat ini.
Zoya benar-benar kesal oleh kakaknya,karena dia mengganggu waktu tidurnya yang nyenyak.Bahkan,waktu sudah lewat satu jam.Dia hanya diam saja,tidak ingin kembali lagi ke kamarnya.
"Nanti yang ada,aku di usir lagi."Kata Nicholas,dia takut di usir lagi.
"Aku takut kak Juli kenapa-kenapa,kakak sih bisa-bisanya menyimpan dua orang di hati kakak.Ingat kak,kakak sudah memiliki kak Juli dan baby Ken.Sudah tidak pantas,kakak menyimpan mantan kakak di hati kakak."Protes Zoya,merasa tidak habis pikir dengan kakaknya ini.
"Bantu aku cepat."Balas Nicholas,dia merasa pikirannya begitu rumit.
"Apa yang harus ku bantu,itu resiko kakak sendiri.Aku tidak ingin ikut campur,lagi pula kesalahan ada pada kakak."Ucap Zoya,dia menolak membantu kakaknya.
"Ayolah,nanti akan aku kabulkan permintaan kamu.Asal,kamu bantu aku berbaikan dengan Juli."Mohon Nicholas,agar adiknya membantu dirinya.
"Yasudah,sekarang kakak beli bunga untuk kak Juli cepat."Ucap Zoya,agar Nicholas membeli bunga untuk kakak iparnya.
"Terus?"Tanya Nicholas,menatap adiknya.
"Kakak berikan bunga itu terhadap kak Juli,sekalian kakak minta maaf terhadap kak Juli."Ucap Zoya,agar kakaknya bertindak cepat.
"Baiklah,aku akan menuruti kamu."Ucap Nicholas,dia beranjak dari duduknya.
Nicholas langsung keluar kamar Zoya,dia langsung turun ke bawah untuk mencari bunga.Nicholas mencari bunga sendirian,setelah mendapatkan bunga untuk Juli.Nicholas langsung bergegas membayarnya dan kembali ke hotel di mana dia menginap.
Nicholas dan Zoya berada di depan pintu kamar,dia masuk ke dalam kamar.Namun tidak menemukan Juli di kamarnya,Zoya langsung mencari keberadaan Juli di kamar mandi.
"Kak Nicholas."Teriak Zoya,karena kaget melihat Juli yang terbaring di lantai dan bahkan begitu pucat.
Nicholas yang mendengar teriakan Zoya,dia berlari ke arah Zoya.Dia kaget melihat istrinya yang tergeletak,dia bergegas mematikan shower.Setelah itu,dia mengangkat istrinya ke ranjang.
"Zoya cepat,ambilkan pakaian kakak kamu."Perintah Nicholas,dia langsung melepas pakaian Juli yang basah.
__ADS_1
"Nih kak."Ucap Zoya,dia menyerahkan pakaian Juli ke Nicholas.
Setelah Nicholas menggantikan pakaian Juli,dia bergegas membopong Juli untuk turun ke lantai bawah.Nicholas meminta staff hotel,membawanya ke rumah sakit terdekat.Hingga staff rumah sakit langsung mengantarkan mereka ke rumah sakit,karena mereka juga ikut panik melihat kondisi wajah Juli yang pucat dan biru.
...****************...
Clara bangun dari tidurnya,kepalanya begitu pusing saat ini.Clara melihat ke sekeliling,dia berada di hotel saat ini pikirnya.
"Siapa yang membawa aku kesini."Ucap Clara,dia bersandar pada ranjang.
Clara merasa pinggangnya sakit saat ini,dia memijat pinggangnya dengan pelan.Clara merasa heran,kenapa pinggangnya bisa sakit.Padahal,jika dirinya mabuk tidak pernah merasakan sakit pinggang.Kecuali,jika dia habis bercinta pasti pinggangnya akan sakit.Clara langsung menatap ke arah pintu,dia melihat Rey yang masuk.
"Kamu sudah sadar,aku kira kamu masih tidur."Ucap Rey,dia duduk di sofa dan menatap Clara.
"Kamu yang membawa aku kemari?"Tanya Clara,menatap Rey.
"Iya,kamu pikir siapa lagi."Balas Rey dengan cuek.
Clara bangun,dia langsung berjalan ke arah Rey.Clara langsung duduk di pangkuan Rey,dia menatap Rey saat ini.
"Kenapa kamu malah bertanya hal aneh seperti itu."Balas Rey,dia menatap Clara dengan heran.
"Habisnya,jika aku sudah bercinta.Pasti pinggang aku akan sakit,kamu ngaku kepadaku."Ucap Clara,dia menggoda Rey saat ini.
"Bisa saja kamu terjatuh,kenapa kamu malah menuduh aku yang tidak-tidak."Protes Rey,menatap tajam Clara.
Clara berpikir lagi,mungkin benar apa yang di katakan Rey.Bisa saja dia terjatuh tanpa sadar,apalagi semalam dia dalam keadaan mabuk.
"Terimakasih,kamu sudah membawa aku kemari."Ucap Clara,dia merasa berterima kasih terhadap Rey.
"Baiklah,kamu duduk yang benar."Balas Rey,agar Clara duduk di sampingnya.
Rey bersyukur,karena Clara percaya dengan ucapannya.Rey tidak ingin Clara berpikir macam-macam,sehingga dia nanti merusak hubungannya bersama Zoya.
__ADS_1
"Tidak ada yang melihat ini."Ucap Clara,dia tidak perduli dengan ucapan Rey.
"Jangan membuat kesabaran aku habis."Ujar Rey,dia memperingati Clara.
"Rey."Manja Clara,dia mendekatkan tubuhnya pada Rey.
Rey merasakan dada Clara yang menempel pada tubuhnya,dia tidak tau Clara akan berbuat apa.Rey hanya diam saja,dia ingin tau Clara ingin berbuat apa.
"Aku mencintai kamu Rey,ayo kita balikan."Ucap Clara,dia berbisik di telinga Rey.
Clara mencium aroma tubuh Rey yang wangi,dia merasa tertantang sekarang.Clara meniup telinga Rey dengan pelan dan tersenyum,karena melihat Rey yang bereaksi terhadap tiupannya.
"Apa yang kamu lakukan?"Tanya Rey,dia protes terhadap Clara.
"Aku hanya bercanda dengan kamu,aku tau kok.Kamu pasti akan menolak aku,jika aku mengajak kamu bercinta."Ucap Clara,dia mencium bibir Rey.Sebelum Rey menjawab ucapan Clara.
Rey merasa kesal sekarang,karena Clara mencium bibirnya saat ini.Bahkan dia juga kesal,karena dirinya tidak bisa menolak ciuman Clara.Rey mengelus punggung Clara,karena Clara begitu agresif menciumnya.
"Hah.Hah."Deru nafas Clara,dia menatap Rey saat ini.
Clara menurunkan sebelah pakaiannya,dia memperlihatkan sebelah gundukannya terhadap Rey.Dia mendekatkan gundukannya terhadap rey,agar Rey bermain di dadanya.Namun kegiatannya terhenti,karena Rey mendengar ponselnya berdering.
Rey melihat nama layar yang menghubunginya,dia langsung berdiri dan keluar dari kamar Clara.Rey mengangkat teleponnya,sambil berjalan menuju arah lift.
"Ada apa sayang?"Tanya Rey,karena Zoya menelepon.
"Aku kirim share lok ke kamu,sekarang aku berada di rumah sakit bersama kak Nicholas.Karena kak Juli,pingsan di dalam kamar mandi."Balas Zoya,agar Rey menyusulnya.
"Baiklah,aku akan kesana sekarang.Kamu tunggu aku,nanti jika aku sudah di depan rumah sakit.Aku menelepon kamu kembali."Ucap Rey,dia langsung menekan tombol ke lantai bawah.
"Ok,hati-hati sayang."Ujar Zoya,dia memberikan perhatian kecil terhadap Rey.
"Baik sayang."Balas Rey,dia langsung mematikan sambungan teleponnya.
__ADS_1
Setelah pintu lift terbuka,Rey bergegas keluar rumah sakit,dia langsung menggunakan taksi dan melaju meninggalkan hotel.