
Dua hari telah berlalu,Juli sibuk dengan pekerjaannya di kantor.Nicholas sengaja membuat Juli sibuk,karena dia sedang mendekor lantai atas untuk resepsi pernikahan mereka.
Nicholas sudah siap menanggung kemarahan Juli yang begitu mendadak dalam membuatkan pesta pernikahan mereka,Nicholas hanya ingin melindungi Juli.Apalagi setelah kejadian dua hari kemarin yang di lakukan Berlin kepada Juli.
Juli merasa Nicholas seperti sengaja membuat dirinya,mengerjakan setumpuk berkas di hadapannya.Juli merasa benar-benar di buat stres oleh tumpukan berkas di hadapannya.
Juli juga tidak akan mau jadi sekretaris,jika gajinya tidak sebesar itu.Apalagi dia baru pertama kali bekerja dengan gaji yang besar seperti itu,ini juga hari dimana dia benar-benar menunggu hasil kerja kerasnya selama ini.
Sekarang adalah hari dimana Juli mendapatkan gaji pertama,selama bekerja di perusahaan Nicholas.Juli sudah tidak sabar ingin mengecek m-banking yang ada di hp nya,dia sudah tidak sabar melihat saldo rekening dari gaji yang akan dia dapatkan hari ini.
Juli melupakan kekesalan di dalam hatinya,dia dengan semangat langsung mengerjakan berkas yang ada di hadapannya.Juli langsung fokus mengerjakan,semua berkas yang ada di hadapannya.
Nicholas langsung menekan interkom untuk memanggil OB,agar membawa mereka makanan.Nicholas sengaja menghubungi OB,agar nanti saat istirahat makan di ruangannya.
semua karyawan Nicholas sudah tahu bahwa aula perusahaan sedang di dekor untuk acara pernikahan bosnya bersama Juli.Mereka juga membantu dalam mendekor aula perusahaan agar cepat selesai,karena perintah dari Nicholas.
Seluruh karyawan akan hadir untuk menyaksikan pernikahan bosnya bersama sekretarisnya sendiri.Mereka semua iri dengan keberuntungan Juli yang mendapatkan bosnya yang tampan.
"Tolong bawakan makanan ke ruanganku."Perintah Nicholas yang menghubungi OB melalui interkom perusahaan.
"Baik bos,makanan akan kami antarkan."Jawab OB tersebut yang langsung mematikan interkom.
Juli melihat ke arah Nicholas,karena Nicholas menyuruh OB untuk mengantarkan makanan ke ruangan mereka.Juli pasrah dengan apa yang didengarnya,dia tidak beristirahat ke kantin dan harus makan di ruangan bersama Nicholas.
Juli pun fokus kembali dengan pekerjaannya,dia harus segera menyelesaikan pekerjaannya.Juli ingin segera menyelesaikan pekerjaannya,agar bisa bersantai-santai ke depannya.
__ADS_1
Waktu istirahat tiba,makanan sudah ada di ruangan mereka.Nicholas dan Juli langsung menghampiri meja untuk makan siang.
Sebelum makan,Juli mengecek m-banking di hp nya.Juli sudah tidak sabar melihat saldo di rekeningnya,Juli langsung senang melihat saldo di layar hp miliknya.
"Gajian pertamaku sangat besar."Ucap Juli yang senang,karena gaji pertama yang besar di dalam hidupnya.
Nicholas melihat Juli yang begitu senang,saat melihat gaji pertamanya yang besar.Padahal Nicholas memberikan kartu kredit terhadap Juli yang limitnya lebih besar dari pada gaji yang di dapat Juli,tapi Juli menolaknya mentah-mentah.
Julipun langsung menghampiri Nicholas,dia duduk di pangkuan Nicholas.Karena Juli merasa senang dengan gaji pertamanya,dia memeluk erat Nicholas.
"Senang sekali rasanya."Ucap Juli yang langsung bersandar di dada Nicholas.
"Kenapa kamu senang sekali?"Tanya Nicholas yang heran dengan sikap Juli yang begitu senang dengan gajinya.
"Karena ini hasil keringatku sendiri."Ucapnya yang begitu senang dengan hasil yang dia dapatkan selama ini.
Juli merasakan sentuhan Nicholas di rambutnya,dia merasa nyaman berada dalam pelukan Nicholas.Juli melepaskan pelukannya terhadap Nicholas,dia menatap wajah Nicholas yang tampan.
Juli mencium bibir Nicholas,dia mengungkapkan perasaannya melalui ciumannya.Juli merasa hidupnya lebih berwarna ketika mengenal Nicholas.
Nicholas membalas ciuman Juli terhadap dirinya,Nicholas memperdalam ciumannya bersama Juli.Nicholas membuka kancing kemeja Juli lalu memasukkan tangannya ke dalam pakaian Juli,dia menyentuh dada Juli dan memainkannya.
Juli merasakan tangan Nicholas yang membuka kancing kemejanya lalu dia merasakan tangan Nicholas bermain di dadanya.Juli merasakan tubuhnya tidak bisa menolak tindakan Nicholas,Juli merasa tubuhnya tidak karuan dibuat Nicholas.
Juli melepaskan ciumannya bersama Nicholas,dia menatap Nicholas dengan wajah yang merasa tak karuan.Juli masih merasakan tangan Nicholas yang menyentuh dadanya.
__ADS_1
"Sayang hentikan."Ucap Juli yang benar-benar di buat kacau Nicholas.
"Aku tidak mau."Balas Nicholas yang menatap Juli.
"Kita harus makan siang sayang."Ujar Juli yang merasa tubuhnya semakin tidak karuan di buat Nicholas.
"Kamu yang membawa tubuh kamu,di pangkuanku."Ucap Nicholas yang melihat Juli dengan penuh arti.
"Karena aku merasa senang dengan hasil keringatku sendiri,sehingga aku refleks duduk di pangkuanmu."Balas Juli yang langsung melepaskan tangan Nicholas di dadanya.
Juli bangun dari pangkuan Nicholas,dia berpindah duduk di seberang Nicholas.Juli langsung merapikan kemejanya yang dibuka oleh Nicholas dan langsung merapikan pakaian yang dia pakai,agar tidak kelihatan berantakan.
Tindakan Juli tidak luput dari pandangan Nicholas,menurutnya Juli sangat seksi dan menggoda.Dia sangat ingin menikmati tubuh Juli dan melihat Reaksi tubuh Juli yang tidak berdaya dibuatnya.
Mereka pun langsung memakan makanan yang ada di hadapannya,Nicholas begitu perhatian menambahkan setiap makanan di box makan Juli.Juli menerima semua tindakan perhatian Nicholas terhadapnya,dia melahap makanannya karena butuh tenaga untuk mengerjakan semua berkas yang ada di mejanya.
Sedangkan di lantai bawah,mereka sudah membantu menyelesaikan dekorasi pernikahan.Mereka pun bergegas pulang dan mempersiapkan diri mereka untuk menjadi saksi pernikahan bosnya bersama Juli.
Keluarga Nicholas sudah berada di perusahaan milik anaknya,karena mereka menuruti kemauan Nicholas untuk menikahi Juli.Zoya sudah menenteng gaun pengantin dan jas milik kakak dan calon kakak iparnya.
"Kapan aku mengantarkan ini ke ruangan kakak bu?"tanya Zoya yang sudah tidak sabar,ingin melihat pernikahan kakaknya bersama calon Kakak Iparnya.
"Tunggu nanti jam 5,baru kamu pergi ke ruangan kakakmu bersama tukang rias yang sudah ibu panggil ke sini."Jawab sang ibu yang melihat ke arah putrinya.
"Aku sudah tidak sabar,ingin melihat kak Juli yang memakai gaun pengantin ini."Ucap Zoya yang melihat gaun pengantinnya.
__ADS_1
Zoya menunggu dengan sabar,sambil melihat para OB yang sibuk menyiapkan hidangan untuk acara Nicholas.Ibunya lalu pergi ke lantai bawah,menyusul suaminya yang sedang menunggu kedatangan penghulu di depan perusahaan anaknya.
Karyawan datang secara bergiliran,menggunakan gaun pesta dan mereka melihat ayah dan ibu bosnya yang sedang berada di depan perusahaan.Merekapun langsung di suruh masuk,agar nanti tidak berdesakan di depan perusahaan anaknya.