Terjerat Bos

Terjerat Bos
episode 33


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit,Juli langsung melihat Nicholas dengan heran.Juli merasa heran kenapa mereka pergi ke rumah sakit,bukan pulang ke apartemen.


"Kenapa kita ke sini?"Tanya Juli yang masih menatap Nicholas.


"Periksakan kamu,aku takut kamu kenapa-kenapa."Balas Nicholas yang melihat Juli dengan khawatir.


"Ayo kita pulang saja,aku sudah tidak apa-apa ."Ujar Juli,Karena dia sudah tidak merasakan sakit di kepalanya.


"Sudah tanggung datang ke sini,ayo cepet kita periksakan."Balas Nicholas yang langsung membuka pintu mobil.


"Nicholas."Teriak Juli,karena Juli ingin pulang saja.


"Ayo cepat keluar."Ucap Nicholas yang sudah berdiri di depan mobil.


"Ayo pulang saja."Melas Juli,karena tidak mau masuk.


Nicholas berjalan ke samping mobil Juli lalu dia membuka pintu mobilnya.Sedangkan Juli tetap duduk,karena tidak ingin keluar dari mobil.


"Cepat keluar."Perintah Nicholas menunggu di samping Juli.


"Ayo kita pulang saja,perutku sangat lapar."Balas Juli yang menunduk,agar Nicholas pergi dari rumah sakit.


"Hanya sebentar sayang,aku takut kamu kenapa-kenapa."Ucap Nicholas yang melihat Juli menunduk.


"Aku mau pulang saja."Rengek Juli,karena dia benar-benar lapar.


"Yasudah,ayo kita pulang."Ucap Nicholas pasrah,karena tidak tega melihat Juli yang seperti itu.


Nicholas langsung menutup pintu mobilnya,dia segera bergegas jalan ke tempat mengemudi.Nicholas langsung pergi dari rumah sakit dan menuruti perkataan Juli.


"Perutku lapar."Ucap Juli yang menatap Nicholas.


"Mau makan apa?"Tanya Nicholas sambil fokus menyetir.


"Nasi goreng kayaknya enak."Balas Juli yang merasa ingin makan nasi goreng.


"Beli di mana?"tanya Nicholas yang tidak pernah membeli nasi goreng.


"Coba saja cari di pinggir jalan,biasanya suka ada yang jualan."Balas Juli yang sudah membayangkan nasi goreng masuk ke dalam perutnya yang lapar.

__ADS_1


"Ya udah ayo,kita fokus cari nasi goreng.Kamu lihat ke kiri,aku lihat di kanan."Perintah Nicholas,agar lebih cepat ditemukan.


"Baiklah."Balas Juli yang langsung fokus melihat ke sebelah kiri.


Mereka fokus mencari nasi goreng yang diinginkan Juli,kebanyakan yang mereka lihat hanya tukang sate dan yang berjualan jagung rebus.Selama perjalanan arah pulang ke apartemen,mereka tidak menemukan penjual nasi goreng sama sekali.


Juli berfikir penjual nasi goreng tidak membutuhkan uang,sampai-sampai Juli dan Nicholas tidak menemukan satu pun yang berjualan nasi goreng.


"Aku sangat menginginkan nasi goreng."Ucap Juli yang merasa ingin makan nasi goreng.


"Bagaimana kalau aku buatkan kamu sayang?"tanya Nicholas,karena merasa kasihan dengan Juli yang menginginkan nasi goreng.


"Aku mau sayang."Balas Juli yang antusias,karena Nicholas mau membuatkan nasi goreng untuknya.


Nicholas langsung menekan gas dengan kencang,agar mereka cepat sampai di apartemen.Nicholas tidak ingin Juli kelaparan,hingga dia mengebut di jalanan.


Juli langsung memejamkan matanya,karena Nicholas mengebut di jalanan.Juli tidak ingin melihat jalanan,karena takut dengan cara mengemudi Nicholas yang seperti pembalap.


Mereka sampai di parkiran apartemen,Juli masih memejamkan matanya.Juli belum sadar,jika mereka sudah sampai di parkiran apartemen.


Nicholas melihat Juli yang menutup matanya,dia heran kenapa Juli menutup matanya.Apalagi ekspresi Juli,membuat dia begitu gemas.


"Aw,sakit ih."Protes Juli yang langsung memegang tangan Nicholas.


"Kenapa kamu menutup mata kamu?"tanya Nicholas yang menatap Juli.


"Kamu sih,bawa mobil ngebut banget."Balas Juli yang mengusap-usap hidungnya.


"Aku kan kasihan sama kamu yang perutnya lagi laper."Ujar Nicholas yang mengelus rambut Juli dengan penuh kasih sayang.


"Yauda,ayo kita masuk."Ajak Juli yang langsung membuka sabuk pengaman di tubuhnya.


Mereka langsung turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam apartemen.Setelah masuk,Nicholas bergegas membuatkan nasi goreng untuk pacarnya dan sedangkan Juli dia memilih mandi merasa lengket di tubuhnya.


Juli merasa segar dengan tubuhnya yang telah mandi,dia menatap dirinya di cermin lalu teringat dengan kejadian Berlin yang menarik rambutnya.Juli dengan refleks menyentuh rambutnya di depan cermin.


"Aku tidak habis pikir Berlin berani menyerang ku,di saat aku sedang lengah."Gumam Juli yang merasa kesal dengan tindakan Berlin terhadap dirinya.


Juli akan membalas perbuatan Berlin terhadap dirinya,jika Juli bertemu Berlin nanti.Berlin harus merasakan rasa sakit yang dia alami.

__ADS_1


Juli segera melangkah ke luar dari kamarnya dan melihat Nicholas yang baru saja selesai memasak nasi goreng untuknya,Juli tersenyum melihat bosnya ini yang bisa masak lalu memeluk Nicholas dari belakang.


"Terima kasih sayang."Ucap Juli yang memeluk erat Nicholas,karena Nicholas sudah membuatkan nasi goreng untuknya.


"Sama-sama sayang."Balas Nicholas yang senang,karena Juli memeluknya.


Setelah itu,Juli melepaskan pelukannya dan duduk di meja makan.Juli langsung menyuapkan nasi goreng ke mulutnya,karena sudah lapar.


"Enak sekali."Puji Juli yang memang sangat enak nasi goreng yang di buat Nicholas.


Nicholas tersenyum melihat Juli yang memuji masakannya,apalagi Juli begitu lahap memakan nasi goreng buatannya.


"Kamu pintar masak sih."Ucap Juli yang merasa Nicholas serba bisa.


"Sedikit sih,akibat sekolah di luar negeri."Balas Nicholas yang beruntung dia bisa sekolah di luar.


"Kepala kamu masih sakit tidak?"tanya Nicholas yang masih khawatir.


"Tidak sama sekali sayang."Balas Juli yang fokus dengan makanannya.


"Kita menikah minggu ini."Keputusan Nicholas yang bulat,setelah apa yang terjadi dengan Juli.


Juli yang mendengarnya kaget,karena Nicholas ingin menikahinya secepat itu.Juli langsung menatap Nicholas dengan horor.


"Aku tidak ingin Berlin menyakiti kamu sayang."Ucapnya yang benar-benar harus melindungi Juli.


"Tapi,kenapa harus secepat itu."Ujar Juli yang masih makan dengan lahap.


"Ini jalan satu-satunya agar Berlin berhenti mengganggu hidup kita."Balas Nicholas yang berfikir,jika mereka menikah Berlin tidak mungkin mengganggu mereka.


Juli selesai makannya,dia tidak menghiraukan ucapan Nicholas sama sekali dan Juli langsung membersihkan wajan dan piring kotor.


Nicholas melihat Juli yang tidak membalas ucapannya sama sekali,Nicholas berfikir mungkin Juli masih kaget dengan ucapannya.


Nicholas masuk ke dalam kamar untuk membersihkan dirinya yang merasa kotor,Nicholas merasa harus bicara baik-baik dengan Juli setelah mandi.


Juli telah selesai mengerjakan cuciannya,dia masuk ke dalam kamar.Juli melihat Nicholas sedang mandi dan langsung berjalan ke arah ranjang lalu menghempaskan tubuhnya di kasur.


Juli merasa tubuhnya butuh istirahat,tidak ingin memikirkan apapun.Juli langsung memejamkan matanya,hingga dia benar-benar tidur.

__ADS_1


Sedangkan Nicholas dia langsung ke luar kamar mandi lalu melihat Juli yang tertidur dan segera bergegas memakai pakaian memilih tidur menyusul Juli.


__ADS_2