
Setelah masuk dengan perasaan campur aduk,Nicholas malah melihat Berlin di ruangannya.Dia merasa benar-benar gila sekarang,dia tidak menghiraukan Berlin sama sekali.Dia memilih duduk di meja kerjanya dan kembali fokus dengan berkas yang ada di mejanya.
Berlin merasa tidak di anggap oleh Nicholas,dia melihat Nicholas dengan heran.Bahkan dia tidak melihat Clara saat ini,dia langsung mengirim pesan terhadap Clara.Agar Clara datang ke ruangan Nicholas,dia merasa mereka harus meminta kejelasan pada Nicholas dengan perasaan mereka terhadap Nicholas.
Berlin mendekat ke kursi Nicholas,dia ingin Nicholas menatap dirinya saat ini.Apalagi dia sudah menunggu Nicholas,dia begitu sabar menunggu Nicholas.
"Apa yang kamu lakukan?"Tanya Nicholas,menatap tajam ke arah Berlin.
"Kamu tidak lihat,aku menunggu kamu dari tadi."Balas Berlin,menatap Nicholas dengan sabar.
"Aku tidak menyuruhnya,lagi pula kenapa kamu datang ke kantorku?"Tanya Nicholas,karena dia sudah tidak takut berhadapan dengan Berlin.
"Aish,aku begitu merindukan kamu Nicholas.Tapi kamu,kenapa kamu selalu menjauhi aku? Padahal aku hanya ingin bersama kamu,begitu benci kamu terhadapku Nicholas?"Balas Juli,mengungkapkan isi hatinya.
"Aku tidak ingin kamu ganggu,silahkan kamu pergi dari sini dan jangan mengganggu kehidupanku."Usir Nicholas,dia tidak ingin berurusan dengan Berlin.
Berlin yang mendengar ucapan Nicholas yang menyakitinya,dia tersenyum kecut.Apalagi,dia begitu jelas melihat Nicholas yang tidak ingin melihat kehadiran dirinya.Mungkin benar menurut ayahnya,jika dia harus berhenti mencintai Nicholas.
"Baik,aku tidak akan mengganggu kehidupan kamu lagi.Tapi kamu harus mengabulkan permintaan aku dan aku akan menjauh dari kehidupan kamu."Ucap Berlin,menatap sendu kepada Nicholas.
"Permintaan apa?"Tanya Nicholas,dia menatap Berlin dengan senang.Karena Berlin tidak akan mengganggunya lagi.
"Kamu harus bercinta denganku,setelah itu aku akan menjauh dari kamu."Balas Berlin,menatap lekat manik mata Nicholas.
"Kamu gila,aku tidak akan mungkin bercinta dengan kamu."Ucap Nicholas,begitu marah mendengar apa yang di katakan Berlin.
Berlin melihat dengan jelas,jika Nicholas tidak ingin hidupnya di ganggu oleh dirinya.Berlin dia melangkah dan duduk di pangkuan Nicholas,dia dengan berani mencium bibir Nicholas.Dia menekan kepala Nicholas,agar Nicholas membalas ciumannya.
Nicholas kaget dengan tindakan Berlin yang tiba-tiba,dia bahkan lebih kaget dengan Berlin yang mencium paksa dirinya.Dia merasakan lidah Berlin yang masuk ke dalam mulutnya,dia mencoba menjauhkan Berlin dari tubuhnya.
...****************...
__ADS_1
Clara masih di dalam ruang pertemuan,dia tidak memperdulikan pesan yang di kirim Berlin.Dia sekarang begitu senang,karena melihat Rey di hadapannya.
"Kenapa kamu tidak pernah datang ke apartemen ku?"Tanya Clara,menatap Rey dengan kecewa.
"Aku sibuk."Balas Rey,dia mencoba menahan dirinya sendiri.Apalagi dirinya,melihat tubuh Clara yang begitu menggoda dirinya saat ini.
"Aku tidak menerima alasan apapun Rey."Ucap Clara,dia langsung memeluk Rey begitu saja.
"Jangan seperti ini,aku takut pak Nicholas kembali kesini."Balasnya,apalagi jantungnya berdegup kencang.
"Aku tidak perduli dengannya."Ucap Clara,dia melepaskan pelukannya.
"Kamu mencoba menggodaku?"Tanya Rey,menatap Clara dengan intens.
"Kamu benar,aku sedang menggoda kamu.Ayo kita bercinta di sini."Balasnya,tersenyum senang kepada Rey.
"Aku masih bekerja,aku takut pak Nicholas mencariku."Balas Rey,dia harus profesional dalam pekerjaannya.
Rey tidak menolak sama sekali,dia mengikuti kemauan Clara.Mereka langsung meninggalkan ruangan meeting dan pergi ke ruangan Nicholas.
Berlin terkejut,karena dirinya di dorong Nicholas.Apalagi Nicholas begitu kuat mendorongnya,hingga ciuman mereka terlepas.
"Kamu jangan berani-beraninya menciumku."Ucap Nicholas begitu marah.
"Aku hanya ingin bercinta dengan kamu."Balasnya,mencoba merayu Nicholas dengan mengelus dada Nicholas.
"Menyingkir dari tubuhku."Marah Nicholas,karena merasakan adiknya yang mengeras.
Berlin tersenyum,dia merasakan adik Nicholas yang mengeras di bawahnya.Berlin beranjak dari pangkuan Nicholas,dia duduk kembali di tempat pertama dia duduk.Dia sekarang menunggu Clara masuk ke dalam ruangan Nicholas,dia ingin mereka bertiga berbicara mengenai perasaan mereka.
Clara masuk ke dalam ruangan Nicholas begitu saja,dia melihat ke arah Berlin dan menatap Nicholas yang begitu marah sambil menatap Berlin.
__ADS_1
"Apa yang terjadi?"Tanya Clara,dia tidak mengerti dengan situasi sekarang.
Nicholas menatap Clara di depannya,dia tidak mengerti dengan Clara yang belum pergi dari perusahaannya.Dia malah melihat Clara duduk di hadapan Berlin,dia semakin heran dengan sikap Clara dan Berlin.
"Nicholas mari kita bicara."Ucap Clara,menatap Nicholas dengan tersenyum.
"Bicara apa lagi,kita sudah selesai membahas pekerjaan kita."Balas Nicholas,menatap Clara dengan rasa amarah yang masih ada dalam dirinya.
"Kamu kemari dulu,aku ingin membahas pembicaraan penting."Ucap Clara,sambil bertukar pesan dengan Rey.
Nicholas mendengarkan apa yang di katakan Clara,dia menghampiri Clara dan tidak memperdulikan Berlin sama sekali.Nicholas duduk bersebrangan dengan mereka,dia menjaga jarak dengan wanita-wanita di seberangnya.
"Cepat katakan."Perintah Nicholas,sebelum dia melewati batas kesabarannya.
"Cepat katakan."Ucap Clara,sambil menatap Berlin yang begitu intens menatap Nicholas.
"Aku mencintai kamu,Clara juga mencintai kamu.Kami berdua akan bersaing sehat mendapatkan kamu tadinya,berhubung aku tau kamu tidak menyukai aku.Aku mundur dan akan menjauh dari kehidupan kamu."Ujar Berlin,menjelaskan apa yang terjadi.
"Kalian gila,aku bukan barang yang harus kalian pilih.Aku sudah memiliki istri,pikiran kalian sudah tidak waras."Ucap Nicholas begitu marah,mendengar apa yang di katakan Berlin.
"Tenanglah Nik,buktinya kan sekarang Berlin mundur dari kamu.Dia sudah bersedia menjauh dari kehidupan kamu.Kalau begitu pembicaraan sudah sampai disini,kami akan pergi."Balas Clara,dia berdiri dari duduknya.
Clara dan Berlin pergi meninggalkan Nicholas begitu saja,karena mereka tau Nicholas begitu marah setelah mendengarnya.Mereka memilih pergi dan meninggalkan Nicholas sendirian.
"Mereka sungguh gila,aku tidak ingin berurusan dengan mereka."Gumam Nicholas,merasa gila di pertemukan dengan dua wanita yang membuatnya begitu marah saat ini.
Nicholas mengambil barang-barangnya,dia memilih pergi dari perusahaan.Dia merasa tidak akan benar,jika harus mengerjakan pekerjaannya dengan kondisi dia seperti ini.
"Aku pulang duluan,pertemuan hari ini tolong kamu atur lagi dan pindahkan ke hari yang lain."Perintah Nicholas terhadap Rey.
"Baik pak."Balas Rey dengan patuh.
__ADS_1
Nicholas langsung meninggalkan Rey begitu saja,dia langsung berjalan ke arah lift.Saat ini,dirinya hanya ingin pulang dan ingin bertemu dengan istrinya agar dirinya bisa tenang.