Terjerat Bos

Terjerat Bos
episode 96


__ADS_3

"Ibu,ibu."Teriak Nicholas,dia masuk ke dalam rumah ibunya.


"Berisik kak,tidak usah teriak-teriak.Emangnya ini hutan apa,sampai teriak-teriak seperti itu."Ucap Zoya,menatap kakaknya dengan sinis.Karena dia merasa terganggu dengan teriakan sang kakak,padahal dia sedang enak-enaknya tidur di sofa.


"Kemana ibu?"Tanya Nicholas,dia tidak memperdulikan ucapan adiknya.


"Mana aku tau,coba saja kakak telfon."Balas Zoya,dia mencoba memejamkan matanya kembali.


"Ayah kemana?"Tanya Nicholas,dia menatap sang adik yang memejamkan matanya kembali.


"Cari saja sendiri,jangan ganggu aku.Tidak lihat,aku terganggu gara-gara teriakan kakak.Aku sangat mengantuk,lagi pula aku tidak melihat mereka."Balas Zoya,dia tidak membuka matanya sama sekali.


"Aish,kemana mereka."Gumam Nicholas,memikirkan kedua orang tuanya.


"Kak Juli sama dede bayi kemana? Kenapa gak di ajak kesini,aku rindu keponakan aku."Ucap Zoya,dia masih memejamkan matanya.Mencoba tidur kembali,namun bibirnya begitu gatal ingin menanyakan kakak ipar dan keponakannya.


"Dia menghilang,dari kemarin aku sedang mencarinya."Balas Nicholas,dia langsung duduk di sofa.


Zoya yang mendengarnya kaget,dia langsung bangun dan duduk.Zoya langsung menatap kakaknya dengan sangar,bagaimana bisa kakak ipar dan keponakannya pergi begitu saja.


"Apa yang terjadi dengan mereka? Pasti kakak berbuat ulah,sehingga kakak ipar pergi membawa keponakan aku yang gemas."Ucap Zoya,dia menuduh sang kakak.Dia langsung menatap tajam ke arah kakaknya,dia ingin tau apa yang terjadi dengan mereka.


"Kamu benar,ini semua salah kakak.Tolong kamu bantu kakak mencari kakak ipar dan keponakan kamu,kakak sudah bingung harus mencari kemana lagi."Ujar Nicholas,dia mengacak rambutnya di hadapan Zoya.

__ADS_1


"Tidak mau,kakak yang membuat salah.Kakak sendiri saja yang mencarinya,lagian aku tidak tau ada masalah apa dengan kalian."Balas Zoya,dia langsung membaringkan tubuhnya kembali.


"Kakak juga menyesal,andai kakak tidak tidur dengan mantan kakak.Mungkin kakak ipar kamu masih bersama kakak sampai saat ini,kakak begitu sangat bodoh."Ucap Nicholas,dia menyesali perbuatannya.


"Rasakan itu,siapa suruh kakak berselingkuh.Sudah punya istri yang baik,anak yang gemas masih saja bisa berselingkuh.Aku mendukung kakak ipar yang pergi,memangnya tidak sakit apa di selingkuhi.Aku tidak akan membantu kakak sama sekali,cari saja sendiri."Ujar Zoya,dia mendukung keputusan kakak iparnya.Menurutnya,kakaknya harus di beri pelajaran.


Nicholas yang mendengar ucapan Zoya,dia begitu kesal saat ini.Bukannya membantu dirinya,malah tidak mau membantu sama sekali.Padahal dirinya sudah benar-benar menyesal,dia harus membawa istri dan anaknya kembali.


"Kakak malas mendengar ocehan kamu."Balas Nicholas,dia langsung beranjak dari duduknya dan memilih masuk ke kamarnya sendiri.


Nicholas berharap ibunya mau berbicara dengan dirinya,apalagi mengingat dirinya yang begitu kurang sopan terhadap ibunya sendiri.Dia harus segera meminta maaf,agar rasa bersalahnya berkurang terhadap sang ibu.


Sedangkan ibu Nicholas,dia baru sampai di garasi rumahnya.Dia langsung berjalan masuk ke dalam rumahnya,dia sudah melihat mobil Nicholas di garasi rumahnya.Dia sudah menebak dengan pikiran anaknya,pasti anaknya akan datang ke rumahnya dan meminta maaf terhadap dirinya.


Zoya yang mendengar ucapan sang ibu,dia langsung membuka ke dua matanya.Dia langsung duduk di sofa,dia melirik jam dinding dan waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam.


"Ibu baru datang,ibu habis dari mana? Kak Nicholas mencari ibu tadi sore,dia sekarang mungkin berada di kamarnya."Ucap Zoya,memberitahu ibunya.


"Sudahlah,besok saja ibu berbicara dengan kakak kamu.Ibu begitu lelah saat ini,ibu akan pergi beristirahat."Balas sang ibu,dia langsung meninggalkan Zoya di ruang tamu.


...****************...


Waktu cepat berlalu,pagi-pagi sekali ibu Nicholas sudah berada di meja makan.Dia sedang sarapan pagi,dia akan mengunjungi menantu dan cucunya lagi.

__ADS_1


"Ibu aku ingin berbicara dengan ibu."Ucap Nicholas,dia berbicara di tengah-tengah mereka sedang sarapan.


"Aku tidak berniat berbicara dengan kamu,lagipula aku tidak perduli lagi dengan kamu.Jika bisa,kamu lebih baik pulang ke rumah kamu.Aku tidak ingin melihat kamu sama sekali,aku tidak punya anak yang suka bermain-main dengan hati perempuan."Balas sang ibu,dia menatap tajam terhadap putranya.


Suasana di meja makan menjadi mencekam,setelah apa yang di ucapkan ibu Nicholas.Sedangkan sang ayah diam saja,dia tidak berani berbicara mengingat istrinya yang marah terhadap anaknya sendiri.


"Maafkan aku bu,aku menyesali perbuatan aku.Aku butuh ibu,aku sudah tidak terpikirkan harus mencari kemana lagi istri dan anakku."Ucap Nicholas,dia langsung beranjak dari duduknya dan berlutut di samping sang ibu.


"Sayang,maafkan anak kamu.Bantu dia mencari keberadaan istri dan anaknya,aku tidak tega melihat dia begitu berantakan."Ujar sang suami,agar istrinya memaafkan anaknya.


"Sekarang kamu tau yang namanya menyesal,kamu sudah menyakiti hati istri kamu.Bahkan kamu baru menyesal,setelah dia pergi dari hidup kamu.Lantas sekarang,aku harus membantu kamu?? Apa aku tidak salah dengar,aku bahkan tidak mengajari kamu untuk bermain dengan wanita.Tapi kamu,kamu membuat aku malu."Ucap sang ibu,dia merasa marah saat ini.


"Aku begitu menyesal bu,aku akui kesalahanku memang fatal.Tapi aku ingin memperbaikinya bu,aku janji tidak akan menyakiti hati istriku lagi."Balas Nicholas,dia terisak sekarang di hadapan sang ibu.


"Hapus air mata buaya kamu,aku tidak mempan dengan tangisan kamu.Aku tidak ingin membantu kamu,cari saja sendiri istri dan anak kamu.Kamu yang berbuat salah,kenapa aku yang harus repot mencari mereka."Ucap Ibu Nicholas,dia tidak melihat ke arah anaknya sama sekali.


"Ibu beneran tidak akan membantu aku?"Tanya Nicholas,dia menatap wajah sang ibu dari bawah.


"Aku tidak akan membantu kamu sama sekali,terima saja konsekuensinya.Itu semua murni kesalahan kamu,aku tidak mau terlibat dengan urusan rumah tangga kalian."Balas sang ibu,dia melirik anaknya.


"Ayah saja tidak habis pikir dengan kamu,bisa-bisanya kamu mengkhianati istri kamu yang begitu baik."Ucap sang ayah,menggelengkan kepalanya.


"Sudah,nanti kamu terlambat ke kantor.Jangan perdulikan anak kamu,biarkan dia menyesal atas perbuatannya sendiri."Ujar sang ibu,mengingatkan suaminya.

__ADS_1


Mereka langsung kembali makan,bahkan tidak memperdulikan Nicholas yang bersujud.Setelah makan,mereka pergi meninggalkan Nicholas seorang diri di meja makan.


__ADS_2