
Dua minggu telah berlalu,pernikahan mereka baik-baik saja tanpa gangguan dari Berlin.Mereka bersyukur,karena Berlin seperti hilang di telan bumi.
Juli berkutat dengan pekerjaannya,dia benar-benar merasa lelah dengan semua ini.Juli merasa di kantor lelah dengan kerjaannya,sedangkan di rumah dia lelah harus memberi kepuasan untuk Nicholas.
Nicholas menatap wajah Juli yang benar-benar kelelahan,tapi dia benar-benar tidak bisa menahan dirinya jika berada di rumah.Apalagi dirinya saat bersentuhan dengan Juli,membuat si adik langsung hidup begitu saja ingin di puaskan oleh Juli.
"Aku lelah."Teriak Juli yang langsung menidurkan kepalanya di meja.
"Istirahat saja sayang di kamar."Perintah Nicholas,agar Juli istirahat di kamar ruangannya.
"Lantas pekerjaanku siapa yang akan menyelesaikannya?"tanya Juli yang langsung menatap Nicholas dan menyipitkan matanya.
"Kamu berhenti bekerja saja sayang."Balas Nicholas,agar Juli tidak kelelahan.
"Terus bagaimana dengan posisiku sekarang?"tanyanya yang merasa heran dengan ucapan Nicholas.
"Kita cari saja seorang sekretaris untuk menggantikan dirimu."Balas Nicholas yang menatap Juli tersenyum.
"Tidak mau,aku tidak ingin kamu berdekatan dengan wanita manapun."Protes Juli yang menatap Nicholas dengan garang.
"Cari saja seorang sekretaris laki-laki sayang."Balas Nicholas yang mengerti jika istrinya cemburu.
"Jangan sekarang nanti aku bosan di rumah sendirian."Keluh Juli yang sudah memikirkan dirinya kebosanan jika di rumah sendirian.
"Kamu kan bisa ke rumah orang tuaku sayang,bahkan kamu bisa mengajak Zoya untuk berbelanja."Ujar Nicholas yang menatap Juli dengan penuh kasih sayang.
"Tidak mau,aku tidak ingin menghambur-hamburkan uang begitu saja."Balas Juli yang harus memikirkan perihal kehidupan mereka kedepannya.
"Aku tidak masalah sama sekali sayang,kamu lupa jika suami kamu ini pebisnis."Ujar Nicholas yang mengingatkan Juli.
"Aku tidak lupa sama sekali,tapi aku juga merasakan lelahnya pekerjaan ini semua sayang."Balas Juli yang merasakan betapa lelahnya pekerjaan Nicholas.
"Aku paham dengan ucapan kamu sayang,aku tidak akan memutuskannya sama sekali."Ucap Nicholas yang tersenyum kepada istrinya.
"Terima kasih sayang untuk saat ini aku hanya ingin bekerja,tanpa ada niat sedikitpun untuk berhenti."Ujar Juli yang membalas senyuman Nicholas.
"Apapun pilihan kamu,aku akan tetap mendukung semua keputusan kamu sayang."Ucap Nicholas yang akan mendukung Juli sepenuhnya.
Juli pun beranjak dari duduknya,dia melangkah ke depan meja Nicholas dengan tersenyum.Juli ingin ikut pergi bersama Yunita dan rekan-rekan lainnya yang akan berkaraoke sepulang kerja.
__ADS_1
"Sayang."Panggil Juli yang tersenyum manis melihat Nicholas.
"Kenapa sayang?"tanya Nicholas yang melihat Juli tersenyum manis kepadanya.
"Aku ingin ikut bersama karyawan lain,nanti malam."Jawab Juli yang langsung berjalan ke pangkuan Nicholas untuk merajuk.
"Pergi kemana?"tanya Nicholas yang baru kali ini melihat istrinya merajuk.
"Katanya sih mau karaoke,tapi aku gak tau tempatnya dimana."Jawab Juli dengan jujur sambil memainkan dada Nicholas.
"Coba kamu tanyakan dulu,aku khawatir membiarkan kamu pergi sendiri."Ucap Nicholas yang masih memikirkan keselamatan istrinya.
"Yasudah,aku telepon dulu Sasa."Jawab Juli yang langsung beranjak dari pangkuan Nicholas.
Julipun mengambil Hpnya yang tergelatak di meja lalu kembali duduk di pangkuan Nicholas.Sambil menunggu Sasa mengangkat teleponnya.
"Hallo."Ucap Sasa yang mengangkat telepon dari Juli.
"Nanti mau karaokean dimana?"tanya Juli yang antusias ingin ikut karaokean dengan mereka.
"Katanya sih mau karaokean di rumah Yunita."Balas Sasa yang menjawab pertanyaan Juli.
"Iya Jul,udah dulu ya.Kerjaan aku banyak banget,biar cepet kelar."Protes Sasa,karena Juli menelepon di saat jam kerja.
"Ok,Sorry ganggu."Ujar Juli yang langsung memutuskan sambungan teleponnya.
Juli pun menatap Nicholas yang telah selesai menelpon Sasa,dia berharap Nicholas mengizinkan dia pergi bersama Sasa dan Yunita.Juli langsung menatap Nicholas dengan memohon,agar dirinya di izinkan ikut pergi.
"Kamu beneran ingin ikut?"tanya Nicholas yang melihat Juli begitu memohon pada dirinya.
"Iya aku ingin ikut sayang."Balas Juli yang langsung bersandar di dada Nicholas.
"Jika kamu ingin ikut,aku juga ikut."Ujar Nicholas yang tidak ingin Juli pergi tanpa dirinya.
"Perempuan semua loh,emang kamu betah cowok sendiri."Ucap Juli agar Nicholas tidak ikut,takut temannya merasa canggung dengan hadirnya Nicholas.
"Tidak apa-apa sayang,aku takut kamu kenapa-kenapa."Balas Nicholas yang membelai rambut Juli.
"Nanti kalau kamu hadir,malah jadi tidak asik."Ucap Juli yang keceplosan langsung menutup mulutnya.
__ADS_1
"Tidak asik kenapa?"tanya Nicholas agar Juli memandang dirinya.
"Tidak kenapa-kenapa sayang."Elak Juli yang takut Nicholas tersinggung.
"Ayo jujur sama suami kamu sendiri."Ucap Nicholas menatap Juli dengan intens.
"Aku takut mereka canggung,jika kamu ikutan sayang."Jujur Juli yang langsung menunduk.
"Baiklah,aku hanya akan mengantar dan menjemput kamu sayang."Balas Nicholas yang mengerti dengan apa yang di ucapkan Juli.
Juli langsung menatap suaminya dengan perasaan tidak enak,rasanya dia tidak ingin ikut saja.Juli senang,karena Nicholas begitu perhatian dengan dirinya.
"Aku tidak ikut saja."Ucap Juli yang menatap Nicholas.
"Jangan memikirkan aku sayang."Balas Nicholas memeluk Juli.
"Tapi aku merasa tidak enak sayang,aku jadi serba salah di posisi seperti ini."Ujar Juli yang langsung menyender di dada Nicholas.
"Kamu ikut saja sayang,aku tidak apa-apa."Ucap Nicholas mencium puncak kepala istrinya.
"Beneran,tidak apa-apa sayang?"tanya Juli yang memeluk Nicholas.
"Iya sayang,aku tidak apa-apa."Balas Nicholas yang membiarkan istrinya pergi bersenang-senang.
"Terima kasih sayang."Ucap Juli yang senang lalu mencium pipi Nicholas dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
Sedangkan Nicholas tersenyum,melihat tingkah istrinya yang begitu menggemaskan.Nicholaspun kembali melanjutkan pekerjaannya,karena pekerjaannya masih menumpuk.
Waktu cepat berlalu,hingga sudah waktunya jam pulang kerja,Juli bersemangat menggandeng Nicholas turun ke lantai bawah bertemu rekan-rekan kerjanya.Mereka senang,karena Juli juga ikut.
"Ayo kita pergi."Ajak Juli yang bersemangat,karena Nicholas mengizinkannya pergi.
"Yasudah,ati-ati ya aku titip Juli kepada kalian."Ucap Nicholas menitipkan Juli kepada mereka.
"Baik bos,tenang saja."Jawab mereka kompak.
"Kamu hati-hati ya sayang,nanti pulangnya aku jemput."Ucap Nicholas yang melihat Juli.
"Baik sayang,nanti aku hubungi kamu."Balas Juli yang tersenyum ceria terhadap suaminya.
__ADS_1
Merekapun naik ke mobil Yunita dan ke mobil Juli yang di pakai Sasa,mereka semua pergi meninggalkan perusahaan dengan perasaan senang.Sedangkan Nicholas dia memilih pulang untuk menyegarkan badannya dan menunggu Juli menghubungi dirinya nanti,saat Juli minta di jemput untuk pulang.