
Matahari sudah menjulang tinggi,bersinar dengan memberikan cahaya yang indah kepada mereka yang sedang menyambut kehadirannya.Seolah-olah matahari begitu ikut senang,mendukung sepasang pengantin baru yang sedang berbahagia.
Nicholas menatap Juli yang sangat kelelahan di buat olehnya,dia tersenyum melihat Juli yang tertidur dengan pulas.Namun saat ini senyumannya tiba-tiba berhenti,karena sebuah pesan masuk mengganggu dirinya.
Berlin : Aku ingin bertemu kamu di Cafe biasa jam 9.
Nicholas geram melihat Berlin mengirimi dia sebuah pesan,namun Nicholas tidak akan menghiraukannya sama sekali.Nicholaspun mengirim pesan kepada Zoya.
Nicholas : Belikan set pakaian lengkap untuk ku dan kaka iparmu,antarkan ke perusahaan.
Zoya : Ok,nanti aku antarkan.Aku masih sarapan bersama ayah dan ibu.
Nicholas : Jangan terlalu lama,kami ingin segera pergi dari perusahaan.
Zoya : Beli sendiri saja,jika begitu.
Nicholas : Yakin?
Zoya : Baiklah,sekarang aku berangkat.Dasar kakak galak,bisanya mengancam aku saja.
Nicholas : Biar kamu nurut.
Nicholaspun menyimpan hp nya kembali,dia melihat tubuh Juli yang begitu banyak tanda yang di berikan olehnya.Nicholas sengaja melakukannya,agar tidak ada orang yang menggoda Juli.
Nicholaspun bangun dan pergi ke kamar mandi dengan wajah ceria,Karena dia senang sudah menikah dengan Juli.Nicholas akan menemui Berlin,agar Berlin tidak mengganggu hidupnya lagi.
Nicholas membiarkan Juli,agar tertidur pulas.Nicholaspun pergi meninggalkan Juli dengan sebuah catatan,jika dirinya akan bertemu dengan Berlin.
Nicholas sampai di cafe tempat dulu biasa dia menghibur dirinya,dia menanyakan meja yang sudah di pesan Berlin.Nicholas naik ke lantai atas cafe,Berlin memesan cafe yang kedap suara.
Berlin senang melihat Nicholas datang menemui dirinya.Dia melihat Nicholas yang sudah duduk di hadapannya.
"Apa maumu?"tanya Nicholas yang masih marah dengan Berlin.
"Maafkan tindakan aku yang lalu,aku khilaf dengan semua tindakan aku."Balas Berlin berpura-pura,agar dia bisa merebut Nicholas dari Juli.
"Kamu harusnya meminta maaf pada Juli,bukan terhadap ku."Ujar Nicholas yang merasa heran dengan sikap Berlin sekarang.
"Bantu aku bertemu dengannya,aku bersungguh-sungguh akan meminta maaf terhadapnya."Ucap Berlin berkaca-kaca,agar Nicholas iba terhadap dirinya.
__ADS_1
"Aku tidak percaya dengan kamu,aku takut kamu melukai Juli lagi."Tolak Nicholas,karena tidak ingin istrinya terluka.
Berlin langsung beranjak dari duduknya dan berlutut di hadapan Nicholas,agar Nicholas mempercayai dirinya.Berlin memohon kepada Nicholas untuk mempertemukannya dengan Juli.
"Aku mohon bantu aku."Mohon Berlin yang masih berlutut di hadapan Nicholas.
Nicholas tidak enak,melihat Berlin yang berlutut di hadapannya.Nicholaspun segera membangunkan Berlin,agar tidak berlutut di hadapannya.
"Aku akan mencoba membantumu untuk bertemu dengan Juli."Ucap Nicholas yang pasrah,karena tidak tega melihat Berlin yang memohon ke dirinya untuk bertemu dengan Juli.
"Terima kasih Nicholas."Ujar Berlin yang senang,karena melihat sikap Nicholas yang sudah di bodohi olehnya.
Sedangkan Juli di perusahaan Nicholas,dia membuka matanya dan melihat Nicholas tidak ada di sampingnya.Dia pun bangun dari tidurnya lalu beranjak ke kamar mandi tapi tidak menemukan Nicholas,diapun melihat secarik kertas yang di tinggalkan Nicholas.
Juli kaget,karena Nicholas mau bertemu dengan Berlin.Juli takut Nicholas kenapa-kenapa,diapun bergegas mandi tanpa pikir panjang.
Zoya masuk ke dalam ruangan kakaknya,tapi dia tidak melihat kakaknya di sana.Zoya pun masuk ke dalam kamar,dia menyimpan paper bag yang isinya pakaian Juli dan Nicholas.
Zoya melihat kasur yang benar-benar berantakan dan melihat pakaian yang berserakan di mana-mana,Zoya tidak habis pikir harus melihat kamar yang rapi jadi berantakan seperti ini.
Zoya pun lebih baik menunggu di ruangan Nicholas,agar Zoya tau siapa yang lagi di dalam kamar mandi.Zoya menunggu di dalam ruangan sambil memainkan ponselnya.
Julipun selesai mandi dan keluar dari kamar mandi,dia melihat paper bag di atas ranjang.Juli melihat isi paper bag nya dan langsung memakai pakaian yang ada di paper bag nya.
Juli keluar dari kamar dan melihat Zoya yang sedang berada di ruangan suaminya.Juli pun menghampiri Zoya yang sedang duduk di sana,sambil memainkan handphonenya.
"kamu yang membawa paper bag dan di simpan di atas ranjang?"tanya Juli yang menatap Zoya.
Zoya menyimpan ponselnya ke dalam tas,dia melihat Juli yang berada di hadapannya.Zoya lalu membalas pertanyaan dari Juli.
"Iya aku yang menyimpannya,Aku disuruh ka Nicholas membelikan pakaian buat kalian."Jawab Zoya yang melihat Juli.
"Terima kasih,kamu sudah bersedia direpotkan oleh kami."Ucap Juli yang berterima kasih terhadap Zoya.
"Sama-sama kak Juli,kak Nicholas mana?"tanya Zoya yang tidak melihat Nicholas keluar bersama kakak iparnya.
"Dia hanya memberikan pesan pada secarik kertas untuk bertemu dengan Berlin di Cafe tempat biasa mereka bertemu."Balas Juli yang tidak tau dimana letak Cafe yang Nicholas maksud.
"Kakak mau aku antarkan kesana?"tanya Zoya yang melihat Juli.
__ADS_1
"Boleh,jika kamu tau."Jawab Juli dengan senang.
"Yasudah ayo,kita turun."Ajak Zoya yang langsung berdiri mengajak kakak iparnya.
Merekapun keluar dari kantor Nicholas,mereka langsung turun ke bawah menggunakan lift.Mereka pun segera bergegas ke parkiran untuk secepatnya pergi ke Cafe,karena Juli benar-benar mengkhawatirkan Nicholas.
Merekapun menaiki mobil milik ibunya Nicholas yang di antarkan oleh supir menuju Cafe tempat dimana Nicholas bertemu dengan Berlin,sesampainya di sana Zoya menanyakan keberadaan Nicholas dan Berlin kepada pelayan Cafe.Merekapun segera naik ke lantai dua dan benar saja Nicholas dan Berlin sedang berbincang dengan serius,merekapun langsung masuk begitu saja ke dalam ruangan.
"Sayang."Panggil Nicholas yang langsung menyambut kedatangan istrinya begitu bahagia.
"Kenapa kamu tidak membangunkan aku?"tanya Juli yang sengaja,agar Berlin mendengarnya.
"Maaf sayang,aku melihat kamu tidur begitu pulas.Karena perbuatan aku semalam terhadap kamu."Balas Nicholas yang langsung mencium kening Juli di hadapan Berlin dan Zoya.
"Pengantin baru,mesra-mesraan terus.Ada anak yang masih di bawah umur ini."Protes Zoya keceplosan dan tidak ingin melihat sepasang sejoli yang menjadikan dirinya seperti tidak terlihat.
"Pengantin baru?"tanya Berlin yang masih tidak mengerti dengan ucapan Zoya.
"Iya,kami pengantin baru."Balas Juli yang menatap Berlin dengan puas.
"Kapan kalian menikah?"tanya Berlin yang merasa marah dan menahan amarahnya,agar rencananya tidak gagal.
"Kemarin."Balas Nicholas yang senang dirinya menikah dengan Juli.
"Wah selamat ya."Ucap Berlin berpura-pura senang,memberikan selamat terhadap mereka.
"Terima kasih."Balas Juli yang merasa puas,karena Berlin mengetahuinya.
"Aku minta maaf soal kemarin Jul,karena tindakan aku yang khilaf.Sekarang aku ingin hidup lebih baik,aku tidak akan merebut Nicholas dari kamu."Ucap Berlin dengan mencoba meyakinkan mereka,jika dirinya benar-benar berubah.
"Benarkah?"tanya Juli yang masih tidak percaya dengan ucapan Berlin.
"Benar Jul aku minta maaf terhadap kamu."Balas Berlin dengan wajah menyesal,agar rencananya bisa berjalan dengan lancar.
"Baiklah,aku memaafkan kamu."Ucap Juli yang memaafkan Berlin begitu saja.
"Urusan kita sudah selesai,kalau gitu kami akan pergi."Ujar Nicholas yang langsung membawa Juli keluar.
Merekapun keluar meninggalkan Berlin di dalam ruangan Cafe sendirian.Mereka sudah puas,karena Berlin mengetahui jika mereka sudah menikah dan berharap Berlin tidak mengganggu kehidupan mereka.
__ADS_1