
Juli membuka ke dua matanya,dia merasa anaknya sedang menendang perutnya.Dia mengelusnya dan tersenyum,mungkin anaknya begitu merindukan ayahnya.
"Sebentar lagi ayah kamu pulang sayang,kamu bersabar ya sayang."Gumam Juli,merasa begitu senang dengan anaknya yang menendang di dalam perut.
Juli beranjak dari ranjangnya,dia memilih untuk membersihkan dirinya.Dia berpikir untuk memasak,agar suaminya saat datang makan masakan yang dia buat.Setelah selesai mandi dan berpakaian rapi,Juli turun ke lantai bawah dan pergi ke dapur.
Juli memilih memasak hal sederhana saja,apalagi dia tidak ingin begitu lelah dengan kondisinya yang seperti ini.Dia dengan telaten memotong bahan makanan yang akan dia buat,namun jika merasa lelah dia berhenti.Dia memasak makanan menghabiskan waktu satu jam setengah,karena dia banyak berhenti dalam memasak.
Juli sudah selesai dengan masakannya,dia makan terlebih dahulu merasa perutnya begitu lapar.Setelah selesai makan,Juli memilih duduk di taman sambil menghirup udara segar di rumahnya.Dia memejamkan matanya,menerima angin yang berhembus mengenai kulitnya.Tanpa sadar Juli terlelap,karena merasa angin yang berhembus membuatnya merasakan ngantuk.
...****************...
Nicholas keluar dari rumah sakit,dia menyuruh keluarganya untuk pulang ke rumahnya dan menjaga Juli sebentar.Karena dia harus pergi ke perusahaan untuk menyerahkan file penting kepada kliennya,dia memakai taksi dan meninggalkan rumah sakit.
"Pagi pak Nicholas,anda sudah sembuh pak?"Tanya Rey,saat melihat kedatangan bosnya.
"Kamu masuk ke ruanganku."Jawab Nicholas,karena dia tidak ingin membuang waktunya sama sekali.
Rey mengikuti Nicholas dari belakang,dia masuk ke dalam ruangan Nicholas.
__ADS_1
"Kamu tolong print kan file yang ada di flash disk ini,kamu print dokumen yang bertuliskan map hijau secepatnya.Aku tunggu sekarang."Ucap Nicholas,memberikan Flash disk kehadapan Rey.
"Baik pak."Jawab Rey,dia langsung meninggalkan ruangan Nicholas.
Dia menelepon Clara menggunakan telepon kantor,karena dia tidak memberikan nomornya ke Clara.Dia hanya ingin menjaga perasaan istrinya dan tidak ingin masa lalu mengganggu kehidupannya,meski sebenarnya di hatinya masih tersimpan nama Clara.Karena bagaimanapun Clara cinta pertamanya,bahkan mereka berpisah juga secara baik-baik.
"Clara,kamu bawa file yang kamu serahkan kepadaku.Aku titipkan di sekretarisku."Ucap Nicholas dan mematikan teleponnya secara sepihak.
Nicholas tidak tau,jika yang mengangkat telepon bukan Clara melainkan Berlin.Apalagi Berlin sangat shock,karena mendengar suara Nicholas yang menelepon sahabatnya ini.
Nicholas langsung pergi ke luar dari ruangannya,dia masih melihat Rey begitu fokus mencetak file yang dia serahkan.
"Kamu urus saja semuanya,nanti file ini akan di ambil bu Clara.Aku tidak bisa berlama-lama,aku serahkan semuanya padamu."Ucap Nicholas,dia langsung meninggalkan Rey begitu saja.
...****************...
Sedangkan di apartemen Berlin tidak percaya dengan apa yang di dengarnya tadi,ternyata mantannya Clara adalah laki-laki pujaannya sendiri.Dia tidak tau,jika Clara berpacaran dengan Nicholas.Dia masih shock menerima kenyataan ini,jika Clara tau pujaan hatinya adalah mantannya Clara sendiri.Dia tidak bisa membayangkan betapa kagetnya Clara,saat mendengar semuanya.
Berlin melihat galery foto Clara,perasaannya saat ini hancur.Bagaimana tidak hancur,dia melihat kemesraan antara Clara dan Nicholas.Dia secara tidak sadar meneteskan air matanya dan buru-buru menghapusnya takut Clara sadar.
__ADS_1
"Takdir begitu mempermainkan aku,aku salah apa sampai orang yang aku sukai saja pernah jadi mantan sahabatku."Gumam Berlin,merasa begitu sedih.
Berlin memutuskan meninggalkan apartemen Clara,dirinya saat ini hanya butuh ketenangan.Dia memilih pulang ke rumahnya dan mengunci dirinya sendiri di dalam kamar.Apalagi dadanya begitu sangat sesak,karena harus menerima kenyataan yang begitu pahit dalam hidupnya.
Sedangkan Clara dia bangun dan merasa pusing di kepalanya,dia benar-benar mabuk semalam.Dia benar-benar merasa gundah dengan hatinya sendiri,Clara mencari ponselnya.Dia mengambil ponselnya dan melihat jam di ponsel,dia bergegas membersihkan dirinya.Karena dia harus ke perusahaan Nicholas,menanyakan file penting yang dia butuhkan.
Clara telah bersiap dengan setelan kerjanya,menurutnya dia sangat cantik.Apalagi polesan make up yang tidak menor dan rambutnya yang lurus.Dia menatap dirinya di cermin,melihat pakaian yang di kenakan nya begitu seksi dan menggoda.Bagaimana tidak menggoda,rok span di atas lutut yang begitu pendek dan bahkan baju kemeja yang begitu ketat di tubuhnya.Dia merasa begitu sempurna dengan penampilannya ini,dia langsung pergi meninggalkan apartemennya.
...****************...
Keluarga Nicholas masuk ke rumah anaknya,namun tidak melihat Juli.Mereka berpikir mungkin Juli sedang istirahat,apalagi mereka melihat masakan yang tertata rapi di meja.Mereka memilih mengisi perutnya terlebih dahulu,karena mereka begitu lapar.Setelah selesai,mereka memilih istirahat di kamar tamu dan tidak mengecek Juli sama sekali merasa begitu lelah menjaga Nicholas di rumah sakit.
Nicholas sampai di rumahnya dan masuk,namun rumahnya terasa sunyi.Dia naik ke kamarnya,namun tidak menemukan keberadaan Juli.Dia bergegas mencari di lantai dua namun tidak ada Juli,setelah itu Nicholas mencari keberadaan Juli di taman dan benar saja Juli sedang tidur di taman.Nicholas menghampiri Juli dengan perlahan,karena takut mengganggu tidur istrinya.
Dia mengangkat tubuh istrinya secara perlahan,dia membawa istrinya ke dalam kamar.Nicholas merasa berat badan istrinya bertambah,apalagi semenjak istrinya hamil.Dia menurunkan istrinya dengan pelan di atas ranjang,Nicholas membersihkan tubuhnya merasa tubuhnya kotor.
Setelah selesai mandi,Nicholas menghampiri istrinya yang masih tidur di ranjang.Dia mengelus perut istrinya yang sudah besar,dia sudah tidak sabar melihat anaknya untuk segera keluar dari perut istirnya.Nicholas mencium perut istrinya dengan penuh kasih sayang dan anak yang di dalam perut Juli merespon dengan menendang Nicholas.
Nicholas senang,karena anaknya merespon.Dia merasa begitu bahagia,mendapatkan respon dari anaknya meski hanya tendangan kecil dalam perut istri tercintanya.
__ADS_1
"Kamu jaga ibu kamu baik-baik ya sayang,jangan buat ibu kamu kelelahan.Apalagi membuat ibu kamu sakit,kamu harus menjaganya baik-baik.Cepat lahir ya sayang,kami menantikan kehadiran kamu."Gumam Nicholas,berbicara pada calon anaknya yang ada di perut Juli.
Namun anaknya tidak meresponnya sama sekali,Nicholas senyum-senyum sendiri.Dia langsung mencium kening istrinya,dia begitu sangat merindukan istrinya.Dia memeluk tubuh sang istri dan memejamkan matanya.Dia merasa lelah dan butuh istirahat saat ini,dia akhirnya tidur menyusul Juli yang sudah tidur.