
Nicholas dan Juli mereka berkeliling kota paris,sambil menikmati suasana paris.Mereka juga tidak lupa membeli oleh-oleh untuk ibu dan adiknya Nicholas,mereka menikmati liburan mereka saat ini dan saling memahami perasaan mereka.
Setelah puas berbelanja,mereka menghampiri salah satu tempat makan.Karena Juli merasa perutnya sudah keroncongan dan ingin makan saat ini.Tidak butuh waktu yang lama,makanan sudah berada di hadapan mereka.Mereka makan dengan khidmat,bahkan Juli merasa makanannya begitu enak saat ini.
"Sayang bungkus ya,buat nanti makan di hotel.Enak banget ini."Puji Juli,merasa makanannya begitu enak saat ini.
"Iya,kamu habiskan dulu saja makanan ini.Nanti minta bungkus lagi,dessert nya mau sekalian di bungkus tidak?"Tanya Nicholas,karena menurut Nicholas dessert nya juga enak.
"Bungkus saja sayang."Jawab Juli,sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.
Setelah selesai makan,Nicholas meninggalkan Juli yang masih asik makan dengan hidangannya.Dia pergi ke kasir untuk membayar makanan dan membungkus makanan sesuai keinginan Juli,Nicholas menengok ke arah Juli sambil membayar tagihannya.Dia tersenyum melihat istrinya yang begitu senang menyantap makanan,Nicholas kembali lagi ke meja di mana istrinya berada.
"Sudah sayang?"Tanya Juli,menatap Nicholas saat ini.
"Sudah,kita tunggu saja di sini."Jawab Nicholas,dia tersenyum ke arah istrinya.
Setelah pesanan mereka di antarkan,mereka langsung pergi dari tempat makan.Mereka memilih pergi untuk ke hotel,setelah sampai di hotel mereka bergantian untuk membersihkan diri mereka.Karena mereka merasa kotor,sudah berjalan-jalan di luar.
Juli melakukan video call terhadap ibu Nicholas,dia melihat putranya saat ini.Apalagi putranya begitu menggemaskan,membuat dirinya ingin pulang dan memeluk putranya.
"Hey anak mamah,mamah kangen kamu sayang."Ucap Juli,menatap anaknya.
"Kamu jangan memikirkan anak kamu,berlibur dengan santai saja.Nikmati waktu kalian berdua,ibu harap kamu pulang-pulang membawa kabar baik lagi untuk ibu."Ujar ibu mertuanya.
"Ibu bisa saja,bu sudah dulu ya aku mau mandi dulu."Ucap Juli,agar video call mereka selesai.
"Baiklah,selamat berlibur."Balas ibu Nicholas,video call pun terputus.
__ADS_1
Juli menatap suaminya yang telah selesai membersihkan dirinya,dia berjalan ke arah suaminya.Tercium aroma sabun di indera penciumannya dan membuat Juli bergegas masuk ke kamar mandi,karena sudah tidak sabar menghilangkan rasa lengket di tubuhnya saat ini.
...****************...
Sedangkan Zoya dan Rey,mereka memutuskan kembali ke negara mereka.Karena proyeknya telah selesai,mereka kini sedang dalam pesawat.Mereka tersenyum satu sama lain,ada perasaan senang dalam diri mereka saat ini.
"Sayang,kamu sudah siap aku lamar kan?"Tanya Rey,menatap kekasihnya penuh cinta.
"Iya sayang,aku sudah siap.Semoga rencana kita berjalan lancar."Balas Zoya,sambil tersenyum ke arah Rey.
"Baiklah,kamu tunggu dulu di sini.Aku ingin ke kamar kecil."Ucap Rey,merasa ingin pergi ke kamar mandi.
Zoya mengangguk dan membiarkan Rey ke kamar kecil,Zoya begitu senang saat ini.Dia sudah mempersiapkan dirinya untuk di lamar oleh Rey,dia sudah tidak sabar menantikan lamaran Rey terhadap orang tuanya.Zoya berharap,mereka setuju dengan dirinya yang ingin menikah dengan Rey.
Sedangkan Rey yang pergi ke kamar kecil,dirinya kaget dengan orang yang mendorongnya masuk begitu saja.Rey langsung berbalik,dia berhadapan dengan Clara saat ini.
"Apa hubungannya dengan kamu,lagi pula urusanku sudah selesai."Balas Rey,begitu acuh terhadap Clara.
Clara tersenyum kecut,melihat sikap Rey saat ini.Menurutnya,sikapnya berbanding terbalik saat ini.Clara ingin mendapatkan Rey kembali,karena dirinya tidak bisa mendapatkan Nicholas saat ini.Namun bukan berarti dirinya menyerah terhadap Nicholas,dia membiarkan Nicholas untuk tenang terlebih dahulu.Setelah itu,dia akan kembali membawa Nicholas agar terjerat dalam hidupnya.
Rey merasa gugup,karena Clara seperti menggoda dirinya saat ini.Apalagi dirinya merasakan sentuhan jari Clara di tubuhnya,dia membalas tatapan Clara terhadap dirinya.Rey tidak mengerti,apa yang di inginkan Clara saat ini terhadap dirinya.
"Apa maumu?"Tanya Rey,dia menatap Clara dengan tajam.
Clara tersenyum mendengar ucapan Rey,dia mendekat ke arah Rey dan berbisik di telinga Rey dengan lembut.Membuat Rey,supaya tergoda oleh tindakannya saat ini.
"Aku sangat menginginkan kamu."Balas Clara,dia mencium telinga Rey dengan lembut.
__ADS_1
Rey menahan rasa panas di tubuhnya akibat Clara,dia menelan ludahnya saat ini.Apalagi mereka begitu dekat,bahkan tercium aroma parfume dalam tubuh Clara yang membuat dirinya tenang saat ini.Rey tanpa sadar memegang pinggang Clara,dia menatap Clara dengan intens saat ini.
"Kamu jangan berani-beraninya menggodaku."Ancam Rey,menatap tajam Clara.
Namun Clara sama sekali tidak mendengarkan ucapan Rey,justru Clara mendekatkan tubuhnya pada Rey.Clara malah menggoda Rey saat ini,dia menyentuh bibir Rey dan mencium bibir Rey saat ini.
Sedangkan Zoya,dia heran kenapa Rey belum kunjung datang juga.Dia memutuskan untuk menyusul Rey ke kamar kecil,Zoya langsung berjalan ke arah kamar kecil.Zoya mengetuk pintu kamar kecil,agar Rey keluar dari kamar kecil.
"Sayang,apa masih lama."Teriak Zoya dari luar.
Rey melotot saat ini,karena mendengar suara Zoya dari luar.Rey melepaskan ciuman Clara terhadapnya,dia langsung membekap mulut Clara.Karena takut Zoya memergoki dirinya bersama Clara,dia takut Zoya berpikir macam-macam terhadap dirinya.
"Perutku mulas sayang,nanti setelah selesai aku kembali."Teriak Rey dari dalam.
"Baiklah,jangan lama-lama.Aku menunggu kamu di kursi."Balas Zoya teriak,dia langsung memilih kembali ke kursinya.
Sedangkan Rey,dia merasa tenang saat ini.Karena Zoya sudah kembali lalu dia menatap tajam Clara,merasa kesal dengan sikap Clara saat ini.
"Kamu jangan ganggu hidupku lagi,aku sudah memiliki Zoya di hidupku saat ini."Ancam Rey,memperingati Clara untuk tidak mengganggu hidupnya.
Rey langsung keluar dari kamar kecil,dia meninggalkan Clara begitu saja.Rey begitu kesal dengan Clara,hampir saja dirinya mendapatkan masalah akibat Clara.Rey melangkah ke kursinya dan tersenyum ke arah Zoya saat ini.
"Maaf,membuat kamu menunggu lama sayang."Ucap Rey,dia mengelus puncak rambut Zoya.
"Tidak apa-apa sayang,aku takut kamu kenapa-kenapa saat tadi.Karena kamu di kamar kecil begitu lama."Balas Zoya,dia tersenyum terhadap Rey.
Rey membalas senyuman Zoya,mereka kini hanya saling diam dan menikmati perjalanan mereka.Hingga mereka selama di perjalanan tidur dengan pulas,karena perjalanan begitu lama.
__ADS_1