
Nicholas sudah bisa pulang,karena kemarin dia benar-benar tidak di izinkan pulang.Apalagi menurut dokter,luka yang ada pada Nicholas masih basah.Membuat Nicholas merasa kesal dan terpaksa tinggal di rumah sakit dengan menahan rindu terhadap istri dan putranya,Nicholas sudah sampai di rumah bersama ibunya pada siang hari dan mereka masuk ke dalam rumah.
Mereka begitu heran dengan kondisi rumah yang sepi,bahkan tidak menemukan keberadaan Juli dan Zoya.Dia melihat pembantu yang menghampiri mereka,dia langsung membawa tas Nicholas yang ada di tangan supir.
"Bi,kemana Zoya dan Juli?"Tanya ibu Nicholas,sambil mendorong Nicholas di kursi roda.
"Non Zoya sama non Juli lagi keluar bu,saya dengar sih non Zoya mengajak non Juli berbelanja pakaian."Balas sang pelayan.
"Yasudah,tolong siapkan makanan dan bawa ke kamar Nicholas ya bi."Ucap Ibu Nicholas,memberikan perintah.
"Baik nyonya."Balasnya,dia bergegas naik ke kamar Nicholas untuk menyimpan tas pakaian milik Nicholas.
"Pak,tolong bantu saya bawa Nicholas ke atas."Perintah ibu Nicholas,terhadap supirnya.
"Baik nyonya."Balasnya,menuruti perintah majikannya.
"Bu,tolong hubungi Zoya untuk pulang.Aku tidak sabar ingin bertemu istri dan anakku."Ucap Nicholas,dia ingin bertemu istri dan anaknya.
"Iya,sekarang ibu telepon Zoya."Balas ibu Nicholas,dia langsung menelepon putrinya.
Sedangkan Nicholas,dia di bawa ke kamarnya.Nicholas masih tidak bisa berjalan saat ini,karena merasa sakit di kaki sebelah kanannya.Apalagi menurut dokter untuk sementara ini,Nicholas harus memakai kursi roda.Dokter takut saraf Nicholas masih terkejut,sehingga untuk sementara Nicholas hanya bisa kemana-mana memakai kursi roda.
...****************...
"Kak kita harus pulang."Ucap Zoya,setelah menerima telepon dari ibunya.
"Kenapa memangnya?"Tanya Juli,menatap adik iparnya.
"Kak Nicholas sudah pulang,dia menanyakan kakak dan baby Ken."Balasnya,menatap kakak iparnya.
"Sudahlah,biarkan saja.Jangan perdulikan kakak kamu,biarkan saja dia gelisah di sana.Lebih baik,kita lanjut jalan-jalan.Biar dia merasakan hukuman kakak,kakak masih belum puas berbelanja pakaian."Ucap Juli,dia tersenyum senang terhadap Zoya.
"Beneran kak?"Tanya Zoya ragu-ragu.
"Beneran,ayo kakak ingin beli pakaian buat baby Ken."Balasnya,dia menarik tangan Zoya.
__ADS_1
Mereka memilih ke tempat pakaian baby Ken,Juli begitu antusias memborong pakaian untuk baby Ken.Dia berbelanja dengan dua keranjang penuh,apalagi semua pakaian menurutnya begitu lucu jika di pakai baby Ken.
"Kak yang benar saja,ini udah dua keranjang loh."Ucap Zoya,dia mengingatkan kakak iparnya.
"Tapi yang ini begitu gemas Zoya,jika di pakai baby Ken."Balas Juli,merasa pakaian yang dia pegang merasa begitu gemas jika di pakai baby Ken.
"Kakak dari tadi bilangnya seperti itu,sampai-sampai ini dua keranjang penuh dengan pakaian baby Ken semua."Protes Zoya,melihat tumpukan pakaian baby Ken yang akan di beli kakak iparnya.
"Haha,siapa suruh pakaiannya begitu gemas."Tawa Juli,dia melihat adik iparnya yang cemberut.
"Itu yang terakhir ya,ayo kita bayar."Ucap Zoya,agar kakaknya ini tidak membeli lagi pakaian untuk baby Ken.
"Yasudah,ayo kita pergi ke kasir."Ajak Juli,dia langsung mengambil satu keranjang di tangan Zoya.
Mereka langsung pergi ke kasir,mereka langsung membayar pakaian baby Ken.Setelah selesai,mereka langsung memutuskan untuk makan di restaurant.
"Kak Nicholas tidak menelepon kakak?"Tanya Zoya,sambil menyuapkan makanannya.
"Dia aku blokir,suruh siapa membuat masalah dengan aku."Balas Juli,menyuapkan makanannya.
"Zoya tuh mantan kakak kamu."Ucap Juli,masih menatap Clara.
"Bukannya laki-laki itu sekretaris kak Nicholas yah?"Tanya Zoya,menatap Rey dan Clara.
"Iya,dia Rey namanya.Tapi kakak heran,kenapa Clara bergelayutan manja terhadap Rey.Apa mereka berpacaran."Balas Juli,bingung melihat kemesraan mereka.
"Aku jadi kepo kak,aku ikuti dulu mereka sebentar.Kakak tunggu dulu di sini."Perintah Zoya,dia langsung berlari kecil ke arah mereka.
Apalagi mereka makan di restaurant yang sama,mereka tidak tau dengan kehadiran Juli dan Zoya di restaurant tersebut.Apalagi posisi mereka makan di luar restorannya,dia memilih melanjutkan makannya sambil menunggu Zoya.
"Sayang mau makan apa?"Tanya Clara,menatap Rey dengan mesra.
"Terserah kamu saja sayang."Balas Rey,dia fokus pada ponselnya.
"Bisa tidak sih,kamu tidak bermain ponsel saat bersamaku."Pinta Clara,karena Rey tidak perhatian sama sekali terhadapnya.
__ADS_1
"Maaf,aku benar-benar sibuk.Lagipula,kamu yang memaksa aku untuk jalan-jalan.Padahal,dari awal aku sudah ngomong sama kamu.Jika aku benar-benar sibuk,apalagi pekerjaan aku tidak bisa aku tunda."Balasnya,masih fokus terhadap ponselnya.
"Cie,cie ada yang di cuekin nih."Ucap Zoya,dia duduk di hadapan Clara dan Rey.
"Siapa kamu? Sungguh tidak sopan,tiba-tiba berbicara seperti itu."Ketus Clara,dia menatap Zoya dengan kesal.
"Kamu tidak tau aku? Padahal,secara terang-terangan kamu merusak rumah tangga kakak aku."Ucap Zoya,menatap Clara tidak suka.
Rey menatap Zoya,dia kaget dengan ucapan Zoya.Dia tau Zoya adalah adik dari bosnya,dia langsung menanyakan kembali apa maksud ucapan Zoya.
"Siapa yang perusak rumah tangga?"Tanya Rey,dia menatap Zoya.
"Pacar kamu."Balas Zoya,menatap Rey dengan lekat.
"Kamu kenal dia?"Tanya Clara,dia menatap Rey.
"Dia adik pak Nicholas,jelaskan apa yang terjadi sebenarnya."Ucap Rey,dia ingin tau apa yang terjadi.
Clara terkejut saat mendengarnya,dia menegang sekarang.Dia tidak ingin Rey tau hubungan dia bersama Nicholas,wajahnya pucat pasi sekarang.
"Dia tidur dengan kakak ku,sehingga kakak iparku pergi meninggalkan kak Nicholas.Kak tolong ingatkan pacar kakak,jangan gatel sama suami orang."Ucap Zoya,dia langsung bangkit dari duduknya dan meninggalkan mereka.
Juli merasa lega,karena Zoya sedang berjalan ke arahnya.Dia melihat Zoya tersenyum senang,dia penasaran apa yang terjadi dengan Zoya.
"Kamu begitu senang."Ucap Juli,dia menatap adik iparnya.
"Aku sudah berbicara dengan pacarnya Clara,agar suruh mengingatkan pacarnya tidak usah gatal sama suami orang."Balas Zoya sambil cekikikan.
"Kamu serius,mengatakan hal seperti itu?"Tanya Juli,karena Zoya begitu berani dan terang-terangan membongkar Clara terhadap pacarnya.
"Beneran kak,ayo nanti aku ceritakan di mobil.Aku takut,kita pulang ke sorean.Kasihan baby Ken,tidak baik dengan angin malam."Ajak Zoya.
"Baiklah."Balas Juli,setuju dengan ucapan adik iparnya.
Mereka langsung pergi dari mall dan memilih pulang,bahkan Zoya menceritakan apa yang terjadi saat dia melabrak Clara secara terang-terangan.Mereka begitu senang,karena telah membuat Clara kesal oleh ucapan Zoya terhadap pacarnya.
__ADS_1