
Nicholas merasa geram dengan tindakan Clara,apalagi Clara memancing adiknya begitu saja.Dia menahan hasratnya saat ini,jika dia tidak ingat Juli mungkin dia sudah bercinta dengan Clara.
"Aku tidak munafik sama sekali,aku juga menginginkan bercinta dengan Clara.Apalagi tubuh Clara begitu menggoda,tapi aku juga tidak ingin mengkhianati istriku sendiri."Gumam Nicholas,dia langsung memejamkan matanya menahan hasratnya.
Dua jam berlalu,Juli dan ibunya Nicholas masuk ke dalam ruangan Nicholas.Mereka melihat Nicholas yang memejamkan matanya di kursi,Juli mendekat ke arah meja Nicholas dan ibunya duduk di kursi tamu.
"Sayang,apakah kamu tidur?"Tanya Juli,berjalan menuju kursi Nicholas.
"Sepertinya Nicholas tidur Jul."Ucap sang ibu,karena melihat anaknya tidak bergeming sama sekali.
"Sayang,ayo makan siang dulu.Nanti kamu sakit."Ucap Juli,menggoyangkan tubuh Nicholas.
Juli kaget saat menyentuh badan Nicholas yang panas sekali,dia mengecek suhu tubuh badan Nicholas dengan dirinya.Benar saja sangat berbeda,Juli berpikir Nicholas demam.
"Mah cepat panggil ambulance,Nicholas sakit mah."Ucap Juli panik,karena tubuh Nicholas sangat panas.
Ibu Nicholas yang mendengarnya,dia langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri anaknya.Benar saja tubuh anaknya sangat panas,dia segera menelepon ambulance untuk datang ke perusahaan anaknya.Juli langsung meminta bantuan Rey dengan panik,Dia menyuruh Rey membawa Nicholas turun ke lantai bawah.
Mereka langsung turun ke lantai bawah,menunggu kedatangan ambulance di depan perusahaan.Setelah ambulance datang,mereka langsung membawa Nicholas pergi ke rumah sakit.
...****************...
Mereka begitu cemas dengan kondisi Nicholas,mereka menunggu Nicholas yang sedang di periksa dokter.Mereka takut Nicholas kenapa-kenapa,apalagi saat di bangunkan Juli Nicholas tidak sadarkan diri.
"Dokter lama sekali sih bu."Ucap Juli,dia begitu gugup saat ini.Dia benar-benar mengkhawatirkan suaminya,dia merasa begitu cemas sekarang.
"Kamu jangan terlalu cemas sayang,ingat kamu sedang hamil.Ibu tidak mau,kamu dan calon anak kamu di dalam perut kenapa-kenapa."Balas ibu Nicholas,karena melihat menantunya begitu pucat.
"Iya mah,aku masih merasa belum tenang.Apalagi,dokter belum keluar-keluar."Ucap Juli,sambil mencoba menenangkan kecemasan dalam dirinya.
__ADS_1
Ibu Nicholas menatap ke ruang anaknya di periksa,dia berharap anaknya baik-baik saja.Tidak lama dokter keluar,mereka langsung menghampiri dokter dengan perasaan yang sudah tidak cemas lagi.
"Gimana keadaan suami saya dok?"Tanya Juli,menatap dokter yang ada di hadapannya.
"Bapak Nicholas tidak apa-apa,dia hanya kelelahan.Sebaiknya,biarkan dia istirahat."Jawab dokter,memberitahukan keadaan Nicholas.
"Tapi anakku tadi di bangunkan,dia tidak sadar sama sekali dok?"Tanya ibu Nicholas,dia menatap sang dokter dengan perasaan yang belum tenang.
"Karena demamnya tinggi,mengakibatkan dia tidak sadarkan tinggi.Sampai saat ini,bapak Nicholas masih tidak sadarkan diri.Tapi ibu jangan khawatir,kamu sudah mengobati bapak Nicholas dengan Baik."Jawab dokter,menjelaskan kondisi Nicholas.
"Syukurlah,aku takut dia kenapa-kenapa."Balas Ibu Nicholas.
"Silahkan,ibu mengurus prosedur administrasi bapak Nicholas di loket administrasi untuk melengkapi data bapak Nicholas sebagai pasien."Perintah Dokter,menatap mereka sambil tersenyum.
"Baik dok,nanti kami kesana.Tapi,bolehkah kami melihat Nicholas terlebih dahulu?"Tanya ibu Nicholas,menatap sang dokter.
"Silahkan bu,namun jangan terlalu berisik.Biarkan bapak Nicholas berisitirahat terlebih dahulu."Jawabnya,sambil tersenyum.
Mereka langsung bergegas masuk ke dalam kamar Nicholas,mereka masih melihat Nicholas yang belu sadarkan diri.Mereka mendekat ke arah Nicholas untuk melihat dengan jelas keadaan Nicholas sekarang.
Juli duduk di samping Nicholas,dia melihat wajah suaminya yang tidak sadarkan diri.Dia menggenggam tangan suaminya,berharap suaminya sadar.
"Jul,ibu pergi ke administrasi dulu ya."Ucap ibu Nicholas,melihat menantunya yang begitu khawatir terhadap anaknya.
"Baik bu."Balas Juli,masih begitu khawatir dengan kondisi suaminya.
Ibu Nicholas pergi meninggalkan anak dan menantunya,dia bergegas ke bagian administrasi.Apalagi,dia tidak tega meninggalkan menantunya sendirian menunggu Nicholas.
"Sayang,kamu jangan membuat aku khawatir.tolong,kamu segera sadar."Ucap Juli,dia meneteskan air matanya.
__ADS_1
Juli merasa sekarang perutnya begitu sakit,dia memegang perutnya sambil mencengkram tangan Nicholas.Dia merasa perutnya begitu sakit,wajah Juli sekarang begitu pucat.
"Perutku sangat sakit."Rintih Juli,dia mengeluarkan keringat di tubuhnya.Merasakan perutnya yang begitu sangat sakit,dia langsung menekan tombol yang ada di samping Nicholas.
Dokter dan suster datang ke kamar Nicholas,dia melihat kondisi Juli yang ke sakitan.Mereka segera menghampiri Juli dan dokter menyuruh suster mengambil ranjang pasien,setelah itu Juli di bawa ke ranjang pasien dan di bawa ke dokter kandungan.
"Informasi untuk keluarga pasien Bapak Nicholas,kami memberitahukan untuk menemui pasien yang bernama ibu Juli yang sedang di periksa oleh dokter kandungan.Terimakasih."Ucap bagian Informasi.
Ibu Juli yang mendengarnya kaget,dia segera mengurus bagian administrasi Nicholas.Dia begitu tidak khawatir dengan Nicholas,apalagi suami dan putrinya sedang berada di jalan menuju rumah sakit.
Setelah selesai mengurus administrasi milik Nicholas,ibu Nicholas bergegas ke dokter kandungan dan mengikuti arahan yang dia dengar tadi di speaker.
"Semoga menantu dan calon cucuku tidak kenapa-kenapa."Gumamnya,begitu mengkhawatirkan kondisi Juli saat ini.
Dia sampai di depan dokter kandungan,dia mengetuk pintu dan masuk ke dalam.Dia melihat Juli yang sudah tidak sadarkan diri dan tangan Juli sudah di pasang cairan infus.
"Bagaimana kondisi menantu saya dok?"Tanya ibu Nicholas,begitu khawatir.
"Ibu Juli mengalami kontraksi yang berlebihan,karena dia merasakan cemas yang berlebihan.Sehingga,bayi di dalam kandungan ikut stress dengan kecemasan yang di alami ibu Juli."Jawab Dokter,memberitahukan kondisi Juli.
"Apakah berbahaya dok?"Tanya ibu Nicholas,masih begitu khawatir.
"Ibu tenang saja,sekarang sudah tidak apa-apa.Ibu Juli sekarang sedang istirahat,dia sudah kami berikan obat penenang agar bisa rileks dan tidak mengalami kecemasan yang berlebihan."Balas dokter tersenyum.
"Syukurlah."Ucap Ibu Nicholas,dirinya merasa tenang sekarang.
"Baik kalau begitu,ibu Juli akan kami pindahkan ke ruang rawat inap.Ibu silahkan melakukan prosedur administrasinya terlebih dahulu."Perintah dokter kandungan.
"Baik dok,saya akan segera ke bagian administrasi lagi."Ucap ibu Nicholas,dia melihat kondisi Juli yang begitu pucat.
__ADS_1
Juli di pindahkan ke ruang rawat inap,ibu Nicholas menunggu suaminya datang.Agar dirinya bisa ke ruang administrasi dan suaminya bisa menunggu Juli di ruang rawat inap Juli.
Setelah suaminya datang,ibu Nicholas langsung pergi meninggalkan ruangan Juli.Dia bergegas menuju bagian administrasi untuk melengkapi data yang di perlukan oleh rumah sakit.