
Dua minggu berlalu,setelah keluarga Nicholas berkunjung ke rumah mereka.Sekarang,Juli sedang berhadapan langsung dengan Sasa.
"Kamu yakin?"tanya Juli yang menatap Sasa begitu lekat.
Untuk ke sekian kalinya,Sasa menjawab dengan kukuh terhadap Juli.
"Yakin Jul,sangat yakin."Balas Sasa tersenyum pada Juli.
"Aku pikir kamu bercanda,bilang mau resign!" Gumam Juli,sambil melihat surat pengunduran diri Sasa.
"Alasannya?"Juli bertanya lagi,karena dia memikirkan kehidupan keluarga Sasa.
"Karena aku mau fokus mengurus pernikahan aku Jul."Jawab Sasa dengan yakin.
"Ini sudah final? Enggak bisa di pikirin lagi mateng-mateng apa Sa?"Tanya Juli,merasa ragu untuk menerima surat pengunduran diri Sasa.
Sejujurnya,itu sempat menjadi keputusan berat untuk Sasa.Namun berhubung Niko menyuruhnya resign,terpaksa dia mengikuti kemauan Niko.Lagi pula,sekarang dirinya merasa bersyukur dengan adanya Niko di kehidupannya.Sasa tidak akan sibuk lagi dengan pekerjaannya,teman-temannya pasti akan merindukan dirinya.
Sasa sebelum memutuskan untuk resign,dia sudah berbicara dengan Niko mengenai keluarganya.Sasa senang,ayahnya sudah bekerja di perusahaan Niko.Sehingga dia sekarang,harus fokus mempersiapkan acara pernikahannya ini.
"Maaf Jul,aku sudah bertekad bulat.Kamu tidak usah khawatir dengan keluargaku."Jawab Sasa,agar sahabatnya ini tidak mengkhawatirkan kehidupan keluarganya.
Melihat jawaban Sasa yang tidak mengandung keraguan sedikitpun,akhirnya Juli pasrah,kemudian mengantar surat pengunduran diri Sasa ke hadapan Nicholas.
"Jangan lupa undang aku,ke pernikahan kamu!"Ucap Sasa,tidak rela sahabatnya resign.
__ADS_1
"Tenang Jul! Pasti kamu dan rekan yang lain aku undang!"Balas Sasa merasa sedih,akan pergi meninggalkan mereka.
"Emangnya,kamu gak bisa nyerahin ke Wedding Organizer apa? Padahal dengan kamu menyerahkan ke mereka,semuanya jadi serba praktis Sa."Kesal Juli,tidak akan satu kantor dengan sahabatnya lagi.
"Aku di suruh Niko untuk mempersiapkan semuanya,Karena Niko begitu sibuk mengurusi perusahaannya."Jawab Sasa,memeluk sahabatnya ini.
"Jika kamu butuh bantuanku,kamu bisa hubungi aku ya Sa."Ucap Juli,meneteskan air matanya.
"Sudah Jul,ngapain nangis segala sih.Kamu masih bisa bertemu Sasa,meski tidak di perusahaan juga."Sungut Nicholas kesal,melihat drama persahabatan mereka.
"Hahaha,aku terlalu sedih."Jawab Juli,tidak ingat dengan keberadaan suaminya.
"Yasudah,aku turun dulu ya Jul.Aku harus berpamitan dulu,ke rekan kerja yang lain."Ucap Sasa,melepaskan pelukan mereka.
"Tuh lihat sayang,Sasa aja mau resign.Kenapa kamu tidak mau?"Tanya Nicholas,menatap punggung istrinya.
"Aku masih betah kerja di sini."Balas Juli,berbalik badan menatap Nicholas.
Bukannya Juli tidak mau resign,dia sebenarnya ingin resign dan jadi ibu rumah tangga yang baik.Namun di dalam hatinya,masih ada keraguan tentang kehidupannya sendiri.Juli takut ke depannya nanti dia tidak bersama Nicholas,lantas bagaimana dia menghidupi dirinya sendiri.Sekarang dirinya belum tenang sama sekali,karena kehidupan mereka masih di ganggu oleh Berlin.Juli tidak habis pikir dengan Berlin,bisa-bisanya dia secara terang-terangan menggoda suaminya di depan umum.
"Baiklah,nyonya Nicholas.Apa kamu tidak merindukan aku sayang?"Tanya Nicholas,membuka ke dua tangannya untuk menyambut sang istri.
Sementara Juli dia tersenyum,melihat kelakuan suaminya ini.Dia berjalan mendekat ke arah Suaminya dan duduk di pangkuan suaminya.Juli menatap suaminya penuh cinta,dia beruntung memiliki suami seperti Nicholas di kehidupannya ini.
Tangan Nicholas meremas dadanya kencang,membuat dirinya tersadar dengan pemikirannya.Juli menatap manik mata suaminya dengan lekat,tangan suaminya masuk ke dalam kemeja bajunya dan mempermainkan dadanya.
__ADS_1
"Aku merindukan kamu sayang."Bisikan Nicholas di telinganya,membuat dirinya senang saat mendengarnya.
"Aku juga merindukan kamu sayang."Balas Juli tersenyum melenguh nikmat,karena tangan Nicholas yang bergerak kencang mempermainkan dadanya.
Bibirnya Juli menjadi sasaran Nicholas,dia menciumnya begitu rakus.Tangannya bergerak membuka kancing kemeja Juli,melepas pengait depan bra Juli dan dada Juli terekspos.Dirinya merasakan tubuhnya meronta,menginginkan sentuhan suaminya.Juli meremas rambut Nicholas,menikmati tindakan Nicholas di dadanya.
"Sayang hentikan!"Perintah Juli,karena ini masih jam kantor.
Nicholas menghentikannya,dia menatap Juli dengan intens.Dirinya sangat mendambakan tubuh Juli,setiap inci tubuh Juli ingin dia sentuh.Dia menuruti apa perkataan istrinya,dia merapikan pakaian istrinya.
"Yasudah,ayo kita kerja lagi."Ajak Nicholas,harus bersabar menghadapi sikap istrinya ini.
Juli senang Nicholas menuruti perkataan dirinya,dia langsung kembali ke mejanya.Juli tidak munafik sama sekali,dia sudah terbuai oleh pesona suaminya.Dirinya juga menginginkan hal yang sama,tapi dia berfikir, tidak seharusnya mereka melakukan hubungan suami istri.Apalagi,ini masih jam kantor.Dia takut ada karyawan yang tiba-tiba masuk dan melihat mereka melakukan hubungan suami istri di kantor.Dirinya pasti akan malu,mau di taruh di mana mukanya ini nanti.
Nicholas melihat istrinya yang begitu menggemaskan,dia sangat ingin melakukan hubungan suami istri dengan istrinya.Tapi dia tau,jika istrinya sangat takut di lihat karyawan lain.Padahal karyawan lain,tidak akan berani masuk ke dalam ruangannya begitu saja.
Nicholas mengacak-acak rambutnya,dia begitu tergila-gila kepada istrinya ini.Dia sangat ingin melakukannya sekarang,namun dia harus benar-benar menahannya.Dia tidak ingin istrinya,menganggap dirinya pria brengsek.
Nicholas masih tidak menyangka,istrinya yang begitu polos ini mau menikah dengan dirinya.Dia merasa,sudah menjerat kehidupan istrinya.Sehingga impian istrinya hancur,karena keegoisan dirinya.Kurang apalagi dirinya,mendapatkan istri yang mau mengorbankan segala hal untuk kehidupan dirinya.
Nicholas merasa dirinya bajingan,karena menghancurkan impian Juli seenaknya.Bahkan pernikahan mereka saja,Juli begitu ikhlas menerimanya.Dia salut dengan istrinya,karena mau menerima dirinya yang begitu berantakan.Apalagi dia tau,jika kehidupannya begitu kelam.
Nicholas merasa dirinya benar-benar bersalah,membawa istrinya ke dalam kehidupannya.Namun istrinya ini,mempunyai hati yang benar-benar luar biasa.Dia mau berusaha,agar dirinya tidak jatuh ke dalam trauma yang di buat Berlin dalam kehidupannya.
Juli melihat Nicholas yang menatap dirinya begitu intens,dia tidak tau Nicholas memikirkan apa.Juli tidak ingin menanyakannya,karena Nicholas pasti tidak akan memberitahu dirinya.Namun Juli sampai saat ini bersabar,apapun yang terjadi di dalam kehidupannya nanti,Juli berharap Nicholas dan dirinya bisa menghadapinya bersama-sama.
__ADS_1