
Juli bangun dari jam lima pagi,dia langsung turun ke bawah mempersiapkan makanan untuk suaminya.Apalagi,hari ini dia berencana pergi memeriksakan kandungannya bersama ibu mertuanya.Juli bergegas dengan cepat memasak,dia tidak ingin pembantu yang mengerjakannya.Dia hanya ingin pembantu mengerjakan pekerjaan rumahnya dan berbelanja kebutuhan pokok,sedangkan dia bertugas untuk memasak saja.
Setelah selesai dengan masakannya,dia bergegas naik ke lantai atas menuju kamarnya.Juli harus segera bersiap membersihkan tubuhnya,dia tidak ingin antri begitu lama di rumah sakit.
"Sayang bangun,aku pergi ke rumah sakit.Aku sudah menyiapkan makanan untuk kamu dan bekal untuk kamu bawa ke kantor."Ucap Juli,membangunkan Nicholas yang masih tidur.
"Baik sayang,terima kasih.Kamu hati-hati,setelah selesai langsung pulang ke rumah dan jangan mampir kemana-mana."Balas Nicholas,karena dia mengkhawatirkan Juli yang sedang hamil.
"Baik sayang."Ucap Juli,dia mencium wajah Nicholas dan langsung pergi meninggalkan Nicholas.
Juli menunggu kedatangan ibu mertuanya,tidak lama mobilnya datang.Dia langsung naik ke dalam mobil dan meninggalkan halaman rumahnya.
"Sayang,kemarin Berlin ke rumah."Ucap Ibu Nicholas,dia bercerita terhadap menantunya.
"Ngapain dia ke rumah ibu?"Tanya Juli,merasa heran dengan Berlin yang datang ke rumah ibu mertuanya.
"Dia minta maaf dan berpamitan,katanya sih dia berangkat ke Amerika.Sukurlah,lebih baik dia pergi dari negara kita.Lagi pula,ibu merasa tenang jika Berlin menjauh dari kehidupan kita."Balas sang ibu,begitu senang dengan kepergian Berlin.
"Nicholas juga bercerita kemarin bu,Berlin memang ingin menjauh dari Nicholas katanya."Ucap Juli,menceritakan apa yang di ceritakan Nicholas.
"Baguslah,kita tenang dengan kepergian Berlin."Balas ibu Nicholas,dia tidak ingin keluarganya kenapa-kenapa.
"Masalah belum selesai bu,sekarang mantan Nicholas datang ke kehidupan Nicholas.Sekarang,dia begitu bersikeras ingin menikah dengan Nicholas.Bahkan,dia rela menjadi istri ke dua Nicholas."Ucap Juli,menceritakan mantan Nicholas terhadap ibu mertuanya.
"Enak aja,ibu tidak akan merestuinya sama sekali.Menantu ibu cuma kamu,jangan memikirkannya ya sayang."Balas ibu Nicholas,dia tidak akan membiarkan mantan Nicholas mengganggu kehidupan anak dan menantunya.
"Iya bu,lagian Nicholas juga tidak ingin menikah lagi.Dia hanya ingin aku menjadi istri satu-satunya dan bahkan menemaninya sampai tua nanti."Ucap Juli,sambil tersenyum ke arah ibu mertuanya.
__ADS_1
"Syukurlah,jika Nicholas berpikir seperti itu."Balas ibu Nicholas,dia merasa tenang dengan apa yang di pikirkan anaknya.
Ketika mereka asik berbincang,ponsel Juli berdering.Dia langsung mengambil ponsel dan mengangkat teleponnya.
"Hallo,ada apa Sa?"Tanya Juli,karena tumben Sasa pagi-pagi meneleponnya.
"Jul,kemarin aku melihat Berlin di bandara membawa koper."Balas Sasa,karena dia penasaran.
"Kamu serius Sa?"Tanya Juli,karena merasa heran dengan Sasa yang ke bandara.
"Benar Jul,aku lihat dia pergi ke arah tujuan Amerika bersama laki-laki tua dan aku pikir itu mungkin ayahnya."Jawab Sasa,karena dia melihatnya tidak terlalu dekat.
"Kamu ke bandara ngapain?"Tanya Juli,masih penasaran dengan Sasa yang ke bandara.
"Aku menjemput Niko Jul,dia habis dari Francis.Jul pernikahan aku dua minggu lagi,nanti kamu harus datang."Balas Sasa,memberitahukan rencana pernikahannya.
"Baiklah,nanti aku kirimkan undangannya.Kamu di sana berisik banget,lagi dimana emangnya?"Tanya Sasa,merasa begitu berisik.
"Aku lagi dalam perjalanan ke rumah sakit."Balas Juli,apalagi dia sekarang terjebak macet.
"Siapa yang sakit Jul? Kamu apa sakit? Sakit apa kamu?"Tanya Sasa bertubi-tubi,dia khawatir dengan kondisi sahabatnya.
"Aku tidak sakit,hanya ingin memeriksakan kandunganku."Balas Juli,dia tersenyum dengan sikap Sasa yang begitu mengkhawatirkannya.
"Syukurlah,jika kamu baik-baik saja.Yasudah,hati-hati Jul di jalannya."Ujar Sasa,memberikan perhatian kecil kepada sahabatnya.
"Iya,aku pasti hati-hati."Balas Juli,dia langsung mematikan sambungan teleponnya.
__ADS_1
Mereka langsung turun dari mobil,mereka langsung berjalan masuk ke dalam rumah sakit.Setelah itu,mereka mengambil no antrian dan menunggu di panggil suster.Mereka menunggu satu jam,setelah itu mereka masuk ke dalam ruangan.
Dokter memeriksa kandungan Juli,dia melihat ke arah monitor perkembangan janin dalam perut Juli.Mereka melihat dengan tersenyum,apalagi terlihat dengan jelas jenis kelamin anaknya di dalam monitor.
"Wah,selamat ya bu.Bayi anda seorang laki-laki dan begitu sangat aktif di dalam kandungannya."Ucap dokter tersenyum,sambil dia menatap ke arah monitor.
"Dokter yakin cucu saya laki-laki? Coba periksa lagi."Perintah ibu Nicholas,takut dokter salah melihatnya.
"Benar bu,ibu tolong perhatikan ke layar monitor."Balas sang dokter,dia melakukan usg lagi terhadap Juli.
"Syukurlah,dia seorang laki-laki.Akhirnya ada penerus dalam keluargaku."Ucap Ibu Nicholas,dia begitu senang akan mendapatkan cucu seorang laki-laki.
"Ibu jangan terlalu stress ya,takut kandungannya tidak kuat.Tolong jaga kesehatan ibu dan sebisa mungkin ibu harus banyak bergerak."Perintah sang dokter.
"Baik dok,nanti saya akan ikut senam ibu hamil."Balas Juli,dia begitu ingin mengikuti senam ibu hamil.
"Itu bagus bu,malah itu memudahkan ibu saat nanti dalam persalinan."Ucap sang dokter,dia setuju dengan senam yang di bicarakan Juli.
"Tapi benar tidak apa-apa,jika menantu saya mengikuti senam ibu hamil.Saya takut,dia kelelahan dok.Nanti menantu dan cucu saya kenapa-kenapa lagi."Protes sang ibu,karena begitu mengkhawatirkan menantu dan calon cucunya.
"Ibu tidak usah khawatir,justru itu bagus demi kandungan ibu Juli.Namun ibu Juli juga harus berhati-hati,dia juga jangan terlalu bersemangat saat mengikuti senam nanti.Ibu harus biasa saja,jangan terlalu begitu senang dengan senam yang akan di lakukan ibu nanti."Ucap dokter,dia mengingatkan Juli dengan baik-baik.
"Baik dok,saya akan menuruti perkataan dokter."Balas Juli.
"Kalau gitu,ibu ambil resep vitamin ini untuk menjaga stamina ibu."Ucap dokter,dia menyerahkan resep vitamin terhadap mereka.
"Baik dok,terimakasih dok."Balas mereka tersenyum dan mengambil resep yang di berikan dokter.
__ADS_1
Mereka langsung pergi dari ruangan dokter,setelah mereka selesai dengan urusan rumah sakit.Mereka langsung melanjutkan pulang,apalagi mereka begitu senang dengan hasil yang mereka terima.Mereka sudah tidak sabar,ingin melihat bayi itu lahir.Mereka berharap tidak ada hambatan apapun kedepannya,semoga proses lahiran nanti berjalan dengan lancar.