
Berlin berkunjung ke apartemen Clara,dia merasa bosan di rumahnya.Apalagi pergerakannya di pantau oleh ayahnya,sehingga dia tidak bisa mendekati Nicholas.Dia untuk sementara ini,menahan dirinya untuk mendekati Nicholas.Karena dia ingin mendapatkan kepercayaan ayahnya terlebih dahulu,agar dia tidak di kirim ke luar negeri.
Berlin masuk ke kamar Clara,dia melihat pakaian Clara dan pakaian laki-laki berceceran di mana-mana.Dia tahu,jika sahabatnya ini pasti sedang melakukan percintaan panasnya.Dia tidak heran dengan Clara,apalagi pergaulannya begitu bebas.Bahkan dia mendengarkan suara Clara dan laki-laki itu yang begitu menikmati percintaan mereka,dia dan Clara sama-sama sudah tidak perawan.Namun dia masih bisa menjaga keinginannya untuk bercinta,tidak seperti Clara yang begitu haus akan bercinta.
"Ah,ah.Lebih cepat,aku sangat menikmatinya."Racau Clara,menikmati sentuhan yang di berikan lelaki yang baru dia jumpai saat bertemu di supermarket tadi.
"Kamu sangat begitu nikmat beb."Balasnya,bergerak cepat di dalam tubuh Clara.
Mereka sama-sama mencapai puncak,Clara menikmati semua sentuhan yang di berikan lelaki di hadapannya.Mereka masih mengatur deru nafas mereka,karena merasa lelah dengan percintaan mereka.
"Clara,jika sudah cepat kamu keluar."Teriak Berlin,menunggu Clara di ruang tamu.
Clara kaget mendengar teriakan Berlin,karena Berlin tidak menghubunginya sama sekali.Dia merasa heran dengan Berlin yang tiba-tiba datang ke apartemennya,dia menatap lelaki di hadapannya.
"Kamu boleh pergi sekarang,ada sahabatku di luar."Perintah Clara,menatap lelaki di hadapannya.
"Pakaian kita masih di luar,masa aku harus keluar dengan keadaan seperti ini."Ucapnya,karena merasa tidak enak memperlihatkan tubuhnya pada wanita lain.
"Kamu pakai saja selimut ini dan kembali kesini."Ujar Clara,dia pergi ke kamar mandi membersihkan tubuhnya.
Sedangkan lelaki itu menuruti ucapan Clara,dia melihat sahabat Clara yang sedang menunggu Clara di sofa.Dia bergegas cepat kembali ke kamar Clara,karena tidak mau berlama-lama di apartemen Clara.
Berlin memperhatikan gerak-gerik laki-laki yang bercinta dengan Clara,dia merasa pernah melihat laki-laki itu di cafe bersama wanita yang mungkin pacarnya.Tapi Berlin tidak perduli sama sekali,lagian Clara tidak mungkin akan memakainya lagi.Dalam hidup Clara selama ini,dia pasti hanya bercinta satu kali dengan laki-laki yang di temuinya.Jika dia bercinta dua kali dengan laki-laki,itu tandanya laki-laki itu beruntung.Karena bisa memikat Clara untuk ke dua kalinya.
Clara menghampiri sahabatnya Berlin,dia menggunakan pakaian santainya di hadapan Berlin.Dia menatap Berlin yang ada di hadapannya,bukankah beberapa terakhir Berlin sangat sulit untuk keluar rumahnya.
__ADS_1
"Tumben kamu kesini?"Tanya Clara,menatap Berlin.
"Aku sudah gatal,aku sangat ingin bertemu dengan pujaanku."Jawab Berlin,menatap Clara di hadapannya.
"Terus kenapa kamu malah kesini,bukannya kamu merindukan lelaki yang kamu puja."Ucap Clara,karena begitu heran dengan sahabatnya ini.
"Mata-mata itu masih mengikuti aku,aku sudah jengah di ikuti terus."Jawabnya,merasa ingin sudah memberontak terhadap ayahnya.
"Sabar,makannya kamu bertindak jangan kelewatan.Jadinya ayah kamu marah kan."Ujar Clara,karena dia tidak bisa membantu Berlin sama sekali.
"Kamu bercinta lagi,tidak bosan kah?"Tanya Berlin,menatap Clara di hadapannya.
"Tidak,karena aku sangat menginginkannya."Jawab Clara,dia sekarang malah ingin bercinta lagi dengan Rey.Entah kenapa,setelah bertemu dengan Rey dirinya begitu menginginkan Rey.
"Aku ingin cerita dengan kamu."Jawabnya,merasa ada yang salah dengan dirinya.
"Cerita apa?"Tanya Berlin,karena penasaran dengan cerita Clara.
"Aku bercinta dengan bawahan orang yang aku sukai."Jawab Clara.
"Beneran? Bisa-bisanya kamu melakukan hal seperti itu."Ucap Berlin,menggeleng-gelengkan kepalanya.Karena tidak habis pikir dengan pikiran sahabatnya ini,orang yang di sukai tidak dapat malah menjerat bawahannya.
"Aku juga tidak habis pikir dengan diriku sendiri,bahkan aku sudah melakukan percintaan dengan dia sebanyak dua kali.Tapi aku masih mendambakan sentuhannya dan sekarang setiap aku bercinta dengan lelaki lain,aku selalu membayangkan dirinya yang sedang bercinta dengan aku."Cerita Clara,dia merasa butuh Rey sekarang bersamanya.
"Kamu sudah terpikat dengannya,mungkin kamu sudah jatuh cinta dengan laki-laki itu."Ucap Berlin,karena melihat wajah Clara yang bercerita begitu senang.
__ADS_1
"Benarkah,tapi aku hanya ingin balikan lagi dengan mantan pacarku."Ujar Clara,karena dia masih belum menyerah mendapatkan Nicholas.
"Kamu pikirkan saja sendiri,sebenarnya kamu mencintai siapa.Jangan sampai kamu terjebak dengan obsesi kamu sendiri,pada akhirnya kamu tidak bisa mendapatkan keduanya."Ucap Berlin,mengingatkan Clara dnegan bersungguh-sungguh.
"Baiklah,aku akan mencoba mengerti perasaanku sendiri.Agar aku tidak terjebak di situasi seperti ini."Balas Clara,akan mendalami perasaannya sendiri.
"Baguslah,kita pergi ke club yuk?"Ajak Berlin,dia merasa frustasi sekarang dengan kehidupannya.
"Gas,aku ganti pakaianku dulu."Jawab Clara,dia langsung pergi ke kamarnya.
Setelah itu,mereka meninggalkan apartemen Clara.Mereka di perjalanan begitu senang,apalagi sudah tidak sabar ingin berjoged-joged di sana.Mereka begitu ingin meluapkan perasaan mereka di sana,mereka hanya membutuhkan waktu satu jam sampai di club.
"Mari kita bersenang-senang."Ucap Berlin,sudah berjoged mengikuti musik yang dia dengar.
"Aku ingin minum dulu."Ujar Clara,dia langsung pergi ke bar minuman.Dia tidak memperdulikan Berlin yang asik berjoged,saat ini dia hanya ingin minum mengeluarkan isi hatinya.
Clara meminum habis minuman di depannya,dia merasa frustasi dengan hatinya.Dia menginginkan Nicholas,namun dia juga menginginkan Rey di hidupnya.Dia merasa dirinya begitu serakah,menginginkan dua lelaki di kehidupannya.
Berlin melihat Clara yang sudah minum,dia menghampiri Clara.Clara terus meracau,karena dia sudah mabuk.Berlin menggelengkan kepalanya,karena sahabatnya ini tidak bisa meminum alkohol.
"Kamu tau,aku begitu serakah.Aku ingin kembali dengan Nicholas,namun aku juga ingin Rey di kehidupanku.Bukankah aku sangat serakah?"Tanyanya,semakin meracau mengungkapkan isi hatinya pada Berlin.
Berlin menegang,mendengar nama yang di sebutkan sahabatnya ini.Karena sahabatnya ini menyebutkan nama Nicholas,apakah Nicholas yang dia maksud sama dengan Nicholas yang selama ini dia inginkan.Berlin akan menanyakannya lagi lebih jelas di saat Clara sadar,dia akan membawa Clara pulang ke apartemennya.
Mereka berjalan keluar dari Club,Berlin begitu susah membawa Clara sepanjang jalan.Karena Clara tidak bisa diam,bahkan dirinya meracau tidak jelas.Mereka langsung pergi meninggalkan Club dan kembali ke apartemen Clara.
__ADS_1